
Wajah cantik itu terlihat berseri ketika menatap bintang yang bertaburan. Hembusan angin malam menyapa sosok wanita yang sedang duduk di bangku panjang yang ada di sisi jalan. Keramaian kota Tokyo begitu terasa, banyak pejalan kaki yang berlalu lalang di pusat kota Tokyo ini.
Anne sedang menunggu om Rudi yang sedang membeli minuman di salah satu supermarket yang ada di sana. Mereka akan bersantai di sini sebelum kembali ke Indonesia besok pagi. Sepasang suami istri itu, kembali dari tempat tinggal Dara saat menjelang sore. Berbagai alasan telah dirangkai dengan rapi agar Dara tidak ikut mengantar Anne dan Om Rudi menuju hotel, karena om Rudi tidak mau semuanya menjadi kacau jika Dara tahu beliau hanya menyewa satu kamar.
"Kenapa melamun?" tanya om Rudi setelah duduk di sisi Anne.
"Saya tidak melamun, Pi. Saya hanya mengamati setiap bangunan megah yang ada di sini," jawab Anne tanpa mengalihkan pandangannya dari objek yang terekam di manik hitamnya.
"Di masa depan, kamu ingin membangun apa?" tanya om Rudi seraya menatap wajah Anne dari samping.
"Vila!" jawab Anne tanpa berpikir panjang, "Saya ingin membangun Villa megah di tempat yang sejuk seperti impian papa sebelum meninggal dulu." Anne masih tetap menatap lurus ke depan. Memorinya masih menyimpan rekaman kenangan bersama mendiang ayahnya.
Om Rudi tersenyum tipis mendengar jawaban dari Anne. Ya, tidak bisa dipungkiri, om Rudi pun tahu tentang cita-cita mendiang ayahnya Anne. Mereka dulu adalah teman satu kelas saat kuliah dan rekan bisnis ketika sudah sama-sama berkeluarga.
Anne mengalihkan pandangannya, ia menoleh ke samping agar bisa menatap pria yang menjadi suaminya selama ini. Anne tersenyum tipis tanpa melepaskan pandangan dari sorot mata teduh sang suami.
"Ayo kita lanjut jalan-jalan, Pi!" ujar Anne setelah menghabiskan minuman kemasan pemberian dari om Rudi.
Tidak ada pilihan lain selain mengikuti keinginan sang istri. Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup om Rudi, mau berjalan kaki menyusuri pusat keramaian kota Tokyo. Berjalan berdua dengan bergandeng mesra bersama sang istri membuat om Rudi serasa muda kembali. Beliau tak henti tersenyum tatkala melihat kebahagiaan yang terpancar dari sorot mata sang istri.
"Sayang, ini sudah larut malam. Ayo kita kembali ke hotel," ucap om Rudi, "besok pagi kita harus pulang ke Indonesia," lanjutnya seraya memutar jalan menuju ke arah hotel.
__ADS_1
Masalah dengan Dara dan kekasihnya telah selesai setelah Juna menyanggupi permintaan om Rudi. Juna berjanji kepada ayah kekasihnya itu, akan datang bersama orangtuanya saat liburan nanti. Hal itu membuat om Rudi bernapas lega. Sebagai orang tua beliau harus tegas dengan keputusannya. Semua beliau lakukan demi keselamatan putrinya sendiri.
Setelah berjalan cukup jauh, pada akhirnya sepasang suami istri itu sampai di hotel. Mereka membersihkan diri terlebih dahulu sebelum beristirahat. Anne mengisi bathup dengan air hangat, mengingat tubuhnya terasa sangat lelah. Meski, mandi di saat malam tidak disarankan, Anne tetap melakukan hal itu. Ia ingin bersantai dengan mengirup aromaterapi yang ada di dekat bathup. Air hangat yang sudah di campur dengan sabun cair itu akhirnya menghasilkan busa. Segera Anne menanggalkan bathrobe nya dan masuk ke dalam bathup tersebut.
Anne menengadahkan kepalanya dan tidak lama kelopak mata itu mulai tertutup. Rasa nyaman mulai dirasakan tubuh itu karena kehangatan yang merasuk ke dalam tubuh.
"Rasanya aku pengen tidur aja di sini," gumam Anne tanpa membuka kelopak matanya.
