Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
202.Last War


__ADS_3

Pasukan kerajaan Erde's yang terdiri dari para Dwarf dan Hobbit, membagi pasukannya menjadi tiga lalu bergerak cepat kearah tiga kota yang tersisa. hanya dalam waktu beberapa jam saja Raja Fritz dan enam dewan memutuskan untuk menyerang tiga kota yang tersisa pada siang hari dan saat ini lah perang ini terjadi.


Perang ini akan menjadi penentu kemenangan kerajaan Erde's dan menjadi perang terakhir melawan Pasukan Demon God, Pasukan Kerajaan Erde's bergerak cepat membuat barisan tidak jauh dari ketiga kota tersebut.


Nampak dari kejauhan, Pasukan Demon God telah datang lebih dulu dan membuat barisan panjang yang berisi iblis-iblis bersenjata lengkap. jarak antara mereka memang cukup jauh tapi hampir semua prajurit dari kerajaan Erde's bisa merasakan nafsu pembunuh.


Pasukan Kerajaan Erde's dan Nature's Army milik Ares berbaris rapi, mereka menatap lurus kedepan tanpa rasa takut dan sudah tidak sabar untuk membunuh sebanyak mungkin iblis-iblis disana. situasi dikota-kota lain juga tidak jauh berbeda dengan disini.


Raja Fritz membagi enam dewan ditiga pasukan yang telah dipecah, masing-masing dari mereka memiliki peran masing-masing yang berguna untuk membantu alur peperangan. berdasarkan pembagian, Pasukan utama memiliki 2 dewan, sementara pasukan kedua dan ketiga memiliki masing-masing 3 dewan.


Memang agak berat sebelah melihat Pasukan utama yang memiliki dua dewan, tapi jika menghitung Raja Fritz sendiri itu sudah dibagi rata. dan saat-saat terakhir sebelum pertempuran dimulai.


Raja Fritz bersama Runecraft Forgemaster dan Great Commander, berdiri dibarisan tengah pasukan. mereka memandang lurus kedepan tempat dimana Pasukan Demon God.


"Nafsu pembunuh mereka cukup membuktikan mereka telah membunuh banyak penduduk kerajaan kita, tidak ada ampun bagi makhluk-makhluk seperti mereka!!."Ujar Great Commander geram, dia menggenggam pedang ditangannya dan tidak sabar maju ke barisan paling depan.


Raja Fritz hanya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya, dia lalu mengangkat pedangnya tinggi lalu berseru lantang"Prajurit-prajuritku tercinta, kini kita berada diujung peperangan! peperangan Terakhir yang telah merenggut banyak nyawa orang-orang yang kita sayangi!! peperangan yang telah membuat kita terpuruk dalam keputusasaan dan kegelapan!! tapi sekarang saatnya kita mengakhiri semua ini!! mengakhiri semua penderitaan yang telah kita alami!! maka dari itu bunuh mereka sampai tidak tersisa, jangan biarkan satupun dari mereka lolos meski mereka memohon sekalipun!! karena ini untuk balas dendam kita!!!."Seru Raja Fritz dengan lantang dan tegas.


Suara Raja Fritz yang telah ditambahkan sihir, langsung tersebar dan terdengar keseluruh Pasukan dan seketika itu juga semua tentara yang ada disana berteriak lantang mengutarakan dendam, kesedihan, kemarahan, dan keterpurukan mereka selama ini.


Suara teriakan dari semua Pasukan yang ada ditiga tempat berbeda, membuat tanah disana bergetar merasakan semangat dari para Dwarf dan Hobbit.


Dengan semangat menggebu-gebu mereka membuat barisan prajurit yang terdiri dari tank dan swordman yang berada dibarisan depan, dengan banyak mage elementalis disana sebagai pendukung.


Great Commander menatap Raja Fritz dengan haru, dia mengelap air mata yang sudah berada diujung matanya lalu berkata"Yang Mulia, semua telah bersiap untuk berperang! tinggal menunggu perintah anda untuk menyerang maka kami akan membantai mereka semua!!."Great Commander berkata dengan suara tegas dan berat.


