Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
198.Invasi Pasukan Demon God IV


__ADS_3

Ares mengayunkan kedua pedangnya dengan sangat cepat dan memotong semua iblis yang ada didepannya, dia bergerak dengan kecepatan tinggi dari satu sisi kesisi yang lain sembari memotong dan membunuh semua iblis yang ada didepan matanya.


Tidak ada satupun iblis yang bisa melihat pergerakan dari Ares, mereka sama sekali tidak bisa merasakan ataupun melihat pergerakan Ares yang tahu-tahu sudah membunuh dan memotong tubuh mereka. Ares juga dengan senyum mengerikannya membunuh tanpa memperdulikan tatapan ketakutan orang lain yang ada disekitarnya.


Amelia maupun para Hobbit sama sekali tidak menyangka Ares akan menjadi orang yang kuat dan menyeramkan seperti sekarang, meski mereka saat ini sedang berhadapan dengan iblis asli rasanya Ares saat ini lebih mirip seperti iblis asli. bahkan para iblis saja ketakutan melihat sosok Ares yang nyatanya lebih mirip seperti seorang iblis ketimbang mereka para iblis.


Ayunan dari kedua pedang yang ada ditangannya langsung memotong kepala para iblis yang ada didepannya, semakin banyak darah yang ada disekitarnya semakin menggila dirinya. rasanya saat ini Ares sedang menumpahkan segala kekesalan, kemarahan dan kemurkaan pada para iblis.


Para iblis yang melihat Ares jauh lebih iblis ketimbang mereka, memilih untuk lari dari sana secepat mungkin. tapi Ares bisa melihat semua pergerakan mereka yang disaat mereka berlari, kepala mereka menggelinding kebawah dan tubuh mereka jatuh seperti boneka yang kehilangan benangnya.


Suara tawa yang mengerikan, dengan wajah yang tersenyum bengis dan tubuh yang bermandikan darah dia mengayunkan kedua pedangnya dan memporak-porandakan iblis yang berhadapan dengannya.


"Dunkenheit Sword Art : Tricut!."Dengan dua pedangnya dia membuat tiga tebasan dimasing-masing pedangnya, yang menciptakan enam tebasan yang memotong dan memenggal iblis yang ada dihadapannya.


"Dunkenheit Sword Art : Twofold Strike!."Dia mengayunkan kedua pedangnya Secara bersamaan dan seketika itu tercipta dua tebasan ganda yang membelah udara.


Prajurit iblis yang ada terkena serangan tadi langsung terbelah berserta semua yang ada dibelakangnya, serangan itu tidak berhenti sampai disitu dan masih memotong rumah yang menjadi tempat dimana iblis-iblis bersembunyi.


"Jadi begitu ya, kalian bersembunyi di rumah-rumah penduduk rupanya! kalau begitu aku tidak akan segan!."Ares memasang kuda-kuda dan setelah itu menurunkan kuda-kudanya.


Ares memejamkan matanya lalu kembali membuka matanya"Dunkenheit Sword Art : The Blade Dance of Annihilation."Seketika itu Ares bergerak dari satu tempat ketempat lainnya dengan gerakan yang sangat cepat dan tidak terbaca sama sekali.


Setiap ayunan pedang yang dilayangkan memotong rumah-rumah disana bersama dengan para iblis yang bersembunyi didalamnya, dia terus bergerak seakan-akan tidak ada yang menghalangi dan setiap gerakannya mengikuti ritme dari ayunan kedua ayunan pedangnya.


Dia membunuh para iblis dengan brutal dan berdarah membuat siapapun mengira Ares mungkin seorang iblis, tapi gerakan-gerakan yang Ares tampilkan terasa indah namun mematikan bagi mereka yang bisa melihat pergerakannya.


Setiap tebasan dari kedua pedangnya tidak pernah berhenti memotong tubuh para iblis, dia tampak begitu semangat dan senang setiap membunuh para iblis. ekspresi wajah kenikmatan dan kegembiraan selalu dia tampilkan setiap dia membunuh para iblis.


