Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
166.Ujian Tomb of the Thousand Swords VIII


__ADS_3

"Bagaimana? apa Ares telah ditemukan?."


"Maaf Lord! kami semua sudah menyisir seluruh labirin tapi tidak menemukan Tuan muda sama sekali, bahkan kami juga menyisir hutan disekitar sini untuk menemukan Tuan muda. tapi belum ada kabar Tuan Muda ditemukan dari tim-tim tersebut."Ujar Austen dengan suara rendah.


Sebenernya dia sudah membagi Divisi Nightmare kedalam beberapa tim dan tim-tim itu saat ini sedang melakukan pencarian besar-besaran untuk menemukan Ares, Austen tentu tahu seberapa berharga dan kuat Ares mengingat bekas pertarungan Ares dengan Ice Dragon Lord dan Frost King saja membuat bergidik ngeri.


Dia juga tidak tahu alasan kenapa Ares menghilang tiba-tiba didalam labirin padahal mereka semua sudah menyisir semua labirin bahkan kedetail-detailnya sekalipun namun tidak menemukan petunjuk apapun, selain Monster-monster dan jalan terakhir yang Ares lewati sebelumnya.


Austen sendiri baru beberapa kali mendapatkan tugas seperti ini dari Gerald, karena mereka adalah Divisi Nightmare yang menjadi Divisi terkuat dikeluarga Dunkenheit, hanya orang-orang berkasta tinggi dari Keluarga Utama saja yang bisa memerintahkan mereka. melihat mereka dikerahkan dalam pencarian Ares membuat seluruh Anggota Divisi Nightmare menggunakan segala cara untuk menemukan Ares.


Catherine menghela nafas lega dan tersenyum"Gerald sudahi pencarian Ares, dia sudah ada didalam peta jadi kita tidak perlu lagi melakukan pencarian Ares."Ujar Catherine sambil tersenyum lega.


Gerald mengangguk pelan dan memerintahkan Austen untuk menghentikan pencarian, Gerald melihat peta ditangannya. disana terdapat titik berwarna merah menyala yang menandakan Ares sudah kembali.


"Entah kemana dia tapi ketika pulang nanti kita harus menghukumnya, karena sudah membuat kita semua kerepotan."


Gerald, Richard dan Catherine mengangguk setuju lalu keluar dari tenda dan duduk dikursi mereka masing-masing, Mereka melihat Ares yang berjalan santai dengan seekor burung Gagak bertengger dibahunya.


"Burung Gagak? apa itu makhluk kontraknya atau hewan peliharaannya? aku tidak tahu jika dia mempunyai hewan peliharaan sebelumnya."Ujar Richard sambil menyipitkan matanya melihat burung gagak itu.


Mereka semua juga berpikiran begitu karena mereka tidak pernah melihat Ares tertarik pada hal-hal seperti binatang. tapi untuk saat ini mereka bisa menganggap jika gagak itu hewan peliharaannya atau sejenisnya.


***********************


"Nak itu adalah gerbang keluarnya?."


"Tuan itu adalah gerbang keluarnya."


Ares mengangguk lalu berjalan dengan buru-buru lalu membuka pintu itu dengan kedua tangannya, gerbang itu terbuka dan menampilkan jalan lain menuju suatu tempat.


Ares berjalan kesana sambil mendengarkan penjelasan Long Yuan tentang Sigil of the Covenant of Blood yang Ares pakai saat ini, Sigil itu tertutupi oleh sarung tangan jadi tidak kelihatan tapi meski begitu Long Yuan bisa menjelaskan tanpa melihat.


Menurut penjelasan Long Yuan Sigil ini berfungsi untuk membuat patuh dan setia pada Tuannya, hingga titik dimana orang yang dipasangkan Sigil ini akan melakukan apapun untuk sang Tuan, Efek lainnya adalah meningkatkan kekuatan sihir orang yang dikontrak dengan Sigil ini sebesar 20% dan beberapa efek lainnya.