Raja Fritz terdiam membisu memandangi semua Prajuritnya yang siap berperang dengan semangat menggebu-gebu, dia lalu mengalihkan pandangannya pada Pasukan Demon God yang berada jauh didepannya.


"Apa yang anda tunggu Yang Mulia? tolong perintahkan kami untuk menyerang."Paksa Runecraft Forgemaster, dia juga tampak begitu tidak sabaran sampai seluruh tubuhnya bergetar dengan senyum bengis diwajahnya.


Raja Fritz tersenyum tipis lalu mengangkat pedangnya tinggi-tinggi lalu berseru lantang"Serang!!."Suaranya yang ditambahkan dengan sihir menggelegar bagaikan petir disiang bolong.


"Serang!!!."


"Uuoooowwwhhhh!!!! Serang!!!."


"Serang, Bunuh mereka semua!!!."


"Mati kalian makhluk-makhluk keji!!."


"Bunuh mereka semua!!!."


Semua prajurit yang ada di pasukan utama maupun yang lain, bergerak dengan sangat cepat menghampiri Pasukan Demon God.


Disaat yang bersamaan Pasukan Demon God juga bergerak dengan suara-suara teriakan yang tidak kalah menggelegar, dalam waktu singkat jarak antara kedua pasukan menipis dan perang pun pecah.


Kedua pasukan dari berbagai penjuru saling menyerang dan membunuh setiap iblis yang ada, Iblis-iblis bergerak cepat dan berlari ketitik buta para prajurit dan membunuh mereka satu persatu dengan mudah.


Dalam waktu beberapa menit saja puluan korban jiwa berjatuhan setiap detiknya, kedua Pasukan saling menumpahkan darah para prajurit mereka dan membunuh musuh-musuh mereka tanpa ampun.


Para iblis menggunakan sihir hitam untuk menguasai alur peperangan, tapi itu bisa dicegah para elementalis mage yang turut ikut dalam peperangan. tidak ada satupun dari kedua belah pihak yang tidak membunuh satu sama lain.

__ADS_1


Nature's Army milik Ares langsung menerobos barisan prajurit iblis yang mempertahankan kota, dan langsung ditembaki oleh para iblis yang ada di dinding kota.


Mereka menggunakan anak panah dan berbagai sihir untuk menghentikan laju Nature's Army, tapi semua itu sia-sia. anak panah maupun mantra sihir yang dilemparkan memang mengenai banyak Nature's Army tapi itu tidak menghentikan gerakan mereka.


Mereka terus bergerak menerobos iblis-iblis yang menghalangi jalan mereka, meski tubuh mereka terbakar, membeku, hancur dan dipenuhi anak panah.


"Cepat bunuh mereka!!."


"Serang!! Serang mereka dengan segala yang kita miliki!!."


"Bangsa*!! apa yang dilakukan para mage?! cepat bakar mereka!!!."


"Sial!!! mereka mendekat!! cepat Serang mereka!!!."


Para iblis yang ada di dinding kota maupun dibawah dibuat kalangkabut, mereka semua kebingungan sekaligus panik karena pergerakan Nature's Army tidak berhenti meski sudah mereka serang sampai hancur.


"Sial!! dimana magic Canon kota ini?! tembak mereka menggunakan itu!!."


"Tidak bisa bodoh!! semua magic Canon dikota ini sudah dirusak oleh kita sebelumnya!!."


"Bangsa*!!."


Semua iblis di dinding kota menjadi amat panik karena tidak ada satupun dari serangan mereka yang bisa menghentikan langkah Nature's Army, hingga Nature's Army sampai di dinding kota dan langsung menubruk diri mereka satu persatu.


Ratusan bahkan ribuan Nature's Army yang menubruk di dinding kota secara langsung membuat dinding kota bergetar hebat, retak mulai merembet kemana-mana hingga satu tubrukan terakhir membuat dinding kokoh itu roboh.


