
Dragster dengan gesit menghindari serangan yang terarah padanya, dia menghindari semua serangan itu layaknya seekor kucing. dia menggunakan sayap, ekor, kaki dan taringnya untuk melawan balik semua akar-akar pohon yang menyerang secara brutal.
Setiap serangan dari akar-akar pohon itu sangatlah cepat hingga hampir tidak bisa dia hindari, dia menggunakan sisa Demonic Energy yang dia miliki untuk menggunakan mantra tipe defense yang membantu menahan serangan dan mantra tipe Speed untuk meningkatkan kecepatan dalam berpindah tempat.
Dragster dengan gesit mengelak dari semua serangan itu. itu cukup mengejutkan melihat ukuran tubuhnya yang besar, Dragster dengan cakar-cakar tajamnya menyerang balik semua akar-akar pohon itu sambil menghindari semua serangan mereka.
"Aku tidak bisa terus seperti ini atau aku akan mati!!."Dragster perlahan merada terpojok dengan semua serangan yang terarah padanya, jika bukan karena akar-akar pohon yang melilit kakinya sudah pasti dia akan terbang keatas dan dengan mudah menyerang akar-akar pohon itu dari atas.
Tapi akar-akar pohon yang melilit kakinya terlalu kuat hingga tidak bisa dia potong atau bakar, hingga membuat dua terjebak dalam situasi seperti ini.
Dragster yang perlahan merada terpojok karena tidak bisa menghindari semua serangan dari akar-akar pohon itu mengambil keputusan yang membuat Ares menahan nafasnya.
Dengan menggunakan kaki depannya untuk memotong kaki belakang yang terlilit akar-akar pohon, dan dengan cepat terbang keatas dalam sekali kepakkan sayapnya.
Dia tidak menghiraukan rasa sakit karena memotong kaki sendiri, karena dia tahu mana yang lebih penting dari itu.
Begitu dia terbang keatas dia melihat akar-akar pohon itu terdiam disana dan memandangnya yang ada diatas langit.
"Hahahahahahahh... Kalian tidak akan bisa kesini!! Karena disini akulah rajanya...!!!."Seru Dragster dengan lantang, dia mengatakan hal itu karena percaya diri dengan kemampuan terbangnya diudara karena mau bagaimanapun, Dragon merupakan ras yang dikatakan sebagai penguasa langit.
Dragster tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia menggunakan nafas naganya untuk menyerang akar-akar pohon itu dari jarak yang aman lalu terbang lagi keatas dengan cepat.
Dia terbang keatas dan kebawah untuk menyerang akar-akar pohon dari jarak yang aman. dengan salah satu kaki belakang yang putus dia masih bisa terbang secepat itu.
Dragster berhenti diudara dan memandang kebawah, dibawah hanya ada akar-akar pohon dengan ujung berbentuk berbagai macam senjata yang menatapnya dengan kebencian penuh.
"Dimana dia sebenarnya? Aku tidak bisa merasakan hawa keberadaan sama sekali, apa dia bersembunyi diluar jangkauan Indra pendeteksi ku?."Gumam Dragster pelan, dia sedari tadi memang mencari keberadaan Ares yang benar-benar terasa seperti hilang.
Dia sudah menggunakan mantra tipe detector tapi belum juga menemukan letak keberadaan Ares, bahkan dia sama sekali tidak bisa menemukan jejak Aura dan Mana yang dia tinggalkan sebelumnya. Dengan kata lain Ares benar-benar terasa seperti menghilang ditelan bumi.
"Tapi jika dipikirkan dia tidak mungkin kabur dari sini, dia pasti masih ada didekat sini dan aku tahu itu."Dragster mengikuti arah instingnya benar-benar tajam, instingnya sebagai seekor Dragon mengatakan Ares masih berada didekat sini hanya Dragster saja yang dia bisa mendeteksinya.
Hingga Dragster menatap lurus kedepan, ketempat dimana pohon paling tinggi disana berada yang sekaligus tempat Ares berada sebelumnya.
Instingnya mengatakan jika Ares berada disana, dia tersenyum dan bergerak berdasarkan instingnya sebagai seekor Dragon.
Seperti yang Dragster duga, ketika dia mendekat akar-akar pohon dibawahnya dengan segala cara mencoba menghalangi Dragster mendekat kepohon raksasa itu.
Dragster tersenyum jahat"Jadi begitu ya?! Jadi selama ini kau bersembunyi didalam situ rupanya!! Keluarlah bocah pengecut...!!."Dragster mengepakkan sayapnya dan dorong itu membuat melesat dengan cepat kearah pohon raksasa itu, ketika dia berada cukup dekat dengan pohon itu dia lalu membuka mulutnya lebar-lebar.
