Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
152.Duel II


__ADS_3

Ares membuka matanya dan mendapati setengah dari Arena pertarung mereka berubah menjadi daratan salju, ditambah dengan Barrier yang melindungi mereka juga hilang dalam waktu sekejap.


Ares memperhatikan hawa dingin dan hawa panas yang saling bertabrakan satu sama lain, itu seperti melihat gambaran dunia yang iklim yang sama-sama Extrim.


"Apa ini? kau memiliki kemampuan seperti ini juta rupanya, tidak buruk."Ujarnya sambil tersenyum.


Kalte mendengus lalu mengangkat tangannya, seketika itu tangannya bersinar dan hawa dingin begitu terasa saat itu juga. hawa panas yang dipancarkan Lava cair yang ada dibawahnya tidak mampu menahan hawa dingin tersebut.


Ares mengerutkan keningnya melihat tangan Kalte yang bercahaya biru muda dan mengeluarkan Hawa dingin, dia seperti menggenggam sebuah pedang cahaya yang sesaat kemudian berubah menjadi sebuah pedang.


Pedang berwarna biru muda yang lebih mirip Kristal ketimbang logam, terdapat berbagai macam Rune yang tertulis dibilahnya dengan tampilan yang begitu mewah.


"Item Divine, Ya? melihat kondisi langit saat ini sepertinya pedang itu menjadi alasan Utara diselimuti Musim dingin selama ratusan tahun."


Ares sebenarnya masih tidak mempercayai alasan Utara diselimuti Musim dingin selama ratusan tahun karena sebuah item, alasan dia tidak percaya karena item memiliki Durability yang membuatnya tidak bisa dipakai dalam waktu yang sangat lama. tapi kasusnya akan berbeda jika item itu merupakan Item Divine atau item Supreme yang pada dasarnya dirancang untuk tidak pernah hancur atau rusak. kecuali masa penggunaannya sudah habis atau rusak karena kondisi tertentu.


yang ada didepannya sekarang adalah Item Divine yang dapat merubah Iklim sesuatu wilayah, tidak banyak Item Divine yang memiliki kemampuan seperti ini bahkan jika ada cakupannya tidak akan seluas sebuah wilayah. Ares bisa memperkirakan jika Item didepannya mungkin milik seorang Dewa atau dibuat oleh Dewa makanya memiliki kemampuan seperti itu.


Namun ini hanya perkiraan, ini bisa saja meleset jauh dari yang ia perkirakan saat ini.


Kalte tersenyum penuh kemenangan ketika dia memegang pedang itu.


"Kahahahahaha... Bagaimana!? menakjubkan bukan?! orang sepertimu tidak akan bisa melihat Pedang sebagus ini ditempat lain! Biar aku perkenalkan pedang ini kepadamu, sambutlah sang Item Divine tingkat tertinggi Eternal Ice Sword!."Ujarnya dengan senyum lebar diwajahnya.


Ares membeku lalu menyeringai lebar, lalu tertawa terbahak-bahak"Hahahha...Item Divine tingkat tertinggi? Lelucon akhir tahun apa lagi ini? hahahha..."Ares tertawa sambil memegangi perutnya.


Baginya yang sudah tahu seluk beluk Yggdrasil, perkataan Kalte seperti sebuah lelucon baginya. karena tidak ada Item Divine tingkat tertinggi atau apapun itu, bahkan jika ada item Divine tingkat tertinggi disini maka kekuatannya tidak akan sebanding dengan Supreme item.


Item Divine memang bisa dikatakan item tingkat tertinggi yang memiliki kekuatan tiada tara, namun diatas semua itu berdiri banyak item yang bahkan salah satu dari mereka bisa tidak bisa dibandingkan dengan belasan bahkan puluhan item Divine.

__ADS_1


Kalte mengerutkan keningnya melihat Ares yang tertawa terbahak-bahak"Kenapa kau? apa kau sudah gila karena melihat Pedang ini? Huh?."Ujarnya merendahkan.


Ares berhenti tertawa dan menatapnya tajam"Jangan kira hanya kau yang memiliki item seperti itu, aku juga punya."Ares mengetuk-ngetuk pedangnya ditangannya, Kalte mengerutkan keningnya dan menatap pedangnya lalu melebarkan matanya.


"Sial! mana mungkin makhluk rendahan sepertimu memiliki item yang hanya dimiliki Makhluk kelas atas sepertiku! ini tidak mungkin!!."Kalte dengan pedangnya langsung melesat Kearahnya lalu mendaratkan serangan-serangan kearahnya.


Ares menangkis dan membelokkan semua arah serangan yang terarah padanya, tidak perduli seberapa keras Kalte mencoba menyerangnya Ares selalu berhasil memblok dan menangkis setiap serangannya.


"Apa-apa ini? kau seperti orang yang tidak tahu dasar berpedang, apa jangan-jangan kau memang tidak tahu dasar-dasarnya?."Ares memicingkan matanya sambil menangkis serangan-serangan Kalte.


Kalte menggertak giginya"DIAM KAU BANGSA*!!!."Kalte mengayunkan pedangnya dengan lebih kuat, Ares bisa melihat Blood Stone yang melapisi pedangnya perlahan-lahan membeku karena hantaman pedang Kalte.


