
Dua tahun kemudian ....
"Kapan kamu wisuda, Dar?" tanya Anne tanpa melepaskan pandangannya dari layar laptop yang ada di hadapannya.
"Oke, nanti kabari saja. Aku dan Papi pasti hadir di sana. Oh ya, kapan kalian melaksanakan resepsi pernikahan?" tanya Anne lagi setelah mendapat jawaban dari Dara.
Anne meletakkan ponselnya setelah selesai ngobrol bersama Dara. Ia sibuk mengecek proposal proyek pariwisata di salah satu kawasan di Bandung. Bekerja selama dua tahun di perusahaan ini, membuat skill Anne dalam menghandle pekerjaan cukup baik. Belajar bersama sang suami, Risa dan Pras membuat Anne mempunyai banyak pengalaman. Ia sudah paham bagaimana sistem perusahaan, nilai saham sampai cara menjadi team marketing yang baik.
Rumah tangga yang sudah berjalan selama dua tahun lebih tentu saja membuat pemikiran Anne lebih dewasa. Namun, ia tetap bersikap manja saat berada di kamar bersama suaminya itu. Sampai saat ini, pernikahannya belum lengkap karena belum memiliki keturunan. Anne belum siap akan hal itu dan om Rudi pun tidak pernah mempermasalahkan tentang anak. Bagi pria yang sudah berumur setengah abad itu, memiliki Dara dan Anne sudah membuat hidup beliau lebih bermakna.
"Bagaimana, Sayang, proyeknya?" tanya om Rudi setelah kembali dari ruang rapat. Beliau masuk ke dalam ruangan sang istri terlebih dahulu untuk memastikan proyek yang ada di Bandung.
"Sebentar lagi selesai. Setelah ini saya akan ke ruangan Papi untuk membahas proposal ini," ucap Anne tanpa menatap sang suami. Ia sibuk membaca proposal yang terpampang di layar laptopnya.
Om Rudi berlalu begitu saja dari ruangan tersebut setelah mendapat jawaban dari Anne. Ada banyak berkas yang sudah menunggu persetujuan beliau sebelum berkas-berkas itu dikembalikan ke masing-masing kabag.
"Bu Risa, saya ke ruangan pak Rudi dulu, ya," pamit Anne sebelum meninggalkan ruangannya.
Berbekal laptop dan berkas penting, Anne masuk ke dalam ruangan utama di gedung ini. Ia masuk setelah mengetuk pintu dan segera duduk di kursi yang ada di depan meja kerja sang suami.
"Katakan, berapa anggaran yang dibutuhkan untuk proyek pariwisata itu?" tanya om Rudi setelah Anne membuka laptopnya.
"Anggarannya tidak banyak sih, Pi untuk ukuran wisata yang akan kita kembangkan nanti. Hanya delapan milyar," jawab Anne seraya menatap om Rudi dengan lekat.
"Berapa lama perkiraan modal akan kembali?" tanya om Rudi lagi.
"Tidak sampai satu tahun semua modal akan kembali," ucap Anne dengan yakinnya, "wisata ini akan menjadi ikonik di kota tersebut karena wisata ini akan mencakup semua kalangan. Banyak hal yang sudah dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Ada banyak penginapan berbagai kelas yang menyuguhkan pemandangan indah yang memanjakan mata." ucapnya tanpa ragu.
Anne kembali fokus ke layar laptopnya untuk mencari strategi pemasarannya nanti.
__ADS_1
"Papi tidak usah khawatir mengenai marketingnya. Saya sudah mempersiapkan strategi pemasaran yang cocok untuk kalangan milenial. Kita nanti akan memakai jasa selebgram atau toktoker saat pariwisata itu siap beroperasional. Bagaimana menurut Papi?" Anne menyandarkan tubuhnya di kursi yang ia tempati saat ini.
Om Rudi menganggukkan kepala beberapa kali setelah mendengar penjelasan sang istri. Tidak ada salahnya untuk mencoba proyek baru yang sedang di tangani Anne saat ini.
"Oke, Papi setuju. Nanti kita akan membicarakan ini dengan konsultan proyek mengenai desain dan dana yang sudah dianggarkan," jawab om Rudi tanpa melepaskan pandangannya dari wajah sang istri.
Obrolan terus berlanjut, mulai dari pembahasan tentang pekerjaan hingga kabar yang sudah disampaikan oleh putri sambungnya. Banyak hal yang disampaikan Anne mengenai persiapan yang dilakukan sebelum berangkat ke Jepang saat tiba waktunya nanti.
