Belenggu Benang Kusut

Belenggu Benang Kusut
Saham untuk Anne,


__ADS_3

"Papi, ayo berangkat! Nanti kita bisa terlambat loh, Pi!" ujar Dara setelah melihat sang suami masih menikmati kopi di ruang makan.


Anne sudah siap dengan beberapa berkas yang ada di tangannya. Ia menghela napas karena suaminya itu tak kunjung beranjak dari tempatnya. Anne berlalu begitu saja dari ruangan itu, ia mengayun langkah keluar dari rumah dan segera masuk ke dalam mobil. Anne membaca ulang berkas yang paling atas karena belum paham sepenuhnya. Pagi ini ada rapat besar dengan para pemegang saham.


Hari ini adalah hari kedua sepasang suami istri itu kembali produktif di kantor, setelah libur panjang mengurus pernikahan Dara. Dua hari ini senyum manis tak bisa pudar dari wajah cantik Anne, karena sudah memenuhi kewajibannya sebagai seorang ibu sambung. Ia bernapas lega karena om Rudi memberikan rumah yang sangat layak untuk Dara. Tinggal menunggu anak cabang Bandung yang belum menjadi milik sah Dara.


"Nanti kamu harus ikut rapat!" ucap om Rudi setelah masuk ke dalam mobil, "jalan, Pak!" titah om Rudi kepada sopirnya.


"Tumben saya ikut di rapat itu," gumam Anne setelah menatap sang suami sekilas.


"Ya, karena saya butuh kehadiran kamu di sana!" jawab om Rudi seraya menatap Anne sekilas.


Pada akhirnya setelah menempuh perjalanan cukup panjang, mobil hitam itu sampai di depan lobby. Om Rudi dan Anne keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam gedung raksasa itu. Mereka harus cepat sampai karena rapat akan seger dimulai.


Setelah bersiap selama sepuluh menit, sepasang suami istri itu pada akhirnya masuk ke dalam ruang rapat. Beberapa pemilik saham sudah hadir di kursi masing-masing. Begitu pun dengan om Rudi, beliau duduk di kursi depan sebagai pemimpin rapat hari ini.


Pras beranjak dari tempatnya setelah semua kursi terisi penuh. Ia bertugas membuka rapat kali ini. Beberapa poin sudah disampaikan oleh Pras sebelum om Rudi menyampaikan poin penting dari rapat tersebut.


Anne memperhatikan setiap poin yang ada di layar LCD. Ia harus mempelajari setiap yang ada di ruangan ini. Kesempatan emas yang diberikan om Rudi harus berguna demi kelancaran kejutan kepada om Rudi nanti.


Om Rudi beranjak dari kursinya setelah Pras sudah melakukan tugasnya. Beliau menyampaikan keputusan apa saja yang akan dirundingkan nanti meski beliau pemilik saham terbesar di perusahaan ini. Beberapa daftar pemilik saham yang berhenti kerja sama pun telah disampaikan om Rudi tanpa ada yang ditutupi.


"Baiklah, mungkin cukup itu saja intisari dari rapat hari ini." Om Rudi mengakhiri rapat yang sudah disepakati bersama pemegang saham yang lain, "Ada satu hal lagi yang harus saya sampaikan kepada saudara semua," ucap om Rudi seraya menatap Anne.

__ADS_1


"Ada daftar nama baru yang akan menggantikan saham dari saudara Dimas. Saya memberikan saham sebesar tiga puluh persen kepada istri saya, Anne Malila," ujar om Rudi hingga membuat mata indah Anne terbelalak.


Terkejut. Itulah yang dirasakan Anne saat ini. Ia tidak menyangka jika om Rudi memberikan semua ini kepadanya. Ingin rasanya Anne menghambur ke dalam pelukan hangat sang suami. Namun, sekuat tenaga ia harus menahan perasaan itu.


Sambutan meriah berlangsung dari semua pemegang saham untuk pemegang saham baru. Anne hanya bisa mengulas senyum. Rasanya, semua kata menghilang begitu saja dari bibirnya.


