
"Kamu habis mandi, kan?" tebak om Rudi seraya menatap Anne penuh arti, "Tumben pakai mandi segala, pasti ada maunya kan?" Om Rudi mencoba menerka apa kiranya yang membuat sang istri mandi.
Anne mengembangkan senyum yang sangat manis setelah mendengar pertanyaan om Rudi. Tentu saja, tebakan om Rudi menang benar kenyataannya. Tujuannya datang ke kantor tentu ada maksud dan tujuan, seperti praduga om Rudi.
"Suamiku memang sangat cerdas!" ujar Anne seraya tersenyum penuh arti.
"Katakan saja, apa yang kamu inginkan?" tanya om Rudi seraya menyandarkan tubuh di sofa tersebut. Kedua tangannya disilangkan ke belakang dan kepalanya oun menengadah ke atas.
"Yang pertama, aku ingin makan siang bersama Mas di sini, akan tetapi sebelum keinginan pertama terwujud, aku mau kita emm ...." Anne menghentikan ucapannya.
Anne mengamati wajah tampan tersebut dari samping. Tangannya mulai bergerak, menyusuri satu persatu kancing kemeja berwarna navy itu. Satu kancing pun akhirnya terlepas. Anne menelusupkan tangannya ke dalam kemeja tersebut.
"Jangan menggodaku! Katakan saja keinginanmu!" ujar om Rudi dengan mata yang terpejam.
Pria matang itu berlagak tidak peka, padahal om Rudi tahu betul kemana arah dan tujuan sang istri melakukan semua ini. Sesekali, om Rudi ingin, Anne yang memulai semua ini terlebih dahulu.
"Kita main kuda-kudaan di kantor yuk, Mas!" bisik Anne sebelum menggigit pelan daun telinga om Rudi.
"Kamu ingin mencoba spot di mana?" tanya om Rudi seraya menegakkan tubuhnya.
Anne mengedarkan pandangannya di dalam ruangan yang luas ini, untuk mencari tempat yang sesuai dengan fantasinya, "Sepertinya kita belum pernah bermain kuda-kudaan di sofa ini, Mas," ucap Anne seraya mengerlingkan matanya genit.
"Pasti di sini lebih seru, karena kita bisa melihat pemandangan gedung-gedung yang menjulang tinggi itu," ucap Anne seraya menunjuk pemandangan di luar kaca besar ruangan ini, "aman kan di sini? Kaca ini tidak bisa dilihat dari luar bukan?" Anne memastikan keamanan ruangan sang suami.
__ADS_1
"Tidak ada yang bisa melihat ruangan ini dari luar. Kamu tenang saja, Arsitek yang mendesaign ruangan ini sudah paham akan hal itu," ucap om Rudi sebelum beranjak dari tempatnya.
Sebelum memenuhi permintaan sang istri. Om Rudi menghubungi Pras, agar tidak ada siapapun yang masuk ke ruangan utama. Beliau pun sudah memerintahkan Pras agar menyuruh OB untuk menyiapkan makan siang satu jam lagi. Setelah selesai menghubungi Pras, om Rudi mencari dua remote sakti yang tersimpan di laci. Pintu dan CCTV, aman terkendali.
Setelah memastikan keadaan di sekitar aman dan terkendali, om Rudi kembali ke tempat Anne berada. Beliau duduk di sisi Anne seperti sebelumnya. Jujur saja, om Rudi merasa gemas jika melihat Anne sedang menampilkan ekspresi wajah imut seperti saat ini.
"Kemarilah!" titah om Rudi setelah merentangkan tangannya di atas sandaran sofa.
Anne bergegas menghambur ke dada bidang yang nyaman itu. Tak lupa, ia menghirup aroma tubuh sang suami yang harum itu. Tangannya mulai bergerak aktif menyusuri dada tersebut, tak lama setelah itu, kancing kemeja pun akhirnya terlepas. Anne membiarkan dasi yang menggantung di kerah kemeja om Rudi. Lantas, tangannya mulai berpindah menyusuri bagian tubuh yang lain. Pada akhirnya, pengait ikat pinggang itu pun terlepas, hingga kancing celana pun ikut terlepas.
