Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
176.Diskusi Pendek


__ADS_3

Beberapa orang berlutut dibelakangnya Alpha yang sedang menulis laporan didalam bukunya, orang-orang yang berlutut dibelakangnya tampak seperti seorang Assassin yang memakai zirah kulit hitam dengan kombinasi campuran logam kuat dibeberapa bagian serta memiliki warna hitam dengan kombinasi warna merah.


Mereka memakai topeng yang bentuknya agak mirip seperti kepala semut hitam dengan mata merah, mereka mempersenjatai diri dengan dua bilah pedang panjang dipunggung mereka dan dua bilah belati dipinggul.


Orang yang berada dibarisan depan berkata"Tuan, seperti yang anda perintahkan, kami telah menyiagakan banyak anggota ditempat yang telah anda tentukan serta dengan banyak anggota lain dalam radius satu kilometer."


Alpah tidak langsung menjawab, dia hanya mengangguk kecil lalu berbalik dan menatap mereka"Apa ada kejadian aneh selama kalian berjaga?."


"Tidak ada Tuan! selama kami berjaga tidak ada kejadian ganjil dalam radius penjagaan kami!."Ujarnya dengan penuh keyakinan.


"Bagus!! tetap pertahankan itu dan jaga lengah apapun yang terjadi, dan lagi apa pencarian Supreme Treasures berjalan dengan lancar?."


Orang itu mengangguk pelan"Ya Tuan! pencarian Supreme Treasures berjalan dengan lancar dan kami telah menemukan beberapa dari mereka, apa harus kami berikan pada anda sekarang?."Ujarnya dengan melirik Alpha.


"Ya, berikan padaku Supreme Treasures yang telah kalian temukan nanti. kalau begitu kalian bisa pergi sekarang."Alpha kembali berbalik dan duduk di kursinya.


Mereka semua mengangguk lalu pergi tanpa jejak seperti menyatu dengan bayangan, setelah itu Alpha tampak senang sambil memandangi bulan yang ada diluar ruangannya.


"Setelah semua Supreme Treasures yang Tuanku inginkan terkumpul, Tuanku pasti akan memujiku karena telah menemukan semua Supreme Treasures yang dicari. aku tidak sabar mendengar pujian darinya."Ujarnya dengan senyum bahagia diwajahnya.


Alpha saat ini sedang melaksanakan tugas mencari barang-barang yang Ares incar, kebanyakan dari Item-item tersebut bisa dikatakan mustahil untuk ditemukan karena sangat minimnya informasi yang mereka dapat, tapi setelah banyak penelitian dan pencarian kesana-kemari dia mulai menemukan jejak-jejak item-item tersebut hingga akhirnya pencarian besar-besaran terjadi.


Kebanyakan dari Item-item yang Tuannya incar merupakan item-item legenda atau peninggalan dari masa lalu, kebanyakan dari mereka hanya diceritakan berdasarkan sejarah atau catatan-catatan sejarah dari kerajaan yang telah hancur. karena hal itu Alpha memberi kode Supreme Treasures kepada item-item ini.


Alpha sendiri tidak bekerja sendirian, dirinya dibantu oleh banyak orang dan karena relasinya dengan para bangsawan besar dia bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang item-item tersebut, meski terkadang hanya potongan-potongan saja.

__ADS_1


Dengan itu dirinya perlahan bisa mengumpulkan item-item itu lalu memberikan pada Tuannya.


*****************************


Alpha memperhatikan Margaretha dari atas, Margaretha tampak bahagia sambil menyapu halaman kediamannya dengannya anak-anaknya yang berada cukup dekat darinya. dia dengan senyum manisnya menyapu dedaunan yang ada dihalaman kediamannya sambil bersenandung kecil.


"Huh? apa yang membuatnya menjadi seperti itu? hahaha.. entahlah asalkan dia senang semuanya akan baik-baik saja, dan rencanaku akan berjalan lancar."Ujarnya sambil melirik buku yang ada didepannya.


Buku yang ada didepannya adalah laporan yang Damon tulis, laporan ini berisi tentang keseharian Ares dan kehebatan dalam mengurus Utara. dirinya mau tidak mau merasa iri dengan Damon dan Eizen yang ikut dengan Tuannya dan dapat menyaksikan secara langsung kehebatan-kehebatan Tuannya..


