
Beberapa hari kemudian,
Kepadatan kota Jakarta yang tidak ada habisnya terlihat jelas dari jendela kaca salah satu hotel yang di tempati Anne saat ini. Gemerlap lampu di sepanjang jalan menambah keindahan suasana malam di Jakarta selatan. Sudah dua hari ini, Anne berada di dalam kamar hotel yang sengaja disewa oleh Dara untuknya.
Dara benar-benar melakukan rencananya. Ia menyampaikan ide gila itu kepada om Rudi saat sarapan berlangsung. Berdalih ingin liburan ke Bali bersama Anne selama satu minggu, akhirnya, Dara mendapatkan izin dari om Rudi. Namun, itu semua hanya alasan Dara saja karena pada kenyataannya gadis berambut panjang itu bukan pergi ke Bali melainkan ke Bandung. Ia menyembunyikan Anne di salah satu hotel yang ada di Jakarta.
"Dara makin kesini makin gila aja!" gerutu Anne dengan pandangan yang tak lepas dari pemandangan gedung-gedung yang menjulang tinggi itu.
"Dipikir Papinya gak tau apa kalau dia berbohong seperti ini! Untung aja itu om-om lagi sibuk sama kerjaannya!" Kali ini Anne memilih menghempaskan diri di atas ranjang king size tersebut.
Suara dering ponsel yang ada di atas nakas, membuat Anne kembali duduk di tepi ranjang. Ia meraih ponsel dan ternyata nama 'Om Genit' yang tertera di layar ponsel tersebut. Anne segera menggeser icon hijau agar panggilan segera terhubung.
Ekspresi wajah itu berubah-ubah saat berbicara lewat sambungan telepon bersama sang suami. Cukup lama panggilan tersebut berlangsung dan kedua manik hitam itu bergerak ke kiri dan kanan, seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kan! Apa aku bilang! Om Rudi udah tahu kalau Dara berbohong lagi!" gerutu Anne setelah panggilan tersebut terputus.
"Ck! Aku lagi yang kena ini mah!" Anne berdecak kesal karena masalah ini, "untung kamu baik sama aku, Dar!" Anne kembali menghempaskan diri di atas ranjang.
Pikiran Anne mulai berkelana jauh, ia harus menyusun rencana dengan matang setelah ini. Ia harus mendapatkan jalan keluar agar bisa melunakkan hati suaminya dan melindungi Dara dari hukuman ayahnya.
"Besok aku harus memakai pakaian yang lebih menggoda!" Anne bergumam, diliriknya penunjuk waktu yang ada dalam hotel itu, ternyata belum terlalu malam untuk Anne berbelanja di Mall yang berdekatan dengan hotel ini.
Setelah bersiap, Anne segera keluar dari kamarnya. Ia harus berburu pakaian sexy demi menyenangkan hati sang suami. Mungkin besok, Anne pun sudah berpindah ke Apartment baru yang sudah disiapkan oleh om Rudi dalam waktu yang singkat. Beberapa menit yang lalu saat om Rudi menelfon Anne, beliau menyampaikan jika sudah memenuhi syarat pertama dari Anne dan besok pagi, om Rudi sudah membuatkan Anne janji dengan salah satu dokter kandungan untuk konsultasi bagaimana cara menunda kehamilan yang aman, dengan begitu tidak ada lagi yang dikhawatirkan oleh Anne saat menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri.
Anne memutuskan jalan kaki menuju mall tersebut. Ia tidak mau terjebak macet jika naik taxy atau apapun itu. Lagipula jarak di antara hotel dan Mall tidak terlalu jauh.
__ADS_1
"Terus apa yang harus aku beli ya?" gumam Anne setelah sampai di lobby. Ia bingung karena tidak tahu bagaimana selera sang suami.
Anne memilih duduk di salah satu bangku panjang yang ada di dekat pintu masuk. Ia membuka ponselnya untuk membuka internet, mencari referensi selera om-om zaman now.
"Aiih! Apa iya aku harus pakai lingerie bolong-bolong seperti ini?" Anne bergumam saat membaca ulasan di internet.
