Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
219.Kalian Saat Ini Memiliki Tiga Pilihan


__ADS_3

Setelah menerima kata-kata dari Raja Petersburg, Party Hero dan Jenderal Nero menikmati jamuan sama seperti tamu yang lainnya. Mereka berbaur dengan para bangsawan dan saling mengobrol satu sama lain.


Party Hero dan Jenderal Nero tampak menjadi pusat perhatian dalam jamuan ini, banyak bangsawan yang mengerumuni mereka dan memberikan mereka berbagai macam pujian dan sanjungan.


Pujian-pujian yang dilontarkan para bangsawan tampak terlalu dilebih-lebihkan, pujian-pujian itu hanya semata-mata untuk menjilat Party Hero agar memiliki hubungan dengan mereka.


Mereka yang mendengar pujian-pujian dan sanjungan itu hanya menanggapi pujian-pujian itu dengan senyum lebar.


"Huh..... Dari awal aku sudah tidak setuju ikut kedalam jamuan ini." Gumam Viktor pelan.


"Biarkan saja, lagipula tidak ada ruginya bagi kita." Ujar Danzel dengan tampang bosan, dirinya juga kesal sama seperti Viktor yang membedakan adalah dirinya yang tidak terlalu memikirkan hal itu.


Disaat yang lain sibuk meladeni para bangsawan yang tidak henti-hentinya memberikan pujian dan sanjungan, Viktor, Eric dan Alice lebih fokus mencari orang yang selama ini mereka pertanyakan keberadaannya.


"Aku tidak melihat Tuan Ares, apa dia tidak ikut dalam jamuan ini?."


"Tidak, dia ikut, hanya saja dia pasti sedang berada di tempat lain." Viktor berkata demikian karena berdasarkan perkataan para bangsawan, keluarga Dunkenheit ikut dalam jamuan ini bersama dengan Ares.


Karena tidak menemukan keberadaan Ares mereka memutuskan untuk berpencar mencarinya, karena terdapat hal penting yang harus mereka bicarakan pada Ares.


Setelah beberapa saat mencari Alice menemukan Ares, dia dengan segera memanggil Viktor dan Eric. Lalu menghampiri Ares secara bersama-sama.


"Tuan Ares. Lama tidak bertemu."


Ares membalikkan badannya dan sedikit menaikkan alisnya, Ares memandangi mereka dari atas sampai bawah sebelum berbicara.


"Kalian sudah jauh lebih kuat semenjak pertemuan kita pertama kali ya." Ares tersenyum tipis, perubahan penampilan yang terjadi pada mereka cukup siginifikan sampai tidak bisa dikenali.


Bukan hanya penampilan, tapi aura dan kekuatan mereka juga meningkat secara signifikan dan hampir membuat Ares sendiri kaget. Peningkatan kekuatan mereka jauh diatasnya yang berarti mereka bisa jauh lebih kuat darinya.


"Anda bisa saja. Ah ya benar, apa anda punya waktu sebentar? Ada yang ingin kami bicarakan pada anda." Eric tidak menyembunyikan niatnya untuk berbicaranya dengan Ares, bukan hanya dirinya tapi Viktor dan Alice juga tampak demikian.


"Ya aku bisa, tapi dimana Danzel? Bukannya dia juga salah dari Hero? Kenapa dia tidak diajak?”


"Itu... Akan kami jelaskan nanti. Terlebih dahulu kota harus membicarakannya sekarang...." Viktor berbicara sambil melihat sekelilingnya, Eric dan Alice juga bersikap sama, Viktor lalu mendekat dan membisikkan sesuatu.


"Ini berhubungan dengan anda yang bicarakan pada kami terakhir kali...." Bisik Viktor dengan sangat pelan, sebelum mundur dan mengangguk kepalanya pada Ares.


Ares mengerutkan keningnya dan melirik kekanan dan kekiri, dia bisa merasakan dengan jelas terdapat banyak orang yang memperhatikan mereka. Para pelayan yang ada juga adalah assassin yang diperkerjakan untuk memata-matai para bangsawan maupun Party Hero.

