
Ares berjalan dilorong Gelap gulita dengan kepala yang melihat kekiri dan Kekanan, Lorong ini dibuat dengan cukup rapih dan teliti tidak seperti lorong yang dibuat secara asal-asalan.
Ares melihat kemungkinan besar seluruh lorong ini diamplas agar terlihat lebih rapih, jika dia tidak memiliki Kemampuan melihat dalam gelap dia tidak akan menyadari hal ini. bisa dipastikan butuh banyak tenaga dan waktu untuk bisa membuat sebuah lorong panjang dan lebar yang terlihat mulus ini.
"Tapi kenapa tidak diberikan alat penerangan? obor kek apa kek, biar orang bisa lihat."Ares sendiri cukup kesal dengan ini.
karena dilorong ini sama sekali tidak ada Jebakan atau apapu yang terlihat berbahaya, ini membuat Ares berpikir orang yang membuat lorong ini pasti ingin memamerkan keindahan lorong yang dia buat, sampai dia sendiri saja tidak memiliki waktu untuk memasang jebakan.
Ares bisa merasakan Indranya sampai ujung lorong, tapi dia sama sekali tidak bisa merasakan apa yang ada diujung Lorong.
"Aneh, Indra pendeteksiku tidak bisa melihat sampai keujung lorong tapi aku bisa merasakan Energi Kehidupan semakin kental. berarti Boss Monster yang akan kulawan nanti memiliki hubungan dengan energi kehidupan, Entah dia Elder Treant atau apapun itu."Ares terlihat sedikit gugup.
karena dia memang tidak pernah merasakan energi kehidupan sekental ini, dia memang Pernah melihat energi kehidupan kuat yang berasal dari Tongkat sihir Mary, tapi itu masih belum ada apa-apanya dengan energi kehidupan yang sekarang dia rasakan.
"Sial, ini membuatku sedikit gugup, aku harap ini akan berjalan dengan mulus."Ares tersenyum gugup.
dia berjalan dan akhirnya sampai diujung Lorong ini, dia membelalak mata melihat pemandangan didepannya, berkilau seperti berlian.
Itu adalah sebuah pohon raksasa dengan akar yang mencuat keluar dan dahan pohon yang besar, terdapat Kilauan-kilauan Warna-warni yang mengelilingi seluruh pohon itu dengan akar yang menggantung disetiap dahannya. dan daun-daun pohon yang terlihat seperti sebuah mangkuk raksasa yang agak Lebar. disana juga terdapat sebuah rumah atau mungkin bisa disebut diistana kecil yang terlihat berkilau.
"Apa ini? pohon apa ini?."Ares terkagum-kagum dan melongo melihat pohon didepannya.
Karena keindahan jelas tapi yang menjadi alasan utama adalah Energi Kehidupan yang begitu kental dan kuat yang terpencar dari pohon itu, Energi Kehidupan itu jauh lebih besar dari energi kehidupan manapun yang pernah ia lihat.
[ Anda menemukan World Tree! ]
[ Anda masuk kedalam daerah yang dilindungi dan dijaga World Tree! ]
[ Mulai sekarang anda akan kebal terhadap segala macam Debuff dan Regenerasi HP/MP anda akan meningkat pesat! ]
Ares Mengerutkan alisnya melihat Notifikasi System didepannya"World Tree? maksudnya Pohon dunia yang menjadi tempat berlindung para Elf? Pohon dunia yang itu?."Ares kaget bukan main melihat hal itu.
__ADS_1
Pohon Dunia atau biasa disebut Pohon dunia merupakan sebuah pohon raksasa yang menjadi tempat perlindungan para elf, pohon itu dapat membuat sebuah pelindung tidak kasat mata dan dapat membuat tanah sekitarnya menjadi sangat subur. pohon Dunia bisa dibilang menjadi salah satu Eksistensi yang melindungi Yggdrasil karena pohon dunia adalah Yggdrasil itu sendiri.
salah satu kemampuan pohon dunia adalah membuat siapapun yang ada didalam pelindungnya menjadi lebih kuat dan akan melemahkan kekuatan Musuh, pelindung yang melindungi mereka juga tidak dapat ditembus sembarang orang dan orang yang ingin masuk kedalam juga perlu izin khusus.
Ares secara tidak langsung teringat hal penting.
"namun, Keberadaan pohon dunia hanya bisa dikendalikan dan diatur oleh satu orang, siapa lagi kalau bukan World Tree Priest atau bisa disebut Pendeta Pohon Dunia."Ares memasang wajah serius.
untuk bisa bertahan, pohon dunia membutuhkan seseorang untuk mengendalikan atau mengatur keberadaannya, pekerjaan itu diemban oleh seorang yang disebut Pendeta Pohon dunia yang menjaga keberadaan pohon dunia tetap ada sampai sekarang.