Setelah membaca beberapa refrensi, Anne segera mengayun langkah untuk mencari counter khusus penjual underwear. Ia ingin mencari pakaian tidur yang sexy untuk memberikan pelayan terbaik kepada om Rudi.
"Hmmm! Sepertinya warna merah lebih menantang!" gumam Anne setelah masuk ke dalam counter underwear.
...♦️♦️♦️♦️...
Hari telah berganti seiring dengan berjalannya waktu. Langit yang gelap telah berubah menjadi terang karena sang raja sinar tengah tersenyum lebar. Sejak pagi, Anne sudah bersiap pergi ke rumah praktek dokter kandungan seperti yang diperintahkan om Rudi tadi malam. Ia dijemput asisten pribadi om Rudi dari tempatnya bersembunyi dua hari ini. Pras mengantar sang nyonya muda seperti yang dititahkan oleh bos yang sedang memimpin pertemuan dengan klien.
Serangkaian pemeriksaan telah dilakukan Anne di dalam sana. Setelah hampir tiga puluh menit berada di dalam ruangan dokter, akhirnya Anne keluar dari tempat tersebut. Ia bergegas masuk ke dalam mobil agar tidak ada siapapun yang melihatnya.
Pras membawa mobil tersebut ke alamat apartment baru yang sudah disiapkan oleh om Rudi. Mobil hitam itu membelah jalanan ibu kota yang padat selama hampir satu jam lamanya. Anne segera turun saat Pras mengehentikan mobil di depan pintu lobby.
"Om Rudi datang jam berapa nanti?" tanya Anne saat Pras pamit kembali ke kantor.
"Maaf, Nyonya muda, saya kurang tahu," jawab Pras dengan sopan.
Setelah mobil yang dikendarai Pras melenggang dari area apartment, Anne segera masuk ke lobby tersebut. Masuk lift dan tidak lupa menekan tombol angka sesuai dengan arahan dari om Rudi.
"Hmmm! Tak kalah mewah dari apartment sebelumnya!" gumam Anne setelah lift tersebut terbuka.
__ADS_1
Tanpa melihat interior yang ada, Anne segera masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di sana. Ia harus bersiap dari sekarang karena mungkin saja, om Rudi akan datang saat jam makan siang.
"Masa iya siang-siang begini aku pakai lingerie?" Anne bermonolog seraya menatap paper bag yang berjajar rapi di atas ranjang.
"Mungkin, lingerinya dipakai nanti malam aja lah!" imbuh Anne seraya menurunkan paper bag berisi pakaian kurang bahan itu dari ranjangnya.
Pada akhirnya, Anne memutuskan untuk memakai dress tanpa lengan dengan belahan dada yang rendah. Baru kali ini, Anne memakai pakaian ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Aiih! Aku seperti wanita penghibur saja!" gerutu Anne saat melihat penampilannya dari cermin almari.
Detik demi detik terus berlalu, waktu makan siang telah datang. Anne mulai resah karena sebentar lagi pria yang sudah sah menjadi suaminya itu akan segera datang. Tubuhnya mendadak kaku di atas sofa ruang keluarga saat mendengar suara pintu lift yang terbuka. Ia semakin gugup saat sang suami berada di belakang sofa yang ia tempati saat ini.
"Bagaimana apartment ini? Apa kamu suka?" tanya om Rudi tatkala dagunya berada di atas bahu sang istri.
"Suka dong!" jawab Anne seraya mengalihkan pandangan ke samping.
Anne sedikit menjauhkan wajahnya tatkala melihat perubahan penampilan sang suami siang ini. Kumis dan jenggot tebal tidak terlihat lagi di wajah itu. Sungguh, Anne terkesima melihat sang suami yang terlihat jauh lebih muda dari sebelumnya.
"Bagaimana, Sayang? Apakah kamu sudah siap menjadi milikku hari ini?" tanya Om Rudi dengan bibir yang mengulas senyum penuh arti.
...🌹Selamat membaca 🌹...
...Apakah yang akan terjadi setelah ini? Jangan kemana-mana yak! tunggu menjelang sore, othor akan mencoba menulis itu ... emmm ... itu!...
...🌷🌷🌷🌷🌷...
__ADS_1