__ADS_1


Ares mengangguk pelan"Baiklah... Ikuti aku." Ares memimpin jalan sambil melirik ke sekitarnya dengan tajam, tampak para bangsawan dan pelayan menghindari bertatapan mata dengannya.


Setelah berjalan beberapa saat Ares mengarahkan mereka ke sebuah balkon yang terletak diluar istana, sebuah balkon berukuran kecil dengan empat buah kursi.


"Kalian duduklah dulu." Ares mempersilahkan mereka duduk terlebih dahulu, mereka duduk dan memperhatikan Ares memasang sesuatu di sekeliling mereka.


"{ Anti-Information Magic


Wall }." Ares memasang sihir yang berguna mencegah pengawasan dari orang lain, dan membuat area yang ada di dalam cakupan mantra sihir menjadi kedap suara dan aman dari pengawasan.


"Padahal aku baru saja ingin menggunakannya, tapi Anda sudah lebih dulu menggunakannya." Eric tersenyum tipis, mantra sihir yang baru saja Ares gunakan merupakan mantra sihir yang sering dia gunakan untuk mendiskusikan hal-hal penting dengan Viktor dan Alice.


Ares tersenyum tipis lalu duduk ditengah, dan melipat kedua tangannya. Ares mengeluarkan aura keseriusan yang terlihat dengan jelas dari tatapan matanya.


"Jadi apa yang kalian ingin bicarakan padaku? Dan kenapa aku?." Ares memberikan tatapan tajam dan penuh tanda.


Viktor, Eric dan Alice saling memandang. Punggung mereka basah karena keringat dingin yang dihasilkan dari aura intimidasi yang Ares keluarkan.


Eric menghela nafas panjang"Tuan Ares, alasan kami memanggilmu karena perkataan yang anda ucapkan pada kami pertama kali sepertinya benar-benar terjadi..." Viktor memasang wajah serius.


Ares mengangkat alisnya"Apa maksudmu?."


Eric secara keseluruhan menjelaskan situasi dan kondisi mereka saat ini, Ares hanya menjelaskan dengan memasang wajah serius.


"Jadi begitu ceritanya, Tuan Ares...." Eric menutup penjelasannya, dan menunggu tanggapan dari Ares.


Ares hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya, berdasarkan cerita Eric Keluarga Kerajaan lebih tepatnya Raja Petersburg telah melakukan langkah untuk menguasai mereka sepenuhnya. Dia memberikan banyak sumberdaya dan potion-potion yang berguna menambah kekuatan secara signifikan pada mereka.


Tanpa Raja Petersburg sadari jika Eric mengetahui khasiat dari beberapa sumberdaya yang dia berikan pada Party Hero.


Sumberdaya yang diberikan Raja Petersburg memiliki khasiat mengikis jiwa dan kemanusiaan orang yang menggunakan sedikit demi sedikit jika digunakan secara terus menerus, jika digunakan dalam jangka waktu panjang maka efeknya bisa membuat jiwa menjadi rusak dan kemanusiaan menjadi lenyap.


Mengetahui hal itu dia segera memberitahu teman-temannya yang lain, tapi sayangnya tidak banyak yang mempercayai perkataannya. Hanya beberapa orang termasuk Viktor dan Alice yang mempercayai perkataannya.


"Aku tidak menyangka orang tua itu akan melakukannya secepat ini, apa ini karena perebutan kekuasaan?." Ares mengusap dagunya, dia berpikir kemungkinan Raja Petersburg ingin menggunakan Party Hero untuk mengamankan posisinya sebagai seorang raja.


Dukungan dari para bangsawan dan Lima Keluarga Besar menjadi titik ukur siapa yang menjadi Raja nantinya, dengan menggunakan Party Hero untuk mengamankan posisi akan menjadi cara yang paling efektif.


"Berapa banyaj sumberdaya yang sudah kalian gunakan?."

__ADS_1


"Orang yang mempercayai perkataan saya hanya menggunakan sumberdaya yang saya sarankan saja, tapi orang-orang yang tidak mempercayai saya menggunakan sumber dari Raja Petersburg dengan jumlah yang tidak masuk akal, anda bisa melihat perbedaan kekuatan kami dengan mereka, bukan?." Eric menghela nafas panjang.