"Mau servis hot?" tanya Anne seraya menatap om Rudi penuh arti.
"Lakukan saja! Aku milikmu!" ujar om Rudi.
Tanpa banyak bicara, Anne segera mengubah posisinya. Ia duduk di lantai sambil berusaha mengeluarkan pisang ambon dari tempat penyimpanannya. Setelah memastikan pisang tersebut layak konsumsi, dengan segera Anne melahap apa yang ada di dalam genggaman tangannya. Ia setengah berdiri dengan lutut yang menjadi penopang tubuhnya. Sungguh, apa yang dilakukan Anne saat ini berhasil membuat om Rudi melayang-layang di atas awan.
Om Rudi melepas celananya dan setelah itu, beliau membantu Anne berdiri dari tempatnya. Kini, giliran Anne yang mendapatkan pelayanan dari sang suami. Ia memejamkan mata saat om Rudi mulai bergerak aktif menjelajahi tubuhnya.
"Ternyata kamu sudah mempersiapkan semuanya," ucap om Rudi setelah melepas blazer yang dipakai Anne.
Ya, memang benar, Anne sengaja tidak memakai cup pembungkus dua bukit miliknya. Ia sengaja melakukan semua itu untuk memudahkan akses saat melakukan semua ini. Anne sudah mempersiapkan semuanya, agar tidak ada yang tahu jika dirinya tidak memakai underwear saat datang ke kantor ini.
"Kamu benar-benar gila, Sayang! Kamu tidak memakai kain berenda juga ternyata," gumam om Rudi saat menjelajah bagian tubuh bawah sang istri.
__ADS_1
Anne hanya tersenyum mendengar ucapan sang suami, "aku membawa semuanya, tapi ada di dalam tas!" ucap Anne dengan napas yang tersengal karena merasakan sensasi luar biasa dalam tubuhnya.
Cukup lama om Rudi bermain-main di tubuh sang istri. Setelah berhasil membuat Anne mencapai puncak nirwana beberapa kali hanya dengan menggunakan lidah, om Rudi akhirnya, memulai penyatuan. Beliau memposisikan diri di belakang tubuh sang istri.
Siang itu, permainan yang terjadi di ruangan utama gedung Royale group, berhasil mengalahkan panasnya cuaca hari ini. Suara lenguhan Anne menggema dalam ruangan kedap suara ini. Om Rudi pun beberapa kali mengganti posisi nya sesuai dengan permintaan sang istri.
"Stop, Sayang! Hentikan! Aku mengaku kalah!" ujar Anne di sela-sela lenguhannya.
Om Rudi segera mengubah posisi. Beliau harus bergerak cepat demi mengeluarkan getah pisang miliknya di goa penampungan sang istri. Lenguhan Anne semakin tak terkendali seiring dengan gerakan om Rudi.
"Terima kasih, Sayang!" ujar om Rudi setelah mengakhiri semua permainan ini.
***
Satu jam telah berlalu begitu saja. Setelah membersihkan diri di ruang pribadi. Om Rudi dan Anne segera keluar dari ruangan tersebut. Mereka duduk bersanding di ruang kerja sambil menunggu seseorang yang mengantar makan siang. Semua kekacauan tempat ini telah dibersihkan Anne beberapa menit yang lalu.
"Mas, aku laper banget!" keluh Anne seraya menyandarkan tubuhnya.
"Mulut mana yang lapar? Atas atau bawah?" tanya om Rudi seraya menatap sang istri penuh arti.
"Atas lah! Yang bawah udah kenyang, habis makan pisang!" ujar Anne tanpa menatap om Rudi.
Setelah beberapa menit menunggu, pada akhirnya apa yang ditunggu Anne telah tiba. Seorang OB masuk bersama Pras untuk mengantar makan siang om Rudi dan Anne. Kedua orang tersebut segera keluar dari ruangan utama setelah menyiapkan segala keperluan om Rudi.
__ADS_1
"Ayo, Sayang. Makan yang banyak ya, biar gak lemes gitu!" ujar om Rudi sebelum mengambil makan yang berjajar rapi di meja tersebut.
...🌹Selamat membaca 🌹...