Belenggu Benang Kusut

Belenggu Benang Kusut
Jalan-jalan berdua di Mall,


__ADS_3

"Akhirnya ... sampai juga!" gumam Anne setelah keluar dari mobil.


Seperti biasa, di saat malam minggu seperti ini, jalanan kota pasti dipadati kendaraan. Mungkin, mereka pun ingin menghabiskan waktu dengan jalan-jalan seperti yang dilakukan oleh Anne. Kali ini sepasang suami istri itu diantar pak Botak ke salah mall elite di Jakarta selatan.


"Ayo masuk!" ajak om Rudi setelah berdiri di sisi Anne. Pria matang itu sebenarnya tidak suka berada di tempat seperti ini, tapi beliau pun tidak tega menolak permintaan sang istri.


Anne tersenyum tipis sebelum melingkarkan tangannya di lengan sang suami. Ia tidak takut lagi bermesraan di tempat umum seperti ini dengan pria matang yang cocok menjadi ayahnya itu. Toh, Dara pun sudah mengetahui hubungan ini, jadi tidak ada lagi yang ditakutkan Anne.


"Kamu ingin membeli apa di sini?" tanya om Rudi setelah masuk ke dalam gedung raksasa itu, "Papi harap kamu tidak memaksa Papi untuk ke bioskop!" ujar om Rudi tanpa menatap Anne. Beliau fokus dengan jalan yang beliau lalui saat ini.


"Saya pengen beli blazer kerja, Pi," ucap Anne seraya menatap om Rudi sekilas.


"Baiklah, kita ke sana sekarang," ujar om Rudi.


Sepasang suami istri itu berjalan menuju tempat yang dimaksud oleh Anne. Mereka memasuki salah satu butik yang ada di sana. Entah berapa pakaian yang sudah dipilih Anne dan semuanya dibayar langsung oleh om Rudi.


"Makasih, Papi," ucap Anne setelah melenggang dari butik tersebut.


Kini ... mereka berdua kembali menyusuri mall tersebut dan kali ini giliran om Rudi yang belanja beberapa pakaian untuk beliau sendiri. Mereka berdua memasuki counter salah satu brand terkenal di Indonesia. Anne tak melepaskan tangannya dari lengan sang suami, ia tidak perduli meski banyak mata yang memandang ke arahnya.


"Papi mau beli apa?" tanya Anne setelah om Rudi berhenti di area jaket pria.


"Kamu suka Papi tampil bagaimana kalau sedang kencan seperti ini?" tanya om Rudi seraya menatap Anne.


Anne menjauhkan tubuhnya dari om Rudi. Ia mengamati penampilan sang suami dari atas sampai bawah. Penampilan sempurna untuk pria matang seperti om Rudi. Anne suka saat om Rudi memakai jaket jeans hitam yang dipadukan dengan celana berwarna cream.


"Papi tampil seperti ini udah keren kok!" ujar Anne tanpa melepaskan pandangan dari sang suami.


"Coba kamu pilihkan baju untuk Papi," ucap om Rudi.

__ADS_1


Satu persatu jaket yang terpajang di sana telah diteliti oleh Anne. Ia menemukan satu pilihan yang cocok dari sekian banyak pilihan. Om Rudi pun tidak keberatan dengan pilihan sang istri. Beliau membawa Anne ke tempat kaos oblong.


"Papi mau beli kaos apa?" tanya Anne.


"Entahlah, kalau ada yang cocok ya beli," jawab om Rudi tanpa melepaskan pandangannya dari deretan kaos yang ada di sana.


Sepasang suami istri itu sibuk memilih kaos-kaos dengan berbagai motif. Kali ini mereka berdua berbeda pendapat, banyak pilihan Anne yang ditolak om Rudi karena motifnya tidak sesuai dengan selera beliau.


"Hay, An!" terdengar suara seorang wanita di balik tubuh Anne. Hal itu membuat Anne segera membalikkan tubuhnya.


"lo?" Anne menaikkan satu alisnya ketika melihat wanita yang dulu sering memusuhinya bersama Dara. Namun, sayangnya Anne lupa siapa nama wanita yang ada di hadapannya itu—wanita yang dulu selalu kalah bersaing dengan Dara secara penampilan.


"Kaget ya bertemu gue di sini?" tanya wanita itu dengan diiringi senyum smirk.


"Enggak juga! Gue aja lupa siapa nama lo!" sergah Anne seraya menatap wanita itu dengan tatapan sinis.


