Belenggu Benang Kusut

Belenggu Benang Kusut
Mici Nakal!


__ADS_3

"Kalian berdua tidak usah ikut rapat, biar saya dan Pras rapat sendirian. Risa, pergilah ke ruang marketing bersama Anne! Jangan lupa berikan informasi kepada semua Kabag agar menyiapkan bahan rapat besok pagi!" ujar om Rudi setelah berlalu dari ruangan Risa dan Anne.


Kedua wanita itu mengamati kepergian om Rudi dan Pras sampai hilang dari pandangan. Risa dibuat kalang kabut dengan perintah yang disampaikan oleh om Rudi. Ia harus menyiapkan banyak memo dan menyebarkan kepada semua Kabag. Mungkin, besok pagi ada rapat besar yang dipimpin langsung oleh om Rudi.


"An, ada masalah apa sih?" tanya Risa seraya menatap Anne yang sedang sibuk membantunya membuat memo.


"Entahlah, saya juga tidak tahu, Bu," jawab Anne tanpa menatap seniornya itu.


Anne dan Risa sudah bersepakat untuk bersikap seperti biasanya. Risa sempat menolak keputusan Anne, ia sungkan jika harus memanggil istri bosnya seperti biasanya. Risa pun sudah berjanji akan menyembunyikan hubungan Anne dan pak Rudi selama Anne masih bekerja di perusahaan ini.


Semua memo sudah disiapkan, kini Anne dan Risa siap menjalankan tugas seperti yang diperintah oleh om Rudi. Mereka berdua segera keluar dari ruangan dan menuju tempat di mana semua kabag berada.


"Bu, nanti ajak saya ke bagian marketing dong! Saya ingin tahu bagaimana sistem kerja di sana," ucap Anne setelah masuk ke dalam lift.


"Hmmm ... istri bos mau sidak nih!" gumam Risa seraya menatap Anne dengan senyum smirk.


"Tidak Bu, saya hanya ingin tahu saja. Sekalian belajar gitu," jawab Anne dengan diiringi senyum manis.


Ya, sejak memutuskan bekerja di perusahaan ini, Anne bertekad untuk terus belajar dan belajar. Ia harus tahu bagaimana sistem operasional perusahaan. Semua kesempatan yang diberikan oleh om Rudi tidak boleh disia-siakan begitu saja. Semua ini Anne lakukan untuk mempersiapkan diri di masa depan. Memiliki Suami dengan jarak umur yang cukup jauh, membuat Anne harus belajar mandiri. Ia tidak mau terlalu bermanja-manja dalam hal keuangan di saat seperti ini, bukankah suatu saat roda akan berputar? Tentu, semua akan merasakan bagaimana rasanya hidup di atas dan di bawah.


"Kita ruangan Kabag keuangan dulu," ucap Risa setelah keluar dari lift.


Anne berjalan beriringan dengan Risa sampai di dalam ruangan yang dimaksud. Anne memperhatikan setiap yang dilakukan oleh Risa. Senyum manis tak pernah pudar dari bibir Anne saat berada di ruangan tersebut. Anne harus bersikap ramah sesuai SOP yang berlaku.


"Setelah ini kita kemana, Bu?" tanya Anne setelah keluar dari ruangan kabag keuangan.


"Kita ke ruang marketing dulu, biar gak bolak balik nanti," jawab Risa seraya mengayun langkah menuju ruangan yang dimaksud.


Semua mata yang ada di ruangan tersebut mengalihkan pandangan saat Risa membuka pintu ruangan. Ada banyak karyawan yang menghuni ruangan marketing ini. Mereka heran saja karena tidak biasa, sekretaris pemilik perusahaan ini masuk ke dalam ruangan marketing.


Risa mengajak Anne untuk menemui pengawas di ruangan ini. Beberapa karyawan wanita yang tadi melihat Anne datang satu mobil dengan om Rudi pun mulai berbisik.


"Ssst ... ssst ... Itu wanita yang tadi sama bos 'kan?"

__ADS_1


"eh masa sih? emang dia siapa sih?"


"Jangan-jangan dia wanitanya si Bos!"


"eh mana mungkin!"


"udah ah, jangan berisik! Kita lihat aja setelah ini!"


Anne hanya tersenyum mendengar beberapa suara yang sedang membicarakannya. Namun, ia tidak memperdulikan semua itu karena memang kenyataannya memang benar bahwa ia adalah wanitanya pemilik perusahaan ini.


"Selamat siang Bu Risa ...." Pengawas di ruangan ini menyambut kehadiran Risa dan Anne, "ada apa ya, Bu, karena tidak biasanya Ibu datang ke ruangan ini?" tanya pengawas tersebut.


