Belenggu Benang Kusut

Belenggu Benang Kusut
Sarapan kue apem,


__ADS_3

Rindu yang membelenggu pada akhirnya bertemu. Pelepasan rindu berakhir di atas ranjang king size yang sedang terguncang. Suara-suara manja terdengar jelas di dalam kamar bernuansa putih itu. Sesekali sang raja mengerang karena merasakan nikmat yang begitu dahsyat. Namun, sayang sungguh sayang, sang raja tidak bisa bergerak bebas di medan perang.


Om Rudi harus mengatur ritme permainannya agar tidak membahayakan benih yang sedang tumbuh di rahim sang istri. Beliau harus memutar otak untuk menemukan jalan yang bisa membuat melayang-layang. Namun, aman untuk kesehatan sang istri dan janin yang sedang tumbuh di perut tersebut.


Sekali lagi Anne terpekik nikmat di bawah kungkungan sang suami. Ia terbuai dalam permainan lembut yang dilakukan oleh sang suami. Meski rasanya berbeda dari biasanya, Anne tetap menikmati dan bisa mencapai puncak tertinggi berkali-kali. Lenguhan yang lolos dari bibirnya seakan menjadi melodi yang mengiringi permainan ini. Sungguh, pagi ini terasa panas di dalam kamar tersebut.


"Bersiaplah, Sayang! Mari kita selesaikan permainan ini," gumam om Rudi dengan nafas yang tersengal. Pria matang itu mulai memposisikan diri sebelum melepaskan hasil akhir permainan ini.


Kedua tubuh itu terguncang hebat sebelum permainan berakhir. Om Rudi memejamkan mata saat merasakan betapa nikmatnya sarapan kue apem di pagi hari. Sungguh, semua ini berhasil membuat tubuhnya terasa remuk redam.


"Kamu sangat nakal ternyata! Kamu sudah membuat Papi harus mandi dua kali di pagi hari," ucap om Rudi sebelum melepaskan tubuhnya dari sang istri. Om Rudi kembali mengecup perut sang Anne sambil berkata,


"Baik-baik, ya, Sayang! Sampai jumpa dipertemuan berikutnya!" ucap om Rudi dengan suara lirih.


Anne hanya bisa tersenyum mendengar ucapan om Rudi. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena merasakan sensasi luar biasa di tubuhnya. Perlahan kelopak mata itu tertutup rapat karena rasa kantuk kembali menyerang kedua matanya.


"Dasar! Kalau udah dapat yang enak malah ditinggal tidur!" umpat om Rudi setelah mendengar dengkuran halus di sisinya.


Om Rudi menghela napas setelah melihat penunjuk waktu yang ada di sana. Beliau harus mandi dan bersiap ke kantor untuk menghadiri meeting bersama semua staf. Sebelum turun dari ranjang, tak lupa beliau meraih tissu yang ada di nakas untuk membersihkan sisa pertempuran. Pria matang itu pun selalu membersihkan pusat tubuh sang istri seusai melakukan ritual ranjang, karena sang empu selalu tertidur pulas setelah melakukan semua itu.


"Kebiasaan!" ujar om Rudi saat membersihkan gua licin yang sedang kebanjiran.


Beberapa puluh menit kemudian, Om Rudi sudah siap dengan pakaian kerjanya. Beliau bimbang antara membangunkan sang istri atau langsung berangkat tanpa pamit. Pada akhirnya beliau memilih untuk membangunkan Anne daripada harus mendengar protes yang dilayangkan Anne nanti.


"Sayang, bangunlah!" ucap om Rudi setelah menepuk pipi Anne beberapa kali, "Sayang! Bangun dulu!" ucap om Rudi.


"Masih ngantuk, Pi!" jawab Anne tanpa membuka kelopak matanya. Ia malah merebahkan kepalanya di atas paha om Rudi.

__ADS_1


"Hey! Papi harus ke kantor, Sayang! Nanti sore kita lanjutkan lagi, oke?" bujuk om Rudi seraya membelai rambut Anne.


"Sekarang bangunlah, Papi mau berangkat! Setelah itu kamu bisa tidur lagi," ucap om Rudi tanpa menghentikan tangannya.


