Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
72.Perseteruan para Murid


__ADS_3

Ares maju lalu berbicara kepada sang raja agar mengizinkan untuk masuk kedalam ruangan para Hero yang langsung ditolak oleh sang raja, Bukan Cuman raja Petersburg yang menolak namun raja-raja yang ada disana juga menolak Ares masuk kedalam Ruangan para Hero berada.


Ares yang mendengar penolakan dari berbagai pihak dibuat tersenyum lalu berbicara kembali, Dengan keuletan dan kelicikan Ares bisa memanipulasi raja-raja yang menolaknya hingga pada akhirnya Ares dibiarkan masuk kedalam ruangan dengan terpaksa oleh Raja.


Meski dia mendapatkan banyak tatapan permusuhan tapi Ares tetap diam dan tersenyum lebar seakan-akan tidak perduli, Putra Mahkota juga dibuat terdiam oleh keahlian Ares dalam memainkan kata-kata. Ares memberi hormat pada Sang raja lalu dengan tenang berjalan menuju pintu masuk ruang para Hero berada.


***************


"Jadi apa yang kita lakukan? Membantu Mereka atau meminta mereka untuk mengirim kita kembali?."Ucap salah seorang dari mereka.


Dia adalah seorang anak berkacamata dengan penampilan seperti kutubuku, Dia Eric Clapton yang merupakan Ketua kelas mereka, Dia juga adalah orang yang Bertanya pertama kali. Erix melihat teman-temannya yang Saat ini sedang dalam kondisi panik dan kebingungan.


Jika dia bilang kebingungan tentu saja sia merasakannya, Bagaimana tidak saat semua orang sedang asik bermain dijam istirahat tiba-tiba sebuah cahaya terang memindahkan mereka semua kesini, bahkan penjelasan yang pertama kali mereka dengar sangatlah Asing untuk masuk ketelinga mereka.


Ini terasa seperti mimpi ditengah bolong atau cerita Manga-manga isekia yang pernah mereka baca, tidak ada keterangan jelas kenapa mereka dipanggil kesini dan apa sebenarnya tujuan mereka, Penjelasan mereka Sangatlah singkat dan terlalu bertele-tele untuk dicerna maka dari itu seluruh siswa yang ada disini kebanyakan masih kebingungan.


Eric mengusap dagunya sambil memikirkan jalan keluar yang didapat, sebagai seorang yang terus meraih Ranking satu disekolah dia kali ini benar-benar dibuat pusing, salah seorang Siswa lain menghampirinya.


dia adalah Siswa dengan tubuh atletis dan terlihat seperti preman, Eric mengenalnya dia adalah Viktor Yanukovych"Eric, apa yang harus kita lakukan sekarang?."Viktor Bertanya pada Eric dan dijawab dengan helaan nafas lalu gelengan kepala.

__ADS_1


Viktor tersenyum masam melihat orang terpintar disekolah kebingungan karena hal ini, Jika orang terpintar disekolah saja kebingungan apa lagi dirinya yang selalu mendapatkan Nilai rata-rata, kejadian kali ini benar-benar membuatnya kebingungan dan keheranan.


Terdapat beberapa Siswi perempuan yang menangis dipojokkan ruangan sambil meminta-minta untuk kembali dipulangkan tapi mereka semua tahu akan sulit untuk kembali pulang Kedunia mereka. terdapat beberapa siswa yang terdiam dan memasang wajah Rumit sambil Menggumamkan Sesuatu dan terdapat beberapa siswa yang sudah membuat kelompok.


Viktor yang melihat beberapa murid sudah membuat kelompok mereka masing-masing Maju dan memarahi mereka, mereka saat ini sedang dalam situasi yang sangat genting dan mereka hanya asik bermain dan Menganggap ini semua seperti sebuah Game.


"Apa-apaan ini Viktor!? Kenapa lagamu seperti seorang pemimpin disini? Apa karena kau pikir kau kuat jadi kau bisa bertindak semena-mena?!."Pemimpin kelompok itu maju dan menatap Tajam Viktor dengan senyum penuh ejekan.


Viktor mengepalkan kedua tangannya dan berusaha untuk mengontrol Emosinya saat ini"Siapa yang bertindak semena-mena? Aku hanya ingin kalian tetap tenang dan melihat situasi sekarang, Lihatlah banyak orang sedang kebingungan disini, aku hanya ingin kalian tidak bertindak bodoh dan fokus untuk mencari informasi dari semua ini."Viktor menjelaskan dengan urat kesabaran yang hampir putus.


Tapi pria didepannya malah mengolok-oloknya yang membuat urat kesabaran hampir benar-benar putus, Viktor menjambak rambutnya lalu berjalan menuju tembok ruangan itu lalu memukulnya dengan Keras, Bunyi dari pukulan yang dibuat Viktor membuat semua siswa disana mengalihkan perhatian Mereka ke Viktor yang tangannya menempel ditembok.