"Huhuhu... aku harap aku dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan Tuan dalam waktu singkat, karena dengan itu aku akan selalu berada didekat Tuanku!."Ujarnya sambil menghayalkan dirinya yang selalu ada didekat Tuannya.


Ketika dirinya sedang asik menghayal perhatiannya teralihkan pada Margaretha yang ada dibawah, tampak Margaretha sedang berbicara pada seseorang yang dia kenal dan tidak lain itu adalah Selena, salah satu Hunter Rank God's Knight sama sepertinya.


"Uuughh! kenapa harus dia yang datang kemari? apa tidak bisa Abraham saja yang kesini?!."Ujarnya kesal.


Menampilkan Selena yang tersenyum dingin padanya"Selamat Siang, Zero, ada yang ingin aku bicarakan denganmu soal Fraternal Brotherhood yang kau bicarakan dengan Ketua Abraham beberapa waktu lalu. apa boleh aku duduk?."Ujarnya sambil tersenyum pada Alpha.


Seketika Alpha merasa suhu diruangan ini menurun dibandingkan sebelumnya, ditambah lagi sosok Selena yang biasanya tidak pernah tersenyum menjadi tersenyum membuat perasaannya tidak enak.


Selena tanpa disuruh duduk disofa depannya lalu tersenyum sambil menatap wajahnya. Alpha pada saat itu berkeringat padahal suhu ruangan itu cukup dingin karena kedatangan Selena.


Alpha mengalirkan Aura keseluruhan aliran darahnya untuk membuat dirinya tetap hangat, walaupun ruangan ini tidak terlalu dingin.


"Huffff... apa saja yang Abraham ceritakan padamu?."

__ADS_1


"..mmm.. tidak banyak, dia hanya menceritakan tentang dirimu yang menghancurkan organisasi itu sendirian dan setelah itu mereka bangkit dengan bantuan Demon King."


"Hanya itu?."


"Ya? kupikir?."Selena memiringkan kepalanya.


Melihat Selena yang tidak seperti biasa membuat Alpha sedikit khawatir, karena Selena yang biasanya memiliki sifat dingin dan tidak banyak bicara bahkan dia tidak pernah tersenyum sekalipun.


Alpha menjadi curiga dengan niat asli dari Selena yang selama, entah apa yang dia rencanakan tapi dirinya yakin itu tidak akan berakhir baik.


"Jadi rencana apa yang akan kau pakai saat ini?."Selena tampak penasaran dengan rencana yang akan Alpha pakai, Alpha menghela nafas berat"Rencana apa? kita bahkan tidak memiliki informasi apapun tentang mereka, bagaimana mau membuat rencana?."Ujarnya sambil mendengus kesal.


kurangnya informasi yang ada membuat sulit untuk membuat rencana, itu terdengar masuk akal bagi Selena, tapi sebenarnya Alpha sudah memegang informasi tentang mereka dan markas mereka saat ini.


Alasan dirinya tidak bergerak karena memang belum saatnya ia bergerak, kalaupun dia ia berangkat dan menyerang sekarang tidak akan terjadi banyak perubahan. ditambah dia tidak mendapatkan keuntungan apapun.


Dirinya tidak akan bergerak sampai ia menemukan keuntungan yang benar-benar berguna baginya.


"Jadi untuk saat ini, kita harus bersiap disegela situasi sambil mencari informasi tentang mereka. aku akan memerintahkan para Eksekutif dibawahku untuk berjaga dibeberapa tempat dan kau bisa mengurus sisanya, kan?."


Selena mengangguk setuju dengan Alpha, Selena langsung menyuruh anggota Guildnya untuk mencari informasi apapun tentang Fraternal Brotherhood diseluruh penjuru kerajaan. dia juga memperingatkan Guild-guild lain untuk bersiaga disegala kondisi.


Alpha sendiri tidak terlalu memikirkan itu dan terus memantau pergerakan Fraternal Brotherhood sambil berkerjasama dengan Selena.


Pihak Kerajaan sudah memberikan perintah pemburuan anggota organisasi Fraternal Brotherhood dan mereka juga menyiapkan cukup banyak bala tentara sebagai bantuan.

__ADS_1


Semuanya berjalan dengan lancar hingga sebuah sebuah tragedi besar terjadi dikota itu.


__ADS_2