Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
171.Pembangunan Kota


__ADS_3

Dengan tumbuhnya Pohon Dunia rencana pembuatan kota langsung berjalan dan material-material bangunan sudah dikirim ketempat yang sudah ditentukan. Proses pembuatan kota dimulai dengan menebang pohon dalam jumlah besar untuk dijadikan lahan pembuatan rumah nantinya.


Untuk mempercepat proses pembuatan Kota Gerald dan Catherine mengerahkan Golem batu dan Orc Mountain sebagai tenaga kerja dengan para insinyur handal yang akan membantu dalam proses pengerjaan.


Kota ini dibangun dan dirancang dengan memperhitungkan faktor Geografis dan Arsitektur, termasuk bangunan, fasilitas dan dataran yang memaksimalkan pertahanan pertahanan terbaik nantinya.


Oleh karena hal itu Catherine yang memang pada dasarnya tidak ada kerjaan memutuskan untuk membantu merancang dan membangun kota tersebut.


Kota ini Ares rancang untuk bisa menampung banyak warga dengan berbagai ras dan suku, Maka dari itu Ares merancang kota ini menjadi dua bagian.


dibaginya kota ini karena untuk meminimalisir terjadi bentrok antar ras dan untuk memberikan rasa aman kepada orang-orang yang memiliki trauma terhadap Ras lain. Ares sengaja membuat hal ini untuk menjadikan kota ini sebagai tempat tinggal semua ras.


Distrik Demi-Human menjadi tempat tinggal Ras selain manusia dan Distrik All-For One menjadi tempat ras manusia atau ras lain tinggal bersama dan saling bertetanggaan.


Ares juga merancang untuk membangun Distrik Shopping, Distrik Weapon Manufacturing Blacksmith dan Distrik-distrik lainnya yang saat ini masih dalam bentuk rencana.


Catherine memperkirakan kota yang Ares bangun akan rampung dalam waktu beberapa bulan, melihat dari tenaga kerja yang tidak kenal lelah serta material-material bangunan yang memadai.


**********************


Istana Edelstein merupakan istana yang ada berada diPohon Dunia untuk lebih tepatnya Istana ini menempel pada Pohon Dunia, sebuah Istana megah nan besar dengan fasilitas lengkap dan dengan ratusan kamar membuat Istana ini jauh lebih besar daripada Kastil Terrarium.


Istana ini adalah tempat bagi dirinya tinggal disini, karena tempatnya yang luas dan megah Ares memerintahkan semua bawahannya untuk pindah kemari dan menemani dirinya, hitung-hitung sebagai penjagaan.


Ares mendapatkan sebuah kamar besar dengan fasilitas setara bahkan lebih dari seorang Raja dengan balkon yang tepat mengarah ke kota, sementara para bawahannya mendapatkan kamar yang tidak kalah dengannya.


Istana ini dilengkapi dengan Ruang rapat dengan meja melingkar dengan simbol Pohon Dunia serta, ruang takhta yang tampak amat mewah dengan Singgasana Obsidian berukuran raksasa.


Sementara itu Ares duduk di balkon kamarnya sambil melihat pemandangan Kota yang akan dibangun, disekitar Pohon Dunia terlihat banyak pekerja yang bekerja keras untuk membangun pondasi bangunan.


"Pembangunan kota baru berjalan 10%, ini cukup cepat padahal pembangunan baru dimulai 2 minggu yang lalu."


"Itu wajar karena kau melibatkan Golem, Orc dan Dark elf dalam pembangunan. jika kau hanya menggunakan tenaga manusia saja tentu saja pembangunan akan memakan waktu lama.


"


Ares mengangguk"Kau benar kakek, aku beruntung memiliki penduduk campuran seperti mereka."Ares berjalan lalu duduk dikursi dan Long Yuan duduk didepannya.

__ADS_1


Tidak lama setelah mereka duduk Ulbert datang sambil membawa sesuatu ditangannya, dia berlutut lalu berkata"Tuan, saya berhasil membuat Elixir dari Ginseng beku seribu tahun yang anda berikan sebelumnya, saya juga mencampurkan bahan-bahan penyempurna yang membuat kandungan Mana didalam Elixir ini meningkat 2 kali lipat."


Ares mengangkat satu alisnya lalu tersenyum"Kerja bagus, Ulbert. jadi dimana Elixir itu?."Ujar Ares sambil melihat Ulbert.


