
Ares menggendong kedua anak kecil itu dengan erat sambil sesekali mengajak mereka bermain, senyuman dan tawa mereka jujur saja membuat hati Ares menjadi tenang dan adem. Wanita itu hanya tertawa kecil melihat Ares lalu tangannya terlihat mengambil sesuatu dari Cincin Spatialnya.
itu adalah tumpukan kain yang jika dilihat lagi merupakan baju anak-anak, dia memberikan itu kepada Ares lalu ia memakaikannya ke kedua anak kecil tersebut, jujur saja baju itu memiliki desain yang imut dan mirip seperti piyama.
kedua baju itu memiliki penampilan seperti Naga Hijau dan oranye, yang membuat kedua anak itu terlihat semakin imut. Setelah berselang beberapa lama mereka terlihat ngantuk dan tertidur dalam gendongan.
"Terimakasih karena sudah memberikan baju-baju ini kepadaku."Ares menundukan kepalanya.
wanita itu tersenyum"Tidak apa-apa, aku memang tidak bisa membiarkan kedua anak itu keluar tanpa pakaian, dan lagi baju-baju itu sudah cukup lama berada didalam Cincinku dan hampir tidak pernah terpakai. dari padaku kubuang lebih baik mereka pakai.x"Dia tersenyum dan mendekat padanya.
dia melihat kedua anak kecil dalam gendongan sambil tersenyum cerah, dan samar-samar Ares bisa mendengar dia menggumamkan sesuatu namun suara itu terlalu kecil untuk dia tangkap walaupun jarak mereka berdua sangat dekat.
dia lalu melihat kearahnya dan matanya benar-benar indah, itu seperti dirinya melihat alam semesta didalam matanya yang membuatnya hanya bisa berdecak kagum. dia mundur beberapa langkah lalu berkata"kau harus segera keluar dari istana ini, karena saat kau mewarisi Posisinya seluruh Istana ini akan dibangun ulang dan seluruh barang disini akan direset. dengan kata lain jika kau tidak segera pergi maka kalian juga akan ikut terreset."Ucapnya dengan senyuman cerah diwajahnya.
Ares bisa merasakan rasa khawatir dari setiap kalimatnya, entah rasa Khawatirnya dia arahkan kedua anak ini atau dirinya tapi yang jelas dia benar-benar khawatir.
Ares mengangguk pelan"Baiklah aku akan segera pergi dari sini, bagaimana denganmu? apa kau perlu tumpangan?."
Dia menggelengkan kepalanya"tidak apa-apa, lagi pula aku bisa menggunakan sihir teleportasi untuk pergi dari sini, jadi aku aman!."Dia memberikan Jempolnya kepada Ares.
Ares tersenyum dan tertawa kecil melihat tingkahnya"Baiklah, kalau begitu aku pergi. semoga kita berjumpa lagi."Ares menundukan kepalanya. "Ya! hati-hatilah dijalan."
Ares melangkah menjauh dari sana, didalam hatinya terdapat perasaan berat untuk meninggalkannya. seolah-olah Ares enggan untuk meninggalkannya sendirian. perasaannya saat ini sama seperti saat seorang anak meninggalkan kedua orang tuanya untuk merantau.
__ADS_1
Ares yang merasa hatinya masih berat dan penuh tanda tanya, berbalik lalu berkata"Apa kau mengenalku?."Ares mengatakan itu karena dia penasaran dengan identitas sebenarnya wanita ini. wanita itu terlihat terkejut lalu tersenyum cerah beberapa saat kemudian. dia berjalan kearahnya sambil melipat tangannya Kebelakang.
dia sudah sangat dekat dengannya, sampai Nafas mereka berdua terdengar dari telinga masing-masing. Wanita itu menatapnya lalu berkata"Aku mengenalmu kok. Sangat mengenalmu~ jika saatnya tiba mari kita bertemu lagi, dan saat itu aku tidak akan melepaskanmu lagi. aku takkan akan membuat kesalahan itu lagi."Tubuhnya perlahan mulai bercahaya dan Partikel-partikel cahaya keluar dari tubuhnya.
mata Ares membelalak"siapa kau?."Ares bertanya seperti itu karena wanita ini, seperti benar-benar mengenalnya. wanita itu tersenyum cerah pada Ares dan dari senyuman itu sebuah memori teringat Dikepalanya. memori itu datang tiba-tiba tanpa penjelasan apapun namun dia barusan benar-benar mengingatkan pada seseorang.
seorang wanita yang tidak dia kenal namun secara tiba-tiba, muncul dikepalanya yang membuat Ares bingung. karena dia merasakan kesedihan dari ingatan itu, Air mata keluar tanpa dia ketahui dan wanita mengusap Air matanya lalu berkata"jika nanti saatnya telah tiba, izinkan aku yang menjaga dirimu."Dia menjincitkan tubuhnya dan mencium ares.
mata ares terbuka lebar merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibir wanita itu, dan didepan matanya wanita itu bersinar terang lalu menghilang. meninggalkan tanda tanya besar didalam hatinya.