"Dinding kota telah dijebol!! bunuh semua iblis dan masuk kedalam kota!!."Seru Great Commander sambil menunggangi kudanya, kudanya berpacu diantara para iblis dan dia dengan tombaknya membunuh setiap iblis yang dia lewati dengan satu serangan.


"Seperti yang diharapkan dari Pendeta Pohon Dunia, prajuritnya saja sudah sekuat itu bagaimana dengan Tuannya?!."Ujar Runecraft Forgemaster sambil mengayunkan kedua battleaxenya.


Pasukan utama yang sedang menghadapi iblis-iblis didepan dinding kota, langsung membagi pasukan menjadi dua dan bergerak cepat masuk kedalam kota.


Dengan dinding yang sudah dibuat bolong oleh Nature's Army, tidak sulit bagi mereka untuk masuk kedalam kota dan membunuh setiap iblis yang ada.


Kini, Pasukan yang ada didalam maupun diluar kota perlahan-lahan menguasai alur peperangan. sedikit demi sedikit jumlah para iblis menipis.


Pasukan yang sudah masuk kedalam kota langsung mencari tempat dimana ritual akan dilakukan, pusat kota merupakan tempat yang paling pertama mereka kunjungi dan benar saja, dipusat kota terdapat sebuah magic circle berukuran besar yang mencakup semua penduduk yang disandera.


"Itu dia!! utamakan keselamatan para penduduk! Serang!!."


Pasukan kerajaan yang ada didalam kota langsung berlari kearah pusat kota, dipusat kota sendiri tampak beberapa Demon berdiri diluar magic circle itu.


Saat mereka berlari dan ingin menyerang para iblis yang ada dipusat kota, sesosok makhluk turun dari atas langit dan menghentikan langkah mereka.


Sosok itu memiliki tinggi hampir 7 meter dengan tubuh seperti Giant dan sepasang sayap naga dan ekor ditubuhnya, dikepalanya terdapat dua buah tanduk panjang dan wajahnya benar-benar mempresentasikan makna dari kemarahan, kemurkaan dan kerusakan. dia adalah Demon King, Dragster.


"Kalian tidak boleh menghalangi ritual ini!! matilah!!."Dragster membuka mulutnya lebar-lebar, dan dari dalam mulutnya semburan api hitam langsung melesat kearah Pasukan itu.


Semburan api berwarna hitam itu membakar setiap objek yang dilewatinya, semburan api hitam itu langsung melesat dengan cepat kearah Pasukan itu dan kematian Pasukan itu tidak terhindarkan.


Semburan api hitam itu langsung membakar mereka sampai menjadi debu, yang tersisa hanyalah tubuh bagian bawah yang hangus tak tersisa.

__ADS_1


"Hmph!! tidak ada yang boleh mengganggu ritual ini!."Dragster membalik tubuhnya dan menatap orang-orang yang ada didalam magic circle, "Cepat lakukan ritualnya! kita tidak memiliki banyak waktu sekarang!."Titah Dragster pada iblis-iblis disana.


"Siap, Yang Mulia."


"Cih! jadi mereka berhasil menembus dinding kota ya? baiklah jika seperti itu, aku harus mempercepat proses ritual."Dragster memalukan tubuhnya dan berjalan menjauh dari sana, tapi ketika ia berjalan dia mendengar banyak suara langkah kaki dari belakang.


Begitu ia menole ia menemukan banyak Nature's Army berlari kearahnya, jumlah mungkin jauh lebih banyak dari Pasukan yang ia musnahkan sebelumnya.


"Nature's Army? begitu ya, jadi dia berada didekat sini."Dragster menyeringai lebar, dia lalu menarik sebuah pedang dari ruang hampa.


Pedang yang tampak begitu menakutkan dengan setiap ukiran-ukiran unik, pedang itu terselimuti api hitam yang lama kelamaan membesar menjadi kobaran api besar.


Dragster tersenyum tipis lalu mengayunkan pedangnya pelan"[ Formless Slash ]."Dia hanya mengayunkan pedangnya pelan tapi efeknya jauh diluar dugaan, dengan sekali ayunan pelannya membuat semua objek dihadapannya hancur lebur tak tersisa.


