
"Kalau begitu kita mulai dari perkenalan diri saja, Perkenalkan Nama Saya Ares Von Dunkenheit anak Archduke Kerajaan Gottlich. Salam Kenal."Ares tersenyum lalu duduk kembali, Para Murid disana dibuat terkejut mendengar orang didepan mereka adalah Anak Seorang Archduke, mereka berdiri"Salam Kenal Juga Yang mulai."Secara respek mereka semua memanggil Ares seperti itu.
dari yang mereka tahu Sebutan yang mulai sering dipakai ketika berbicara dengan Bangsawan tingkat tinggi, seperti Duke, Grand Duke, Archduke, Atau diatasnya, Ares menggaruk kepalanya mendengar perkataan mereka lalu menyuruh mereka untuk memanggilnya Ares saja, Mereka semua Mengangguk setuju lalu kembali duduk.
"Ehem, Jadi pertanyaan apa yang yang kalian tanyakan sekarang? oh inj hanyalah saranku agar kalian tidak terlalu lama dalam ruangan ini karena Raja-raja Dan para bangsawan sedang menunggu diluar."Ares menunjuk kearah pintu.
Mereka semua mengangguk setuju lalu Eric bangun dan mulai bertanya"Tuan Ares sebenernya ada dimana kami? Dan sebenarnya apa Tugas utama kami?."Yang Eric tanyakan merupakan hal lumrah melihat mereka datang kesini dan langsung diberikan Sebuah Informasi yang harus ditelan bulat-bulat.
"Kalian sekarang Ada didunia bernama Yggdrasil yang merupakan tempat tinggal dari segala macam Makhluk hidup, Elf, Dwarf, Lizardman, Beastman, Demon dan lain-lain tinggal didunia ini, dunia ini memiliki Banyak kekuatan seperti Magic Mana, Prana, Chakra, Pure Power, Dan Aura, Keempat kekuatan yang saya sebenarnya tadi adalah kekuatan yang disebut sebagai Divine Power yang merupakan Kekuatan Mutlak yang ada didunia ini."
Ares menjentikkan jarinya lalu mengeluarkan sebuah Api ditangannya lalu mengeluarkan Mana ditangannya yang lain, Para Murid yang melihat hal itu terheran-heran dan menatapnya dengan kagum, Ares mematikan kedua kekuatan itu lalu kembali menjelaskan.
"Dan tugas kalian adalah Berperang melawan Demon God beserta Antek-anteknya, Tapi tenang saja, Sebelum kalian dilepaskan untuk berperang kalian akan dilatih Terlebih dahulu sesuai JobClass yang kalian miliki dan ketika sudah cukup kuat baru kalian akan disuruh menyelesaikan Dungeon yang bertujuan untuk Melatih kalian sekali lagi, Baru Sehabis itu kalian akan ditugaskan untuk memburu Demon Kinga dan ketika kalian sudah cukup kuat barulah kalian bisa melawan Demon God."Ares masih menjelaskan penjelasan sampai Murid-murid Didepannya benar-benar paham dengan.
Mereka lalu bertanya tentang System didunia ini yang Ares jelaskan secara Detail dan terperinci, lalu baru setelah itu mereka mencoba membuka System seperti yang Ares jelaskan namun mereka semua gagal, Barulah Ares menjelaskan jika ingin memakai System diwajibkan menyelesaikan Quest Newbie Terlebih dahulu baru bisa mengakses System.
Mereka mengangguk lalu Bertanya para Ares bagaimana caranya mengaktifkannya dan Ares menjawab semua orang memiliki Waktunya masing-masing jadi sabar saja, Mereka semua yang mendengar hal itu jadi murung lalu dua orang bertanya padanya
"Tuan Ares, bolehkah saya bertanya?."Viktor memberanikan dirinya untuk bertanya, Eric yang mengetahui Niatnya hanya bisa memberikan anggukan kepala.
"Boleh, tanyakan saja."
Viktor mengepalkan tangannya"Jika kami Telah menyelesaikan tugas kami apa kami akan kembali dipulangkan Kedunia kami."Viktor menelan ludahnya, Sudah sejak lama Viktor dan Eric ingin bertanya hal ini namun mereka selalu ragu dan sampai akhirnya Mereka berdua meneguhkan hati mereka untuk bertanya.
Sementara disisi lain Ares sudah menduga pasti terdapat Murid yang akan bertanya tentang hal ini, Ares mulai dari sini berpikir untuk mempengaruhi mereka agar tidak terlalu percaya dengan Kerajaan dan memikirkan berbagai skenario dalam otaknya sambil mencari Referensi dari buku-buku sejarah yang dia baca, Ares menghela nafas pelan lalu mengangguk.
"Kalian memang bisa pulang Kedunia kalian ketika kalian sudah menyelesaikan tugas kalian sebagai seorang Hero. dan begitu kalian terpanggil Kedunia ini para raja sudah berjanji mempulangkan kalian jika tugas kalian didunia ini sudah selesai."
