
Ares bangun dan menemukan dirinya berada di kamarnya, Ia lalu bangun dan mencari keberadaan Kakeknya dan menemukan Kakeknya sedang Berada diluar membuat api unggun.
Dia terlihat sedang membakar sesuatu seperti ayam yang sudah dilumuri dengan bumbu rahasia, Ares duduk disampingnya lalu menatap ayamnyang sedang dibakar itu dengan mata berbinar-binar.
"Jadi apa kau bisa menggunakan Aura dengan baik sekarang?."Tanya Kakeknya lalu membolak-balik Ayam bakar itu.
Ares mengangguk pelan"Ya kau aku bisa menggunakan Aura sekarang namun aku masih belum terlalu mahir dalam pengendaliannya, Aku perlu berlatih lebih keras agar bisa menggunakan Aura dengan Maksimal."Ucap Ares dengan keteguhan hati terpancar dimatanya.
"Itu bagus untuk permulaan, dan saat kau sudah benar-benar bisa menggunakan Aura kau akan bisa melakukan hal seperti ku."Kakeknya mengambil sebuah Ranting kayu lalu dia alirkan Aura.
Terdapat sebuah Bilah cahaya seperti Sebuah bilah pedang muncul dari Ranting kayu yang dipegang kakeknya, Dia lalu mengayunkan ranting kayu dan Seketika sebuah batu besar didekat mereka terpotong rata.
"Ini adalah tingkat pengendalian tertinggi dari Aura yang hanya bisa dikuasai sedikit orang."kakeknya mengalihkan pandangannya keares."jadi Ares apakah kau mau mewarisi seluruh pengetahuanku? Karena kau adalah keturunan langsung dari keluarga Dunkenheit ini tidak akan menjadi masalah karena ayahmu pun mewarisi seluruh pengetahuanku."Ucapnya sambil menatap Mata Ares.
Mata merah darah mereka bertemu lalu Ares menutupi mulutnya"Kakek, kau tidak akan matikan Setelah aku mewarisi seluruh pengetahuanmukan?."Ucapnya lirih dan disudut matanya keluar Air.
Kakeknya mengeraskan Rahangnya lalu mengepalkan tangannya lalu keluar Aura yang dipakai untuk memukul kepala Ares hingga benjol.
"Apa maksudmu bocah bodoh?! Kau menyumpahi Kakekmu mati?! Hah?!."Teriakannya cukup Kencang sambil menoyor-noyor kepala Ares.
"Lantas kenapa kakek ngomong seperti orang akan mati?."ucapnya sambil mengusap-usap kepalanya yang benjol karena dipukul.
Kakeknya menghela nafas pelan dan mencoba meredam amarahnya"Bukan seperti itu bocah bodoh."Kakeknya sekali lagi menghela nafas."Ini karena memang sudah kewajibanku mengajarkan Semua yang aku tahu pada anak cucuku, aku tidak bisa mengandalkan Gerald untuk mengajarkanmu karena dia sibuk mengurus wilayah Utara."
"Nenekmu apalagi. aku cuman mau kau mewarisi ilmu pedang Keluarga Dunkenheit dan semua pengetahuan Keluarga Dunkenheit karena kau adalah satu-satunya Pewaris resmi keluarga Dunkenheit."Kakeknya mengalihkan pandangannya kearah Ares.
"Jadi apa kau mau?."Tanya dengan senyum tulus.
Ares kali ini benar-benar merasa dirinya orang paling beruntung didunia karena disisinya banyak orang-orang yang mengkhawatirkannya, tidak seperti dibumi dulu.
Ares tersenyum tipis lalu mengangguk kepalanya"Mau kakek, Aku mau mewarisi semua pengetahuanmu."Ucapnya sambil tersenyum lebar. Kakeknya terdiam lalu tersenyum tipis lalu dia mengambil ayam bakar yang sudah matang kedalam rumah.
Ares memperhatikan Dia berjalan dari belakang lalu terhenti dan berbalik"Ayo masuk kedalam, Kau tidak ingin ayam bakar?."Ucapnya sambil tersenyum lebar, dengan wajah penuh senyuman Ares menghampirinya lalu masuk kedalam rumah dengan wajah penuh senyuman.
********************
setelah itu Selama Dua tahun terakhir Ares terus berlatih bersama kakeknya, dia berlatih pedang dan latihan fisik Gila-gilaan sampai kakeknya sendiri geleng-geleng kepala.
Dia naik turun gunung dengan membawa batu besar dan berenang melawan Arus dengan Gelang-gelang Berat yang ia Pakai, Latihan pedang tidak akan kelewatan dan terus doa lakukan bersama kakeknya.
Kakeknya tidak segan menebas atau Menusuknya yang membuat sekujur tubuh Ares dipenuhi bekas luka sabetan atau tusuk pedang, Meski begitu ia masih tetap melakukan latihan tanpa mengeluh.
__ADS_1
Kontrol Pengendalian Aura juga sudah meningkat tajam yang membuat Ares bisa membuat Aura yang dipadatkan sama seperti yang kakeknya buat dulu.
Latihan fisik, Latihan Pedang, Latihan Kontrol Aura, Latihan Administrasi pemerintahan. Latihan Kesabaran, latihan Magic dari neneknya dan latihan mengendalikan Chaos Energy Ares lakukan selama Dua tahun Penuh.