Para iblis yang terbunuh olehnya, mati dengan tubuh terpotong, kepala terpenggal, organ-organ dalam keluar dan yang membuat pemandangan kota disana seperti neraka yang ditutupi oleh organ-organ tubuh para iblis.


Darah mengalir tiada hentinya setiap Ares bergerak, darah para iblis yang dia bunuh menggenang dibeberapa tempat dengan potongan-potongan tubuh para iblis. meski tempat itu tampak begitu mengerikan tidak ada satupun dari bawahan Ares yang tampak terganggu dengan hal itu.


Malahan sebaliknya. mereka tampak begitu bersemangat setiap Tuan mereka menunjukkan jurus-jurusnya. setiap dari gerakan yang Ares tampilkan terasa begitu indah bagi mereka yang bisa mengikuti pergerakan dari Ares.


Amelia dan para Hobbit yang melihat pemandangan didepan mereka, dibuat mual sampai muntah-muntah karena hal tersebut. bagi mereka yang tidak biasa dengan peperangan wajar bagi mereka mual atau muntah-muntah saat pertama kali melihatnya.


Padahal hal seperti ini bisa ditemui hampir disemha garis depan yang melawan Pasukan Demon God.


"Nona Muda, Tuan Ares kenapa begitu mengerikan? apa dia memiliki kepribadian ganda sehingga bisa menjadi mengerikan seperti itu?."


Yang berbicara adalah Hobbit dengan level tertinggi diantara mereka, Hobbit itu merasa tidak percaya dengan sosok Ares yang semula seperti seorang malaikat menjadi iblis bengis yang memotong apapun yang menghalanginya.


"Urrrgeeh! entahlah aku pun tidak tahu, tapi yang pasti sekarang kita bisa bernafas lega karena setidaknya kita bukan musuhnya."Ujarnya yang menahan rasa mual dan merasa bersyukur Ares berada disisinya.


Sudah menjadi sebuah mimpi buruk Pasukan Demon God yang dipimpin Demon King Dragster menginvasi Kerajaan mereka, mereka tidak ingin mimpi buruk itu menjadi semakin buruk jika Ares menjadi musuh mereka.


Tentu saja, siapa yang percaya sosok kalem, berkharisma, tampan dan berwibawa menjadi seorang yang lebih mirip seorang iblis. siapapun orang yang pertama kali melihat Ares pasti tidak akan menyangka jika Ares merupakan seorang yang amat kejam kepada musuhnya.


Amelia maupun para Hobbit merasa amat bersyukur mereka Ares menjadi teman dan buka musuh mereka, jika Ares menjadi musuh mereka. mimpi buruk paling mengerikan mungkin akan menghantui seluruh Kerajaan Erde's.


"Kita harus cepat-cepat memberitahu Yang Mulia dan Enam Dewan untuk tidak mengganggu Tuan Ares."


"Ya, Nona Muda. kami akan secepatnya mengirim pesan ke istana kerajaan!."


Amelia Mengangguk pelan dan menatap segerombolan iblis yang datang kearah mereka, Amelia menghela nafas panjang lalu menarik dua buah kapal dari cincin spatialnya dan mengarahkannya pada gerombolan iblis itu.


"Mati!!."

__ADS_1


Amelia dan para Hobbit langsung melesat menyerang gerombolan iblis yang ada didepan mereka. sementara itu Damon, Vlad dan Ulbert telah mengurus pasukan Demon God lain yang ada didalam kota.


Menjadikan jumlah iblis yang ada didalam kota turun drastis dari waktu ke waktu. jumlah itu terus menurun karena Ares hampir membantai semua iblis yang ada dikota sendirian.


Hanya bermodalkan dua bilah pedang dia hampir membabat habis semua iblis yang ada dikota.


Dengan tubuh berlumuran darah para iblis dia berdiri diatas gunungan besar mayat para iblis, itu adalah satu dari banyak gunungan mayat iblis yang ia bunuh.


