Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
169.Pedang Baru


__ADS_3

Ares perlahan membuka matanya dan mendapati dirinya berada didalam kamarnya, dengan tubuh diperban dan rasa sakit diarea tubuhnya yang terluka. dia bangkit perlahan lalu berdiri didepan cermin lalu mencopot perban ditubuhnya dan mendapati terdapat luka tebasan panjang lebar ditubuhnya.


"Luka ini jangan-jangan karena jurus yang dikeluarkan Leluhur waktu itu, jurusnya sangat mematikan bahkan jurus ciptaanku tidak bisa menandingi jurusnya.x"Ujar sambil tersenyum.


Ares lalu mengedarkan pandangannya lalu menemukan sebuah pedang ditempat tidurnya, dia mengambil pedang itu dan langsung mengenali pedang ini"Ultimate Slayer of All-Beings, jadi Pedang ini benar-benar diberikan padakum."ujarnya sambil memperhatikan pedang yang masih disarungkan itu.


Ares sebagai anggota keluarga Dunkenheit tentu tahu tentang Pedang ini, Pedang ini terkenal diseluruh kerajaan sebagai senjata pemusnah massal karena pernah dipakai Darius untuk membunuh Entitas-entitas kuat yang mengajaknya duel. Pedang ini dikenal sebagai senjata pemusnah massal karena memang pedang ini sudah merenggut ratusan juta nyawa mahkluk diyggdrassil.


Jadi Ares tidak heran merasakan Aura membunuh dari pedang ini meski tidak terlalu terasa namun terasa begitu kental, Ares juga merasakan kekuatan luar biasa saat dia menggenggam pedang ini.


"Aku jadi penasaran dengan efek dari pedang ini."Ujarnya lalu memeriksa Pedang itu dan jendela notifikasi muncul didepannya.


[ Ultimate Slayer of All-Beings


Tingkat : Divine ( +++ )


Persyaratan : Lvl 600 Dan Izin Dari Darius Von Dunkenheit.


Sebuah pedang yang digunakan oleh seorang pendekar yang pernah membunuh 999 Entitas-entitas kuat yang menjadikan pedang ini sebagai mimpi buruk para Entitas-entitas kuat.


Efek :


- Seluruh Stat Dikalikan 10x Saat Dipakai.


- Seluruh Indra Pengguna Menjadi 100x Lebih Tajam.


- Reflek Pengguna Menjadi Lebih Tajam.


- Dapat Memotong Segalanya Dan Mengabaikan Physical Resistance.


- Memiliki Kekuatan Yang Melampaui Mortal Dan Memotong Segala Mahkluk Abadi Atau Mahkluk Kematian.


- Memiliki Aura Dan Pure Power Dalam Jumlah Besar Didalamnya.


- Pedang Ini Akan Memotong Segala Sesuatu Yang Tidak Ada Dialam Nyata.


- Memberikan Serangan Mematikan Pada Musuh Beratribut Dark.

__ADS_1


- Semua Skill Meningkat Drastis Saat Dipakai.


- Pedang Ini Dapat Dialiri Berbagai Macam Kekuatan.


- Memiliki Ego Kesadaran Didalamnya.


- Dapat Menggunakan Skill Ultimate Killing of All-Creatures Attack Combo ( Cooldown 72 Jam). ]


Seketika itu Stat meningkat tajam dan Seluruh Indranya Meningkat tajam juga, serta refleksnya juga ikut mengalami peningkatan.


Ares tersenyum puas lalu berkata"Pedang ini sangatlah kuat karena terdapat simbol + tiga kali yang berarti pedang ini mengalami Awakening sebanyak tiga kali, itu wajar melihat Opsi efek yang tidak ngotak apa lagi sampai mengkalikan seluruh stat sebanyak 10. Tapi aku lebih penasaran pada Efek dapat memotong segala sesuatu hang tidak ada dialam nyata. aku jadi ingin mencobanya."Ares mengayunkannya dengan pelan keujung meja didekatnya.


Seketika ujung meja itu terpotong rapih padahal Ares tidak mengayunkan dengan keras ditambah lagi terdapat sesuatu yang membuat cukup kaget.


"Pedang ini bukan hanya memotong ujung meja itu tapi partikel mana yang ada diudara juga ikut terpotong, ini sangat jarang terjadi karena mau bagaimanapun hampir mustahil memotong partikel mana yang ada diudara, karena jumlah mereka yang sangat banyak dan kecil ditambah lagi mereka tersebar dimana-mana dan tidak bisa dilihat mata telanjang. rasanya tidak salah semua orang menyebut pedang ini sebagai Senjata pemusnah massal."Ujarnya sambil menggelengkan kepalanya.


Jujur saja Ares sendiri tidak yakin bisa memotong partikel Mana karena partikel Mana adalah Mana itu sendiri dan jumlah sangat banyak dan sangat kecil, mereka seperti debu yang sangat kecil dan halus sampai tidak bisa dilihat oleh mata ditambah lagi mereka hidup dialam yang berbeda.


"Pedang ini kuat akan bagus jika aku kombinasikan dengan Andromeda, sepertinya untuk selanjutnya aku akan menggunakan pedang ganda..Hhhmm...?."Ares menoleh kebelakang.


Ares memiringkan kepalanya"Sudah sadar? memangnya berapa lama aku tertidur?."


"Kau tertidur selama seminggu penuh, itu semua karena luka yang ditubuhmu terlalu parah sampai membuatmu koma selama seminggu."Gerald menunjukkan bekas luka yang ada ditubuh Ares.


