Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
218. Datangnya Party Hero Dan Jenderal Nero Claudius


__ADS_3

Ares berjalan sambil melihat sekeliling, tampak dengan jelas banyak orang yang berusaha untuk menghindari bahkan bertatapan mata tidak mau, entah apa yang mereka pikirkan tapi itu cukup membuatnya tidak nyaman.


Ares tidak menghiraukan tatapan mereka, dia hanya berjalan menuju kerumunan orang yang berada didekat tangga dan ketika melihat Ares, secara otomatis mereka membelah diri agar tidak menghalanginya Ares naik tangga.


Banyak orang yang menatapnya dengan takut, ada juga yang menatapnya dengan kagum ada juga yang menatapnya dengan kebencian. Banyak orang yang menatapnya dengan berbagai macam perasaan tapi Ares benar-benar tidak menghiraukan tatapan mereka, seolah mereka tidak ada.


"Sampai kapan mereka menatap ku seperti itu? Apa mereka berpikir aku seekor monster atau semacamnya?."Ares mendengus kesal, jujur saja dia memang tidak memikirkan sesuatu seperti ini tapi ini benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman.


Mereka semua yang ada disini menatap Ares seperti seekor monster yang sewaktu-waktu bisa memangsa orang lain, entah darimana mereka mendapatkan pikiran seperti itu tapi Ares yakin pikiran mereka sudah seperti dari awal.


Mereka semua takut karena mendengar rumor Ares yang membunuh Demon King dan membantai Pasukan Demon God seorang diri, melihat seseorang dari keluarga yang pada dasarnya memiliki reputasi yang buruk ditambah dengan rumor Ares yang memiliki kekuatan setara Demon King, jelas membuat siapapun takut untuk mengajak bicara atau sekedar bertatap muka.


Setelah berjalan beberapa saat, Ares tiba ditempat Gerald, Richard dan Catherine berada. Mereka tampak dengan jelas menyombongkan bakat luar biasa yang dimiliki Aisyah dan Max. Melihat tingkah mereka hanya hanya menghela nafas panjang, dan tersenyum sebelum menghampiri mereka.


"Jadi disini kalian."Ares datang dari arah belakang sambil tersenyum tipis, kedatangan Ares tentu mengejutkan orang-orang yang melihatnya, karena penampilan Ares lebih seperti orang yang akan berangkat berperang ketimbang datang ke sebuah pesta.


"Ares apa-apaan kau ini, tidak. Ehem... Apa kau puas melihat-lihatnya?."Tanya Gerald, meski dia memiliki banyak pertanyaan namun dia lebih memilih untuk tidak menanyakan sama sekali.


"Ah kalau begitu—!!!."


"Menyambut Kedatangan Party Hero Dan Jenderal Nero Claudius!!!."Suara menggema berasal dari pintu istana membuat semua perhatian teralihkan, perhatian semua orang kini terarah kearah yang lain.


"Kita lanjutkan saja pembicaraan ini nanti."Kata Gerald menyudahi pembicaraan mereka berdua yang belum selesai, mereka lalu lalu berjalan menuju tempat yang mudah untuk melihat Party Hero dan Jenderal Nero.


Dari arah pintu masuk, datang rombongan orang berpakaian rapih dengan dipimpin oleh seorang pria sepuh berpakaian seperti seorang ksatria kelas atas.


Meski terlihat tua, Jenderal Nero sama sekali tidak terlihat lemah. Sebaliknya, dia tampak sangat kuat dan mendominasi aura yang ada disekitarnya, aura mendominasi itu yang menjadi batasan kelas yang dia miliki dengan yang lain.


"Jadi dia benar-benar sampai keranah grandmaster ya... Ini cukup mengejutkan...."Richard tersenyum tipis sambil mengusap janggut panjangnya.

__ADS_1


Sebaliknya Gerald tampak begitu memperhatikan Nero, dia tampak memiliki dendam pribadi dengan pria sepuh itu.


"Dengan dia menjadi seorang ksatria grandmaster dan Party Hero yang kekuatannya meningkatkan sangat pesat, ini akan benar-benar menjadi sebuah ancaman bagi keluarga kita."Catharine berkomentar dengan nada khawatir, dia mengkhawatirkan masa depan Keluarga Dunkenheit nantinya.


Ares, Gerald, Richard, Catherine ataupun semua orang yang ada disana tentu menyadari peningkatan kekuatan Keluarga Kerajaan bisa berdampak baik ataupun buruk bagi mereka.


Party Hero yang dulu tampak lemah menjadi sangat kuat dalam waktu singkat, pertumbuhan mereka jauh diatas Ares maupun orang-orang paling berbakat sekalipun. Ini terlihat mereka yang memiliki level diatas 500.


Ares dan orang lain memerlukan waktu cukup lama untuk mencapai level 500 tapi mereka, Party Hero hanya butuh waktu singkat untuk mencapai level 500 yang bahkan tidak bisa dicapai dalam waktu belasan tahun sekalipun.


