
Anne harus menahan tawanya setelah mendengar hasil tes sang suami. Ia sampai membekap mulutnya agar tawanya tidak meledak saat ini karena dokter masih menjelaskan penyebab om Rudi bisa terserang asam urat.
"Setelah ini alangkah baiknya jika Bapak mengurangi makanan yang mengandung purin tinggi, misalnya daging merah, jeroan sapi atau ayam, makanan laut dan kacang-kacangan." ucap dokter tersebut, "Nah, di antara contoh yang saya sebutkan, kira-kira sebelum kondisi Bapak menjadi seperti ini, apa yang Bapak konsumsi?" tanya dokter tersebut.
Om Rudi menggerakkan matanya ke kiri dan ke kanan untuk mengingat apa saja yang sudah beliau konsumsi. Beliau hanya ingat sebelum tubuhnya menjadi kaku, beliau lembur hingga menjelang pagi.
"Kacang!" ujar Anne saat teringat kemarin om Rudi minta kacang saat di kantor.
"Ya, kemarin saya makan kacang polong satu toples ditemani dengan secangkir kopi, dok!" sahut om Rudi, "Saya tadi malam juga lembur kerja sampai pukul dua dini hari, setelah bangun tidur, tiba-tiba tubuh saya kaku begitu saja," lanjut om Rudi.
"Mengkonsumsi makanan yang mengandung purin secara berlebihan bisa mempercepat naiknya kadar asam urat, Pak. Apalagi kondisi Bapak mungkin terlalu lelah. Apa Bapak suka mengkonsumsi alkohol?" tanya dokter tersebut.
"Tidak. Saya minum alkohol hanya sedikit saja saat menjamu kolega saya, itu pun dengan kadar yang paling rendah," jawab om Rudi.
"Kalau bisa dihindari ya, Pak! Nanti saya akan memberikan obat yang paling bagus agar kadar asam uratnya segera normal kembali. Saran dari saya, Setelah sembuh, Bapak harus menjaga pola makan, jangan terlalu lelah dan tetap rutin berolahraga ya, Pak," ucap dokter tersebut seraya menutup map berisi hasil tes om Rudi.
Om Rudi mengangguk-angguk kan kepalanya pelan setelah mendengar penjelasan dari dokter, akan tetapi ada satu hal yang harus ditanyakan langsung kepada dokter tersebut agar tidak mengganjal pikiran.
"Dok, apakah asam urat bisa mempengaruhi aktifitas s*ksual?" tanya om Rudi hingga membuat dokter tersebut mengulum senyum.
"Tidak, Pak. Namun, jika kadar asam uratnya naik dan kondisi Bapak menjadi seperti ini, maka aktifitas s*ksual akan terganggu, tidak mungkin bukan jika kondisi Bapak seperti ini melakukan aktifitas tersebut?" Dokter tersebut memberikan penjelasan lebih rinci lagi tentang asam urat kepada om Rudi.
Setelah selesai menjelaskan semuanya, dokter dan suster tersebut pamit pergi dari ruangan om Rudi, meninggalkan sepasang suami istri itu di dalam ruangan.
"Kamu memang minta dihukum, An!" ujar om Rudi seraya menatap Anne dengan lekat, "Bisa-bisanya kamu menertawakan suamimu yang sedang sakit ini!" Om Rudi tidak habis pikir dengan sang istri.
Awalnya Anne memang sedih dan khawatir om Rudi sakit parah. Namun, setelah mendengar hasil tes dan penjelasan dokter, ia menjadi geli sendiri melihat ekspresi wajah sang suami.
__ADS_1
"Papi lucu sih!" Anne terkekeh sebelum melanjutkan ucapannya, "Saya tuh sebenarnya takut Papi sakit parah, tapi sekarang saya lega karena Papi hanya terkena asam urat," ucap Anne seraya menatap om Rudi.
"Maka dari itu kalau dibilangin istri itu nurut, Pi! Kemarin kan saya sudah mengingatkan, jangan makan kacang terus! Eh, Papi ngeyel!" sarkas Anne dengan pandangan yang tak lepas dari wajah tampan itu.
"Saya beberapa kali kan sudah bilang, jangan sok muda, Pi! Karena Papi itu udah berumur, harus menjaga kondisi tubuh! Nah, kalau sudah seperti ini bagaimana? Masih mau ngeyel dan gak nurut istri hmm?" cerocos Anne seraya membelalakkan mata.