Ulbert memberikan dua botol transparan berisi cairan putih kebiruan, yang memancarkan Mana dalam jumlah besar. Ares menerima dua Elixir itu lalu tersenyum"Kemampuanmu sebagai Master Alcemist memang sangat hebat, kau mampu melipat gandakan Mana yang terkandung hanya dengan menambahkan beberapa bahan. Kerja bagus, Ulbert."Ujar memuji Ulbert.


Ulbert bergetar senang karena dipuji oleh Ares lalu berkata"Saya merasa senang..."Ujar Ulbert dengan suara pelan.


Ares mengangguk lalu memperhatikan Elixir ditangannya, dengan bantuan kedua Elixir ini tidak akan sulit bagi dirinya untuk mencapai Star Circle Ke-8 atau Ke-9, melihat banyaknya Kandungan mana dalam Elixir ini. tapi yang membuat Ares kekhwatir saat ini adalah efek samping saat dia meminumnya.


Jika dia meminum kedua Elixir dan melakukan sedikit kesalahan saja, bisa dipastikan tubuhnya akan meleleh semua tanpa menyisakan tulang. Ares memang serakah tapi keselamatannya jauh lebih penting daripada keserakahannya.


"Ulbert, berikan ini kepada Mary."Dia memberikan salah satu Elixir tersebut, Ulbert menerima dengan wajah kebingungan lalu berkata"Tuan, kenapa anda tidak memakai semuanya? jika anda memakai semuanya mungkin anda akan mencapai ranah Grand Master."Tanya Ulbert heran.


"Mary jauh lebih membutuhkan Elixir itu ketimbang diriku, karena dia yang memiliki paling sedikit Star Circle diantara kita. pasti kau berpikir kenapa Yuto tidak disebutkan, alasan aku memilih Mary karena dia lebih berpengalaman dalam mengelola Mana dalam jumlah banyak, sementara Yuto belum terlalu berpengalaman yang membuatku khawatir jika dia kenapa-kenapa. ditambah lagi terdapat sebuah janji yang harus aku tepati."Tuturnya dengan tenang.


Seketika itu Ulbert langsung menyadari betapa perdulinya Ares dengan bawahannya, sampai dia memikirkan seperti itu.


Ulbert mengangguk"Baik Tuan, jika itu mau anda maka saya akan mengantarkan ini kepadanya, kalau begitu saya pamit undur diri."Ulbert berjalan menjauh dari mereka dengan suasana hati senang.


Ares duduk sila lalu mulai mengelola seluruh Mana yang berasal dari Elixir itu, Mana yang terkandung didalamnya luar biasa banyak sampai Ares sendiri sulit untuk menyalurkan semua keseluruh sirkuit Mananya.


Ares mencoba untuk mengalirkan semua Mana didalamnya tubuhnya kesirkuit Mana miliknya lalu perlahan mengelolanya dan mengalirkan kejantungnya.


keringat perlahan membasahi tubuhnya dan dirinya perlahan mulai membentuk Star Circle didalam dirinya, dia memadatkan Mana didalam tubuhnya sampai sepadat mungkin lalu membentuk menjadi Star Circle. proses pembentukan Star Circle adalah yang paling menguras stamina karena seluruh Mana yang diserap harus dipadatkan sepadat mungkin lalu dibentuk menjadi Star Circle.


Proses ini bisa terjadi ratusan bahkan ribuan kali karena Mana yang dibentuk menjadi Star Circle harus sangat padat agar tidak pecah atau hancur pada saat proses pembentukan.


Ares mulai membentuk Star Circle didalam tubuhnya lalu keringat mengucur deras dan membasahi tubuhnya, rasa sakit mulai terasa dan Star Circle perlahan mulai terbentuk dan beberapa saat kemudian ledakan teredam keluar dari dalam dirinya.


Itu adalah tanda dirinya menjadi orang yang memiliki 8 Star Circle, namun Ares tidak terlalu senang karena Mana didalam tubuhnya masih sangat banyak dan dia mulai melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.


Meski keringat mengucur deras, jantung berdetak kencang dan notifikasi System berdering, tidak membuat konsentrasi pecah karena dia tahu resiko apa yang akan dia dapatkan jika konsentrasi terganggu.


Ares melakukan pembentukan Star Circle lagi-lagi dan lagi sampai Kandungan Mana dalam Elixir yang dia minum habis, rada sakit menjalar keseluruh tubuhnya tidak membuat dirinya menyerah, malahan rasa sakit itu yang memberinya semangat untuk terus maju dan berjuang sampai titik darah penghabisan.