Dengan kata lain Sigil ini memiliki fungsi yang sama dengan segel budak hanya lebih superior saja, Vlad sendiri yang melihat Ares berbicara sendiri mengerutkan keningnya karena berpikir Ares mengobrol dengan sesuatu yang tidak bisa dia lihat.

__ADS_1


Dia tidak banyak bertanya pada Ares dan hanya duduk diam dibahu Ares, tidak lama mereka berjalan mulai terdengar suara-suara orang yang berteriak atau menyoraki sesuatu.


Ares mendekat dan mendapati dirinya ada disebuah tempat yang cukup mirip dengan Arena Gladiator Romawi yang ada dibumi, disana juga terdapat banyak orang yang menonton dan menyoraki orang yang sedang bertarung diArena.


"Tempat ini mengingatkanku pada suatu tempat yang pernah kukunjungi dulu."


"Kalau maksudmu Golden Cloud Empire aku juga pernah kesana dulu, tempat itu benar-benar ada dan menjadi tempat tontonan para Kaisar disana, aku pernah berkunjung sekali kesana."Ujarnya Long Yuan melihat sambil melihat Arena Gladiator itu.


Ares mengerutkan keningnya mendengar perkataan Long Yuan, dia tidak tahu terdapat Kekaisaran yang mirip dengan Kekaisaran Romawi dimasa lalu. saat dia sedang melamun memikirkan hal tersebut seorang pria dengan pakaian pelayan menghampirinya.


"Permisi Tuan apa anda ingin bertanding disana? jika iya, boleh saya catat nama anda?."Ujar pelayan itu.


"Ares Von Dunkenheit tulis itu."


Pelayan itu mengangguk dan menulis namanya"Baik kalau begitu anda akan bertanding setelah 7 pertandingan dari sekarang."Ujarnya memberi hormat lalu pergi.


"Tunggu sebentar pelayan, siapa peserta ujian berikutnya?."


Pelayan itu mengangguk lalu melihat buku ditangannya dan mencari nama peserta setelah pertandingan ini"Peserta selanjutnya yang akan bertanding adalah Jeremy Blitz De Dunkenheit."Ujarnya setelah melihat buku ditangannya.


Pelayan itu mengangguk sambil tersenyum tulus"Sama-sama Tuan, kalo begitu saya pamit."Dia berjalan meninggalkan Ares.


sementara Ares hanya diam memperhatikannya dari belakang sambil mengusap dagunya"Divisi Nightmare? dan kekuatannya tidak main-main, aku berani menyimpulkan dia adalah wakil ketua atau ketua Divisi Nightmare."Ujarnya sambil melipat tangannya.


Long Yuan mengusap dagunya sambil tersenyum"Nak keluargamu punya orang-orang kuat, ya?."Ujarnya tertawa kecil.


Sementara itu Vlad terlihat tidak berkomentar apapun tentang itu dan hanya diam. Ares melihat Arena karena terdengar suara jeritan disana dan mendapati orang yang melawan Ksatria itu kalah.


"Baiklah sepertinya ini akan menjadi tontonan yang menarik."Ares duduk sambil memperhatikan Arena.


disana terdapat seorang pria berdiri disana dengan pedang ditangannya, Rambutnya terlihat berwarna coklat tua tapi matanya sama dengannya.


Dia menoleh kearahnya dan terang-terangan memberikan tatapan penuh permusuhan padanya, Ares mengerutkan keningnya"Perasaan aku tidak memiliki masalah dengannya, mengenalnya saja tidak jadi kenapa dia seperti itu?."Gumamnya sambil mengerutkan keningnya.


"Hhmm... dari yang kulihat, sepertinya orang itu memiliki masalah denganmu, entah kau melakukannya dengan tidak sengaja atau apa tapi sepertinya itu lebih masuk akal."

__ADS_1


Ares menaikkan satu alisnya"Begitukah?."Ares menyenderkan tubuhnya sambil melihat Jeremy dengan aneh.


