
Mary menggunakan Skill Hawk Eyes yang dia punya untuk menatap kawah gunung yang ada didepannya, tapi berapa kalipun ia mencoba dia sama sekali tidak bisa melihat ujung dari kawah ini.
sebelumnya Tuan mereka mengajak mereka menuju gunung yang tidak jauh dari mereka, saat mendaki gunung itu Dirinya samar-samar merasakan energi kehidupan yang cukup kuat namun putus-putus seperti dimainkan oleh seseorang, semua orang kecil Yuto merasakan Energi Kehidupan itu dan sekarang merasa berada dipinggiran kawah gunung tersebut.
Awan gelap diatas mereka selalu membunyikan petir yang menggelegar namun itu tidak cukup membuat mereka takut, karena kebanyakan dari mereka memiliki ketahanan tubuh yang cukup kuat untuk menahan Sambaran petir, kecuali Yuto.
bukan cuman dirinya, Ulbert, Eizen dan Damon menggunakan Skill mereka masing-masing untuk melihat ujung kawah ini, namun hasilnya selalu nihil Karena yang ada mereka selalu melihat Kegelapan tidak berujung.
"Aneh, benar-benar aneh, aku bahkan tidak bisa melihat ujung kawah ini seolah-olah kawah ini tidak memiliki ujung atau dilindungi oleh sesuatu."Ares mengusap dagunya.
Ares menggunakan seluruh Mantra sihir yang menajamkan penglihatan namun ia sama sekali tidak bisa melihat ujung kawah ini, memang kawah ini diselimuti kabut gelap namun ia sama sekali tidak berpikir itu bisa menghalanginya.
Ulbert yang penasaran mensummon beberapa Undead yang membuat dia menjadi bahan perhatian.
"Apa yang kau lakukan?."Mary melihat Ulbert dengan aneh.
"Aku akan menggunakan Undead-Undead ini sebagai kelinci percobaan, jika mereka mati saat memasuki kawah ini artinya terdapat jebakan atau musuh didalam sana."
mereka semua setuju dengan itu, Ulbert lalu menyuruh Undead-Undeadnya untuk masuk kedalam kawah, mereka semua melompat kedalam kawah dan tidak lama kemudian Undead-Undead itu dipentalkan keluar oleh angin kencang.
Undead-Undead itu terbang keatas langit karena angin yang menerbangkan mereka cukup kencang untuk membuat mereka terbang keatas, mereka mendarat jauh darinya lalu mereka semua mati karena jatuh dari ketinggian.
"Apa itu? Angin? apa terdapat jebakan Berelemen angin dibawah sana?."Mary mengucap itu sambil mengusap dagunya.
Angin itu cukup kuat untuk menghempaskan Undead-Undead itu dari sana, namun anehnya mereka sama sekali tidak merasakan Mana ataupun Divine Power lain didalam angin itu. walaupun ada itu sangat tipis itupun hanya Ares yang merasakannya.
"Kemungkinan besar itu adalah jebakan yang dibuat untuk menghalau musuh datang kesini, namun sepertinya itu hanya berfungsi sebagai pertahanan bukan penyerang. jika itu jebakan untuk menyerang sudah pasti Undead-Undead itu akan mati saat bersamaan angin kencang itu muncul, tetapi Undead-Undead itu hanya terhempas keatas yang berarti Jebakan tadi hanyalah untuk pertahanan."Ucap Ares.
__ADS_1
mereka semua mengangguk setuju dan berpikir demikian, ares bisa langsung menyimpulkan hal tersebut karena dimatanya tidak ada satupun Jebakan yang terpasang dikawah ini, ia sengaja berbohong untuk membuat mereka terus bersiaga dan selalu berhati-hati.
mereka semua mulai mengobrol dan mendiskusikan masalah ini lebih lanjut, hingga diputuskan mereka akan masuk satu persatu kedalam kawah tersebut untuk memastikan keamanan dan efek kawah tersebut.
mereka semua melompat satu persatu kedalam kawah itu namun mereka selalu terhempas keatas dan jatuh, sudah beberapa kali mereka mencoba namun hasilnya selalu sama. mereka semua dihempaskan seakan-akan ditolak oleh kawah tersebut.
"Hentikan, cukup!."
mereka semua melihat Ares, mereka semua hendak melompat secara berbarengan namun dihentikan oleh Ares, mereka lalu berjalan kearahnya.
"Kalian berjaga saja disini, aku akan mencoba untuk masuk kedalam dan jika aku benar-benar masuk kedalam tunggu aku."ucap Ares yang melangkah kaki kesana.
namun dia dihentikan oleh Damon dan Eizen yang berdiri didepannya, Ares menghela nafas pelan"Aku tahu kalian khawatir pada keselamatanku, Jika kalian mengkhawatirkanku kalian bisa menghubungi Alpha atau memanggil bawahanku yang lain, mereka semua sedang berjaga diluar dan jika aku mati, Alpha dan seluruh bawahanku yang ada diluar akan ikut mati."Tutur Ares.
mereka berdua saling memandang lalu mengangguk pelan dan mengizinkan Ares pergi, sebelum dirinya pergi Ulbert dan Mary memberikan mantra Sihir Buff bertumpuk-tumpuk padanya.
