Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
77. Menyembuhkan penyakit Ibu Lissa.


__ADS_3

Penyakit yang diderita ibu Lissa merupakan penyakit yang sangat sulit disembuhkan bahkan orang-orang yang terkena penyakit ini kebanyakan akan menyerah untuk hidup karena mereka hanya memiliki waktu kurang dari setahun, Tapi terdapat beberapa kasus dimana orang yang memiliki penyakit ini memiliki waktu hidup yang sedikit lebih lama.


Contohnya adalah ibu Lissa yang dapat hidup selama 16 Tahun sejak Lissa Pertama kali dilahirkan sampai sekarang, Masih tidak diketahui alasan dia masih hidup sampai sekarang tapi yang pasti hidupnya saat ini sudah tidak lama Lagi.


Ibu Lissa sudah siap untuk mati karena dirinya sendiri sudah tahu jika pada akhirnya dia akan mati tapi saat ini dia tidak rela karena dirinya belum melihat anaknya menikah dengan lelaki yang yang dia cintai, Tapi dia mengetahui jika Lissa sudah memiliki orang yang dicintai dan orang itu adalah Ares.


"Nak Ares, apa yang kau katakan?."Ibu Lissa sama sekali tidak bisa memahami apa yang Ares katakan sebelumnya, Itu terasa seperti sebuah mimpi disiang bolong.


Ares tersenyum tipis lalu berkata"Bibi, kau tidak perlu khawatir karena aku akan menyembuhkanmu sekarang."Ares mengucapkan dengan tenang agar Ibu Lissa bisa paham dengan ucapannya.


Dan seketika penolakan terjadi karena ibu Lissa merasa tidak enak kepada Ares, Lissa yang mendengar hal itu langsung meminta Ares untuk menyembuhkan Ibunya, sementara ibu Lissa menolak untuk disembuhkan karena ia masih merasa tidak enak dengan Ares.


Lissa sudah Setuju menyembuhkan Ibunya sementara ibunya sendiri masih mencoba untuk menolak dengan segala macam alasan, Akhirnya Ares dan Lissa terus memaksa ibu Lissa untuk mau diobati dan akhirnya setelah beberapa kali dibujuk akhirnya ibu Lissa mau diobati.


Lissa langsung memeluk ibunya ketika dia mau diobati sementara Ares dipeluk erat oleh Lissa yang membuat ibu Lissa tertawa ketika melihatnya, Ares lalu akhirnya menjelaskan tentang obat yang akan digunakan untuk mengobati penyakit ibunya.


Ares mengambil Potion berwarna merah itu dari lalu berkata"Ramuan ini adalah ramuan yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit jika diminum Ramuan ini bernama Fire Potion of Life. Sebenarnya ayahku memberikan Ramuan ini untukku sewaktu-waktu diminum tapi karena Bibi lebih membutuhkan maka aku berikan pada bibi saja."Ares memberikan Ramuan itu pada Ibu Lissa.


Dan diterima dengan tangan bergetar sambil menatap Ares seolah-olah tidak percaya"Apa benar tidak apa-apa jika Bibi meminum Ramuan ini? Bagaimanapun ayahmulah yang membelikan ramuan ini untuk kau minum."Ibu Lissa masih berusaha sedikit menolak Tapi perkataan yang Ares lontarkan membuatnya tersenyum masam.


"Bibi, tidak perlu khawatir karena itu memang dibelikan Untukku namun tapi kondisi bibi jauh lebih membutuhkan Ramuan itu, dan lagi aku tidak ingin melihat Lissa menangis lagi."Ares melirik kearah Lissa yang terdiam membisu dengan pipi merona, sementara Ares hanya tersenyum tipis menanggapinya.


Ibu Lissa yang melihat dirinya sudah tidak memiliki celah untuk menolak menghela nafas berat"Haaa......mau bagaimana lagi, baiklah aku akan meminum Ramuan ini."Ibu Lissa membuka tutup botol Ramuan lalu meminum.

__ADS_1


Seketika kulitnya yang memucat kembali cerah dan tubuhnya yang bergetar kembali normal, Sekarang dia sudah sembuh dari penyakit. Ibu Lissa meneteskan air mata lalu memeluk Ares dengan erat.


"Terimakasih nak Ares, Terimakasih karena berkat kamu bibi bisa melihat Lissa dengan lelaki yang dia cintai."Ucapnya pelan dengan air mata yang bercucuran. Ares tersenyum tipis lalu ibu Lissa melepaskan pelukannya lalu menatap Ares dan Lissa.


Dia lalu tersenyum melihat Ares dan Lissa yang berdiri bersebalahan"Kalian cocok ya? Kenapa tidak langsung menikah saja ketika sampai diutara nanti."Ibu Lissa berkata sambil tertawa kecil.


Ares tersedak nafas sementara Lissa menjerit keras mendengar perkataan ibunya, ibunya tertawa kecil yang lama kelamaan semakin mengeras. dia menghentikan tertawanya"haha..... bercanda kok, jangan marah ya."Ibu Lissa berusaha membujuk Lissa yang sedang ngambek sambil menggembung pipinya.


Dia terlihat lucu jika seperti Itu, namun dari kejauhan Ares bisa merasakan sesuatu yang berbahaya mengawasi mereka dari jauh, Ares tersenyum dan menebak ini merupakan prajurit kerajaan yang disebut Shadow keeper yang tugasnya melindungi keluarga kerajaan dari segala musuh.