Om Rudi masih sibuk memilah deretan kaos yang ada di gondola sambil mendengarkan obrolan sang istri. Sebenarnya beliau tidak suka melihat ada orang yang mengganggu waktunya bersama Anne seperti saat ini.


"Oh! Lo senior gue di kampus yang sok kaya raya itu ya?" Anne berdecak melihat wanita sombong yang ada di hadapannya itu.


"Berani sekali lo ngomong seperti itu! Kemana sahabat lo yang sok cantik itu?" tanya Berli seraya mengedarkan pandangan ke sekeliling Anne untuk mencari keberadaan Dara.


"Dara melanjutkan S2 di Jepang," jawab Anne dengan ketus, "mending lo pergi dari sini! Gue mau belanja!" ujar Anne seraya membalikkan tubuhnya.


Namun, Anne kembali membalikkan tubuhnya ke arah Berli setelah mendengar musuh bebuyutannya itu menyebut nama Dara dengan kelanjutan kata-kata yang kurang menyenangkan.


"Kuliah S2 atau jadi artis B*k*p di sana?" tanya Berli dengan suara yang lantang.


Plak!

__ADS_1


Anne mendaratkan tamparan keras di pipi Berli setelah mendengar hal itu. Pertanyaan Berli tidak pantas diucapkan oleh wanita berpendidikan seperti dia. Anne tidak terima jika ada yang mengusik Dara, apalagi sampai menyebutnya seperti itu.


Om Rudi mengepalkan tangan mendengar putrinya dituduh seperti itu. Beliau terlihat geram dengan wanita yang tidak memiliki sopan santun itu. Beliau segera berdiri di sisi Anne seraya menatap wanita yang sedang tersulut emosi itu.


"Lo berani menampar gue, Upik abu? Kurang ajar! Lihat saja! Gue akan menghancurkan hidup lo setelah ini!" ancam Berli seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah Anne. Wajahnya merah padam karena merasa malu.


Apa yang sedang terjadi saat ini mengundang perhatian pengunjung yang ada di counter tersebut. Sebagian dari mereka ada yang berpura-pura memilih pakaian, ada juga yang sengaja melihat perdebatan di antara Anne dan Berli.


"Cukup, An! Jangan membuang energimu untuk meladeni wanita tak berpendidikan ini!" Om Rudi menghentikan istrinya yang sudah siap memaki Berli.


"Siapa nama ayahmu, Nona? Kenapa Anda begitu berani mengancam Anne?" tanya om Rudi dengan sikap yang sangat tenang.


"Saya adalah putri tunggal Harun Ismail! CEO perusahan Buana Mandala!" ujar Berli dengan bangganya.


Om Rudi segera merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel yang tersimpan di sana. Beliau tak melepaskan pandangannya dari wajah wanita angkuh yang berdiri di hadapan sang istri. Anne mencoba menerka apa kiranya yang akan dilakukan oleh suaminya. Tidak lama setelah itu, mata indah Anne terbelalak sempurna kala mendengar obrolan om Rudi bersama Pras.


"Kita masih punya saham di perusahaan Mandala Buana kan, Pras?" tanya om Rudi seraya menatap wajah Berli dengan sorot menakutkan, "Tarik semua saham yang kita tanam di sana! Blacklist perusahaan itu dari daftar kolega kita! Katakan pada Harun, agar mendidik mulut putrinya!" ujar om Rudi sebelum menutup panggilan bersama Pras.


Berli tersenyum smirk setelah mendengar hal itu. Ia sepertinya tidak percaya dengan ucapan om Rudi. Dia tidak tahu saja siapa sebenarnya Dara dan keluarganya. Gadis sombong itu sepertinya salah memilih musuh.


"Kamu akan menyesal karena sudah menuduh putri saya menjadi artis b*k*p di Jepang! Lihat saja, mungkin setelah ini kamu yang akan menjual diri demi gaya mewahmu, karena sebentar lagi kekayaan ayahmu akan habis!" ujar om Rudi dengan sorot mata yang menakutkan.


Om Rudi meraih tangan Anne untuk digenggamnya meninggalkan Berli yang termenung di tempatnya. Mungkin wanita itu tengah memikirkan ancaman yang dilayangkan om Rudi.


"Masa iya itu tadi ayahnya Dara?" gumam Berli seraya menatap punggung om Rudi yang hilang dari pandangan.


...🌹Selamat Membaca 🌹...


...Yuk Vote buat karya ini😍...

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2