Ares mengusap matanya"Sebenarnya siapa wanita itu? kenapa dia terlihat sangat familiar? seolah-olah aku dan dia saling mengenal namun aku benar-benar tidak bisa mengingat siapa dia."Ares Memijit kepalanya yang terasa sedikit pusing.
beberapa saat kemudian istana itu bergetar dan ares baru mengingat perkataan wanita tadi, tidak pakai lama dia langsung berlari kencang menuju Pintu keluar dan dalam waktu sekejap dia sampai lalu melompat dari sana.
Ares terjun bebas dari ketinggian namun dia jatuh secara perlahan seperti sebuah Bulu, dia lalu menengok kearah pohon dunia yang terlihat bergetar bergetar. istana yang ada disana terlihat bergetar hebat namun getaran tidak terlalu terasa.
"{ Silent Room }."Sebuah pelindung tranparans menutupi sekitar kedua bayi tersebut. ini adalah sebuah mantra sihir yang dapat memblokir suara dari luar dan luas Mantra ini dapat diatur sesuai keinginan, tapi semakin besar luas Mantranya semakin besar pemakain Mananya.
untuk saat ini tidak masalah karena Ares memiliki cukup banyak mana, hal ini dia lakukan agar kedua bayi tersebut bisa tertidur lelap tanpa gangguan dari suara-suara ini.
setelah cukup lama akhirnya istana pohon itu berhenti bergetar"Sudah Selesai? kalau begitu aku akan langsung masukkan."dia mengangkat satu tangannya lalu berkata"Aktifkan Skill Summoning The World Tree!."
Pohon dunia tidak lama kemudian langsung menghilang dari pandangannya, dan tidak lama setelahnya Notifikasi System muncul.
__ADS_1
[ Anda memasukkan kembali pohon dunia ]
[ Anda bisa memanggil kembali pohon dunia beberapa jam kemudian! ]
[ Pemberitahuan! Seberapa besar pohon ini nantinya tergantung Level Jobclass dan Mana yang anda miliki! ]
[ Semakin tinggi Level Jobclass anda semakin besar pohon ini nantinya dan semakin banyak keuntungan yang anda dapatkan! ]
[ Namun saat dipanggil kembali dibutuhkan MP Host agar Pohon dunia bisa tumbuh kembali! jadi pastikan MP anda penuh agar Pohon dunia bisa tumbuh secara maksimal! ]
"Oke-oke! aku paham."Ares menghilangkan jendela notifikasi didepannya lalu berjalan kearah pertama kali dia datang kemari.
namun dia merasa ada yang janggal disini"Sebentar! sejak kapan lorong ini ada dua? seingatku tidak ada lorong lain selain lorong yangku masuki barusan."Dia melihat lorong lain disisi lain tempatnya berdiri.
lorong itu terlihat sama persis dengan lorong yang ada didekatnya, Ares langsung mengambil sikap Waspada dan menarik pedangnya lalu melihat kedua lorong ini secara bergantian.
"Tidak ada notifikasi aku membunuh Boss Monster yang berarti, Sylvester bukanlah Bossnya. Hmmmm..... Ini cukup menarik!."Ares berjalan kelorong yang ada disisi lain tempatnya berdiri.
"Summon Shadow General."
Dari bayangannya keluar Seorang Ksatria dengan Armor Fullbody yang diselimuti Bayangan dan kegelapan, dari balik Helmnya terdapat mata Ungu menyala yang melihat kearahnya. dia berlutut didepan Ares sementara Ares memandanginya.
"aku serahkan mereka kepadamu, jaga mereka baik-baik selagi aku melawan Boss Monster."Ares memindahkan kedua bayi itu dari gendongannya keShadow general itu.
__ADS_1
shadow general itu menerima bayi tersebut dan menggendongnya"apa hanya ini saja?."Suara dingin keluar dari balik Helmnya.
Ares sendiri cukup kaget namun karena dia adalah makhluk Summon ini tidak aneh"Ya hanya itu saja, ikuti aku."Ares melanjutkan langkahnya dengan Shadow general dibelakangnya yang menggendong kedua bayinya.