"Selamat siang, Pak Anwar," jawab Risa dengan diiringi senyum yang manis, "Saya datang ke sini untuk memperkenalkan sekretaris pribadi pak Rudi. Siang ini dia ingin melihat sistem kerja di bagian marketing," ucap Risa seraya menepuk pundak Anne.


Siang ini dihabiskan Anne berkeliling bersama Risa untuk mempelajari sistem di perusahaan ini. Tidak ada pekerjaan yang penting selama om Rudi menjalankan rapat bersama Pras.


...♦️♦️♦️♦️...


Jepang.


"Say, kamu tahu bagaimana perasaanku saat ini?" tanya Dara yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Juna. Mereka berada dalam taxy menuju tempat tinggal Dara.


"Mungkin sama dengan perasaanku," jawab Juna dengan diiringi senyum manis.


"Lebih dari itu! Aku sangat sangat sangat dan sangat bahagia. Aku tidak pernah menyangka jika pada akhirnya Papi merestui hubungan kita," ucap Dara setelah menegakkan tubuhnya. Ia menatap Juna dari samping.


Obrolan ringan mengiringi perjalanan mereka sampai di tempat tinggal Dara. Setelah melewati jarak yang cukup jauh, pada akhirnya mereka sampai di komplek perumahan. Mereka segera turun tatkala taxy tersebut berhenti tepat di depan pintu gerbang kediaman Dara.


"Huuh! Akhirnya sampai juga," gumam Dara setelah masuk ke dalam rumah yang gelap gulita itu.


"Haduh! kotor sekali!" keluh Dara setelah semua lampu menyala. Ia melihat banyak debu yang menempel di perabotan rumah.


"Besok saja dibersihkan, sekarang kita bersih-bersih kamar saja," ucap Juna seraya menarik tangan Dara menuju kamar.

__ADS_1


Kedua sejoli itu bekerja sama membersihkan kamar utama. Mau tidak mau mereka harus membersihkan kamar ini sebelum ditempati. Tidak mungkin 'kan jika mereka berdua tidur di tempat yang kotor.


"Aku mau mandi dulu!" pamit Dara setelah selesai melakukan tugasnya. Sementara Juna masih duduk di sofa yang ada di kamar.


"Silahkan, aku masih lelah," jawab Juna sebelum Dara masuk ke dalam kamar mandi.


Tiga puluh menit telah berlalu. Sepasang suami istri itu pada akhirnya duduk bersanding di atas ranjang setelah membersihkan diri. Keduanya terlihat sibuk bermain ponsel. Entah karena memang ada kepentingan atau sekedar untuk mengalihkan perhatian dari rasa gugup yang melanda.


"Yang," ucap Juna setelah meletakkan ponselnya di atas bantal.


"Iya, Say." Dara mengalihkan pandangan ke samping. Jantungnya berdebar tak karuan kala menatap mata teduh pria yang ada di sampingnya.


Juna menaik turunkan alisnya dengan tatapan mata yang genit. Hal itu berhasil membuat Dara tersipu malu karena ia tahu bahwa Juna menginginkan sesuatu yang sudah tertunda selama beberapa hari ini.


"Apa sih?" Dara seakan menghindar. Ia takut saja karena belum yakin bahwa obat yang diberikan dokter sudah bekerja maksimal. Sebelum kembali ke Jepang ia sudah menemui dokter kandungan seperti yang disarankan oleh Anne.


"Itu ...." Juna menatap Dara penuh arti.


Dara mengalihkan tatapan matanya ke arah lain. Gugup, gelisah dan takut membaur menjadi satu. Banyak hal yang dipikirkan oleh Dara sehingga semua itu berhasil mempengaruhi perasaan di hatinya. Ia takut merasakan sakit seperti yang diceritakan Anne kala itu.


"Lebih baik kita coba dulu. Mungkin yang diceritakan Mici itu salah. Dia hanya menakuti mu, Sayang." ucap Juna seraya membelai rambut sang istri.


Ya, saat itu Anne memang sengaja menggoda Dara dengan menceritakan bagaimana rasanya melakukan hubungan saat pertama kali. Tentu cerita itu sudah dikemas dengan bumbu yang berlebihan, karena Anne tahu jika Dara tidak bisa menahan rasa sakit.


Sungguh, Mici benar-benar berhasil membuat Juna junior gagal on the way.


...🌷Selamat membaca🌷...


...Mau dilanjut gak nih, Juna juniornya? Atau mau langsung konflik aja?😂...


➖➖➖➖➖➖♥️♥️♥️♥️➖➖➖➖➖➖


Selamat pagi, kuy baca karya keren dari author Eveliniq dengan judul My Sexy Bodyguard I love you. Serius dah, kalian wajib baca karya ini😍

__ADS_1



...🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2