Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
147.Pembantaian sepihak


__ADS_3

"Oy oy oy... apa ini? kenapa kalian tidak menyerang? takut ya? hahahahahhahahah.....kemana kepercayaan diri kalian tadi! hah?!."Ujarnya memprovokasi sambil tersenyum sinis.


Tidak ada yang berani untuk mendekat atau menyerang, karena didepan mata mereka sekarang terdapat sosok yang jauh lebih menakutkan dari pada Frost King atau Ice Dragon Lord. Nafsu membunuh yang Ares keluarkan dari membuat kedua pasukan itu sangat terintimidasi hingga banyak dari mereka yang pingsan atau sesak nafas merasakan nafsu membunuh ini.


Keringat dingin mengucur deras, detak jantung yang berdebar amat kencang dan rasa sesak yang membuat mereka hampir pingsan, banyak dari mereka yang berpikir jika tawaran Ares sebelumnya tidak terlalu buruk, namun melihat Para White Dragon lord yang masih berdiri disamping mereka membuat kepercayaan diri mereka masih bisa bertahan.


namun sebenernya, White Dragon yang masih tergolong muda pingsan dengan keadaan berdiri karena mereka baru pertama kali merasakan nafsu membunuh sebesar ini kecuali milik ayah mereka. sementara para White Dragon yang merupakan Istri-istri Ice Dragon Lord berdiri dan melawan Nafsu membunuh Ares.


"{ Lion Heart }!!!."Seekor White Dragon merapalkan mantra skala luas, itu adalah mantra yang dapat melawan pikiran negatif dan menenangkan hati.


Mantra dengan skala luas itu membuat pikiran semua orang menjadi sedikit lebih tenang, dan banyak dari mereka yang bisa mengendalikan diri.


"Apa yang kalian?! lihatlah didepan kalian terdapat orang yang membunuh Raja kalian!!! apa kalian ingin melihat raja kalian mati ditangannya?!."Ujar salah satu White Dragon yang ada disana.


Semua prajurit monster disana menjadi terpelatuk mendengar perkataan White Dragon itu, tidak lama setelahnya beberapa Prajurit monster bersiap untuk menyerang, mereka menggenggam Erat senjata mereka dan memancarkan sinar keyakinan.


Ares tidak tahu itu efek dari mantra magic tadi atau dari perkataan white dragon tadi, tapi yang pasti karena itu Ares menarik masuk nafsu membunuh yang ia keluarkan.


Kedua pasukan yang berisi para monster bersatu untuk melawannya, para White Dragon membusungkan dada mereka sedangkan Riki dan Zeiss bersiap untuk menyerangnya secara penuh.


Ares menyeringai tajam"Dengan jumlah kalian yang sebanyak itu mungkin kalian bisa mengalahkanku, tapi tidak adil bukan jika hanya aku yang sendirian disini? Delta, Gamma, Zeta, Epsilon. keluarlah dan hadapi mereka."


Tidak lama kemudian empat sosok makhluk yang mirip Wraith muncul disekitarnya, mereka membawa Pedang, Busur panjang, GreatSword dan tombak. dalam sekali lihat mereka semua sudah tahu jika senjata orang-orang itu merupakan senjata Tingkat tinggi melihat dari aura yang dikeluarkan.


"Tuan apa yang kami harus lakukan sekarang?."Ujar delta sambil berlutut. dia terlihat senang sampai pedang ditangannya ikut bergetar.

__ADS_1


"Kalian lihat Pasukan monster yang ada didepan sana? Hancurkan mereka tanpa tersisa, namun!! jika mereka menyerah ampuni nyawa mereka."Ujarnya sambil tersenyum licik.


Delta mengangguk pelan, lalu berdiri disamping Ares sementara yang lain berdiri didepannya seakan-akan melindunginya.


"Anda tenang saja Tuan, kami yang akan membereskan mereka."Ujarnya dengan nada hormat.


Ares mendengus senang mendengar hal itu"Serang!."Ujarnya pelan, dan sesaat kemudian semua Clonenya langsung menerjang kedua pasukan monster itu.


Mereka semua dengan kekuatan penuh menebas dan memotong semua monster yang ada didepan mereka, Prajurit-prajurit monster langsung menggunakan Skill-skill mereka dan melawan semua Clonenya.


Hanya dalam waktu singkat lebih dari kedua kedua pasukan dibuat porak-poranda oleh mereka, tanpa Ares turun tangan sendiri mereka bisa menangani Kedua pasukan dengan cepat.


Para White Dragon langsung menyemburkan nafas es mereka dan membuat banyak prajurit monster yang ikut terkena imbasnya, namun hal ini tidak bisa mereka hindari karena posisi Clonenya berada ditengah-tengah pasukan yang mana mereka dikepung dari segala arah.


"Kyujutsu : Nan hyaku mo no taiyō no ya!!! ( Ratusan Anak Panah Matahari )."