"Damon, berapa banyak Dwarf dan Hobbit yang selamat disini? dan berapa banyak yang terluka?."


"Dari penjara-penjara yang saya datangi, setidaknya terdapat 16.483 Dwarf yang masih hidup dan berada didalam penjara saat ini. dan 1.206 Hobbit yang masih hidup."


"begitukah? Kalau begitu bebaskan mereka semua. kota ini mungkin bukan satu-satunya kota yang telah dikuasai Pasukan Demon God."


"Baik, Tuan."


Setelah itu Damon menghilang dari sana dan pergi untuk membebaskan para sandera, dengan kecepatannya yang bisa berpindah-pindah tempat dari bayangan yang ada pada suatu objek membuat dia bisa dengan mudah sampai kesana dan membebaskan para sandera dalam waktu sekejap.


"Amelia berkata terdapat dua kota yang telah dikuasai, apakah kota ini adalah salah satu dari dua kota yang telah dikuasai atau bukan? aku harus menanyakan ini padanya."Ares bangkit dan menatap sekelilingnya.


Tidak ada kata yang cocok untuk mendeskripsikan kondisi selain hancur berantakan, benar. kondisi kota ini sangatlah hancur berantakan. kota ini sekarang tidak lebih dari sebuah puing-puing dengan beberapa bangunan yang masih berdiri dan beberapa lainnya hampir roboh.


Ini bukan perbuatannya tapi perbuatan para iblis yang sudah lebih dulu memporak-porandakan isi kota ini, kerusakan yang ada diseluruh kota ini berasal dari para iblis dan dia hanya menyumbangkan beberapa persen saja.


"Meski begitu para iblis kali ini sangatlah cekatan, dilihat dari manapun kota ini berhasil ditaklukkan dalam waktu singkat. melihat dari pertahanan setiap kota yang ada, tidak mungkin kota ini berhasil ditaklukkan dalam waktu singkat. berarti terdapat seorang ahli strategi didalam Pasukan Demon God yang merancang rencana yang dapat menaklukkan kota dalam waktu singkat."Ares mengusap dagunya dan berpikir sejenak.


Kota ini tidak mungkin tidak memiliki sistem pertahanan dan Ksatria-ksatria yang menjaga kota, bisa dipastikan terdapat pertahanan entah itu Magic Canon, War Catapult atau hal-hal lainnya yang menjaga keamanan kota ini. tapi melihat Pasukan Demon God yang dapat menaklukkan kota dalam waktu singkat membuatnya bertanya-tanya, strategi macam apa yang mereka gunakan?


Untuk saat ini Ares berasumsi jika Pasukan Demon God secara besar-besaran menyabotase sistem pertahanan kota ini yang membuat kota ini dapat dikuasai dalam waktu singkat, tapi itu hanyalah asumsinya semata dan mungkin bisa salah.


Ia lalu mengecek status windowsnya saat ini yang sangat jarang ia lihat, karena beberapa alasan.


"Status windows."


[ Nama : Ares Von Dunkenheit.


Level : 705.


Star Circle : 8.


Race : Chaos Human ( Ancient ).


Title : The Jagger, Monster Hunter, Other →


JobClass : Professional Engineer Lvl 5, World Disaster Lvl 6, World Tree Priest Lvl 7.


Class : The Cursed Sword King Lvl 1, Master Of Aura's.


HP : 597.276


MP : 497.375


CE : 757.876


Poin stat yang dimiliki : 0


Power : 13.949

__ADS_1


Defense : 13.575


Strength : 14.962


Dexterity : 9.763


Agility : 12.927


Vitality : 19.265


intelligence : 9.287


Constitution : 7.264


Stamina : 64.872


Luck : 3.532


Magic : 19.386


Chaos Energy : 32.862 ]


Ares tersenyum puas sambil mengusap-usap dagunya, exp yang dia dapatkan dari membunuh para iblis yang ada dikota ini membuat naik 5 level yang membuat Statnya naik pesat dan ditambah dengan skill Void Eater yang dapat meningkatkan stat saat mengkonsumsi mayat para iblis dan monster membuat Statnya ikut naik lebih tinggi.