__ADS_1
Para murid yang murid yang mendengar hal itu bersorak gembira dan bahagia, Mereka semua menangis bahagia ketika mereka mendengar perkataan Ares dan kembali bertanya pada Ares untuk memastikan apa yang mereka dengar bukan halusinasi, Eric dan Viktor menghela nafas lega mendengarnya dan sangat berterimakasih pada Ares karena sudah memberitahu hal ini, Ares sendiri tertawa keras dalam hatinya.
"{ Sound Insulation Protector }."Seketika disekeliling mereka terpaksa Pelindung tranparans yang menutupi mereka semua, Mereka semua panik dan langsung bertanya padanya apa yang sebenarnya terjadi.
Ares tersenyum pahit lalu menggelengkan kepalanya"Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan hal ini namun, kalian juga harus tahu."Ares tersenyum pahit sambil memandangi mereka, Seketika mereka semua dilanda kepanikan dan bertanya-tanya apa yang mau diceritakan Ares?.
"Apa yang sebenarnya anda mau ceritakan?."Patrick mengangkat tangannya sambil memasang wajah gugup, Mereka semua menelan ludah melihat Patrick bertanya dan memujinya dalam hati mereka.
"hmp, aku akan jelaskan dulu Fungsi Barrier ini, Barrier ini memiliki fungsi memblok semua suara yang keluar dari sini, dan tentunya kalian tahu bukan alasan aku memasang Barrier ini."
Eric seketika Terdiam dan mengetahui maksud Ares, Ia lalu meminta kepada Ares untuk menjelaskan cerita yang mau Ares, Ares mengangguk lesu lalu menepuk tangannya.
"Ini adalah masalah Soal pulangnya kalian kedunia kalian nanti, Para Raja memang berjanji untuk mempulangkan kalian kedunia kalian namun Para Raja tidak menjamin keselamatan kalian ketika menggunakan Magic Circle { Return }. Magic Circle ini mungkin berfungsi dengan baik ketika memanggil kalian tapi Akan berfungsi dengan buruk ketika memulangkan kalian, Dan perlu kalian ketahui bukan hamya kalian Hero dunia lain didunia ini, Beberapa ratus tahun lalu terdapat sekelompok Hero yang sama seperti kalian, mereka sudah menyelesaikan tugas mereka dan menuntut janji para raja kepada mereka namun hal yang tidak terduga terjadi ketika Magic Circle diaktifkan."Ares memasang wajah Rumit dan Ragu-ragu untuk melanjutkan ceritanya.
Eric yang tahu hal tersebut memohon kepada Ares untuk melanjutkan ceritanya, Ares dengan berat hati Kembali melanjutkan ceritanya.
Para Murid-murid yang mendengar Cerita Ares menjadi Ketakutan dan Ragu untuk kembali Pulang, Mereka pada dasarnya ingin pulang secepat mungkin tapi jika mereka mati perjuangan yang mereka lakukan tidak akan ada hasilnya, Eric juga dibuat takut dengan Hal ini dan berpikir dua kali ini pulang Kedunianya dan ini dilakukan hampir semua orang yang ada disini.
"Tapi! Itu semua adalah cerita dari sepenggal sejarah yang tercatat dalam Buku sejarah, Terdapat beberapa Hero yang berhasil kembali pulang dengan selamat tanpa mengalami ledakan saat Pengaktifan Magic Circle, Tapi beberapa Orang telah menguji dan meneliti hal ini dan akhirnya dibuat sebuah hitungan persen Seberapa banyak Presentasi Hero selamat saat Pengaktifan Magic Circle."
Itu bukanlah sebuah kebohongan, memang terdapat beberapa orang yang menghitung persentasi Hero Selamat saat Pengaktifan Magic Circle, Mereka semua membaca, mengkaji, dan meneliti semua yang berhubungan dengan magic Circle { Return } dan akhirnya mereka berani memberikan presentasi selamatnya Hero.
"Berapa presentasi keselamatan Kami?."Eric dan Viktor bertanya dengan bersamaan, Ares tersenyum lebar dalam hatinya, ia mengepalkan tangannya dan bersikap enggan berbicara namun setelah beberapa kali dipaksa akhirnya Ares mau berbicara.
"5%. Itu adalah presentasi keselamatan kalian saat Pengaktifan Magic Circle terjadi."
seketika itu suasan disana menjadi riuh dan ketakutan bahkan terdapat beberapa Siswi yang pingsan saat mendengar perkataan Ares, Mereka semua sangat ketakutan bahkan terdapat beberapa siswa yang kelihatan sudah mentalbreakdance.
__ADS_1
Eric terdiam dan sama sekali tidak menyangka mereka semua akan terjebak selamanya didunia Ini, presentasi keselamatan mereka sangat rendah yang berarti sama saja mereka mencari mati jika mereka memaksakan, Eric sebagai ketua kelas disana dibuat bingung dan bertanya-tanya kenapa mereka yang harus menanggung beban seberat ini?.
