
Yuto dan Ryuu adalah dua orang Anak berbakat yang bakatnya diakui oleh keluarga Utama Diklannya. mereka berdua dinilai terlalu berbakat untuk ukuran orang yang berasal dari keluarga Luar Yang membuat para tetua Disana berpikir untuk memasukkan Yuto dan Ryuu kekeluarga Utama.
Yuto Dan Ryuu yang mendapat tawaran untuk masuk kedalam keluarga Utama sangat senang dan langsung menyetujui hal tersebut, Mereka berdua masuk dan menjadi salah satu kandidat yang paling menonjol disana. Hingga anak-anak asli dari keluarga Utama merasa diri mereka tersingkir karena ulah mereka.
Mereka tidak henti-hentinya menindas Yuto namun Yuto selalu bisa dan berhasil melawan ketika ditindas, tapi tidak dengan adiknya. Adiknya tidak memiliki bakat yang sama seperti dirinya. dia cukup berbakat tapi bakatnya tidak setara dengan dirinya yang membuatnya selalu menjadi sasaran empuk untuk ditindas.
Mereka pada akhirnya hidup dilingkungan yang penuh dengan penindasan. Dan Yuto adalah orang yang selalu melindungi Ryuu bagaimanapun caranya. tapi seberapa keras dia berusaha tetap saja Statusnya sebagai seorang luar selalu dipandang rendah disana.
Yuto akan melakukan apapun untuk melindungi adiknya bahkan dia pernah bertarung dengan anak Kepala Klan, Dia bertarung dan menang dengan telak yang membuat statusnya dan Adiknya naik dimata mereka, untuk beberapa lama mereka bisa bebas dari penindasan yang mereka berikan.
Yuto Memanfaatkan waktu itu dengan Melatih Ryuu. Dia mengajarkan semua yang pernah dipelajari pada Ryuu dan Hasilnya Ryuu bisa mempelajari semua yang diajarkan Yuto.
Yuto merasa bangga dengan kecepatan pemahaman adiknya karena dia sendiri memerlukan waktu cukup lama untuk bisa mempelajari semua itu.
Yuto senang sekaligus bangga dengan Ryuu. Tiba-tiba dia terpikir satu hal, Bagaimana jika Ryuu tidak ada?
Alasannya bisa bertahan selama ini karena adiknya, dia ingin melindungi adiknya dengan segala kekuatan yang dia miliki. kedua orang tua mereka pergi entah kemana yang membuat Yuto sendiri yang harus menggantikan Peran Ayah dan Ibunya.
Jika saja Ryuu ikut bersama dengan orang Tuanya pasti Yuto tidak akan bisa bertahan selama Ini. Yuto sangat menyayangi adiknya dan akan selalu melindunginya dari semua marabahaya.
Tapi saat ini tepat didepan matanya Adiknya terkulai lemas dengan darah dimulutnya dan didadanya terdapat sebuah Pedang yang menusuk jantungnya.
Jantung Yuto berhenti berdetak untuk sesaat dan matanya hanya tertuju pada adiknya"Ryuu..."Dia masih tidak percaya dengan pemandangan didepannya. Dia langsung melepaskan tangannya yang ditahan oleh Ksatria itu dan berlari kearahnya dengan panik.
"Ryuu Buka matamu!!! Ryuu!!!..."Dia menjerit sambil melihat wajah adiknya yang sudah memucat dengan mulut penuh darah.
Adiknya menatapnya dengan mata setengah terbuka dan dia tersenyum dengan bibir dipenuhi darah"Kakak....Maaf...."Matanya menutup dan nafasnya mulai tidak karuan.
Yuto menjadi panik"Ryuu! Ryuu! buka matamu Ryuu!."Dia memegangi wajah adiknya yang sudah memucat. Dia bisa melihat adiknya sudah meninggal karena nafasnya tidak lagi berhembus.
__ADS_1
Dia menggigit bibirnya dan memeluk adiknya dengan Erat, Matanya mengeluarkan air mata dan wajahnya penuh dengan kemarah.
Ksatria yang menusuk Ryuu langsung dilumpuhkan dan tidak lama setelahnya Borg dan Alphonse datang kesana. ketika mendengar cerita dari Ksatria yang lain Borg langsung menarik pedangnya lalu membunuh Ksatria itu. dia tentu sangat marah karena Ryuu mati. jika Ryuu mati pasti mereka juga akan mati itu yang membuatnya marah.
Dia hanya bisa memijit keningnya sementara Alphonse terlihat pucat karena memikirkan apa yang terjadi kedepannya.
Dia menatap Yuto yang sedang memeluk adiknya Dengan erat, Dia terlihat kesal melihat Ryuu mati"Cih! Jika begini apa boleh buat! Bawa dia dan simpan jasad anak itu! Cepat!."Dia berbalik dari sana dengan kesal sambil memijit keningnya.
"Sial! bagaimana caraku menjelaskan hal ini kepada Yang Mulia nanti?."Dia berjalan menjauh dari saja sambil memikirkan apa yang yang akan terjadi padanya kedepannya.
Namun dia merasakan sensasi Dingin dari belakang, dia menengok kebelakang dan mendapati Yuto mengeluarkan Hawa dingin disekitarnya hingga membuat daerah sekitarannya membeku. para Ksatria disana langsung menjauh dan menarik pedang mereka.