Bukannya marah, om Rudi malah tertawa renyah setelah mendengar komentar sang istri. Beliau geli saja mendengar Anne terus berbicara tanpa jeda. Om Rudi bisa menebak, jika beliau menjalani hidup normal dalam ikatan pernikahan pada umumnya, pasti Anne akan lebih cerewet dari ini.
"Ternyata kamu semakin cerewet, ya!" ujar om Rudi hingga membuat Anne menjadi cemberut.
...💠💠💠💠...
Hari-hari dilalui Anne di rumah sakit untuk menemani sang suami. Ia tidak pernah meninggalkan sang suami walau hanya sebentar saja. Hanya bu Una yang datang ke rumah sakit untuk mengantar pakaian Anne dan juga om Rudi.
Sudah tiga hari ini, om Rudi dirawat di rumah sakit. Kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya. Beliau sudah terlihat bugar dan bisa berjalan normal. Tubuhnya tidak lagi terasa kaku apalagi ngilu.
"Alhamdulillah," gumam Anne setelah mendengar kabar baik itu.
Setelah melakukan pemeriksaan, dokter tersebut berlalu dari ruangan om Rudi. Seorang suster memberikan kabar jika om Rudi harus menunggu satu jam lagi baru bisa pulang karena harus menunggu obat, surat kontrol dan penyelesaian pembayaran.
"Sayang, pindah ke rumah utama saja, ya," ucap om Rudi seraya menatap Anne.
"Saya masih takut, Pi!" jawab Anne, "karena hubungan ini harus tersembunyi dua tahun ke depan." Anne terlihat resah akan hal ini.
"Sudahlah, semua akan baik-baik saja. Orang-orang di rumah tidak akan ada yang tahu." Om Rudi meyakinkan sang istri.
Anne tak segera menjawab. Ia beranjak dari kursi yang ada di sisi om Rudi, berjalan menuju almari kecil yang ada di sudut ruangan untuk mengemas beberapa barang yang tersimpan di sana.
__ADS_1
"Pi, kasih kabar ke Dara, Pi, kalau Papi sudah boleh pulang," ucap Anne tanpa mengalihkan pandangannya. Ia sibuk mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam sana.
Tidak lama setelah itu, terdengar suara om Rudi dan Dara di kamar tersebut. Anne melambaikan tangannya saat om Rudi mengarahkan ponselnya ke arahnya. Kali ini, Anne membiarkan om Rudi berbicara dengan Dara, ia hanya menyimak obrolan tersebut.
"An, sini! Dara ingin bicara!" ujar om Rudi.
"Ada apa, Dar?" tanya Anne setelah berdiri di sisi bed om Rudi. Ia menatap Dara yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Kamu harus tinggal di rumah utama, An! Kalau kamu menolak, aku akan pulang ke Indonesia! Aku tidak mau kuliah lagi di sini!" Dara mengancam Anne. Mungkin, inilah cara yang dilakukan Dara agar Anne mengikuti keinginannya.
"Jangan!" sergah Anne, "kamu Jangan gila deh, Dar!" Anne membelalakkan matanya.
"Maka dari itu, kamu harus pindah ke rumah utama!" Dara masih bersikukuh dengan keinginannya.
Anne mengusap wajahnya kasar saat mendengar keputusan Dara. Ia sendiri tidak mau menjadi penyebab gagalnya pendidikan Dara di Jepang. Lagi dan lagi, anak dan ayah itu menyulitkan posisinya. Hidup Rasanya tidak nyaman karena pemikiran gila anak dan ayah itu.
"Oke! Aku akan tinggal di rumah utama lagi! Tetapi dengan syarat!" ujar Anne seraya menatap Dara penuh arti, "Kamu tidak boleh lagi curiga kepadaku!" lanjut Anne dengan ekspresi wajah yang serius.
...🌹Selamat Membaca🌹...
...Mau khilaf atau langsung konflik nih?🤭...
...🌷🌷🌷🌷...
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Oke, btw any busway, othor punya rekomendasi karya semi religi untuk kalian nih😂karya othor sendiri yang sudah tamat❤️sambil nunggu othor up, kuy tengok karya othor dengan judul 'Surga Hitam'😍
__ADS_1