Belenggu Benang Kusut

Belenggu Benang Kusut
Gara-gara Berli!


__ADS_3

Perundingan antara dua pemilik perusahaan berjalan cukup alot karena om Rudi tetap pada pendiriannya. Keputusan mencabut saham dari Mandala Buana sudah bulat. Bahkan, saat ini berkas kerja sama itu telah disiapkan di atas meja.


"Pak, saya minta maaf atas ucapan saya yang melebihi batas. Tolong ... jangan cabut saham Bapak dari perusahaan ayah saya." Kali ini Berli menegakkan kepalanya. Ia menangis di hadapan om Rudi agar memaafkannya.


Berli mulai takut karena om Rudi ternyata bukan orang sembarangan. Ia benar-benar menyesal karena sudah mengusik keluarga ini. Air mata terus menetes tanpa henti, sorot matanya menyiratkan sebuah permohonan yang besar kepada om Rudi.


"Saya mohon, Pak! Saya akan melakukan apapun agar Bapak tidak mengambil saham dari perusahaan ayah saya!" Sekali lagi, Berli memohon kepada om Rudi, "Bahkan, saya rela menyerahkan tubuh saya untuk Bapak jika itu cukup untuk menghapus kesalahan saya!" ujar Berli hingga membuat Anne dan pak Harun terhenyak dari tempatnya.


"Berli!!" teriak Anne dan pak Harun bersamaan.


"Cukup! Jangan mempermalukan harga diri ayahmu!" pak Harun meradang setelah mendengar ucapan putrinya.


"Heh! Kamu pikir kamu siapa! Aku tidak akan membiarkan wanita manapun mendekati suamiku!" ujar Anne seraya menunjuk Berli, "apa kamu merasa cantik dan sexy hingga kamu menawarkan tubuhmu kepada suamiku? Cih! Memalukan!" Anne tidak bisa mengontrol diri di hadapan semua orang yang ada di ruangan itu.


Om Rudi tersenyum tipis melihat sikap Anne saat ini. Beliau bisa menyimpulkan jika Anne mulai cemburu saat ada wanita yang mendekat. Om Rudi kembali bersikap tegas saat pak Harun menarik tangan putrinya.


"Kamu benar-benar memalukan, Berli!" sarkas pak Harun seraya menatap putrinya.


"Berli tidak mau miskin, Pa! Berli akan melakukan apapun agar hidup kita tetap layak!" ujar Berli dengan tangis yang tak bisa berhenti.


"Kalau begitu kenapa kamu tidak pergi ke Jepang saja dan menjadi artis b*k*p di sana?" tanya om Rudi dengan diiringi senyum smirk.


Berli semakin menangis mendengar ucapan om Rudi. Ia benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana mempertahankan perusahaan orang tuanya. Ia pun tidak menyangka jika ternyata Anne adalah istri orang berpengaruh dalam dunia bisnis ini.

__ADS_1


"Maafkan saya, Pak Rudi, atas segala kekacauan yang ditimbulkan putri saya. Setelah ini saya pasrah jika memang Bapak mengambil semua saham Bapak," ucap pak Harun sebelum pamit keluar dari ruangan mewah pemilik perusahaan Royale group ini.


Pras pun mengikuti langkah pak Harun dan Berli. Ia harus mengantar tamu bosnya itu sampai keluar dari gedung raksasa ini. Kini, tinggallah sepasang suami istri itu di ruangan yang tertutup rapat.


"Papi mau sama Berli?" tanya Anne dengan nada ketusnya. Ia menatap sang suami dengan intens.


"Kapan Papi bilang begitu?" Om Rudi malah bertanya balik.


"Kalau Papi mau sama Berli, kebangetan! Apa kelebihan dia coba! Tubuhnya kurus, wajahnya oplas! Aduh gak banget deh!" gerutu Anne seraya menatap om Rudi yang tak henti tertawa.


Anne semakin kesal melihat om Rudi beranjak dari tempatnya. Suaminya itu sepertinya enggan untuk menanggapi masalah Berli. Belum selesai Anne berbicara, pria matang itu malah berlalu menuju kursi kebesarannya selama ini. Anne pun mengikuti langkah om Rudi. Ia sampai duduk di atas meja tepat di hadapan om Rudi.


"Astaga! Apalagi, Sayang?" tanya om Rudi seraya menyandarkan tubuh di kursinya.