*********************************

__ADS_1


Kastil kediaman Alpha tinggal ditempati oleh beberapa orang yang merupakan anak dari Pelayan disini, Margaretha. dia adalah ibu dari lima anak yang merupakan seorang janda yang Ares perkerjakan dulu.


Bersama dengan Sebastian ( Nama Samaran Damon ) dan Hassan ( Nama Samaran Eizen ) mereka berkerjasama mengurus kastil ini bersama dengan anak-anaknya. alasan kenapa Tuannya tidak mempekerjakan lebih banyak pelayan karena Tuannya adalah orang yang tidak terlalu suka keramaian.


Ditambah lagi dengan ukuran kastil ini yang kecil dan memiliki sedikit kamar meski luas membuat pekerjaan mereka tidak terlalu berat tapi juga tidak terlalu ringan, ditambah lagi gaji besar dengan asuransi kesehatan membuat dirinya betah tinggal disini.


Terutama melihat anak-anaknya yang rajin berlatih dengan Hassan Dan Sebastian, Hassan mengajarkan anak-anaknya cara berpedang serta pengetahuan tentang peperangan sementara Sebastian mengajarkan cara bertarung tangan kosong, memasak serta pengetahuan-pengetahuan dasar lainnya.


Namun saat mereka berdua menghilang semua anak-anaknya menjadi murung, bagi anak-anaknya Sebastian dan Hassan sudah menjadi sosok Guru yang mengajarkan mereka banyak hal.


Dan saat ini dirinya hanya bisa menatap anak-anaknya dengan sedih, mereka berada di lapangan latihan dan mengayunkan senjata mereka dengan lesu dan tidak bertenaga.


Margaretha menghela nafas berat"Haduh... bagaimana ini? bagaimana caraku membuat mereka bersemangat kembali?."Tanya Margaretha kebingungan, sudah sejak lama anak-anaknya seperti ini dan tidak mengalami perubahan apapu. dia tidak bisa berbuat banyak karena Zero saat ini sedang sangat sibuk dengan pekerjaan yang ada di Asosiasi Hunter.


Margaretha hanya bisa berkonsultasi pada Zero yang ada di Asosiasi Hunter, walaupun jarak mereka cukup dekat Margaretha tidak ingin mengganggu pekerjaan Zero.


Regina yang sadar ibunya memperhatikan mereka lalu menghampirinya"Ada apa ibu?."Tanya Regina dengan heran.


Margaretha tersentak kaget melihat regina yang sudah ada didepannya"Eem... tidak apa-apa Regina. ibu hanya melamun tadi. sana lanjutkan latihanmu."Ujar Margaretha dengan senyum canggung sambil mendorong Regina.


Regina terlihat heran dengan ibunya yang terlihat agak aneh akhir-akhir ini, Regina menghela nafas lalu membosankan melanjutkan latihannya dengan Saudari-saudarinya yang lain.


Margaretha menghela nafas lega"Tadi hampir saja."


"Hampir apa?."Zero berdiri disampingnya tiba-tiba yang membuatnya kaget setengah mati, beruntung dia tidak berteriak saat Zero mengagetkannya tadi.


"Tuan! tolong jangan mengagetkan saya! jantung saya hampir copot tahu!."Ujar Margaretha marah dan menggembungkan pipinya.


Zero terlihat heran"Maaf bukan maksudku mengagetkanmu barusan, aku hanya heran melihatmu tampak murung tadi. apa ada masalah? jika ada aku bisa membantu, mungkin?."Zero menggaruk pipinya.


Margaretha melebarkan matanya lalu menghela nafas panjang, lalu menceritakan yang sebenarnya terjadi pada kelima anaknya. setelah mendengarkan ceritanya Zero terlihat memikirkan sesuatu sampai dia terlihat serius sambil mengusap dagunya.


"Margaret kau tidak perlu khawatir tentang hal ini, aku akan bertanggung jawab penuh..."Zero meletakan tangannya dikepala Margaretha, Margaretha langsung tersipu malu saat Ares mengusap-usap kepalanya.


Dia lalu beranjak pergi menuju tempat anak-anak Margaretha berada, dengan senyum misterius diwajahnya.


"Peristiwa ini mungkin akan menjadi kesempatanku membangkitkan JobClass Saintess yang ada di dirinya..."Gumamnya dengan dingin.

__ADS_1


__ADS_2