Orang-orang yang mendapat pekerjaan itu dianggap jauh lebih besar ketimbang Raja, karena jika bukan karena dia pohon dunia tidak akan bisa tumbuh dan Hidup, karena pohon dunia membutuhkan energi dan izin dari pendeta Pohon dunia untuk bisa tumbuh.
Ares melihat kearah rumah yang ada Dipohon Dunia lalu tersenyum, disana terdapat seorang wanita yang menatapnya dari jendela tanpa memasang ekspresi apapun.
"Dari Auranya sudah pasti dia Pendeta pohon dunia, Aahhh.... aku tidak bisa menyebut ini keberuntungan atau kesialan. Jika dia mengerahkan kekuatan pohon dunia sudah pasti aku tidak dapat menang, tetapi sepertinya dia tidak memiliki maksud bermusuhan denganku?."Ares menyipit matanya.
memang dia sama sekali tidak merasakan aura permusuhan dari wanita itu, entah apa niatnya tapi Ares merasa ganjil dengan hal ini.
"Entah apa yang dia pikirkan, tapi aku harus tetap berhati-hati."Ares menggenggam Erat Pedangnya lalu berjalan kesana.
Dipohon itu terdapat tangga kayu yang diselimuti akar-akar yang mengarah keatas, Ares menaiki tangga itu lalu mencari ruangan wanita itu setelah beberapa saat dia menemukan ruangannya.
"Tempat ini cukup luas meskipun dari luar kelihatan sempit dan kecil."ucapnya sambil berjalan.
memang jika dilihat dari luar rumah ini kelihatannya kecil dan sempit, tapi jika masuk kedalam para tamu akan dikejutkan dengan pemandangan megah dan besar yang sama sekali tidak bisa dibayangkan.
"Dari semua kemungkinan yangku pikirkan, sudah pasti sihir Ruang Waktu yang berperan penting dalam hal ini, jika tidak bagaimana bisa rumah yang kelihatannya kecil dan sempit memilik Banyak ruangan dan megah seperti ini?."
setelah berjalan beberapa saat Ares tiba dikamar wanita itu, pintu kayu kecokelatan didepannya seakan-akan bergerak sendiri dan menyuruhnya masuk. Ares masuk kedalam dan matanya terbelalak melihat Notifikasi System yang muncul tiba-tiba.
Wanita itu tersenyum ramah padanya, wanita itu terlihat kurus kering dan wajah terlihat pucat dengan Noda hitam dibeberapa bagian tubuhnya.
__ADS_1
"Senang bertemu denganmu, Penerus Goddess of Chaos atau aku bisa sebut, Chaos Human terakhir Ares Von Dunkenheit?."
Tidak ada kalimat ancaman dari suara itu, Ares yang memiliki pengalaman hampir dua ratus, langsung bisa memahami arti kalimat dan perasaan yang ada didalamnya.
Takut, menyesal, marah, gugup dan ngeri. itulah yang dia rasakan dari kalimat yang dilontarkannya.
Ares sama sekali tidak bisa bertindak dengan gegabah, dia memang harimau yang kehilangan taringnya tapi mau Bagaimanapun dia tetaplah Harimau.
Ares duduk dikursi yang ada disana lalu melipat kakinya, Dia menatap wanita didepannya dengannya penuh selidik'All-Seeing Eyes.'Matanya bersinar redup sesaat.
Ares memasang wajah serius dengan pedang yang ada dilipatan tangannya yang lain"Senang juga bertemu salah satu anggota The Eight Great Gods, Oh? atau bisa saya sebut? Goddess of Nature Sylvester Anlage."Ares menatap sinis wanita didepannya.
Wanita itu tetap tersenyum lalu berkata"Aku tidak akan basa-basi karena kau tahu bukan waktu sudah Dekat?."
Ares tidak menjawabnya hanya mengangguk pelan.
"Aku akan membuat sebuah penawaran untukmu dengan sebuah syarat yang harus kau tepati, syarat tidak banyak dan aku bisa pastikan ini akan sangat menguntungkan bagimu. kalau begitu apa kau mau mendengarkan penawaranku?."
[ Nama : Sylvester Anlage
Ras : Goddes ( Ancient )
Title : Goddess of Nature
Level : ???
Star Circle : ???
JobClass : ???????????????????????.
Kondisi saat ini : Terluka parah dan teracuni racun yang sangat mematikan. ]
__ADS_1
*****************************