
"Hunny ...." ucap Bagus setelah keluar dari lift.
Anne menghentikan langkahnya ketika mendengar panggilan dari Bagus. Ia mengalihkan pandangan ke belakang untuk menatap sang pemilik suara yang sedang termangu di depan lift.
"Ada apa, Bee? Kamar kita ada di ujung sana," ucap Anne.
"Kamu yakin kita akan merayakan ulang tahun di kamar hotel?" Sekali lagi Bagus meyakinkan sang kekasih.
Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Anne segera meraih pergelangan tangan sang kekasih. Ia menggandeng tangan itu dengan mesra saat berjalan menuju kamar yang ternyata sudah dipesan oleh Anne.
"Come on, Bee!" ucap Anne setelah membuka pintu dengan kartu akses hotel.
Kamar bernuansa putih itu terlihat indah dengan dekorasi sederhana yang sudah disiapkan di sana. Beberapa balon warna warni dibiarkan mengudara di langit-langit kamar.
"Kamu yang menyiapkan semua ini, Hunny?" tanya Bagus setelah mengamati sekeliling kamar tersebut.
"Tentu saja, aku menguras semua tabunganku demi semua ini," ucap Anne seraya tersenyum manis.
Bagus tergelak mendengar hal itu. Ia menarik tangan Anne hingga tubuh ramping itu masuk dalam dekapannya. Bagus sangat gemas melihat sang kekasih yang selalu memberinya warna hidup yang baru. Selama tiga tahun ini, hubungan mereka tidak sampai melampaui batas wajar, hanya sekedar ciuman bibir yang berani Bagus lakukan kepada Anne. Rasa cinta yang begitu besar membuatnya bertahan dari godaan hubungan yang lebih intim. Apalagi Anne sendiri tidak mau melakukan hubungan itu karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Kamu semakin membuatku tergila-gila, Anne Malila!" ucap Bagus dengan suara yang lirih. Kedua kening itu saling bersentuhan dengan tubuh yang saling memeluk erat.
__ADS_1
"Kamu harus tetap waras Bee agar bisa mencintaiku sampai nanti," jawab Anne dengan kelopak mata yang tertutup. Rasanya ia tidak sanggup menatap telaga bening yang dipenuhi banyak cinta di dalamnya.
Anne menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang kekasih. Ia sangat menikmati waktu berharga yang tidak mungkin bisa diulang setelah ini. Keduanya sama-sama terdiam karena suasana romantis yang hadir dalam kamar bernuansa putih itu. Baguspun tak henti mengusap rambut yang tergerai itu dengan lembut dan penuh perasaan.
Detik demi detik terus berlalu, Anne segera mengurai tubuhnya saat mendengar suara pintu diketuk dari luar. Ia meninggalkan Bagus yang termenung di tempatnya dan buru-buru membuka pintu kamar.
"Maaf mengganggu waktu Nona, saya hanya mengantar kue ulang tahun pesanan Nona," ucap seorang pria yang tak lain adalah petugas hotel.
"Terima kasih." Anne tersenyum tipis saat menerima kue pesanannya.
Bagus tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah melihat Anne membawa kue ulang tahun. Ia tidak pernah menduga akan mendapat kejutan seperti ini dari Anne. Semua ini semakin menambah kadar cintanya kepada gadis yang baru saja menyelesaikan skripsinya itu.
Tepat pukul dua belas malam, Anne menyalakan lilin yang ada di atas kue ulang tahun itu. Senyum yang sangat manis mengiringi langkahnya menuju ke tempat Bagus berada.
"Semoga kita selalu bersama dalam suka maupun duka," ujar Bagus sebelum meniup lilin tersebut.
Sekuat tenaga Anne menahan air mata yang sudah menggenang dalam pelupuk mata kala mendengar doa yang diucapkan oleh Bagus. Rasanya, ingin sekali Anne berteriak dan mengadukan semua yang terjadi padanya saat ini. Namun, semua itu tidaklah mungkin karena Anne tidak mau Bagus ikut terseret dalam kerumitan ini. Anne harus memainkan drama yang sudah ia susun malam ini dengan baik.
"Kita tidak akan mungkin bersama, Bee! Tidak mungkin!" batin Anne.
Anne meletakkan kue ulang tahun itu di atas meja. lalu ia kembali berdiri di hadapan Bagus dengan senyum yang sangat manis. Tatapan matanya terpaku pada telaga bening yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
Ciuman mesra mendarat begitu saja di bibir pria manis yang menjadi kekasih Anne selama ini. Suasana yang romantis membuat keduanya tenggelam dalam gejolak asmara yang menggetarkan jiwa. Gelora cinta yang menggebu membuat mereka berdua semakin tenggelam dalam buaian asmara. Tanpa mereka sadari setengah tubuh mereka berdua telah lolos dari kain yang melekat. Dinginnya AC di kamar tersebut berhasil menyentuh kulit tanpa penutup itu.
"Hunny! Hentikan! Jangan membuatku hilang kendali yang akan mengotorimu," ucap Bagus dengan napas yang terengah-engah. Ia sedang menahan hasrat yang sudah berkobar dalam diri.
"Malam ini aku adalah milikmu, Bee! Aku menyerahkan seluruh jiwa, raga, cinta dan semua yang aku miliki kepadamu! Hanya ini yang bisa aku berikan sebagai kado sekaligus bukti betapa besarnya cintaku kepadamu," ucap Anne dengan pandangan yang tak lepas dari mata indah sang kekasih.
Tangan kanan Anne sibuk menjelajah rahang yang membingkai wajah tampan itu sedangkan tangan kirinya sibuk bermain-main di titik sensitif sang kekasih. Anne menatap Bagus dengan sorot mata penuh harap, seakan ia tidak bisa membendung semua rasa yang sedang menguasai jiwanya.
"Come on, Bee! I am yours ...." ucap Anne dengan suara yang lirih.
Bagus tidak bisa berpikir jernih saat ini, ia melepaskan semua benteng pertahanan yang selama ini sudah ia bangun. Setelah mendengar ungkapan cinta dari gadis pujaannya selama ini, pada akhirnya Bagus lebih memilih untuk mengikuti nulurinya sebagai seorang pria.
"Aku mencintaimu, Hunny! Sangat!" ujar Bagus sebelum melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
Sepasang kekasih itu akhirnya menghabiskan malam di atas ranjang king size bersprei putih itu. Mahkota sang ratu akhirnya jatuh ke tangan sang raja setelah bersusah payah untuk mendapatkannya. Lenguhan dan jerit kesakitan sang ratu membaur menjadi satu. Semua itu tak membuat permainan berhenti begitu saja.
Setelah melewati putaran waktu yang cukup lama pada akhirnya sang raja menyerah. Permainanpun harus berakhir dengan peluh yang bercucuran. Dinginnya suhu ruangan nyatanya tidak bisa mereda kobaran api yang tercipta dari penyatuan yang baru saja berakhir.
Bagus tertegun setelah melepaskan tubuhnya dari sang kekasih. Ia melihat bercak merah di sprei itu. Pandangannya seketika beralih menatap Anne yang sedang mengatur napasnya. Entah mengapa, Rasanya ... perasaan cinta itu semakin tak bisa terbendung lagi. Bagus benar-benar tenggelam di lautan cinta milik sang ratu.
"Hunny, aku sangat mencintaimu! Sampai kapan pun aku akan mencintaimu!" ujar Bagus setelah merebahkan diri di sisi Anne.
__ADS_1
...🌷Selamat membaca🌷...
...FB: Titik Pujiningdyah || IG: @tie_tik...