
Selama Raid belum dimulai, Ares menyibukkan dirinya dengan latihan Gila-gilaan Dikediaman yang yang dilakukannya hampir setiap waktu, Ia akan berlatih Menusuk, Menebas, memotong, Menarik dan memutar sebanyak 15.000x setiap pagi.
Sisa waktunya ia manfaatkan untuk Melatih fisiknya gila-gilaan sampai larut malam, Nyonya Margaretha memberitahu Ares agar ia tidak berlatih terlalu berat namun Ares hanya mengatakan "Baik Nyonya Margaretha."dia mengucapkan Penuh senyum.
Setelah beberapa hari Raid Tiamat akhirnya dimulai, Sepertinya sebelumnya Ares akan menjadi Pasukan cadangan sementara sisanya akan menyerang dari Setiap sisi yang berbeda.
Guild Pure White akan mengurus Timur, Guild Temple of truth akan mengurus Barat, Guild Searcher akan mengurus Selatan, sementara Guild Black Dagger dan Guild Ayra Gottlich akan mengurus Utara.
Ares diberitahu untuk Bersiap dengan segala kemungkinan karena Ketua Abraham sendiri agak ragu dengan rencana Ini, Meski begitu Ketua Abraham tetap melaksanakan Raid Tiamat.
Ares duduk diatas Menara rumahnya, Ia bisa melihat Banyak Hunter berbondong-bondong Pergi dari kota dan membaginya menjadi empat sesuai dengan yang sudah direncanakan.
Mereka semua memakai perlengkapan terbaik yang mereka miliki, Karena Raid kali ini akan menjadi Raid Dungeon Terbesar dikerajaan Gottlich, Karena Untuk bisa mengalahkan Tiamat Lima Guild besar harus turun tangan sendiri dan ini akan menjadi pertarungan kedua mereka.
700.000 Hunter, 145.000 Paladin dan Priest, 300.000 Prajurit kerajaan dikerahkan untuk membersihkan Pasukan Undead Tiamat, Terdapat 300.000 Hunter lain yang akan menjadi pasukan Bantuan jika salah satu dari kelima Guild mengalami kekalahan ataupun kesulitan.
300.000 Hunter ini akan disuruh siap siaga Dikota Rutherford, para Hunter itu sedang berjalan menjauhi kota dan lama kelamaan mereka mereka menghilang dari pandangannya, Ares turun dari menara lalu berjalan kearah Area latihan dan duduk disalah satu kursi disana.
Ares bisa mendengar Suara orang menyapu tidak jauh darinya, Ares menoleh dan mendapati Nyonya Margaretha sedang menyapu sisi lain Area latihan. Ia menyapu sambil bersenandung kecil.
Ares mengabaikannya dan Fokus untuk mencari Taktik bertempur yang cocok untuk mengalahkan Tiamat, Ratusan Visualisasi Taktik bertempur terpikir didalam Otaknya namun tidak satupun dari ratusan Visualisasi itu yang cocok.
Kurangnya informasi menjadi alasannya, Ia tidak mendapatkan Cukup banyak informasi dan lagi Minimnya informasi tentang Tiamat membuat Ares sulit untuk berpikir.
Meski begitu, Ares tetap mencari Taktik bertempur yang cocok dengan harapan ini dapat menjadi kunci kemenangannya nanti.
Ares sebenernya berencana untuk membunuh Tiamat saat ia sudah sekarat melawan 5 Guild besar, Dengan begitu dirinya akan menyelesaikan Quest dengan mudah dan tanpa terluka.
Ares juga berniat mengeluarkan Seluruh kekuatannya dalam Rencana kali ini, Namun ia tidak ingin identitasnya terbongkar, Armor, Pedang, tameng, Aksesoris yang dia pakai akan menjadi Hal yang pertama kali dicari oleh mereka.
__ADS_1
Ares tidak bisa mengambil Resiko Identitasnya terbongkar, maka dari itu akan menyamar menggunakan topeng sementara Perlengkapannya akan sedikit ia rubah warnanya menggunakan Item-item yang ia beli Dishop Item.
Item-item yang ia beli dapat membuat warna Perlengkapan akan tersamarkan dan yang lebih penting ini tidak permanen, Efek ini akan hilang setelah sehari digunakan.
"Baiklah, Sudah saatnya Rencana dijalankan."Ucapnya berjalan menuju Engineer Room. Tempat dia merubah tampilan Perlengkapannya.
Ares mengunci Pintu baru setelah itu ia mengeluarkan Item-item yang akan ia pakai. Ares Mengaktifkan The night Armor Of Disaster lalu mengeluarkan Sword of Erebus dari storage Box.