"Terimakasih, kalau begitu aku pergi dulu."
Ares menatap kawah gelap dan dalam didepannya, Zirahnya sudah terpasang dan jubahnya berkibar tertiup angin dengan Andromeda ditangannya, dia menatap kawah itu diiringi oleh petir yang menggelegar diatas kepalanya.
"Sebenernya aku bisa saja meninggalkan Dungeon ini, tapi akan sangat disayangkan jika aku meninggalkan Item-item berharga dibawah sana yang bisa saja diambil Oleh kerajaan, dan lagi aku merasakan seseorang sedang menungguku dibawah sana."Ares Tersenyum tipis.
Perasaan ares memang tidak pernah salah, dia memang merasakan terdapat orang yang menunggunya dibawah sana, entah itu monster ataupun manusia yang pasti mereka sedang menunggu kedatangannya.
Ares melompat lalu berteriak"GERMONIMO!!!...."Suaranya bisa didengar semua yang ada disana.
Mereka semua yang ada disana cukup kaget mendengar teriakannya"Kenapa dengan tuan? apa dia selalu begitu sat ingin melompat?."Yuto cukup penasaran dengan arti kalimat yang Ares teriakan.
__ADS_1
"Tidak tahu, tidak tahu."ucap mereka semua berbarengan lalu mulai membuat perapian dan tenda disana.
****************
"Hhmmm....berapa lama aku berada disini? sejam dua dua jam atau mungkin sudah beberapa jam? entahlah tapi yang pasti aku sudah melayang cukup lama disini."ucap Ares yang duduk diudara dengan kepala dibawah.
sebenarnya sudah beberapa jam sejak ia masuk kedalam kawah gunung ini, namun ia belum sampai-sampai diujung kawah ini. Ares mengisi waktunya dengan membaca dan menghafalkan mantra-mantra sihir yang ada didalam Goddess of Chaos Spell Book yang dia dapatkan.
"Semua mantra yang ada didalam buku ini memiliki tingkat Menengah sampai Divine, tidak ada mantra Low Tier Magic disini namun terdapat beberapa mantra yang sepertinya dari Low Tier Magic tapi dimodifikasi hingga membuatnya menjadi Mid Tier Magic."Ucapnya sambil membaca buku ditangannya secara terbalik.
Mantra-mantra sihir yang yang ada didalam buku ini memang tidak ada low Tier Magic, entah karena apa tapi dia berpikir pasti karena tidak ada gunanya, low Tier Magic memang tidak terpakai Dipertempuran-pertempuran kelas atas tapi itu tergantung Siapa yang memakainya.
dan lagi kebanyakan mantra-mantra Sihir dibuku ini menghasilkan Magic Damage yang jauh lebih besar dibandingkan mantra-mantra sihir pada umumnya, mulai dari damage dan kegunaan mantra-mantra sihir dibuku ini jauh lebih unggul.
"Dewi Lumia merupakan orang yang menciptakan Mantra-mantra sihir ini, aku tidak bisa membayangkan bagaimana dia bisa membuat mantra-mantra sihir yang sudah disempurnakan ini."Ucapnya sambil memakan sebuah permen.
untuk bisa membuat sebuah Mantra Magic orang itu perlu terlebih dahulu, menyempurnakannya hingga kekurangan-kekurangannya tertutupi seiring proses penyempurnaan, ini dilakukan untuk membuat mantra sihir itu maksimal saat digunakan.
"Huh?."Ares melihat kebawah dan merasakan jiia dirinya sudah dekat dengan dasar Kawah ini.
dia memasukkan bukunya lalu menarik pedangnya dan menancapkan ditembok disampingnya, ini dia lakukan untuk mengurangi kecepatan dia jatuh karena mau bagaimanapun dia masih manusia.
Pedangnya yang tajam memotong dinding itu hingga membuat kecepatan jatuhnya melambat, hingga dia bisa melihat ujung dari kawah ini lalu melompat kesana.
"Sampai juga, Aaahhhh.....pegal sekali tubuhku Padahal aku tidak ngapa-ngapain waktu jatuh."Ares melihat sekelilingnya.
tidak asa Apapun Disekitarnya kecuali sebuah lorong panjang dan besar yang mengarah kesuatu tempat, Ares juga tidak bisa merasakan adanya jebakan sihir ataupun magic Supervision disini, ini berarti tempat ini aman atau Boss Monster itu sendiri yang terlalu percaya diri dengan kekuatannya.
__ADS_1
"Yah... Siapa yang tahu?."Ares berjalan kelorong itu dengan Zirah dan jubah yang masih terpasang dengan pedang ditangannya.