Ares mengusap dagunya, dia berpikir jika perbedaan kekuatan di dalam Party Hero terjadi karena jobclass yang dan peran mereka dalam pertempuran, tapi dia tidak mengira ini terjadi karena hal itu.


Jika jumlah sumberdaya yang mereka konsumsi mencapai angka yang fantastis, maka tidak heran jiwa dan kemanusiaan mereka menjadi rusak. Itu terlihat dari mata mereka yang seakan tidak memiliki jiwa ataupun perasaan.


"Ini rumit.... Dan ini informasi yang baru ini kudapat." Ares sendiri merasa heran, dia memiliki jaringan informasi hebat di dalam istana kerajaan yang membuat tidak mungkin ada informasi yang tidak dia ketahui, mendengar cerita dan perkataan mereka tentu membuatnya kebingungan.


"Jaringan informasi yang ku buat seperti tidak cukup luas untuk sampai ke informasi ini, ini berarti informasi ini benar-benar sangat dirahasiakan sampai jaringan informasi ku sendiri tidak dapat menangkapnya...." Ares menghela nafas panjang, dia lalu menyenderkan tubuhnya pada senderan kursi.


"Jika tebakanku benar teman-teman kalian sekarang berada dibawah pengaruh cuci otak."


"Kalau mereka tercuci otak kenapa Danzel tidak terkena juga? Danzel adalah orang yang paling banyak menggunakan sumber dari Raja Petersburg, tapi kenapa dia tidak kena?." Tanya Eric keheranan, mereka semua tahu Danzel adalah orang yang paling banyak menggunakan sumberdaya dari Raja Petersburg, bersamaan dengan yang lain.


"Ini hanya teori ku jadi kalian bebas mempercayai atau tidak. Sepertinya teman kalian, Danzel. Sudah bekerjasama dengan Raja Petersburg untuk mencuci otak teman-teman kalian, atau, dia memiliki resistensi pada sumberdaya yang memiliki efek merusak jiwa..." Kata Ares, meski terdengar meyakinkan Ares sendiri tidak yakin dengan teorinya.


Jika benar Danzel memiliki resistensi terhadap sumberdaya yang memiliki efek merusak jiwa maka tidak heran dia terkena pencucian otak, padahal dia memakai sumberdaya paling banyak.


"Itu masuk akal." Eric menganggu setuju, melihat orang terpintar diantara mereka setuju dengan perkataan Ares membuat Viktor dan Alice mau tidak mau mempercayai hal tersebut.


"Ummm... Tuan Ares, sekarang apa yang kami harus lakukan?" Tanya Alice dengan lemas, yang terjadi pada mereka saat ini benar-benar sesuai dengan Ares katakan waktu pertama kali mereka bertemu, makanya mereka bertemu dengan Ares dan menceritakan semuanya, berharap Ares memiliki jalan keluar atas permasalahan mereka.


Melihat ketidak berdayaan mereka membuat Ares sedikit senang, dia tidak mengira prediksi benar-benar menjadi nyata.


Ares menghela nafas dan mengangkat tiga jari tangannya"Kalian saat ini memiliki tiga pilihan."


"Tiga pilihan? Apa saja itu?."


Ares tersenyum dan menjelaskan ketiga pilihan yang dka katakan sebelumnya. Viktor, Eric dan Alice hanya terdiam membisu mendengar pilihan yang Ares berikan pada mereka.


**************


Pengumuman!!


Baru-baru ini Writer mengalami musibah saat pulang dari kampung, writer jadi korban hipnotis saat di terminal bus Hp, dompet dan segala barang berharga yang Writer bawa hilang! Kejadian kali ini benar-benar membuat mental writer jadi drop.


Kemungkinan Writer tidak bisa menepati janji Writer sebelumnya untuk crazy up. Sampai kesehatan mental writer puluh sepertinya Writer akan kesulitan untuk update chapter baru.


Tapi kalian tidak perlu khawatir writer akan berusaha semaksimal mungkin untuk update chapter baru meski kondisinya tidak memungkinkan!!

__ADS_1


Bye-bye


__ADS_2