Sekarang Ares bisa dikatakan tidak perlu khawatir jika berhadapan dengan Demon King atau entitas yang setara dengan mereka, karena dengan stat keseluruhan, pengalaman dan equipmentnya saat ini dia yakin bisa membunuh mereka dengan sedikit usaha.


"Disini skill Void Eater sangat berguna untuk meningkatkan statku dalam waktu singkat, jika aku tidak memiliki skill ini makan aku tidak mungkin berada dititik ini sekarang."Ares tersenyum tipis, dan merasa bersyukur bisa menemukan The Crown of the God of Gluttony dahulu.


Skill yang dimiliki mahkota itu sangatlah membantu untuk menaikkan jumlah Statnya dalam waktu singkat, karena dengan mengkonsumsi mayat para mahkluk berlevel tinggi membuat statnya meningkat.


Bukan hanya itu, efek yang didapatkan saat dia naik menjadi Master dengan 8 star circle membuat. daging, darah, tulang, syaraf-syaraf dan organ tubuhnya menjadi semakin kuat.


Sekarang ini Ares bisa dipastikan sangatlah kuat dibandingkan Ksatria setingkat dirinya, karena dengan stat keseluruhan miliknya saja sudah bisa membuat Ksatria satu star circle diatas dirinya sekarat hanya dengan beberapa gerakan saja.


Tapi dilain sisi Ares merasakan semakin kuat dirinya, semakin sesuatu yang tidak dia ketahui menghilang dari dalam dirinya tanpa ia sadari.


"Inikah perasaan yang dirasakan ayah, nenek dan kakek? kurasa tidak, aku belum memahami apa yang mereka rasakan, tapi pasti suatu saat aku akan merasakannya juga."Ares tersenyum pahit lalu pergi dari sana dengan rasa aneh didalam hatinya.


****************************************


Ares berjalan diantara mayat para iblis yang telah ia bunuh sebelumnya, dia bisa menggunakan Void Eater untuk menghilangkan mereka semua tapi itu tidak bisa dia lakukan karena terlalu banyak saksi disini.


Akan sangat merepotkan jika seseorang melihat menyerap Mayat para iblis, bisa saja dia diusir dari sini karena dikira jelmaan iblis.


"Memikirkannya saja sudah membuat pusing, apa lagi jika itu benar terjadi? aku tidak bisa membayangkannya."Ares menggelengkan kepalanya dan mengurungkan niatnya dalam-dalam.


Dia bisa saja menggunakan Perfect Stealth untuk menghilangkan dirinya lalu menyerap semua mayat para iblis yang ada dikota, tapi saat ini para sandera telah memenuhi kota dan sedang membereskan kekacauan yang terjadi dikota.


Jika ia melarikani itu maka kepanikan luar biasa akan terjadi dan berdampak pada dirinya sendiri, ujung-ujungnya dia juga yang harus turun tangan.


"Aku tidak ingin melakukan h merepotkan seperti ini, tugasku saat ini hanyalah membuat para Hobbit mau berada di sisiku, karena membuat para Hobbit berada di sisiku jauh lebih penting ketimbang nasib kerajaan ini."Ujar Ares dengan wajah serius.


Seperti yang Ares katakan, dia pada dasarnya tidak terlalu perduli dengan nasib kerajaan ini mau hancur atau tidak. prioritasnya saat ini membuat para Hobbit mau berada disisinya atau tidak.


Jika bukan karena Runecraft yang pada Hobbit miliki Ares tidak akan bertindak sejauh ini, karena mau bagaimanapun Ares lah yang sepenuhnya mengetahui kehebatan sesungguhnya dari teknologi penempaan para Hobbit ini.


"Huh? Runecraft ya, aku tidak sabar melihat sampai mana aku bisa memajukan teknologi yang hampir punah ini."Ares melihat tangannya dan tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2