Mereka adalah prajurit elit yang hanya mematuhi Raja Petersburg dan kebanyakan dari mereka memiliki Level 300~550 dan rata-rata dari mereka memiliki 4~8 Star Circle.


'Sepertinya mereka sudah mengawasi tempat ini cukup lama, Hebat juga bisa menghindari deteksiku."Ares tersenyum sambil melihat kearah jendela yang dibaliknya terdapat banyak pepohonan.


Mereka semua melihat Ares lalu ibu Lissa berkata"Apa tidak terlalu buru-buru? kami baru saja datang kesini loh kok mau pergi lagi."Ibu lissa mencoba untuk membuat Ares tinggal disana sedikit lebih lama, dan menurut Lissa juga begitu.


Ares tersenyum lalu menggelengkan kepalanya dan berkata"Maaf Bibi dan Lady Lissa tapi urusan kali ini sangat penting jadi maaf aku harus pergi dahulu."Ares menundukkan kepalanya seperti orang yang sedang meminta maaf, ibu Lissa dan Lissa hanya bisa menghela nafas dan mengizinkan Ares untuk pulang.


"Oh dan untuk keberangkatan Kita keutara nanti, Ksatria keluarga saya akan kesini untuk membantu membawa barang dan sebagai penunjuk arah."setelah berkata seperti itu Ares lalu berpamitan pada mereka lalu pergi dari sana.


Ibu lissa dan Lissa hanya bisa melihat Ares yang lama kelamaan hilang dari pandangan mereka, Lissa lalu terlihat murung melihat Ares pergi yang membuat Ibu Lissa menjadi bertanya-tanya kenapa tidak kau menghentikannya tadi?.


Ibu Lissa tiba-tiba Mendapatkan ide yang cemerlang lalu tersenyum lebar"Kau suka padanya, kan?."Ibunya merubah sedikit Suaranya, Lissa mengangguk pelan dengan mata sayu"Ya, aku suka padanya."Tiba-tiba dia teringat jika hanya ada dirinya dan ibunya yang ada dirumah ini, dia menoleh kebelakang dan mendapati ibunya yang sedang menahan tawa.

__ADS_1


"Ibuuuuuu!!!!....."Lissa menjerit sambil menutupi wajahnya yang sudah merah merona, Ibunya hanya bisa tertawa melihat anaknya yang sedang kasmaran saat ini. Ibu Lissa terus mentertawakan tingkah Imut putrinya satu ini dan dirinya tiba-tiba mengingat jika ingin bertanya pada Lissa.


"Oh. iya Lissa kalau tidak salah namanya Ares Von Dunkenheit, kan?."


Lissa mengangguk"Iya, Namanya Ares Von Dunkenheit, apa ibu Teringat sesuatu?."Lissa melihat ibunya dengan alis sedikit terangkat, Ibunya hanya sibuk mengingat-ingat nama Ares.


"Hmp... sepertinya ibu Pernah mendengar nama Dunkenheit tapi kenapa nama Ares terasa tidak asing ya?."Dirinya bisa mengingat jika Dunkenheit merupakan Nama panjang seorang bangsawan tapi seperti merasa pernah mendengar nama Ares jauh sebelum Lissa menceritakan padanya.


Dirinya mengingat-ingat kembali tapi semakin dia mencoba mengingatnya semakin lupa dirinya. Lissa pun juga seperti mengingat nama Ares sebelum dia mengenal Ares yang ini.


"Ahhh....aku ingat kalau tidak salah Ares Von Dunkenheit adalah nama dari Anak penguasa Utara Archduke Gerald Von Dunkenheit. Kalau tidak salah ingat Anak Archduke Gerald sembuh secara ajaib dari penyakit lost soul. Hmmm....kenapa nama Ares yang kita kenal sama seperti Ares yang sana ya?."Ibunya akhirnya mengingat Nama Ares.


Lissa juga akhirnya mengingat nama Ares dan merasa heran kenapa nama Ares sama seperti nama Anak penguasa Utara? Ibu Lissa dan Lissa mengingat ciri-ciri anggota keluarga Dunkenheit.


Mata merah darah dengan rambut panjang hitam legam dan tubuh tinggi kekar dengan sorot mata seperti seorang Binatang Buas, seketika itu Lissa dan ibunya menyadari identitas Ares yang sebenarnya.


"Ares yang kita kenal adalah Anak Penguasa Utara Dan Swordmaster termuda sepanjang sejarah kerajaan Gottlich."Jantungnya berdebar kencang begitu pula ibunya, mereka berdua sama sekali tidak menyangka akan berteman dengan anak Penguasa Utara bahkan berani menyukainya.


Lissa dan ibunya menyalahkan Ingatan mereka karena jika saja mereka mengingat nama Ares pasti sikap mereka akan berubah sangat jauh, Orang yang mereka ajak ngobrol dengan santai barusan adalah seorang anak bangsawan besar yang menguasai seperdua wilayah kerajaan Gottlich.


Jika mereka sedikit saja menyinggung perasaan Ares mereka bisa saja sudah mati sekarang, tapi melihat Ares yang secara blak-blakan bisa mengobrol santai dengan mereka membuat mereka berdua sedikit tenang dan lagi Ares sepertinya Sedikit tidak menyukai jika dia diberikan sikap yang berlebihan.


maka dari itu mereka berdua memutuskan untuk bersikap layaknya seorang kerabat atau teman pada Ares karena mereka tidak mau Ares menjadi tidak menyukai mereka, terutama Lissa yang mengetahui jika Ares sedikit tidak menyukai sikap hormat.

__ADS_1


__ADS_2