"BISAKAH KALIAN DIAM DAN SEDIKIT LEBIH TENANG?! AKU TAHU KALIAN SEMUA BINGUNG DAN PANIK, DAN ITU JUGA YANGAKU RASAKAN SEKARANG! MAKA DARI ITU BISAKAH KITA MENDISKUSIKAN HAL INI DENGAN KEPALA DINGIN DAN BERSAMA-SAMA! AGAR TIDAK ADA ORANG BODOH YANG MAIN AMBIL KEPUTUSAN BEGITU SAJA!."


Eric memuji Viktor karena berkatnya seluruh siswa menjadi lebih Tenang, Mereka lalu membuat sebuah lingkaran lalu duduk dan mulai mendiskusikan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.


"Ini menurut ku saja, tapi kejadian yang kita alami saat ini sama seperti cerita-cerita Isekia yang terdapat di Manga-manga yang pernah kubaca, seperti cerita Isekia pada umumnya sepertinya kita hanya harus mengalahkan Demon God beserta para antek-anteknya untuk bisa pulang kebumi."Orang yang berkata barusan adalah seorang Otaku handal yang sudah mendalami seluk-beluk Dunia anime, Dia dikenal sebagai Otaku yang tahu tentang segala jenis Anime dan manga, Dia adalah Patrick Hearn.


Para siswa yang mendengar hal itu mengerutkan kening mereka dan mau tidak mau harus mempercayai hal itu karena kejadian yang mereka alam sekarang sama persis dengan yang terjadi dianime atau manga Isekai.

__ADS_1


"karena semuanya sudah tenang, aku akan bicarakan ini lebih dalam."Eric menghela nafas berat."Sepertinya kemungkinan kita pulang kebumi akan sangat kecil jika belum mengalahkan Demon God."Eric secara terang-terangan berkata seperti itu karena dari hasil analisisnya dia tidak bisa menemukan jawaban paling tepat selain itu.


seketika para siswa dan siswi yang mendengar hal itu memasang wajah sedih dan rumit, Mau bagaimanapun Dibumi mereka masih mempunyai orang-orang yang menunggu mereka untuk pulang, Mereka semua sekali tidak bisa membayangkan bagaimana Orang-orang Tercinta mereka menangis mereka.


"Sial! aksi harusnya tidak usah sekolah saja tadi jika tahu akan seperti ini!."orang yang berkata seperti itu adalah orang yang berseteru dengan Viktor tadi, Dia adalah Danzel Waterson.


Dia memiliki penampilan seperti seorang siswa slengean pada umumnya di telinga Terdapat beberapa belas tindikan, Viktor Menghela nafas berat mendengar perkataan Danzel lalu menjawab"tidak ada gunanya menyesal sekarang, Yang harus kita lakukan adalah berpikir tentang apa yang terjadi kedepannya, bukan malah menyesal atas apa yang kau pilih."Viktor mendengus kesal.


Danzel yang merasa tersinggung langsung menarik kerah baju Viktor lalu mendorong Kedinding"Apa maksudmu sialan?! jangan berpikir karena kau paling ditakuti disekolah kau jadi menganggap dirimu sebagai seorang pemimpin disini!."Danzel memberikan tatapan mata tajam dan penuh permusuhan pada Viktor, Viktor hanya tersenyum menghina Apa yang telah dilakukan Danzel.


para siswi wanita yang melihat hal itu lalu memisahkan mereka berdua, tapi karena sifat keras kepala Danzel hal itu tidak bisa dilakukan, Danzel terus provokasi Viktor yang membuatnya lama kelamaan kesal dengan tingkah Danzel. Keributan yang dibuat Danzel membuat Seluruh isi ruangan kembali ricuh.


Eric berusaha untuk menenangkan mereka kembali tapi hal yang dia lakukan tidak membuahkan hasil karena ia saat ini sendirian, Danzel dan Viktor masih bersitegang urat leher sementara Siswa dan siswi yang melihat hal itu kembali menjadi ricuh, Panik dan kebingungan.


"Sial! bagaimana caranya aku menenangkan mereka jika seperti ini?!."Eric menjambak rambutnya dan memaksakan otaknya untuk berpikir lebih keras, namun, suara Seorang membuka pintu membuat perhatian mereka teralihkan.


"Bisakah kalian berhenti dan berdamai sebentar karena saya akan Menjelaskan kepada kalian tentang semua yang ada didunia ini, kalau begitu bisakah kalian duduk?."


Pria yang baru saja Berbicara dan dan membuka pintu adalah seorang pria dengan tubuh tinggi kekar dengan rambut panjang dengan mata berwarna merah darah, Seketika itu para murid yang mendengar hal itu terdiam.

__ADS_1


Para Siswa menatapnya dengan tatapan mata penuh selidik dan khawatir sementara para siswa Hanya terdiam dengan Mata berbinar-binar melihat ketampanan yang dimiliki oleh dia, Para murid lalu mengangguk dan duduk dikursi yang sudah disediakan lalu orang itu mengambil kursi lain lalu duduk didepan mereka dengan memasang senyum lebar penuh ketampanan diwajahnya yang membuat Jantung para siswi menjadi berdetak tidak karuan.


"Baiklah, harus saya mulai dari mana dulu, ya?."


__ADS_2