"Selamat, Anne. Ini adalah apresiasi dari saya karena kinerjamu sangat bagus," ucap om Rudi seraya tersenyum tipis.


...♦️♦️♦️♦️...


Cuaca panas melanda kota Jakarta. Namun, semua itu tidak sepanas pertarungan di atas ranjang queen size di dalam ruang pribadi milik om Rudi. Kedua orang berbeda jenis kelamin itu terbakar gairah yang menggebu. Mereka tidak perduli meski banyak pekerjaan yang menanti. Anne tidak bisa menahan semua ungkapan rasa yang ada di hatinya.


"Lebih keras, Papi!" ucap Anne di sela-sela lenguhannya.


Lenguhan panjang lolos begitu saja dari bibir berwarna merah muda itu tatkala permainan berakhir. Keduanya kehilangan banyak tenaga setelah mencapai puncak nirwana bersama.


"Terima kasih, Papi," ucap Anne seraya menatap sang suami sekilas. "love you so much!" Anne mendaratkan kecupan mesra di pipi sang suami.


Apa yang diberikan om Rudi hari ini semakin membuatnya bahagia. Ia benar-benar beruntung atas posisi yang diberikan oleh om Rudi. Rasanya ia ingin memberikan servis terbaik untuk suaminya itu.


"Pulang saja yuk, Pi! Masih kurang!" rengek Anne yang sedang memeluk tubuh sang suami.


"Jangan dulu! Banyak berkas yang menunggu persetujuan Papi," sergah om Rudi, "nanti malam kita bisa main-main sampai puas! oke?" bujuk om Rudi seraya bangun dari tempatnya saat ini.

__ADS_1


Pria matang itu harus mendatangani berkas persetujuan beberapa proposal proyek. Mau tidak mau beliau harus meninggalkan Anne yang masih bergelung di balik selimut. Om Rudi masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum kembali bekerja.


"Aiih! Aku ditolak!" Anne berdecak kesal setelah sang suami masuk ke dalam kamar mandi.


Anne menatap langit-langit kamar dengan senyum tipis yang mengembang di bibirnya. Apa yang baru saja diberikan oleh om Rudi adalah sebuah anugerah yang tidak pernah disangka sebelumnya.


"Semua ini akan mempermudah rencanaku," gumam Anne dalam hatinya, "kejutan untuk papi sebentar lagi akan siap," gumam Anne seraya mengubah posisinya.


Sementara itu di ruang yang dikelilingi dinding kaca, seorang pria sedang membaca ulang beberapa berkas dari Anne. Ia mempelajari setiap berkas yang sudah disetujui oleh om Rudi itu.


"Baguslah! Ternyata pak Rudi cukup lengah dalam hal ini. Dengan begini saya bisa menyelesaikan tugas dari nyonya muda dengan cepat dan rapi." gumam Pras setelah membaca semua berkas yang menumpuk di meja kerjanya. Ia menemukan beberapa celah untuk melancarkan proyek yang direncanakan oleh Anne.


Pras harus bergerak cepat untuk melancarkan semua ini. Ia terlanjur menerima imbalan besar dari Anne untuk pekerjaan ini. Uang tersebut telah digunakan Pras untuk membantu biaya pengobatan adiknya.


Anne dan Pras sudah bersepakat saat itu di ruang VIP restoran. Mereka bekerjasama membuat kejutan untuk om Rudi menjelang hari ulang tahunnya. Anne sudah menyiapkan semuanya yang dibutuhkan untuk rencana ini. Tinggal beberapa langkah saja ia sudah siap menunjukkan prestasinya di hadapan om Rudi. Sungguh, Anne berhasil mengasah otaknya dengan baik. Ide-ide cemerlang selalu muncul dari kepalanya.


Proyek pembangunan pariwisata di Bandung akan memuluskan jalan Anne menuju puncak kesuksesan. Itu pun dengan bantuan dari Pras. Anne hanya bisa menyusun strategi dan langsung dieksekusi oleh asisten om Rudi itu.


...🌹Selamat membaca🌹...


...Othor lagi membuat jembatan nih untuk memudahkan Anne sampai di konflik puncak😁...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


__ADS_2