Sementara itu, om Rudi sibuk dengan ponselnya. Beliau duduk di sofa sambil menunggu Anne yang tak kunjung keluar dari kamar mandi. Cukup lama pria tersebut menunggu kedatangan sang istri. Namun, yang ditunggu tak kunjung keluar dari kamar mandi sampai om Rudi selesai membalas semua e-mail yang masuk.
"Dia ini mandi atau pingsan, ya!" gerutu om Rudi setelah meletakkan ponselnya di atas meja.
Mungkin karena penasaran, Om Rudi memutuskan untuk menyusul sang istri di kamar mandi. Perlahan, beliau mulai membuka pintu kamar mandi, tidak ada Anne di bawah shower. Beliau akhirnya masuk begitu saja untuk melihat keberadaan sang istri.
Om Rudi tersenyum smirk tatkala ide gila terlintas dalam pikirannya. Tanpa bersuara, beliau segera melepas kancing piyamanya. Pria matang itu, mungkin tidak mau menyianyiakan malam terakhir di kota ini. Pada akhirnya, om Rudi berdiri di dekat bathup dengan tubuh tanpa selembar kain pun.
"Sayang, bangunlah!" ujar om Rudi karena Anne tak kunjung membuka matanya.
Kelopak mata itu perlahan terbuka saat mendengar suara om Rudi ada di dalam kamar mandi. Anne terkesiap setelah sadar sepenuhnya. Pemandangan yang ada di dekatnya, sungguh, membuatnya menelan ludah. Ia heran saja, sejak kapan suaminya itu berada di sana. Kenapa pedang sakti kebanggan sang suami itu sudah berdiri kokoh dan siap digunakan untuk tempur.
"Papi mau ngapain?" tanya Anne seraya menatap wajah sang suami.
__ADS_1
"Tentu saja, Papi ingin berendam seperti kamu, Sayang," jawab om Rudi dengan santainya.
"Gak boleh! Bathupnya kurang luas kalau dipakai berdua!" protes Anne. Ia sedikit kesal karena waktunya harus diganggu sang suami.
"Muat!" Om Rudi pun tidak mau kalah, beliau segera mendekat ke bathup tersebut dan masuk begitu saja menggeser tubuh Anne.
Mau tidak mau, Anne harus berbagi tempat dengan sang suami. Keduanya sama-sama berendam di sana menikmati kehangatan yang terasa. Tangan om Rudi tak henti menjelajah tubuh sang istri yang tertutup busa hingga membuat sang pemilik tubuh melenguh. Tubuh Anne meremang karena merasakan sensasi lain saat puncak bukitnya diputar-putar dengan gerakan pelan.
"Main di kamar mandi sepertinya seru, Sayang," bisik om Rudi di dekat daun telinga sang istri. Beliau menggigit tipis daun telinga itu.
"Dasar Om-Om mesum!" ucap Anne di sela-sela lenguhannya.
Malam terakhir di Tokyo dihabiskan dengan bermain-main di dalam kamar mandi. Banyak spot yang membantu om Rudi melancarkan aksinya. Setelah puas bermain-main di dalam bathup, om Rudi menggiring Anne menuju wastafel. Beliau mengangkat tubuh itu hingga berhasil duduk di meja keramik tersebut.
"Pegangan yang erat!" ucap om Rudi sebelum melancarkan aksinya.
Serangan membabi buta tak dapat dihindari lagi. Pedang sakit itu berhasil mengoyak istana sang ratu tanpa ampun. Posisi ini benar-benar menguntungkan untuk om Rudi, meski sedikit kesulitan, om Rudi tetap bisa membuat Anne terbang ke atas awan untuk menggapai bintang. Setelah puas bermain-main di dalam kamar mandi. Om Rudi membawa sang istri keluar dari kamar mandi untuk melanjutkan kegiatan panas ini di atas ranjang.
"Kita selesaikan misi di sini saja!" ucap om Rudi setelah mengatur posisi di atas ranjang, "mari kita terbang bersama menembus langit Tokyo, Sayang," ucap om Rudi seraya tersenyum penuh arti.
...🌹Selamat membaca 🌹...
__ADS_1
...Beh, dasar om-om genit ya begini nih!...
...🌷🌷🌷🌷...