Ares mengambil item berbentuk Bola, Item itu adalah Silver Essencen yang dapat merubah warna selama sehari, Ares menggenggam bola itu lalu menempelkan kearmornya.
Seketika bola itu menyatu dengan armornya dan dalan sekejap Armornya Berubah warna menjadi perak, Ares cukup puas dengan item ini dan melanjutkannya.
Ares mengambil Sword Of Erebus lalu mengambil sebuah ramuan Berwarna putih, Ares menuangkan ramuan itu dan warna dari sword Of Erebus berubah menjadi perak, Ares juga menuangkan ramuan ini ke Shield of Erebus dan hasilnya sama.
"....mmmm...... Cukup Bagus dan sekarang tinggal bagian terakhir. Aku harus pilih Helm Atau topeng?."Ares mengusap dagunya.
Helm ini memiliki penampilan tertutup dan cocok untuknya dan ia juga tidak perlu mewarnai helm ini karena helm ini sudah berwarna silver.
"Aku penasaran dengan deskripsi item...."Ucapnya lalu memeriksa deskripsi Helm itu.
[ Royal Knight Helmet
tingkat : Rare
Persyaratan : Lvl 50+
Sebuah helm ini pernah dipakai Kstaria kerajaan, Dengan Helm ini Resistensi terhadap Dark magic akan sedikit meningkat dan bagian kepala akan terlindungi sepenuhnya.
Efek : Strength 5+. Agility 7+. stamina 9+. ]
__ADS_1
"Cukup lemah namun lebih baik dari pada tidak ada, Dan sekarang semua telah lengkap. Tinggal menunggu waktu saja."Ucapnya lalu menghilangkan semua Item-item Itu.
***************
"Serang!."Seru Seorang Pria.
Hunter-hunter Tanpa disuruh langsung menerjang pasukan Undead Tiamat yang ada didepan mereka, Bentrokan hebat antara manusia dan Undead terjadi amat hebat.
Pasukan yang kebanyakan diisi Hunter menerjang Barisan pertahanan yang Pasukan Undead Tiamat buat, mereka semua terus mengayunkan Senjata mereka masing-masing tanpa kenal lelah.
Para Paladin tidak mau kalah dan ikut maju menyerang, Mereka semua menggunakan Peralatan yang sudah diberi magic tipe Holy yang menjadi kelemahan utama Monster tipe Undead. Mereka semua dengan mudah menguasai Alur pertarungan namun Hal yang tidak diduga-duga datang.
Dari barisan paling belakang pasukan Undead Tiamat, terlihat Ratusan Undead yang dikenal sebagai Death Knight datang kearah mereka, Para Paladin menyuruh para Priest dibarisan belakang untuk merapalkan Mantra.
Ratusan Death Knight itu makin mendekat dan akhirnya masuk kemedan pertempuran, Mereka semua menyerang secara membabi buta dan terus menyerang Pasukan Hunter hingga harus mundur.
Ketika mereka hendak mundur Siluet seorang Wanita cantik berambut putih terbang diatas mereka, Hawa dingin mulai terasa dan beberapa lingkungan Magic muncul didepan Wanita itu.
"{ Ice Age }"
Seketika Medan Pertempuran berubah menjadi Padang Salju dan pasukan Undead Tiamat dibuat membeku olehnya, Ratusan Death Knight yang menyerang juga ikut terkena dan membeku.
Pasukan Hunter yang melihat hal itu tidak menyia-nyiakan kesempatan, mereka semua kembali kemedan pertempuran dengan semangat juang tinggi, Satu demi satu death knight mati dan hingga akhirnya mereka semua tidak tersisa.
Ratusan Death Knight itu mati dan pasukan Undead Tiamat dibuat tidak bisa bergerak, membuat Pasukan Hunter menjadi lebih beringas menyerang.
"...mmm... mereka semua terlalu bersemangat."Ucap Selena sambil memandangi Pertempuran dibawahnya. ia lalu mengubah pandangan kearah Tempat Tiamat berada, Ia Mencengkram Erat Staffnya"Perasan tidak enak apa ini?."ucapnya heran namun ia mengalihkan pikiran tidak berguna itu dan fokus kedalam pertempuran.
Berkat Bantuan Selena, Undead merepotkan seperti, Death Knight, Lich, Skeleton Mage dan yang lain bisa diatasi dengan mudah dan pasukan Undead Tiamat yang berada disini tinggal sedikit dan tinggal menunggu waktu untuk mereka bisa bergerak maju.
__ADS_1