Perubahan Fisiknya bisa terlihat sangat jelas sekarang, Tinggi tubuhnya bertambah sedikit, seluruh tubuhnya berotot kekar dan wajahnya juga ikut berubah menjadi lebih tampan dan bersinar, Rambutnya yang panjang menutupi matanya yang berwarna merah darah seperti hewan buas.
Ares kali ini benar-benar mengalami perubahan Fisik yang sangat mengejutkan, dia yang dulu seperti anak pada umumnya sekarang berubah menjadi Monster penuh Otot kekar dengan rambut panjang dan mata berwarna merah darah.
Ayah, kakeknya dan neneknya ikut terkejut dengan perubahan fisik Ares, Mereka semua tahu Ares sebelumnya memiliki Bentuk tubuh yang cukup kekar namun sekarang ia benar-benar terlihat sangat kekar.
Ares sekarang sedang fokus berlatih pedang disebuah Gunung batu diutara, Disana terdapat sebuah Tebing yang menjulang tinggi dan disisinya terdapat banyak sekali bekas-bekas tebasan dan tusukan pedang terpampang jelas disisi batunya.
sementara itu Ares duduk tidak jauh dari tebing itu dengan Sword Of Erebus yang masih disarungkan, Ia menghela nafas pelan dengan rambut panjang yang menutupi wajahnya.
Pedang itu sekarang menjadi sedikit lebih besar karena mengikuti bentuk tubuh Penggunanya karena Pedang ini adalah Item Magic yang bisa menyesuaikan bentuk dari sang pemakai.
Ares mengambil pedang itu lalu menarik sarungnya dan menatap pedang itu, Ares mengalirkan Aura kedalamnya dan seketika Aura Berwarna Merah darah menyelimuti Pedang itu.
Bilah pedangnya Diselimuti Aura yang dalam sekejap mengeras dan menjadi Kristal yang menyelimuti Bilah pedangnya, Ini adalah Tingkatan tertinggi dari pengendalian Aura.
Perlu dua tahun penuh baginya untuk benar-benar bisa mencapai tingkatan ini dan perlu banyak pengorbanan untuk melakukannya, Kristal yang menyelimuti Bilah pedangnya memiliki nama Blood Stone yang merupakan Manifestasi dari Aura.
Ares lalu mengambil Kuda-kuda Dan hendak menggunakan Teknik baru yang ia ciptakan dari menggabungkan Dua teknik serangan yang ia Buat yaitu Slashes Destroying Heaven and Reality dan Atomic Thurst.
Sekarang kedua teknik sudah dalam bentuk sempurna dan Ares juga menggabungkan Dua teknik ini menjadi Satu, Dibawah bimbingan Kakeknya Ares menggabungkan Dua teknik ini menjadi satu lalu disempurnakan lagi dan lagi.
dan sekarang teknik ini sudah dalam kondisi sempurna menurut dirinya dan kakeknya, Dan sekarang Ares ingin menggunakan Teknik gabungan itu.
Ares memasang Kuda-kuda lalu memusatkan fokusnya, Ia sekarang dalam kondisi fokus dan tinggal menunggu waktu yang pas saja.
Dia telah menggunakan teknik gabungan ini ratusan, ribuan kali"Dunkenheit Sword Art : Brahmananda"Ares menarik pedangnya.
Dua teknik yang digunakan pada satu waktu yang membuat sebuah Teknik baru, Sebuah Tebasan berbentuk X berwarna merah menyala mendarat ketebing itu dan menghancurkan setengah dari gunung tempat ia berlatih, Getaran sangat Hebat terjadi ketika tebasannya mendarat dan menghancurkan Setengah gunung itu.
Ares tersenyum lalu menyarungkan Pedangnya lalu pergi dari sana dengan wajah Tersenyum yang tertutupi rambut panjang dengan mata merah menyala.
[ Nama : Ares Von Dunkenheit ( Zero )
Level : 358
Star Circle : 7
__ADS_1
Race : Human → Human Chaos ↑
Title : The Jagger → Monster Hunter → The Warrior Against The Impossible Enemy.
JobClass : Profesional Engineer Lvl 5. World Disaster Lvl 4.
HP : 254.976
MP : 61.549
CE : 142.320
Poin stat yang dimiliki : 0
Power : 4.186
Defense : 4.987
Strength : 2.310
Dexterity : 3.213
Agility : 2.098
Vitality : 7.234
intelligence : 1.870
Constitution : 786
Stamina : 30.822
Luck : 500
Magic : 6.783
Chaos Energy : 12.213 ]
******************
Author ngambil refrensi nama teknik ini dari nama-nama Senjata-senjata pewayangan.
__ADS_1
Brahmananda merupakan jenis senjata yang paling mematikan di dunia. Senjata ini adalah gabungan dari tenaga spritual tujuh dewa tersakti di dalam kebudayaan Hindu. Brahmananda disebut sebagai senjata dewa Brhama yang paling mematikan.
Tidak ada senjata lain di dunia yang bisa menyaingi kesaktian daripada Brahmananda. Jadi, senjata lain seperti Brahmastra, Pashupatastra, Brahmasira, Amoghashakti, Vajra, Narayanastra, Vaishnavastra atau Sudarshana Chakra, tidak mampu untuk manahannya.