Ares mendengus kesal lalu melemparkan Tebasan-tebasan yang membuat Kalte mundur seratus langkah, Kalte mengerutkan keningnya melihat Tebasan-tebasan pedangnya dan melihat daerah sekelilingnya yang terdapat banyak bekas tebasan pedang.


"Kau beruntung, jika bukan karena pedangmu itu kau mungkin sudah mati sekarang.


Kalte kembali melesat kearahnya dan memberikan serangan-serangan dengan kekuatan mengerikan disetiap tebasannya, setiap tebasannya memotong udara dan membuat area disekitarnya rusak dengan banyak tebasan pedang.


Ares sendiri agak bingung sekarang, Tingkah Kalte kali ini benar-benar terlihat sangat mencurigakan. Kalte seakan-akan mau membuat Ares hanya fokus pada tingkah konyolnya dan berniat menyembunyikan sesuatu.


"Beraninya kau melamun saat sedang bertarung!!!."Kalte dengan penuh Amarah menebas Ares yang ada didepannya, Ares mengayunkan pedangnya dengan santai dan menahan tebasan Kalte lalu mendorongnya.


Ares mendorong Kalte sampai dia mundur beberapa langkah sambil mendorong pedangnya dengan kekuatan penuh, Ares mendorong pedangnya lalu mendekatkan wajahnya lalu berkata"Cukup dengan tingkah konyolmu itu, tunjukkan padaku apa yang kau sembunyikan."Ares mendorong pedangnya dengan Tenaga penuh.


Kalte langsung terpental ratusan meter saat itu juga, dia baru berhenti setelah menabrak Es raksasa dan Es Raksasa itu langsung hancur karena menahan dorongan dari Kalte.


Ares berjalan dengan santai kesana lalu melihat Kalte yang berdiri santai dengan pedang yang ditancapkan Ketanah.


Dia menyeringai tajam dan matanya dipenuhi kelicikan"Wah..wah..wah percuma aku bertingkah konyol tadi, ya, rupanya kau bisa dengan cepat menyadari hal itu rupanya. hebat..hebat..hebat.."Ujarnya santai sambil bertepuk tangan pelan.

__ADS_1


"Cukup dengan sikap konyol dan ramah tamahmu itu, aku akan bertarung dengan serius sekarang."Aura dari dalam tubuhnya meledak seperti kobaran api yang menyelimuti tubuhnya.


Ares menggenggam erat pedangnya lalu mengayunkan pedangnya dengan cepat, Pedangnya dan pedang Kalte saling bertubrukan. hasilnya membuat dua kekuatan saling bertubrukan yang terlihat seperti Kobaran api dan Hawa dingin yang saling bertarung.


Kalte menyeringai tajam"Wah! anda jauh lebih kuat dibandingkan tadi! apa ini berkat kebohonganku tadi?."Ujarnya sambil menahan pedangnya.


Ares tidak menjawabnya hanya mendorong pedangnya dengan kekuatan penuh, Dia menarik pedangnya lalu mengayunkan dengan kuat dan cepat. Saling bertukar serangan terjadi antara mereka berdua yang membuat Area disekitar mereka hancur berantakan.


baru beberapa menit mereka bertarung terdapat banyak area rusak parah, Bekas tebasan pedang dimana-mana dan kerusakan yang mereka sebabkan membuat banyak monster atau hewan yang ada disekitar tempat pertarungan mati.


Langit menjadi sangat gelap dan petir mulai menyambar-nyambar ketanah, Ares mengerutkan keningnya merasakan hawa dingin yang perlahan-lahan semakin kuat.


'Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat.'


Ares memasang kuda-kuda dan memfokuskan semua Indranya"Dunkenheit Sword Art Bentuk Pertama : Stab The Spiral of Destruction."Ares menusukkan pedangnya kearah Kalte.


Aura Spiral yang mengelilingi pedangnya dengan sangat cepat mendarat ditubuh Kalte, Aura spiral yang ada dipedangnya memutar dan membuat Kalte terbang jauh.


Ares melihat ujung pedangnya dan menemukan jika ujung pedangnya sedikit membeku, padahal pedang ini sudah diselimuti Blood Stone yang melindungi dan menambah kekuatan Destruktifnya.


"Sudah kuduga, ada yang aneh disini."Ares merasakan hawa dingin mulai terasa semakin kuat, area sebelumnya yang dipenuhi lava cair dengan cepat padam dan mengeras menjadi aliran Obsidian.


Ares menyipitkan matanya melihat kearah Tempat Kalte jatuh, disana terdapat cahaya biru keputihan yang memancar layaknya sebuah lampu yang amat terang dibarengi dengan Hawa dingin yang berputar seperti sebuah topan.


"Pertarungan baru saja dimulai."ujarnya sambil melihat keatas.


disana terdapat Kalte yang terlihat bersinar, dikepalanya terdapat tanduk panjang dengan pakaian biru tua yang terlihat mewah dengan pedang yang ada ditangannya.


"

__ADS_1


__ADS_2