Sementara itu Vlad yang bertengger dibahunya bergetar karena merasa marah, dia marah karena Jeremy terang-terangan memberikan tatapan permusuhan pada Tuannya. jika saja Tuannya memperbolehkan dia bisa saja membunuh Jeremy hanya dengan satu jentikkan jarinya.


Tapi melihat Tuannya yang terlihat tertarik dengan pertarungan ini membuatnya menahannya amarahnya.


***************************


Jeremy Blitz De Dunkenheit merupakan anak 3 Dari Kepala keluarga cabang ke-5 dan anak ketiga dari 3 bersaudara. dibandingkan saudara-saudaranya yang lain Jeremy terkenal memiliki bakat yang jauh diatas kakak-kakaknya yang membuat Jeremy dipuji banyak orang.


Dirinya memiliki bakat dalam berpedang dan memiliki fisik diatas rata-rata anak seumurannya, karena bakatnya yang diatas rata-rata membuatnya menjadi angkuh dan sombong. dia selalu menindas orang yang lebih lemah darinya bahkan tidak segan untuk membuat mereka Cacat.


Kesombongannya menjadi bertambah parah saat dirinya dijadikan salah satu dari 7 kandidat Calon Kepala keluarga sewaktu Ares masih dalam keadaan Koma, dia dengan sombongnya memamerkan bakatnya dan tidak segan membunuh orang yang tidak dia sukai.


tapi dia masih berpikir dua kali ini bertarung dengan 6 kandidat lain karena dia tahu mereka pasti dipilih karena hal yang sama dengannya, maka dari itu dia tidak bertindak gegabah dan lebih memikirkan rencana kedepannya.


Meski begitu dia bisa menyimpulkan terdapat orang yang lebih lemah darinya dan ada yang lebih kuat darinya diantara 6 kandidat itu, meski mengetahui ada yang lebih lemah darinya dia tidak bertindak gegabah dengan membullynya atau menyerangnya, karena dia berpikir orang-orang itu memiliki sesuatu dibalik mereka.


Jeremy lebih mementingkan untuk mengadu domba mereka dan mengambil kesempatan dia saat mereka semua lengah, dia membuat rencana besar untuk menghapus 6 kandidat lain, tapi rencananya gagal total saat Ares bangkit dari komanya ditambah penyakitnya juga sudah sembuh total.


Jeremy beserta 6 kandidat lainnya kehilangan kesempatan untuk menjadi Kepala keluarga, Beberapa orang tidak terima dan beberapa lainnya hanya bisa pasrah menerima keadaan.


Jeremy tidak menerima hak tersebut dan melakukan segala cara untuk membuatnya menjadi kandidat Kepala keluarga, namun seberapa keraspun dia berusaha suaranya tidak pernah didengar oleh orang-orang dari Keluarga Utama.


Kesal, marah, murka dan iri memenuhi dirinya dan membuatnya bangkit dari keterpurukannya, meski begitu dia sama sekali tidak menyerah untuk menjadi Kepala keluarga dan terus berjuang meski tangannya terkotori oleh darah orang-orang tidak bersalah.


Jeremy hari ini berdiri diarena dengan pedang ditangannya dia menatap seorang ksatria yang berada tidak jauh darinya.


"Mereka hanyalah data dari orang-orang yang sudah mati jadi akan mudah mengalahkan dia karena dia hanyalah sebuah data orang mati."Ujarnya angkuh dan memasang kuda-kuda.


Ksatria didepannya juga ikut memasang kuda-kuda dan saat pertarungan dimulai Jeremy mengeluarkan Kekuatan untuk mengalahkan Ksatria itu.


Pedang ditangannya teraliri listrik beserta seluruh tubuhnya dan dengan cepat dia mengayunkan pedangnya dengan cepat, serangan Jeremy ditahan oleh Ksatria itu dan ksatria itu terpental beberapa langkah.


Jeremy mendengus senang dan menurunkan kuda-kudanya lalu menyerang dengan sangat cepat dan kuat.

__ADS_1


__ADS_2