"Luka ini? serius?!."Ares kaget mendengar hal itu, dia tidak sama sekali tidak menyadari jika luka yang dia dapat akan membuatnya koma selama seminggu. ditambah fakta pertahanan tertembus membuatnya lebih kaget namun karena orang yang dia lawan adalah Leluhurnya itu bisa dimaklumi olehnya.


"Kau beruntung waktu itu bawahanmu langsung menolongmu waktu, jika tidak mungkin kau masih terbaring koma sekarang."


"Bawahanku? siapa?."


Gerald mengerutkan keningnya"Si Vampir, siapa lagi?."Ujar Gerald sambil menatap Ares.


"Aaaaahhh.... maksud Ayah Vlad?."


Gerald mendengus kesal"Iya Vlad atau Vlod kek, yang penting dia adalah salah satu bawahanmu. kok bisa sih kau menjadikan seorang True vampire sebagai bawahan? aku tidak habis pikir."Ujar Gerald dengan menatap tajam Ares.


Ares hanya menghela nafas berat"Itu panjang ceritanya dan kalaupun aku ceritakan, ayah tidak akan percaya."Ujarnya sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah aku tidak akan banyak tanya, tapi Ares awasi baik-baik bawahanmu itu karena dia mungkin bisa jadi pedang bermata dua."Ujar Gerald memperingatkan.


"Baik-baik... kalau begitu bisakah ayah pergi? aku ingin mandi sekarang."Ujarnya berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


Ayahnya hanya menyipitkan matanya melihat Ares dengan curiga lalu menghela nafas dan pergi dari sana. Ares menghela nafas lega lalu duduk dikasurnya.


"Itu tadi hampir saja, kupikir ayah akan menanyakannya lebih jauh, tapi kenapa ayah tidak memperhatikan pedang ini? ah.. sudahlah lebih baik aku membersihkan diriku."Ares berjalan kekamar mandi.


*************************


Sky Mansion adalah sebuah tempat yang diberikan Ares pada para bawahannya untuk menjadi tempat beristirahat bagi mereka, mansion ini memiliki fasilitas lengkap yang cukup untuk sebuah keluarga besar hidup.


Mansion tiga lantai dengan dua lantai dibawah tanah, cukup untuk memarkir lima puluh kereta kuda dan bisa dijadikan tempat penyimpanan harta atau yang lain. sebuah mansion megah yang dikelilingi pagar selebar 400 meter dengan keamanan yang sangat dijaga ketat.


Disebuah yang ada di mansion terdapat beberapa orang yang duduk sambil memperhatikan orang didepan mereka. mereka adalah Damon, Eizen, Mary, Ulbert dan Yuto yang menatap sinis Vlad yang duduk didepan mereka.


Vlad hanya tersenyum merasakan tatapan menusuk dari mereka berlima, Vlad sebelumnya tinggal dikastil Terrarium tapi memilih untuk pindah kesini setelah mendengar disini terdapat para bawahan Tuannya yang lain.


Vlad sendiri sempat terkejut saat melihat bawahan Tuannya berasal dari Ras yang berbeda-beda namun, memaklumi setelah melihat kekuatan yang mereka miliki.


'AutoMaton, Insect, High Elf, Undead dan Beastman. Seperti yang diduga dari Tuanku dia! dia bisa membawahi makhluk-makhluk kuat dari lima ras berbeda dan menjadikan mereka sebagai bawahan. tidak ada ucapan pujian yang cocok untuknya selain Mysterious Perfection!!.'Batin Vlad sambil melihat mereka dengan wajah tersenyum tipis.


Damon berdehem untuk mencairkan suasana lalu berkata"Jadi Vlad apa yang membuatmu mau menjadi bawahan Tuan kami, kau tidak mungkin menjadi bawahan Tuan kami secara cuma-cuma, kan?."Tanya Damon dengan suara berat.


Damon tentu harus mengetahui apa yang membuat Vlad mau menjadi bawahan Tuannya, karena ia tidak ingin bawahan yang sudah diberi kepercayaan malah menusuk Tuannya dari belakang. maka dari itu dia langsung menanyakan hal itu.


Vlad tertawa pelan dengan secangkir teh ditangannya lalu dia melihat Damon"Aku memiliki sebuah alasan untuk menjadi bawahan Beliau. tapi hanya aku dan Beliau yang tahu alasan tersebut..."Jawab Vlad singkat dengan suara dingin.


Mereka berlima mengerutkan kening mendengar hal itu, mereka semua kecuali Damon, Eizen dan Ulbert dijanjikan sesuatu oleh Ares yang membuat mereka menjadi bawahan Ares, kalaupun tidak ada hal itu tidak masalah menjadi bawahan Ares karena mau bagaimanapun Ares telah mengajarkan mereka banyak hal yang tidak mereka ketahui.


Kharisma, Kekuatan, Kepintaran dan keagungan Ares membuat mata mereka hanya tertuju pada Ares dan kan selalu menganggap Ares sebagai Supreme Being mereka.


Mendengar perkataan Vlad tentu membuat mereka bingung namun mereka tidak banyak bertanya tentang hal itu.


Damon menghela nafas panjang"Kalau begitu kami menyambut kedatangan dirimu, Vlad Otto Hans Tepes."Damon menyodorkan tangannya mengajak Vlad bersalaman, Vlad tertawa kecil sesaat lalu bersalaman dengan Damon"Aku senang kalian menyambut kedatanganku, kalau begitu mohon bantuannya untuk kedepannya."Ujarnya dengan sebuah senyum misterius diwajahnya.


Mereka semua mengangguk satu sama lain dan pada saat itu Vlad resmi menjadi bawahan Ares. meski terdapat rasa tidak suka dihati mereka berlima, mereka tidak bisa menolak perintah Tuan mereka dan hanya bisa menerima kenyataan.

__ADS_1


__ADS_2