Hawa dingin yang mereka rasakan semakin bertambah bahkan mereka bisa melihat nafas mereka sekarang. Yuto bangkit dan mereka bisa merasa Hawa dingin itu menjadi semakin Kuat.
Yuto Diselimuti Aura berwarna Putih kebiruan yang mengelilinginya tubuhnya. Hawa dingin berputar disekelilingnya seperti pusaran Air yamh semakin pama semakin dingin. Para Ksatria yang ada disana tidak bisa bertindak gegabah Karena mereka memiliki firasat buruk tentang ini.
Mereka yang selamat hanya bisa tercengang dan kaget melihat Sebuah Pilar Putih Raksasa yang menjulang tinggi dan mengeluarkan Hawa dingin yang menusuk Tulang. Hawa dingin itu membuat mereka Bergetar karena kedinginan.
Hawa dingin itu terus Menabrak mereka yang membuat mereka terus merasakan kedinginan yang menusuk tulang. Rasa dingin itu semakin kuat dan samar-samar mereka bisa mendengar Jeritan dari pilar putih tersebut. Itu adalah Jeritan kemarah, kemurkaan, kesedihan dan keputusasaan yang tercampur menjadi satu.
Siapapun yang mendengar suara jeritan itu akan Merasa Ketakutan dan Kebingungan tanpa akhir.
Gelombang demi gelombang menabrak mereka hingga Sebuah Ledakan yang sangat besar terjadi. Ledakan Besar itu meluluh lantakkan semua yang masuk kedalam radius ledakannya, ledakan Itu membuat seluruh makhluknya hidup yang ada disana mati membeku atau terkena ledakan.
tidak ada satupun Ksatria ataupun orang yang selamat dari ledakan Besar itu. Ledakan besar itu bukan cuma meluluh lantakkan semua yang ada disekitarnya tapi juga mengubah seluruh Area disana menjadi Padang Es yang dipenuhi Serpihan Es setajam Pisau.
Ditempat pusat ledakannya terdapat sebuah Makhluk yang seluruh tubuhnya diselimuti Aura Putih kebiruan dengan 4 Ekor yang terlihat seperti Api yang bergejolak. diwajahnya terdapat sepasang mata Biru Tua dengan dengan Mulut penuh dengan Gigi Tajam.
Hawa dingin yang luar biasa kuat keluar dari dalam tubuhnya yang membuat semua yang ada disekitarnya tambah membeku. Tiba-tiba Dia berteriak Sangat keras yang membuat Es disana pecah dan gelombang suara yang dihasilkan bisa didengar seluruh Penghuni Great Forest of the Giant Trees.
__ADS_1
Ares, Damon, Eizen, Mary dan Ulbert terdiam sambil memandangi makhluk itu dari jauh. jarak mereka dengan Makhluk itu cukup jauh namun mereka bisa merasakan Hawa dingin yang makhluk itu keluarkan. suara yang dia keluarkan bisa terdengar jelas ditelinga mereka.
Kemarahan, kemurkaan, Keputusasaan dan kesedihan sangat mendalam dari teriakan itu. Tidak lama setelah dia berternak keras terdapat banyak monster yang berlari kearahnya. mereka adalah sekumpulan Monster raksasa berwarna merah dengan satu mata dan sebuah tanduk kecil dikepala mereka.
Mereka adalah Monster yang dikenal dengan Nama Cyclop. Ares cukup terkejut mengetahui Monsters di Dungeon ini merupakan Cyclop, masalahnya Cyclop memiliki kekuatan fisik yang luar biasa kuat meski levelnya tergolong rendah. mereka monster yang bisa mengalahkan musuh yang memiliki level jauh diatas mereka.
Ratusan Cyclop itu berlari kearahnya dengan membawa Sebuah Tongkat pentungan. Mereka semua berlari kearah Makhluk itu seperti melihat sebuah berlian dan dalam sekejap mereka berada cukup dekat dengan Makhluk itu.
Makhluk itu menggeram sambil menatap Sekumpulan Cyclop yang berlarian kearahnya seperti orang gila. dia menggeram keras dan dikedua tangannya terbentuk sebuah Gloves yang terbuat dari Es yang setiap ujung jarinya terdapat kuku-kuku tajam dan Kokoh. Dia mencondongkan tubuhnya sambil menatap Sekumpulan Cyclop yang berlari kearahnya.
Seketika itu dia melesat dengan kecepatan tinggi menembus Sekumpulan Cyclop itu dan dalam sekejap seluruh Cyclop kehilangan kepalanya dengan darah yang mengucur. tangannya dipenuhi darah Cyclop dan dia berteriak lagi!.
"heh? sudah bangkit rupanya."Ares menyeringai tajam lalu melihat status Windowsnya Makhluk itu.
[ Nama : Yuto Nagatomo
Ras : Beastman ( Snow Fox )
Title : Emotionless Snow Man
Level : 189
Star Circle : 3
JobClass : Fighter Lvl 4. Brawl Lvl 5. Ice Warrior Lvl 6. Eternal Ice Lvl 1. ]
"Dengan ini tujuanku telah tercapai. sekarang tinggal memanipulasi pikirannya saja."
Ares pergi dari sana bersama seluruh bawahannya. mereka semua melesat menembus hutan yang sekarang menjadi Padang Es dan didepan mereka sekarang terdapat makhluk yang berdiri dengan tubuh dipenuhi darah.
__ADS_1