
Ares memerlukan waktu beberapa hari untuk menyiapkan beberapa keperluan saat disana nanti. karena disana terkenal dengan banyaknya Monster-monster berlevel tinggi dan hawa dingin yang bisa membuat radang dingin hanya dalam waktu beberapa jam saja.
Para bawahannya juga ingin ikut saat itu, tapi Ares melarang mereka dan menyuruh mereka tetap didalam kota sampai ia datang. beberapa hari kemudian ia memutuskan untuk berangkat. ketika berangkat ia sempat ditemui beberapa orang. seperti kepala pelayan William, Damon, Eizen, mary, Yuto, Ulbert, Fiora, Tina dan beberapa orang lain.
mereka memberikan Ares berbagai macam item yang berguna untuk perjalanan. hingga akhirnya dia berangkat bertepatan dengan datangnya badai salju.
"Saatnya berangkat."ujarnya sambil berjalan dilorong kastil. dia sempat bertemu beberapa orang pelayan saat dijalan dan mereka memberikan hormat padanya. Ares hanya mengangguk pelan dan melanjutkan perjalanan.
Setelah beberapa menit berjalan ia sampai dipintu masuk kastil, terlihat pintu raksasa didepannya yang lebih mirip sebuah gerbang dibandingkan pintu.
"Hati-hati Ares."Ucapnya neneknya. Kakeknya yang ada disebelah ikut berbicara"Ya berhati-hati disana baso urat, aku tahu kau kuat tapi jika terjadi sesuatu kaburlah jika situasi terdesak."Ucap kakeknya sambil menyeringai dan memberikan jempolnya.
ayahnya yang datang tidak lama kemudian lalu berkata"Berhati-hati saat disana nanti."Ucapnya dingin dan tegas. namun aslinya dia benar-benar sangat menghawatirkan Ares hanya saja dia tidak ingin imagenya sebagai seorang pria dingin dan tegas hilang.
Ares mengangguk pelan lalu berjalan dan membuka pintu itu, namun dia buah suara menghentikan langkahnya.
"Ares tunggu!."
"Master tunggu sebentar!!."
Dua suara perempuan yang berasal dari belakang menarik perhatiannya, dia orang wanita berlari kearahnya dengan membuka sebuah kota yang dibungkus dimasing-masing tangan mereka. mereka sampai di depannya dengan nafas terputus-putus dan penuh keringat.
lalu mereka menyodorkan bungkusan yang mereka bawa.
"Ares bawalah ini, ini akan menjadi bekal diperjalananmu nanti. aku memang baru belajar memasak dari ibu tapi soal rasanya kau tidak perlu khawatir!!."ucap Lissa sambil memberikan bungkusannya, dia terlihat yakin dengan bungkusan yang dia buat.
Lalu Ares mengalihkan pandangannya ke sebelahnya, disana terdapat Irine yang berdiri sambil menyodorkan bungkusannya dengan sikap malu-malu.
__ADS_1
"Ma-master tolong terima bekal yang saya buat, saya memang tidak pandai dalam memasak tapi saya tahu beberapa resep makanan enak dari dunia saya, jadi tolong terima bekal ini!."Dia malu-malu lalu menyodorkan bungkusannya.
ares terdiam lalu beberapa saat kemudian tertawa"Hahahaha.... baik-baik aku terima ini semua, terimakasih karena sudah repot-repot bekal seperti ini."Ucapnya sambil mengambil bungkusan itu satu persatu lalu memasukkannya kedalam Storage Box.
lalu dia melihat mereka berdua lalu berkata"Berlatih sering-sering saat aku tidak ada, karena pada saat aku kembali aku yang akan turun tangan langsung mengajarkan kalian sihir nanti. dan maaf aku aku tidak sempat mengajari kalian karena terlalu sibuk akhir-akhir ini."Ujarnya sambil tersenyum tipis lalu berbalik dan berkata"Kalau begitu aku berangkat!."Ares membuka pintu itu dan pergi dari sana.
mereka berdua menunduk lalu tersenyum satu sama lain.
"Syukurlah Ares mau menerima bekal yang kubuat."Ujar Lissa lega. Irine yang ada disampingnya mengangguk"Kau benar, aku pikir Master tidak mau menerima bekal yang kita buat, hahaha... ini semua berkatmu Lissa jika kau tidak menyarankan hal ini mungkin aku masih ada dikamar sekarang."
"Ini juga berkatmu Irine. karena kau juga mengajarkanku masakan-masakan dari duniamu, ibuku juga senang dengan hal itu kau tahu?."
