Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
150.Kalte Luft Sang mahkluk gabungan


__ADS_3

"Delta! Para monster sudah menyerahkan diri!."Ujar Zeta dari kejauhan, dia berjalan menuju kearah Delta dengan tubuh yang dilumuri darah.


Delta mengangguk puas"Bagaimana dengan para White Dragon? apa mereka masih bersikukuh untuk tidak menyerah?."Delta duduk diatas gunungan mayat prajurit monsters yang dia bunuh.


Zeta mengangkat kedua bahunya"Aku tidak tahu, 3 dari 4 istri white dragon memutuskan untuk mengabdikan diri, sementara sisa satu beserta keempat anaknya tetap keras kepala."Ujarnya dengan santai.


terdapat 4 istri Ice Dragon Lord yang diketahui saat ini, 3 dari mereka memutuskan untuk mengabdikan diri berserta anak-anak mereka namun, disisi lain Istri pertama Ice Dragon Lord tetap keras kepala dan enggan untuk menyerahkan diri.


Delta merenung sesaat, dia memikirkan jalan apa yang harus dia ambil kali ini.


"Membunuh mereka sebenarnya agak sayang, karena mereka pada dasarnya keturunan dari seekor Dragon Lord dan tentu memiliki kekuatan yang cukup besar. mereka juga pasti akan berguna bagi tuan nantinya, namun apa daya jika mereka tetap keras kepala seperti itu? Zeta bunuh mereka dengan cara paling kejam dan keji. setelah itu manfaatkan mayat mereka karena mayat dari Dragon memiliki harga jual tinggi serta sangat bermanfaat."


Zeta yang ada disana mengangguk setuju"Baik! aku akan berikan kematian paling kejam dan keji kepada mereka sampai mereka berpikir lebih baik tidak dilahirkan didunia ini!!."Zeta dengan penuh semangat pergi dari sana dengan senyum jahat diwajahnya.


Delta hanya mendengus senang melihat Zeta, lalu melihat rekan-rekannya yang lain. Epsilon dan Gamma saat ini sedang menumpuk Mayat-mayat Prajurit monster untuk dibakar. hal ini mereka lakukan agar mayat mereka tidak menjadi wabah mematikan bagi Tanah Tuan mereka nantinya.


Dari kejauhan terlihat Zeta yang memotong-motong sayap para White Dragon berserta anak-anaknya, lalu dengan kejam dia memotong kaki mereka lalu menyeret mereka kedalam hutan dan diakhiri dengan ruangan-ruangan kesakitan dari para White Dragon yang menolak untuk tunduk.


Delta mengangguk puas mendengar Raungan-raungan kesakitan dan keputusasaan yang berasal dari hutan, lalu melihat Kearah Epsilon dan Gamma yang berada didekat gunungan prajurit monster yang terbakar.


Delta berjalan kesana lalu membakar gunungan prajurit monster yang ada dibelakangnya.


"Epsilon, Gamma ada apa? kenapa kalian terlihat kebingungan?."Ujarnya sambil berjalan kearah mereka. Epsilon hanya tersenyum pahit melihat delta lalu menghampirinya.


"Kenapa dengan Gamma?."


Dia mengintip kebelakang Epsilon dan melihat Gamma sedang bersedih.


"Eem.. jadi seperti ini, GreatSword Gamma sebenernya hancur saat menghadapi salah satu Prajurit monster dan saat ini dia sangat bersedih, karena kau tahukan senjata yang kita pakai sekarang pemberian dari Tuan. jadi dia merasa sangat bersalah dan bersedih karena itu. sebenernya aku juga bingung harus bilang apa padanya sekarang."tutur Epsilon sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Delta menahan nafas mendengar penuturan Epsilon, mereka tentu tahu seberapa penting dan berharganya senjata-senjata yang Tuan mereka berikan kepada mereka. senjata-senjata itu sudah menjadi identitas dan ciri khas mereka sendiri. membuatnya lecet saja sudah sangat membuat khawatir namum Gamma malah menghancurkannya!

__ADS_1


Dia bisa merasakan kekhwatiran, kesedihan dan ketakutan Gamma saat ini. dia menghampiri Gamma yang menatap Kepingan-kepingan GreatSwordnya yang sudah hancur.


"Gamma jangan terlalu bersedih, Tuan tidak akan marah hanya karena senjatamu rusak. malah Tuan nanti akan merasa bangga dan senang karena senjata pemberiannya rusak karena membela dirinya. jadi jangan bersedih, kita akan menjelaskan ini kepada Tuan saat waktunya tepat nanti."


Gamma mengangguk pelan, menandakan dia setuju dengan omongannya. Delta menghela nafas panjang dan menepuk-nepuk bahu Gamma sambil sesekali memberinya kata-kata semangat.


".....HAH?!—."


Delta, Gamma, Zeta dan Epsilon merasakan bahaya luar biasa yang berasal dari tempat Tuan mereka berada, Barrier yang terpasang disana terlihat ditembus oleh Pilar cahaya yang memancar Energi luar biasa dan hawa dingin yang membuat merinding.