Mereka semua yang ada disana tentu tahu bagaimana sulitnya menaikan level. Untuk menaikkan level tidak hanya bermodalkan perlengkapan tingkat tinggi ataupun kemampuan ataupun ketrampilan yang cukup, tapi juga butuh tekad dan keberanian untuk menantang maut.


Karena untuk menaikkan level mereka harus berhadapan dengan kematian berkali-kali yang tentu ini tidaklah mudah untuk dihadapi. Tekad seseorang akan di uji ketika mereka sampai dititik ini, dan mereka akan dihadapkan pada dua pilihan.


Maju atau tidak sama sekali.


Ares menghela nafas panjang"Ayah, untuk sekarang apa yang harus kita lakukan?."Ares bertanya pada Gerald, pertanyaan Ares ini Untuk melihat bagaimana tanggapan Gerald pada situasi ini.


Dimata Gerald, Richard dan Catherine. Party Hero dan Keluarga Kerajaan tidak lebih dari sebuah ancaman, mereka adalah sumber ketakutan untuk membuat mereka terus maju dan bertambah kuat sampai tidak memiliki hal-hal untuk ditakuti.


Mendengar hal itu Ares tersenyum dan mengangguk setuju, ketakutan baginya bukan sesuatu yang harus dipikirkan karena ketakutanlah yang membuat seseorang menjadi lebih kuat, karena dia tahu terdapat sebuah negara yang tidak memiliki ketakutan dan tidak pernah maju, maka dari itu mereka perlu ketakutan untuk maju dan berkembang.


"Ini mungkin sudah saatnya merevolusi utara sepenuhnya..."Ares mengusap dagunya.


"Ares lihatlah orang yang berada ada dibarisan paling depan."Richard menunjuk dan mengarahkan Ares pada orang yang berada dibarisan paling depan.


Ares mengikut arah Gerald menunjuk dan sedikit mengerutkan keningnya, bukan hanya dirinya tapi juga Richard dan Catherine bereaksi sama sepertinya.


Gerald menunjuk kearah salah dari dari empat Hero, Alice Norin. Pada awalnya dia sendiri tidak mengerti apa yang membuat Gerald menyuruhnya memperhatikan wanita muda dengan kecantikan kelas itu, tapi ketika diperhatikan lagi dia tahu alasannya.

__ADS_1


"Aura yang ada pada tubuh wanita itu terlihat cukup tenang, tapi sesungguhnya sangat kacau. Kelihatannya dia terlalu tergesa-gesa ingin menggunakan Aura tanpa menyadarinya dampak pada tubuhnya."


"Kau benar, kakek."Gerald, Catherine ataupun Ares mengangguk setuju.


Ares sebagai seorang pengguna Aura tentu tahu bagaimana resiko menggunakan Aura. Menggunakan Aura tidak hanya memerlukan ****** khusus tapi juga tubuh yang kuat untuk menahan kekuatan dari Aura itu sendiri. Jika seseorang tidak memiliki tubuh cukup kuat maka tubuh itu sendiri yang akan rusak.


Kasus ini sama seperti yang menimpa Alice, meski riasan diwajah dan tubuhnya sepenuhnya menutupi kondisi yang tidak baik, tapi itu tidak membuat perubahan sama sekali.


"Jadi kau ingin melakukan apa?."Tanya Chaterine, dia menanyakan hal tersebut karena tahu Gerald memiliki maksud tersembunyi.


Gerald tersenyum tipis menyadari Chaterine tahu niatnya, dia lalu membisikkan sesuatu pada mereka yang membuat mata mereka terbuka lebar.


"Ayah kau sungguh orang yang sangat licik...."


Gerlad yang mendengar pujian dari anaknya hanya bisa tersenyum tipis, jika situasi yang tidak seperti tidak mungkin dia akan membuat rencana seperti ini.


"Tapi Ares apa kau benar-benar bisa melakukannya?."


"Eemmm.... Selama itu masihlah sebuah penyakit ataupun luka, aku bisa melakukannya jadi jangan terlalu khawatir. Aku akan melakukannya semampuku."


*********


Maaf semuanya sebelumnya Writer disini mu memberitahukan kalau Writer saat ini sedang pulang kampung.


Kampung writer gak ada tower sinyal bukan gak ada sih tapi letaknya sendiri cukup jauh dari rumah writer saat ini. Untuk dapetin sinyal Writer harus manjat pohon kelapa yang tinggi belasan meter untuk dapetin sinyal, dan kalian gak tahu bagaimana rasanya dikatain orang aneh sama orang gila karena manjatin pohon kelapa hampir tiap hari, itupun sinyal belum tentu sinyalnya nyangkut.


Jadi kalian yang komentar tentang update chapternya yang susah, mohon dimaklumi karena writer sendiri lagi kesulitan dan writer akan berada dikampung setidaknya selama beberapa minggu kedepan.


Jadi mohon maaf sebesar-besarnya kepada para pembaca Novel ini ataupun novel kedua writer, karena update tidak teratur.

__ADS_1


Kalo writer udah balik kekota lagi writer janji akan update 5 chapter selama 2 hari! Itupun kalau tidak ada halangan ya dadah😅👍..............


__ADS_2