Irine tertawa pelan"hahahaha... kau bisa saja. ayo kita kembali berlatih! jangan menyia-nyiakan waktu yang diberikan Master kepada kita!."Ujarnya sambil mengangkat tangannya. Lissa juga mengangkat tangannya lalu berkata"Ayo kita kembali berlatih!."mereka berlari keruang latihan dengan semangat.
sementara itu Gerald, Richard dan Catherine yang ada disana hanya terdiam membatu melihat adegan-adegan demi yang mereka lihat.
************
Sementara disisi lain, Ares berjalan menerobos badai salju. dengan pakaian tebal yang dia memiliki membuatnya terlindungi dari hawa dingin saat badai salju, namun baru beberapa jam dia berjalan badai salju mulai semakin kuat dan anginnya semakin kencang.
mau tidak mau dia harus menemukan tempat untuk berlindung dari badai salju, dia mencari tempat seperti Gua atau rumah dan apapun asalkan bisa melindunginya dari badai salju ini.
"Kakek Long bisa kau bantu aku sebentar?!."ucapnya sambil menghalangi angin dengan tangannya. Long Yuan keluar dari pedangnya"ada apa?."ujarnya santai. karena dia hantu jadi Angin atau objek fisik apapun tidak akan bisa menyentuh tubuhnya dan melewatinya begitu saja.
"Bisakah kau keatas dan melihat apakah ada Gua atau rumah disekitar sini?."
Long Yuan tidak banyak omong dan terbang keatas, kencangnya angin tidak membuat dia bergerak sedikitpun. dia sampai diatas dan menyipitkan matanya lalu melihat Area yang ada disekitarnya. lalu turun beberapa saat kemudian.
__ADS_1
"Nak! didekat sini terdapat sebuah gua! ayo kita kesana aku akan mengantarkanmu!."Ujar Long Yuan. Ares mengangguk setuju lalu mengikuti Long Yuan dari belakang.
saking kencang angin yang menerpanya membuat dia sendiri kesulitan bergerak didalam salju, kakinya selalu terendam salju karena Gelang ditangan dan kakinya.
"Aahhh!!! lebih baik aku lepas saja gelang-gelang sialan ini nanti!!!."Ujarnya kesal. karena kakinya selalu terendam salju setiap melangkah.
butuh waktu beberapa jam untuk mereka sampai Digua yang dimaksud, dari kejauhan Ares bisa melihat sebuah Gua berukuran cukup lebar yang menghadap kearah yang berlawanan dengan angin kencang. tanpa banyak basa-basi ia langsung berlari dan masuk kedalam Gua itu.
************
"Huuuufff... selamat! terimakasih kakek Long!."Ucap Ares senang sambil melihat Long Yuan yang duduk didekatnya.
"Ya ya ya... kalau begitu aku kembali ya, Andromeda pasti sudah menungguku sekarang."Long Yuan lalu masuk kedalam pedangnya.
Ares merebahkan tubuhnya, lalu mengeluarkan kayu kering yang dia bawa lalu membakarnya dan membuat sebuah api unggun. dia duduk didekat api unggun sambil melihat Peta yang ada ditangannya.
"Eem.. aku ada disini dan pegunungan Gerfroren ada tidak jauh dari sini. dengan 1 hari perjalanan sepertinya aku sudah sampai disana."Ares menggulung peta itu lalu memasukkannya kedalam saku bajunya.
"aku beruntung memakai baju berlapis-lapis yang membuatku bisa tetap hangat meski disini cukup dingin, meski Cold resistance ku sudah mencapai Level tinggi tapi bukan berarti aku kebal terhadap hawa dingin. aku juga bisa merasakan dingin meski hanya sedikit."Ucapnya sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya.
Ares melihat keluar dan menemukan badai yang Semakin kencang setiap waktu, pohon-pohon yang ada disekitar gua roboh karena terkena terpaan angin kencang.
"Sepertinya aku akan ada disini dalam waktu yang cukup lama. namun jika besok badai belum juga reda terpaksa aku harus menerobosnya. tapi sebelum itu lebih baik aku copot gelang-gelang ini terlebih dahulu agar aku bisa bergerak lebih leluasa nanti."
Ares melepaskan gelang yang ada dikaki dan tangannya satu persatu, lalu setelah itu dimasukkan kedalam Storage Boxnya. lalu mengambil sebuah buku tentang Engineer yang dia dapatkan dulu.
"Dari pada aku tidak ada kerjaan disini, lebih baik aku memperdalam ilmuku tentang Engineer karena aku membutuhkan buku ini nanti untuk membuat Sky Ship."Ucapnya sambil membalik halam demi halaman buku itu.
__ADS_1