Om Rudi mengulum senyum melihat sikap Anne yang kekanak-kanakan itu. Beliau semakin gemas melihat istrinya yang semakin cerewet itu. Rasanya, saat ini beliau ingin sekali membuat mulut itu hanya mengeluarkan lenguhan saja. Segera om Rudi meraih gagang telepon yang ada di meja kerjanya untuk menghubungi Risa.


"Jangan ada yang masuk ke ruangan saya! Sampaikan berita ini kepada Pras, agar dia yang menghandle jika ada tamu untuk saya," ucap om Rudi sebelum menutup sambungan telfon bersama Risa.


Pintu dan CCTV aman saat ini setelah om Rudi menonaktifkannya. Setelah ini beliau harus bisa membuat sang istri yang sedang merajuk karena ulah Berli kembali tersenyum. Bibir yang berani mengerucut itu harus dihukum terlebih dahulu agar bisa mengeluarkan lenguhan manja. Om Rudi beranjak dari tempatnya saat ini, beliau berdiri agar tubuhnya sejajar dengan Anne.


"Kamu adalah segalanya bagi Papi. Tidak ada lagi wanita cantik dan sexy selain kamu, Sayang. Hanya kamu yang mampu membuat hidup Papi semakin berwarna," ucap om Rudi seraya melepas blazer yang dipakai oleh Anne.


"Papi tidak akan berpaling darimu, Sayang. Hanya kamu, kamu dan kamu yang bisa menguasai hati dan pikiran Papi." Om Rudi mendaratkan ciuman mesra di bibir itu.

__ADS_1


Kedua bibir itu saling bertautan satu sama lain. Suara decapan terdengar di sana bagai melodi pengiring kegiatan yang baru saja dimulai itu. Kedua tangan om Rudi terus aktif melepaskan satu persatu kancing kemeja yang dipakai sang istri. Kini, kedua bukit Teletubbies yang menantang itu terlihat jelas di mata om Rudi setelah tiga pengait yang ada di belakang tubuh Anne terlepas.


Lenguhan manja lolos begitu saja kala Anne merasakan getaran hebat akibat petualangan om Rudi di setiap jengkal tubuhnya. Anne mencondongkan tubuh ke belakang dengan kedua tangan yang dipakai menopang tubuhnya, kala om Rudi mulai bergerak turun. Pria matang itu mulai menyingkap span hitam yang dipakai oleh Anne dan pada akhirnya kain berenda segitiga itu pun lolos begitu saja.


Anne mengernyitkan keningnya saat om Rudi duduk di kursi. Namun, tidak lama setelah itu ... Lenguhan Anne kembali menggema di ruangan itu saat kepala om Rudi berada di antara kedua kakinya. Sungguh, Anne tidak bisa mengatakan apapun lagi. Hutan gundul tempat tertanamnya kacang almond telah dikuasai lidah kucing. Tak bisa dihindari lagi, pada akhirnya rawa tanpa lumpur itu mengeluarkan semburan hangat sumber air kental setelah tubuh itu bergetar hebat.


"Turunlah, Sayang! Maka kamu akan merasakan sesuatu yang lebih dari ini!" ujar om Rudi setelah memberikan Anne jeda waktu untuk mengatur napasnya.


Sepatah kata tak dapat lagi terucap kala kobaran hasrat sudah menggelora. Anne hanya bisa pasrah saat sang suami menyuruhnya untuk membalikkan tubuh. Kedua tangannya mencengkram tepi meja sebagai pertahanan, tubuh itu reflek membungkuk untuk mempermudah ujung tombak mencari tempat yang aman untuk bersembunyi.


Permainan inti pada akhirnya dimulai. Om Rudi membawa Anne terbang menembus awan di beberapa tempat yang ada di ruangannya. Entah itu di sofa, di dekat jendela kaca dan terakhir beliau membawa istrinya itu masuk ke dalam kamar pribadinya. Untuk pertama kalinya kamar itu menjadi saksi bisu betapa berkuasanya om Rudi.


Mungkin, setelah ini ... tidak akan lagi bibir yang mengerucut karena cemburu dengan Berli.


...🌹Selamat membaca🌹...


...Udah ya hareudangnya😀 Kuy kita siap-siap masuk konflik kedua😂eh masih agak lama deh🤭nunggu Dara nikah dulu yee sama Juna😀...


➖➖➖➖➖➖❤️❤️❤️❤️❤️➖➖➖➖➖


Untuk menemani kalian nunggu othor up besok pagi, kuy baca karya keren dari author Yanktie Ino dengan judul Tell Laura I Love Her❤️Karya keren ini wajib kalian baca ya guys😎


__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2