"Sayang, terima kasih, karena sudah peduli dan menyayangi Dara," ucap om Rudi tatkala pembicaraan telah selesai.
"Papi tidak perlu berterima kasih, bukankah seharusnya memang seperti itu?" Anne tersenyum manis seraya menatap sang suami.
Semua orang di perusahaan ini pada akhirnya tahu bagaimana sebenarnya hubungan Anne dan Om Rudi. Mereka begitu menghormati Anne karena takut dengan om Rudi. Pernah ada satu karyawan tetap di bagian marketing yang merendahkan Anne, dan kabar itu sampai di telinga om Rudi. Hanya dalam hitungan waktu beberapa jam saja, om Rudi memberikan surat PHK kepada karyawan tersebut.
Setiap hari Anne datang ke kantor satu mobil dengan om Rudi. Setiap hari mereka di antar pak Botak karena om Rudi enggan untuk membawa mobil sendiri di tengah padatnya lalu lintas kota Jakarta.
Selama ini Anne tidak pernah lagi bertemu dengan Bagus ataupun orang tuanya. Pria itu seakan hilang ditelan bumi, karena Anne tidak pernah lagi melihat mantan pacarnya di sosial media. Nama pria manis itu pun mulai pudar dari hati Anne karena terhapus oleh waktu.
****
Sang dewi malam hadir menghiasi gelapnya malam. Semilir angin mulai menerpa sepasang suami istri yang sedang menikmati malam di balkon lantai dua rumah megah itu. Dua cangkir cappucino late menemani mereka berdua.
"Pi, besok saya boleh ya bawa mobil sendiri," ucap Anne sambil memijat pundak sang suami.
"Memang kamu mau kemana?" tanya om Rudi seraya menengadahkan kepala agar bisa menatap wajah sang istri.
"Saya mau ke makamnya Papa dan Mama. Sudah lama loh saya tidak ke sana, Pi," ucap Anne tanpa menghentikan kedua tangannya yang asyik memijat sang suami.
"Ya sudah kita pergi bersama saja." Sepertinya om Rudi berat untuk menyetujui permintaan sang istri, beliau tidak tega Anne menyetir mobil sendiri.
__ADS_1
"Papi besok pagi 'kan meninjau Proyek di Tangerang sama pak Pras." Anne mengingatkan jadwal padat sang suami di hari esok.
Om Rudi hanya diam saja mendengar ucapan sang istri. Beliau menjadi bimbang dengan situasi ini. Padahal dulu sebelum hubungan pernikahan terbongkar di lingkup kantor, Om Rudi tidak terlalu khawatir seperti saat ini.
"Bagaimana kalau kamu diantar Yanto saja?" Om Rudi menawarkan sopir perusahaan yang biasa mengantar beliau saat ke luar kota.
"Terserah Papi deh!" Anne pun sepertinya keberatan dengan keputusan sang suami, "Tapi saya ada penawaran nih! Papi mau gak?" Sebuah ide cemerlang muncul di kepalanya.
Om Rudi mengalihkan pandangan ke samping setelah mendengar hal itu. Banyak hal yang tak terduga jika Anne sudah mengeluarkan tawar menawar seperti ini.
"Katakan!" Om Rudi tersenyum smirk ke arah sang istri.
"Jika Papi mengizinkan saya membawa mobil sendiri, malam ini saya akan menjadi joki yang baik, sampai oli nya keluar deh! Di atas terus gitu!" Anne menaik-turunkan satu alisnya tanpa melepaskan pandangan dari suaminya itu.
Om Rudi segera berdiri dari tempatnya setelah mendengarkan tawaran dari sang istri. Momen yang sangat langka jika Anne bersedia menjadi joki di sepanjang permainan.
"Mari kita buktikan seberapa mahir kamu menjadi joki dalam permainan ini," ucap om Rudi sebelum menarik tangan sang istri pergi dari balkon itu.
...🌹Selamat membaca🌹...
...Jangan lupa yeee siapkan vote untuk om Rudi dan Anne biar makin lancar main-mainnya😀gak ada vote bunga ataupun kopi tak masalah kok🤭...
➖➖➖➖➖➖♥️♥️♥️♥️♥️➖➖➖➖➖
Selamat malam, Sayangku🤭 Ada rekomendasi karya keren nih♥️Kuy buruan baca karya daei author Unchi dengan judul Terpaksa Menikahi Mantan Napi. Wow judulnya aja udah bikin penasaran kan? maka dari itu, buruan baca!!!
...🌷🌷🌷🌷🌷...
__ADS_1