
Ares bisa melihat Kota Rutherford dari dalam hutan dan tinggal sedikit lagi mereka sampai dikota itu, Ares berhenti dan menatap kota itu dengan lekat lalu mendengus senang, Mary yang ada dibelakangnya menaikkan satu alisnya melihat Ares.
'Apa ini kampung halaman Tuan? Tapi Tuan bilang dia tinggal diutara dan merupakan Anak Archduke Gerald, tapi kenapa dia menatap kota Itu seperti kampung halamannya?.'
Mary bisa melihat terdapat kerinduan dinata Ares saat dia melihat kota ini, ia tidak tahu kenangan-kenangan macam apa yang pernah tuannya ukir disini tapi melihat Tuannya memasang Ekspresi seperti, maka kemungkinan dia memiliki banyak kenangan-kenangan indah disini.
"Ayo."Ares melesat pergi dari sana diikuti oleh Mary yang berlari dibelakangnya, Mary ingin bertanya kenapa mereka tidak masuk kedalan kota, tapi dia merasa itu tidak sopan dan memutuskan untuk tidak bertanya apapun.
Mereka berdua berhenti lalu Ares menatap Tajam Sebuah Kastil kecil yang tidak jauh dari mereka, Mary entah kenapa merasa jika ditempat terdapat Aura yang mirip seperti milik tuannya, tapi dia tidak tahu Aura macam apa itu.
"Disana merupakan Tempat Bawahanku selain Dirimu."
Mary mengangguk pelan"Kalau begitu kenapa kita tidak kesana?."Mary melihat Ares yang tersenyum tipis.
"Itu tidak perlu, mereka sendiri yang akan kesini."Ares Tersenyum tipis sambil memandangi Kastil Kecil itu, tidak lama kemudian Terdapat seorang ksatria dengan Armor Fullbody berwarna hitam yang meloncat dari Tembok Kastil lalu berlari kearah mereka, Dibelakangnya terdapat seorang Pria tua dengan pakaian Butler yang mengeluarkan Aura Kegelapan dari balik tubuhnya.
tidak lama setelahnya terdapat Seorang Pria dengan Penutup wajah yang melesat kearah mereka, Ares Tersenyum tipis lalu menyuruh Mary untuk masuk kedalam hutan.
Ares dan Mary masuk kedalam hutan, Ares berhenti lalu duduk diatas pohon yang telah tumbang sambil memandangi pepohonan yang ada dihutan. Tidak lama kemudian 3 Orang itu datang dan langsung berlutut didepan Ares.
"Salam Hormat kami Kepada Tuan!."Mereka semua menundukan kepala mereka.
Ares Mengangguk Puas melihat mereka bertiga"Kerja bagus Kalian Bertiga, sebelum aku melanjutkan bicara, aku akan memperkenalkan Rekan kalian yang lain."Ares melihat kearah Mary.
Mary mengangguk pelan lalu berkata"Aku adalah budak yang dibeli Tuan Ares, Namaku Mary Charlotte Willhelmine Rasku adalah High Elf, Salam kenal semuanya!."Mary tersenyum lebar.
Eizen, Damon dan Clone Ares hanya tersenyum lalu mengangguk kepala mereka, Mereka semuanya kaget sekaligus Syok karena Tuan mereka memiliki Bawahan lain selain mereka. Ditambah Ras rekan baru mereka adalah High Elf yang mana Ras itu merupakan Puncak tertinggi dari Ras elf, Hanya para Raja arau ratu yang mempunyai Ras seperti itu.
"Baiklah karena perkenalan Mary sudah selesai, Aku akan berbicara serius sekarang. Eizen dan Damon kau kalian berdua akan ikut denganku sementara Kau akan tetap tinggal disini."Ares menunjuk kearah Clone.
Mereka semua mengangguk setuju"Baik Tuan!."ucap mereka semua serentak, Ares mengangguk Puas lalu melihat Status Windowsnya Eizen dan Damon.
[ Nama : Damon
__ADS_1
Ras : insect
JobClass : Assassin Lvl 8. Ninja Lvl 6. Shadow Knight Lvl 5. Cooking chef Lvl 15. Master Chef Lvl 5. Chief of servant Lvl 5.
Level : 634
Star Circle : 6
Title : The Ant Lord Of Shadow. ]
[ Nama : Eizen
Ras : AutoMaton ( Ancient ]
JobClass : Calamity knight Lvl 7. Heavy Knight Lvl 5. Guard Knight Lvl 6. Cooking Chef Lvl 9.
Level : 621
Star Circle : None
Dia tersenyum Tipis sambil mengusap dagunya"Eizen Damon, Terimakasih karena sudah menungguku dan sekarang kalian tidak perlu menungguku, karena kalian sekarang akan ikut bersama denganku."Ares tersenyum sambil membuka tangannya.
"Baik Tuan! kami akan selalu mengikuti anda sampai Titik darah penghabisan!."Eizen dan Damon menatap Ares dengan mata Berbinar-binar.
Ares tertawa kecil"aku tunggu hal itu, oh dan untukmu aku akan memberikan sebuah nama."Ares melihat kearah Clonenya yang sedang berlutut.
Clonenya kaget bukan main mendengar perkataan Ares, dia lalu menanyakan pada Ares kembali dan jawab Seperti diatas, Dia hanya bisa Berlutut dengan tubuh bergetar karena menahan kesenangannya. Sudah sangat lama dia mendambakan sebuah nama karena selama menggantikan peran tuannya sebagai Zero, Ia selalu dipanggil dengan sebuah nama yang membuat dia sangat ingin sebuah Nama.