"Dragon Breath!!."
Dia melepaskan Nafas naga yang jauh lebih kuat dari sebelumnya untuk memusnahkan pohon raksasa itu. belum sempat nafas api sampai kepohon raksasa itu sesuatu melilit kaki belakang yang tinggal satu.
Dragster menoleh kebelakang dan menemukan akar-akar pohon itu memanjang panjang yang tidak masuk akal, saat ini dia terbang diketinggian 800 kaki dan akar-akar pohon itu memanjang sepanjang 800 kaki hanya untuk menangkapnya.
"Sial..."Dragster mengumpat keras sebelum dia merasakan tarikan dari bawah.
Akar-akar pohon itu menariknya dengan kerasa kebawah yang membuat jatuh dengan kerasa ketanah, menciptakan ledakan yang cukup besar karena daya gravitasi disana.
Dia menciptakan cekungan raksasa dengan kedalaman tiga puluh meter dan luas seratus meter. Dragster bangkit kembali dan merasakan jika seluruh tulangnya terasa remuk karena jatuh dari ketinggian.
"Aku harus segera pergi dari sini!!."Dragster melebarkan sayap dan hendak pergi dari sana secepatnya, tepat sebelum dia terbang akar-akar pohon dari segala muncul dan langsung mengikat kaki depan dan belakangnya.
Akar-akar pohon melilitnya dengan kencang dan menariknya hingga jatuh, Dragster mengembangkan sayapnya dan mencoba segala caranya untuk terbang dari sana, namun. akar-akar pohon dengan ujung berbentuk pedang dan kapak memotong kedua sayapnya.
Kedua sayapnya jatuh seketika dan rasa sakit luar biasa mengalir deras kedalam otaknya, dia menjerit kesakitan tapi akar-akar pohon langsung melilit moncongnya dengan erat. mulutnya yang terikat membuat kesulitan berbicara dan mengeluarkan nafas naganya.
Lilitan akar-akar pohon yang ada di moncongnya jauh lebih kuat dari pada yang ada dikaki depan dan belakangnya, Dragster tidak menyerah. dia menggunakan kekuatan fisiknya yang luar biasa untuk memutus semua akar-akar pohon yang melilit tubuhnya.
__ADS_1
"Aku harus lepas dari sini!!!."Seru Dragster sambil berusaha melepaskan dirinya dari lilitan akar-akar pohon.
Tapi semakin dia berusaha melepas diri, semakin banyak akar-akar pohon yang melilit tubuhnya. perlahan akar-akar pohon mengikat erat sekujur tubuhnya sampai tidak bisa bergerak.
Dragster menggertak gigi merasakan kemarahan luar biasa bercampur didalam hatinya. kebencian, kemarahan, kemurkaan dan berbagai macam perasaan lain bercampur aduk didalam hatinya.
"Ares!!! Tunjukkan dirimu sialan!! Kau bocah kepara* pengecut!! Apa kau tidak memiliki nyali bangsa*!?..."Bentak Dragster dengan lantang, dia sangat marah pada Ares yang benar-benar sampai akhir tidak menunjukkan dirinya.
Hingga dia masuk kedalam jebakan yang bahkan tidak ia sadari. Dragster menatap keatas karena merasakan hawa keberadaan seseorang disana dan benar, seseorang berdiri disana. seseorang yang datang dari ruang hampa tanpa ia sadari.
Dragster mengenali orang tersebut meski tampilan berubah sekalipun, kebencian luar biasa mengalir didalam otaknya.
Rambut panjang berwarna emas dengan sepasang mata berwarna merah darah, ditangannya memegang Staff hitam dengan ukiran-ukiran kuno disetiap bagiannya, zirah full plate berwarna emas yang setiap sisinya terukir rune-rune kuno, dikepalanya terdapat mahkota emas bertabur berlian dan permata dengan berbagai warna yang memancarkan aura Kebijaksanaan dan dia memakai jubah hijau dengan ornamen berbentuk daun dan berlambangkan pohon dunia.
Ini merupakan wujud Ares ketika dia menjelma menjadi Lord of the World's Forests.
Ares perlahan turun kebawah dengan pelan dan mendarat tepat dihadapan Dragster.
Dragster menatap Ares dengan kebencian penuh"Apa-apaan wujudmu itu?! Dan kenapa kau memancarkan kekuatan alam yang begitu besar?!."Tanya Dragster yang mulutnya terlilit akar-akar pohon, dia bertanya hal tersebut karena Ares benar-benar berbeda dari sebelumnya.