Anne menggeliatkan tubuh sebelum mengubah posisinya. Ia duduk bersila di sisi om Rudi dengan rambut yang berantakan. Tubuh moleknya pun terpampang jelas di sana.


"Papi berangkat dulu! Kamu di rumah saja, jangan kemana-mana sebelum Papi pulang!" ucap om Rudi seraya mengusap pipi sang istri.


Anne menganggukkan kepalanya, ia tersenyum manis untuk memberikan semangat kepada sang suami. Om Rudi tertegun setelah mendapatkan sesuatu yang berbeda dari sang istri. Anne tiba-tiba saja meraih tangan kanan beliau dan dikecupnya untuk sesaat.


"Hati-hati, Pi," ucap Anne seraya menatap om Rudi.


Bunga-bunga cinta di hati om Rudi semakin bermekar indah setelah mendapat sesuatu yang berbeda dari Anne. Beliau membalas semua itu dengan mendaratkan kecupan mesra di kening Anne.


"Papi sangat mencintaimu," ucap om Rudi sebelum benar-benar meninggalkan Anne di dalam kamar.


"Siapkan sarapan di ruangan saya," ucap om Rudi setelah panggilan terhubung dengan Risa.


...💠💠💠💠💠...


Rasa lapar mulai dirasakan oleh Anne. Wanita berbadan dua itu segera membuka kelopak matanya dan bersiap membersihkan diri di kamar mandi. Sebenarnya ia enggan untuk beranjak dari tempat nyaman itu, akan tetapi demostrasi para cacing membuatnya harus membuang jauh rasa malas yang hadir dalam diri.


Wajah cantik itu terlihat lebih segar setelah mandi dan bersiap di walk in closet. Anne segera keluar dari kamar setelah mengamati penampilannya hari ini.


"Cantik!" ujarnya setelah puas menatap pantulan cermin yang ada di hadapannya.


Satu persatu anak tangga telah dilalui Anne hingga sampai di ruang makan. Ia melihat begitu banyak makanan yang tersaji di sana. Anne segera duduk di sana sambil mengamati setiap menu yang tersaji di meja makan, ia bingung harus memilih yang mana.

__ADS_1


"Permisi, Nyonya. Ini susu untuk Nyonya, silahkan diminum," ucap bi Sari setelah meletakkan segelas susu di sisi piring Anne.


"Terima kasih, Bi," ucap Anne dengan suara yang lirih, jujur saja Anne merasa canggung setelah semua kejadian beberapa waktu yang lalu, "Papi tadi sarapan sendiri ya, Bi?" tanya Anne setelah menghabiskan susu buatan bi Sari.


"Tidak, Nya. Tadi Bapak langsung berangkat ke kantor," jawab bi Sari, "Maaf, Nya ... apa ada lagi yang Nyonya butuhkan?" tanya bi Sari.


"Tidak ada, Bi, silahkan kembali ke dapur," ucap Anne dengan diiringi senyum manis.


Ada rasa bersalah yang hadir dalam diri Anne setelah mendengar sang suami berangkat bekerja tanpa sarapan. Ia mengkhawatirkan kesehatan om Rudi jika tidak sarapan di pagi hari.


"Tapi ini kan udah menjelang siang, apa Papi sudah makan ya," gumam Anne setelah mengambil salah satu menu yang ada di sana.


Anne mengirim pesan kepada om Rudi. Entah mengapa ingin rasanya ia merasakan berbalas chat sepeti orang yang sedang berpacaran. Anne senyum-senyum sendiri ketika membaca balasan pesan dari sang suami.


Papi sudah kenyang setelah makan apem tadi pagi😍


"Ih! Ada-ada aja si Papi!" gumam Anne setelah membalas pesan om Rudi.


Sarapan menjelang siang diiringi dengan cinta yang terpancar dari hati nyonya Baskoro. Anne tak henti tersenyum setelah membaca pesan masuk dari om Rudi, hingga sarapan itu tak kunjung usai.


"Ah Papi makin romantis!" Anne tersipu sendiri di sana. Ia meletakkan ponselnya untuk kembali menikmati sarapan.


...🌹Selamat membaca🌹...


...Ih, othor yang geli melihat mereka berdua🤭...


...🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


__ADS_2