Tapi dia sadar dia hanya Clone belaka, Dia mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk tetap melanjutkan Perannya sebagai Zero. Hingga akhirnya tiba-tiba dia diberi sebuah nama yang membuat dia sangat bahagia dan senang.
Ares tersenyum melihat Clonenya lalu berkata"Namamu sekarang Alpha, Kau sekarang ketua dari Keempat Cloneku yang lain. Jika aku tidak ada dan tidak dapat dihubungi. Kau akan menggantikan tempatku sementara. sampai aku datang. apa kau mengerti?."Ares menaikkan satu alisnya.
Clone yang bernama Alpha sekarang menangis bahagia yang membuat semua yang ada disana Tersenyum tipis"Sa-Saya akan menjaga nama dan tanggung jawab ini sampai mati! Saya berjanji!."Dia menghapus air matanya dan menggantikannya dengan tatapan mata penuh semangat.
__ADS_1
"...Mmmm....Aku pegang perkataan itu, sekarang kau bisa pergi."
Alpha mengangguk"Kalau begitu saya permisi."Alpha menghilang dari pandangan mereka, dan sekarang tinggal mereka berempat yang saling bertukar Pandangan.
Hingga Eizen bertanya padanya"Tuan, kita akan kemana sekarang?."Ucap Eizen dengan nada tidak sabaran.
Sebenernya Eizen dan Damon sudah tidak sabar untuk menunjukkan Skill-skill yang mereka dapatkan pada Ares, mereka semua sudah menunggu waktu dimana mereka menunjukkan hasil latihan mereka selama ini. Selama 2 tahun terakhir mereka berlatih sangat keras dan terus menaikkan Levelnya mereka dengan segala cara.
Setiap hari mereka akan masuk kedalam Tower untuk berburu dan berlatih sampai mereka bosan, Hingga akhirnya mereka mencapai titik dimana mereka merasa sudah sangat kuat untuk melindungi Tuan mereka.
Eizen melatih ilmu pedangnya setiap hari tanpa lelah Begitupun Dengan Damon yang terus berlatih Teknik-teknik Membunuh yang Ares ajarkan padanya tanpa kenal lelah. Mereka semua tidak sabar untuk memamerkan hasil latihan mereka selama dua tahun terakhir pada Ares.
"Kita akan pergi Kehutan Leichnam."
"Hutan Leichnam?!."Mary tersentak kaget mendengar perkataan Ares.
Hutan Leichnam adalah Tempat Monsters-monsters Tipe Undead berkeliaran dimana-mana, Hutan itu merupakan Surga dari Monster tipe Undead yang mana hampir seluruh Jenis Undead dapat ditemui didalam hutan. Yang membuat para Hunter maupun Ksatria-ksatria Hebat akan berpikir dua Kali jika ingin masuk kedalam.
"Kenapa kita harus kesana?."Tanya Mary, Dia sebenarnya sangat khawatir karena JobClassnya sebagai High Druid dan Lord of the Forest tidak akan banyak membantu Ketika memasuki hutan itu, karena seluruh Pohon dan tanaman yang ada didalam hutan itu mengandung energi kematian bukan energi kehidupan. meski dia memiliki Jobclass Sniper yang merupakan JobClass yang jauh lebih superior Ketimbang JobClass Archer, tapi tetap saja itu tidak cukup untuk membuat kekhwatirannya hilang.
Ares mengusap dagunya"Terdapat beberapa benda yang harus kuambil disana, sebenarnya aku juga enggan untuk pergi kesana tapi benda-benda yang aku incar hanya ada didalam Hutan Itu, jadi mau bagaimana lagi?."Ares mengangkat kedua bahunya.
apa yang dikatakan Ares barusan merupakan sebuah kenyataan, dia juga sebenarnya tidak mau masuk kedalam hutan itu tapi karena terdapat banyak sekali Undead-Undead Tingkat menengah sampai tingkat tinggi berkeliaran disana, mulai dari Doom Lord, Ghoul King, Undead Emperor sampai Ratusan Elder Lich berkeliaran didalam hutan dengan bebas.
membayangkan mereka dirinya menghadapi Undead-Undead legendaris itu membuat Bulu kuduk Ares berdiri.
"Tuan sebelumnya saya ingin bertanya, Apa didalam hutan itu terdapat Banyak Musuh-musuh Kuat?."Eizen dan Damon mengeluarkan Tatapan mata berapi-api.
"Ya, Kupikir? Memangnya kenapa?."Ares bisa menangkap maksud tersembunyi dari mereka berdua.
Mereka berdua mengangguk Puas, Ares bisa melihat Damon tersenyum sangat lebar dan jika Eizen memiliki wajah bisa dipastikan dia memasang Ekspresi yang sama"Tidak, tidak apa-apa, Jadi kapan kita berangkat kesana? kami berdua sudah tidak sabar untuk menunjukkan hasil latihan kami pada anda."Api Dimata mereka semakin membesar yang membuat Mary memandang mereka Aneh.
"Ahhhh....jadi begitu ya? Kita akan berangkat sekarang."Ares bangun lalu meregangkan tubuhnya lalu melihat Damon, Eizen dan Mary yang sudah bersiap untuk berangkat.
__ADS_1
Damon masih menggunakan Wujud manusianya sementara Eizen menaruh Pedang Panjang dipunggungnya, Sementara Mary hanya berdiri diantara mereka berdua.
"Huh? cepat akrab juga kalian, ya?."Gumamnya sambil melihat mereka bertiga yang terlihat akrab baginya. "Baiklah mari kita berangkat!."Ares memimpin jalan sementara ketiga bawahannya mengikutinya dari belakang.