Semuanya hancur tak berbentuk karena satu ayunan pelan itu, Dragster mendengus"Hmph! cuma segini kekuatan mereka? Ini cukup membuatku kecewa."Dragster berjalan menjauh dengan perasaan kecewa, tapi dari belakang dia mendengar suara langkah kaki yang berasal dari belakang.


"Hmm? Hoo? Ini barunya menyenangkan!!."Api hitam meledak dari tubuhnya menciptakan sebuah kobaran api hitam yang tampak bisa menelan apapun.


Dihadapannya saat ini, masih terdapat Nature's Army yang selamat dengan kondisi hampir seluruh hancur. meski hancur tingkat regenerasi mereka tinggi yang membuat mereka bisa langsung pulih dalam waktu sekejap.


Dragster dengan perasaan senang memasang kuda-kuda, dia menatap tajam Nature's Army yang berjalan kearahnya dengan lemas"[ Dimensional Slash ]."Dia mengayunkan pedangnya sangat cepat sampai tidak bisa dilihat siapapun, tebasan pedang itu menciptakan sebuah gelombang Pedang tak kasat mata yang langsung memotong objek apapun secara vertikal.


Saking kuatnya gelombang Pedang itu sampai membuat fenomena aneh dimana terdapat sebuah robekan kecil diruang hampa, seperti gelombang Pedang itu membelah Dimensional Wall yang ada disana.


Nature's Army pada saat itu langsung terpotong dan mati, mereka semua tidak bergerak sama sekali.


Dragster tersenyum puas lalu mengarahkan pedangnya ke langit, dia mengarahkan pedangnya kearah matahari yang bersinar terang.


"Sampai kapan kau mau bersembunyi, Ares Von Dunkenheit?!."


"Hooh? Kau bisa merasakanku meski aku menggunakan mantra { Behind the Sky }, meski hanya mantra Mid Tier setidaknya mantra itu bisa disejajarkan dengan mantra High Tier, seperti yang diduga oleh Demon King Dragster, oh? Apa perlu aku menyebutmu Black Flame Dragon Lord?."Ares muncul dari langit kota dan turun perlahan kebawah.


Dragster menahan nagas ketika Ares menyebutkan nama Dragonnya, dia menatap Ares dengan tajam"Siapa kau sebenarnya? Bagaimana caramu bisa tahu Gelar Dragonku?!."Dragster bertanya dengan nada tinggi, api ditubuhnya menjadi semakin besar dan bergejolak.


Ares turun ketanah dan tersenyum menanggapi pertanyaan Dragster"Kau tidak perlu tahu siapa aku, yang perlu kau ketahui sekarang hanyalah kematianmu!."Ares langsung menarik kedua pedangnya dan berjalan pelan kearah Dragster.


Dragster menggertak gigi dan api hitam ditubuhnya semakin liar, api hitan dari tubuhnya membesar dan mulai membakar objek-objek disekitarnya.


"Baiklah jika kau tidak mau menjawab pertanyaanku, aku hanya perlu memaksamu menjawabnya."Dragster menggenggam erat pedang ditangannya lalu berjalan pelan.


"Coba saja."


Aura keluar dari dalam tubuh Ares, Aura dari dalamnya tubuhnya semakin membesar setiap dia melangkahkan kakinya. Aura berwarna merah pekat menyelimuti pemuda dengan dua pedang itu dan setiap langkahnya terasa membuat bumi bergetar.


Dragster dan Ares saling berhadapan satu sama lain, mereka saling menatap dan dari tatapan mereka membuat sebuah tekanan yang sangat berat.


"Tidak usah."


"Banyak omong!."


Kedua pria itu saling menyerang dan serangan mereka mampu membuat seluruh kota bergetar hebat, ledakan besar terjadi ketika pedang mereka saling bertubrukan bahkan tanah disana bergetar sangat hebat.

__ADS_1


__ADS_2