Pilar cahaya itu menjulang tinggi kelangit dan membuat suara ledakan yang amat nyaring, dibarengi dengan hawa dingin yang menabrak mereka dan membuat Api yang membakar Gunungan mayat prajurit monsters hampir mati.


terlihat juga pohon-pohon yang ada disekitar Barrier itu roboh karena terpaan hawa dingin yang menabrak tadi cukup kuat hingga membuat pohon-pohon disana roboh.


Setelah itu tekenan besar terasa begitu kental dari sana, Tekanan itu membuat prajurit-prajurit monster yang ada disini sangat ketakutan dan bergidik ngeri merasakan tekanan ini.


Delta memicingkan matanya melihat pilar cahaya itu"Tekanan ini hanya bisa dikeluarkan oleh Entitas-entitas kuat dan berlevel sangat tinggi, Makhluk apa yang dilawan oleh Tuan sampai memancarkan tekanan sehebat ini?."


Disisi lain Ares sedang menghadapi entitas yang luar biasa kuat, mungkin ini adalah satu-satunya entitas terkuat yang pernah dia hadapi.


Ares mengangkat Tamengnya dan mempersiapkan pedangnya untuk menyerang.


Tidak jauh darinya sekarang terdapat Frost King dan Ice Dragon Lord yang berada didalam pilar cahaya. sebelumnya saat dia berhasil memojokkan Frost King dan Ice Dragon Lord hingga titik dimana mereka tidak bisa melawan.


Ares tidak membiarkan Ice Dragon Lord untuk menggunakan Urlate Magicnya dan terus menggagalkan Aktivitasi magic tersebut, sambil melawan Frost King yang sudah dalam keadaan lemah yang membuatnya dengan mudah memojokkan mereka berdua.


Namun pada saat Ares ingin mengakhiri hidup mereka berdua, Frost King tiba-tiba meremukkan sebuah batu yang entah dia dapatkan dari mana dan disaat yang bersamaan Ice Dragon Lord berhasil memanfaatkan waktu untuk menggunakan Urlate magic miliknya. dan akhirnya inilah yang terjadi.


Pilae cahaya tiba-tiba muncul didepannya, pilar cahaya itu mengeluarkan hawa dingin luar biasa dan memancarkan Tekanan yang begitu kuat.


Ares mendengus kesal"Entah apa yang akan kuhadapi nanti, tapi yang pasti ini cukup buruk."Ujarnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Pilar cahaya didepannya sekarang menjadi semakin kecil hingga akhirnya hilang, lalu menampilkan seorang pria tampan namun dingin. Baju berwarna putih dan biru dengan rambut putih panjang dan tanduk putih panjang didahinya, terdapat sebuah permata biru tua ditengah dahinya.


Dari tubuh pria itu terdapat pancaran Tekanan yang luar biasa kuat, dia melayang sambil melipat tangannya dibelakang dan tersenyum dingin padanya.


"Apa ini? Dimana kedua makhluk itu?."Gumamnya sambil bersikap waspada.


Pria itu mendengus senang mendengarnya.


"Kau pasti bingung mencari keberadaan kedua makhluk itu bukan? aku akan jelaskan saja secara singkat. mereka berdua adalah aku!."Ujarnya dengan dengan senyum sombong dan angkuh.


Ares memiringkan kepalanya"Kau? maksudnya kau adalah makhluk dari gabungan Frost King dan Ice Dragon Lord, Begitu?."


Dia bertepuk tangan sambil memasang wajah senang"Benar! sudah kuduga kau pasti akan langsung paham! Kahahahahahah... jadi aku tidak akan berbasa-basi lagi sekarang. aku adalah gabungan dari Ice Dragon Lord dan Frost King! aku adalah Kalte Luft!!."Dia memperkenalkan dirinya secara sombong.


[ Nama : Kalte Luft


Ras : ??????


JobClass : ??????


Level : 7??


Star Circle : 0


Title : None. ]


Ares melebarkan matanya saat melihat Status Windowsnya"Apa-apa dengan barisan tanda tanya itu? baru pertama kali aku melihat kasus seperti ini."Gumamnya pelan, dia bersikap sangat waspada dan memfokuskan seluruh Indranya saat ini.


Kalte tersenyum lebar lalu mengangkat tangannya"Sudah cukup sesi perkenalannya, sekarang aku akan menyerang { Freezing Ice Wave }."


Ares mengangkat Tamengnya, disaat yang bersamaan Ombak Es raksasa dengan Serpihan-serpihan es tajam muncul secara tiba-tiba didepannya, Ares menggenggam Erat Pedangnya lalu mengayunkannya. seketika Ombak Es raksasa didepannya terbelah menjadi dua.

__ADS_1


Ares tidak berhenti sampai disitu dia membelah Ombak Es raksasa didepannya sampai akhirnya hancur berkeping-keping dan gagal mengenainya.


__ADS_2