Eric memeras Otaknya dan berusaha mencari jalan keluar dalam masalah ini dan menemukan satu jalan yang menurutnya sebuah jalan keluar. "bagaimana jika kita tetap tinggal disini sambil mencari cara agar kita bisa pulang Kedunia kita? dengan ini menurutku masalah ini akan terselesaikan."Eric berkata seperti itu dengan lantang dan tegas kepada semua orang yang ada disana.
kebanyakan orang menyetujui ide Eric dan kebanyakan orang meragukan ide Eric, Ares tertawa keras dalam hatinya melihat semua yang ada disini sesuai dengan apa yang dia perkirakan sebelumnya.
"Itu tidak akan mungkin dan tidak akan mudah."
Para murid mengalihkan perhatian mereka kearah Ars yang duduk sambil memijit keningnya. Semua orang yang ada disana bertanya-tanya mengapa Ares berkata demikian?.
"apa maksud anda Tuan Ares?."Eric mengerutkan keningnya mendengar perkataan Ares barusan, menurutnya sendiri Ares orang yang cukup baik tapi entah kenapa rasanya Ares seperti orang yang menyembunyikan sesuatu Dibalik jubahnya.
"Ahh.... bagaimana caraku menjelaskannya ya? emmm... akan saya bikin simpel saja."Ares batuk pelan lalu membetulkan posisi duduknya, "Jika kalian sudah selesai mengalahkan Demon God berserta Antek-anteknya, kalian akan mencari cara agar Magic Circle tidak Meledak saat diaktifkan, dan sembari melakukan hal itu kalian akan tinggal diistana ini entah seberapa lama Sampai akhirnya masalah kalian terpecahkan."
"Dan ketika kalian tinggal disini, Keberadaan kalian akan menjadi sebuah berkah dan kutukan bagi keluarga kerajaan karena dengan kekuatan yang kalian miliki saja kalian bisa mengalahkan Demon God beserta seluruh Demon King yang Bahkan kerajaan sendiri saja sulit untuk mengalahkan satu Demon King, Kalian akan dianggap sebuah berkah karena kekuatan yang kalian miliki bisa melindungi kerajaan dan dilain sisi kalian dianggap sebuah kutukan karena memiliki kekuatan diluar nalar manusia."
"Para Raja dan bangsawan akan mulai berpikir kalian akan menjadi bahaya yang sangat besar jika menjadi seorang musuh. karena dilihat dari kekuatan yang akan kalian miliki dimasa depan nanti semua yang ada dipikiran mereka itu masuk akal, Dan pada akhirnya kalian memiliki kemungkinan Sangat besar untuk dicuci otak lalu dijadikan akan alat perang bagi mereka, keberadaan kalian nanti akan menjadi perebutan karena jika kalian sudah dicuci otak kalian semua akan mematuhi semua yang diperintahkan oleh tuan kalian, Hingga akhirnya kalian terluka lalu mati, dengan semua perbuatan yang mereka perintahkan kepada kalian sewaktu masih dicuci otak membuat kalian sangat dibenci semua entitas diyggdrassil."
Ares Berhenti sejenak dan melihat reaksi para Murid yang mendengarkannya, Mereka Semua pucat pasi seperti mayat dan kebingungan dengan apa yang harus mereka lakukan, Mereka semua menunduk Sambil berpikir apa yang akan terjadi pada mereka dimasa depan nanti.
Eric yang memiliki kepintaran diatas rata-rata orang disini dibuat terdiam dan berpikir keras, Dia benci mengakui hal ini namun apa yang dikatakan Ares semuanya benar yang membuatnya sangat meragukan kerajaan Dan raja-raja yang ada diluar.
"Bagi mereka yang ada diluar kalian adalah penyelamat mereka namun ketika kalian selesai menyelesaikan tugas, Kalian semua akan dianggap ancaman yang harus dikendalikan dengan segala cara atau dihancurkan dengan Segala cara."Ares tersenyum sangat besar, 'Tinggal sedikit Lagi.'
Ares berdiri lalu membuka kedua tangannya dengan senyuman seperti seorang dewa, Cahaya yang entah dari mana menyinari Ares yang membuatnya terlihat seperti perwujudan dari Tuhan yang akan menyelamatkan mereka dari segala sebab dan akibat.
"Jadi jalan mana yang akan kalian pilih?."
__ADS_1
"Jalan yang akan kalian Pilih memiliki ending yang sama namun, itu semua bisa dirubah dari sekarang, Keluarga Dunkenheit kami tidak seperti keluarga kerajaan karena kami tidak pernah bersumpah setia pada mereka, aku Ares Von Dunkenheit berjanji akan merubah masa depan kalian menjadi selebar lautan dan seterang matahari, jadi pilihlah jalan mana yang akan Kalian pilih."Ares Tersenyum tulus layaknya seorang Malaikat yang sedang tersenyum.