Ketika ratusan anak panah itu turun, seketika rentetan-rentetan ledakan mengenainya banyak prajurit monster disana. bahkan para White Dragon yang ada diatas tidak sempat menghindar dan terkena banyak anak panah itu yang membuat mereka terluka cukup parah.


Banyak prajurit-prajurit monster yang tewas saat terkena ratusan anak panah itu dan banyak juga yang terluka parah akibat terkena ratusan anak panah itu, Clone-clone Ares sama sekali terlihat tidak perduli dengan kondisi mereka dan terus menyerang tanpa ampun.


berkat banyaknya prajurit monster yang terluka membuat mereka bisa dengan mudah membunuh banyak prajurit monster. mereka tanpa ampun menebas, memotong-motong, memenggal, merobek, menghancurkan dan memutilasi banyak prajurit monster dengan senjata mereka.


Anggota tubuh dan organ-organ dalam mereka berpencar keseluruh tempat, membuat banyak prajurit monster yang tidak berani untuk menyerang namun Clone-clone Ares sama sekali tidak perduli, mereka terus membunuh banyak prajurit monster didepan mereka tanpa ampun.


Riki dengan langkah-langkah cepat bergerak diantara kerumunan prajurit monster dengan Tombak yang digenggam erat ditangannya, ketika melihat salah satu Clone Ares dia langsung menusukkan Tombaknya dengan cepat. namun Tombaknya ditahan dengan Punggung GreatSword yang ada ditangannya.

__ADS_1


"Cih dasar monster!!!."Ujarnya kesal sambil menusuk-nusukkan Tombaknya kearah dia, Clone Ares mengerutkan keningnya lalu berkata"gak ngaca?."Ujarnya lalu mengayunkan pedangnya.


Ketika melihat GreatSword itu berayun kearahnya dia langsung menggunakan Tombaknya sebagai tameng, tombak itu berbenturan langsung dengan pedangnya yang membuat kedua kakinya terpendam ditanah, karena menahan Serangannya.


Riki langsung melompat mundur dan menjaga jarak dengannya"Sial kaki dan tanganku rasanya sangat sakit, seberapa kuat dia sampai punya kekuatan fisik sekuat itu?."Ujarnya sambil tersenyum tipis, dengan tombak ditangannya dan masih berdiri meski kaki dan tangannya terasa mau patah.


Dia menggenggam Erat Tombaknya lalu berkata" Aktifkan Skill [ Frozen Destroyer Stab ]!!!."Dengan kekuatan penuh dia melesat kearah dia lalu dengan cepat langsung menusukkan Tombaknya.


Clone Ares hanya tersenyum tipis dan menahan Tombaknya dengan GreatSword ditangannya, Punggung pedangnya dan tombak Riki bertabrakan dan membuat ledakan kejut dibarengi hawa dingin yang berasal dari Tombaknya.


Lama kelamaan GreatSword ditangannya membeku dan dengan cepat menjalar keseluruh bagian pedangnya, Retak disemua tempat terjadi hingga GreatSword itu hancur berkeping-keping. Tombak Riki melesat dengan cepat kearah jantungnya namun tangannya langsung menangkap Ujung tombaknya.


Dia menatapnya dengan penuh Kemurkaan dan Kemarahan"Kau Beraninya menghancurkan Senjata yang Beliau berikan Kepadaku!!!."Aura meledak dari dalam tubuhnya, membuat Riki terpental cukup jauh dan menabrak Prajurit-prajurit monster.


Ledakan besar aura dari dalam tubuhnya membuat semua prajurit monster yang ada disekitarnya tertekan sampai pingsan.


Gamma menyatukan kedua tangannya lalu menariknya dan dari tangannya, terbentuk sebuah pedang merah darah. pedang itu terbuat dari Blood Stone dan Aura yang ada didalam tubuhnya.


Dengan penuh nafsu membunuh dia mengarahkan Pedangnya kearah Riki"Mati kau brengs**!!!."Dia memasang kuda-kuda. "Dunkenheit Sword Art Basic Movement : Vertikal Slash!!!."Dia mengayunkan pedangnya dengan cepat.


pedangnya langsung memotong prajurit Monster yang ada disekitarnya bahkan monster yang berjarak 350 meter darinya ikut terpotong tanpa terkecuali, Lebih dari seperempat jumlah Prajurit monster mati ditangannya dan semua dalam keadaan terpotong menjadi dua.


Riki yang saat itu masuk kedalam Cakupan serangannya, ikut mati dengan kepala menggelinding dibawah dan tombak yang terpotong menjadi dua.


Delta, Zeta dan Epsilon yang merasa mangsa mereka diambil membuat mereka marah kepada Gamma, namun ketika melihat dia dalam keadaan meledak-ledak membuat mereka mengurungkan niat dan memilih mencari Mangsa yang lain.

__ADS_1


__ADS_2