Dia kali ini muncul dengan tubuh yang dipenuhi kekuatan alam, dan dia juga merasa semua pohon yang ada disini merasa senang ketika melihat Ares.
Ares tersenyum tipis lalu berkata"Apa perdulimu? Lagipula kau sebentar lagi akan mati..."Balas Ares pelan, dia lalu mendekatkan staff pada ujung moncong Dragster, "Ada kata-kata terakhir?."Kata Ares dengan mulut melengkung membentuk senyuman.
Dragster mengigit bibirnya merasakan penghinaan yang Ares berikan padanya.
Dragster menatap mata Ares dengan lekat"Kau pikir setelah kau membunuhku semua masalah akan terselesaikan? Tidak! Meski aku mati pasukanku akan terus menyerang kerajaan ini sampai hancur!! Dan-."
"Apa yang sebenarnya kau bicarakan?."Ares memotong perkataannya sebelum Dragster sempat menyelesaikan perkataannya, Ares mendengus dan menundukkan sedikit tubuhnya dan menatap mata Dragster"Kau pikir jika kerajaan itu hancur, aku akan peduli? Tidak, aku tidak pernah memperdulikan kerajaan ini. meski kerajaan ini hancur itu tidak akan berdampak apapun padaku."
Dragster kehabisan kata-kata setelah mendengar ucapan Ares"Lalu untuk apa kau ada disini?."Tanya Dragster dengan serius. Ares tersenyum penuh makna pada Dragster sebelum berbicara"Untuk keuntungan ku sendiri."Jawab Ares singkat lalu bangkit.
"Kau... Iblis..."Kat Dragster dengan lirih, Ares terdiam sesaat lalu tertawa kecil"Aku akan anggap itu sebagai pujian. sekarang matilah dengan tenang."Ares memerintahkan akar-akar pohon disana untuk membunuh Dragster.
"Ares meski aku mati!! Aku akan membawamu bersamaku!!."
"Hah?!."
Lonjakan energi didalam tubuh Dragster meningkat tajam dari sebelumnya, Dragster mengumpulkan semua Energy dan kekuatan yang tersisa untuk meledakkan diri bersama dengan Ares.
Darah mengalir dari mulut dan rongga hidungnya, dia tersenyum lebar kearah Ares"Matilah kau brengse*!!! Kejayaan untuk Demon God!!!."
Ares melebarkan matanya dan tampak kaget, tapi raut wajahnya berubah menjadi senyum beberapa saat setelahnya"Mau mati?! Tidak secepat itu!!."
Akar-akar pohon berbentuk pedang disekitar Dragster dengan cepat menusuk tubuh Dragster, salah satu tusukan mengenai jantung yang membuat Dragster seketika mati. tapi disaat-saat terakhir Dragster berkata.
"Ingatlah bocah...ini belum berakhir..."Dragster menutup matanya dan aliran energi didalam tubuhnya berhenti, dia mati tanpa sempat meledakkan dirinya sendiri.
Ares tersenyum puas dan mengangguk pelan"Sekarang aku hanya perlu menyingkirkan mayat dia, atau aku serap saja untuk menambah poin stat? Ah tidak, lebih baik kugunakan tubuhnya nanti. Untuk sekarang biarkan saja dulu."Ares beranjak pergi dari sana dan duduk di kursi yang baru saja ia buat.
Menggunakan skill Nature's Creation tidak sulit untuknya membuat hal-hal remeh seperti ini, dengan serius dia menatap jendela notifikasi system dihadapannya.
[ Anda Telah Membunuh Seekor Dragon Lord Yang Merupakan Demon King ]
[ Anda Mendapatkan Sejumlah Besar Exp Dari Membunuh Seekor Dragon Lord Yang Merupakan Demon King ]
[ Anda Mendapatkan 1.092.297.892 Exp ]
[ Anda Naik Level! ]
__ADS_1
[ Anda Naik Level! ]
[ Anda Naik Level! ]
[ Host Telah Menyelesaikan Quest ( Kill The Dragon ) ]
[ Anda Mendapatkan Sejumlah Besar Exp ]
[ Anda Naik Level! ]
[ Level Jobclass World Disaster Bertambah ( +1 ) ]
[ Semua Stat Anda Bertambah ( +50 ) Secara Permanen ]
Ares mengangguk puas dan tersenyum lega"Aku menyelesaikan quest tepat 2 menit sebelum waktunya habis, aku beruntung bisa bertindak cepat untuk membunuhnya."Ares menghela nafas lega. sebelumnya Ares mendapatkan cukup banyak peringatan untuk menyelesaikan quest sebelum waktunya habis.
Alasan dia tidak keluar selama beberapa saat adalah karena luka yang dia derita lebih serius dari dugaannya, perlu waktu beberapa menit untuknya menetralkan energi yang ada didalam tubuhnya.
Beruntungnya dia bisa menyelesaikan itu tepat waktu. Ares menghela nafas panjang dan melirik kearah Mayat Dragster.
"Daging, mata, kulit, tulang dan berbagai hal lainnya sangat berharga karena dia seekor Dragon. Akan sangat disayangkan jika membiarkan Mayatnya membusuk disini, jadi apa yang harus kulakukan?."Ares tertegun sambil mengusap dagunya, dia berpikir cukup lama dan menggumamkan nama seseorang.
"Ulbert..."Gumam Ares pelan.
"Ya, Tuanku. Apa ada memanggil saya?."Ulbert tiba-tiba muncul disampingnya dan berlutut, Ares kaget bukan main dengan kedatangan Ulbert yang tiba-tiba muncul.
"Ulbert, Darimana kau datang?!."Tanya Ares sambil mengelus-elus dadanya, dia berusaha untuk menenangkan jantungnya yang berdetak kencang karena kaget.
Ulbert tertawa kecil dan menggaruk-garuk kepalanya"Sebenarnya saya sudah disini cukup lama, mungkin waktu mahkluk itu jatuh ketanah dan anda mengikatnya."Ujar Ulbert sambil menunjuk mayat Dragster, Ares mengerutkan dahinya'Bagaimana caranya dia tidak terdeteksi inderaku? Apa ini karena aku terlalu fokus pada Dragster?.'Batin Ares memandang Ulbert dari atas sampai bawah.
Jika Ulbert datang kesini waktu Ulbert jatuh, sudah pasti ia akan merasakannya. tapi masalahnya dua tidak merasakan kehadirannya sama sekali, Ares memperkirakan ini mungkin karena dia terlalu fokus pada Dragster hingga tidak menyadari kedatang Ulbert.
Meski Ares merasa penasaran dia lebih memilih untuk tidak memikirkan hal itu. Dia menunjuk kearah mayat Dragster.
"Apa kau bisa membuat sesuatu yang menarik dari mayat itu?."
"Hhmmmm... Mayat naga ya? Dan lagi mungkin seekor Dragon Lord melihat ukuran tubuhnya. Ya Tuanku, aku bisa membuatkan sesuatu yang menarik dari mahkluk itu."
"Hoh? Jadi apa yang mau kau buat nanti? Pastikan ini akan berguna untuk kita ( aku ) nantinya..."
Ulbert setuju dan menganggukkan kepalanya, dia tersenyum penuh makna pada Ares"Saya berpikir untuk menggunakan mayat ini untuk menciptakan chimera, dengan mayat yang memiliki sedikit kerusakan seperti itu tidak sulit bagi saya untuk menciptakan seekor chimera. Jadi apa anda setuju saya menciptakan chimera dari mayat itu?."
Ares terdiam sesaat setelah mendengar Ulbert ingin menjadikan mayat Dragster menjadi seekor chimera.
Chimera adalah mahkluk gabungan biasanya diciptakan oleh mage-mage gila seperti Ulbert, chimera diciptakan dari berbagai macam anggota tubuh entah itu dari monster, manusia atau demihuman yang sudah mata ataupun hidup dan membangkitkan mereka menjadi mahkluk yang cukup kuat.
Untuk menciptakan chimera cukup sulit karena memerlukan ketrampilan yang cukup hebat dalam pembedahan, ini karena menciptakan chimera bukan hanya menyambung-nyambungkan anggota tubuh saja, tapi menciptakan apa yang ada didalamnya agar sama seperti mahkluk hidup.
Dengan kata lain untuk membuat chimera sulit, karena memerlukan banyak ketrampilan.
"Hmm... Menarik... kalau begitu buat saja."
Ulbert tersenyum dan membungkuk tubuhnya"Saya tidak akan mengecewakan anda, Tuanku."Ulbert berlutut dihadapan Ares, jauh didalam hatinya Ulbert merasakan perasaan bahagia luar biasa. dia berjanji pada Ares didalam hatinya untuk tidak pernah mengecewakan Ares.
Ares menaikkan sedikit alisnya lalu mengangguk puas, meski dia agak aneh dengan Ulbert tapi dia cukup suka dengannya.
"Baiklah kalau begitu aku akan kembali ke ibukota, pastinya sesuatu yang menarik baru saja terjadi, kan?."Ares tersenyum penuh makna, dan Ulbert paham apa yang dibicarakan Ares.
"Ya, Tuanku. ketika anda disana jangan kaget jika anda dihadapkan dengan drama besar."
__ADS_1
*************************************