Belenggu Benang Kusut

Belenggu Benang Kusut
Balada Malam Jumat!


__ADS_3

"Duh! Pengen pipis tapi takut!" gumam Dara setelah duduk di tepi ranjang.


Tidur nyenyaknya harus terganggu kala alarm tubuh tidak bisa ditahan. Mau tidak mau, Dara harus membuka mata dan segera ke kamar mandi. Namun, niat itu segera diurungkan karena bayang-bayang hantu di film horor yang tadi ia tonton bersama Anne sebelum tidur, memenuhi pikirannya.


"Sial! Kalau tahu endingnya aku takut sendiri, ngapain coba aku nonton film setan itu!" umpat Dara seraya berdiri dari tepi ranjang.


Dara memutuskan pergi ke kamar Anne saja, mungkin sahabatnya itu bisa mengantar ke kamar mandi dan menemaninya tidur. Sambil menahan rasa yang tak tertahankan itu, Dara segera keluar dari kamarnya. Suasana lantai dua yang temaram semakin membuat tubuh Dara meremang. Ia bergidik ngeri karena tubuhnya seperti diikuti oleh sosok yang ada di film.


"Lah, dikunci!" ujar Dara setelah menarik handle pintu kamar Anne.


Dara mulai mengetuk pintu kamar itu beberapa kali. Ia semakin kesal karena sahabatnya itu tak kunjung membukakan pintu. Dara takut berada di luar kamar, apalagi di dalam tempat yang sepi.


"Anne ... An! Anne! An ...." teriak Dara.


Cukup lama Dara berteriak di depan kamar tersebut, hingga pada akhirnya terdengar suara kunci yang diputar dan beberapa detik kemudian, muncullah sosok yang ia tunggu dengan rambut yang berantakan.


"Ada apa sih, Dar?" tanya Anne seraya menyandarkan tubuh di bingkai pintu, ia memasang mata sayu, seperti seseorang yang sedang menahan kantuk.


"Minggir! Aku pengen pipis!" Dara menerebos masuk ke dalam kamar hingga membuat Anne mengernyitkan keningnya, "tunggu aku di depan kamar mandi! Aku takut ada setan, An!" teriak Dara tanpa mengalihkan pandangan, ia masuk begitu saja ke dalam ke kamar mandi tanpa menutup pintunya.


"Ngapain pipis di kamarku?" Anne masih heran melihat keributan yang ditimbulkan oleh Dara.


"Nanti aku jelaskan!" teriak Dara dari kamar mandi.


Anne menatap pintu balkon yang sedikit terbuka, ia bisa melihat om Rudi masih berada di sana. Rasa gugup kembali hadir setelah Dara keluar dari kamar mandi.


"Ngapain, sih? Tengah malam berisik!" Anne berkacak pinggang di tempatnya berdiri saat ini tatkala melihat Dara keluar dari kamar mandi dengan senyum penuh arti.


"Duh! Lega!" Dara bergumam dengan diiringi senyumnya.


Dara menghempaskan diri di atas ranjang Anne, lalu, ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan, Dara tidak mau kembali ke kamarnya karena takut tidur sendiri.

__ADS_1


"Boleh ya, An, aku tidur di sini!" Dara menampilkan ekspresi sedih saat mengatakan hal itu, "Serius, An! aku takut! Pocong yang di film tadi terus menghantuiku, An!" Dara menatap Anne dengan intens.


Tentu saja, hal ini tidak boleh terjadi. Dara tidak boleh tidur di kamar ini, karena akan mempersulit dirinya sendiri. Lebih baik, Anne yang tidur di kamar Dara agar om Rudi lolos dari situasi ini.


"Pokoknya aku mau tidur di sini!" ujar Dara seraya merebahkan diri di ranjang berseprei merah maroon itu.


Dara berguling di bed empuk tersebut. Namun, tidak lama setelah itu, ia bangkit kembali. Ia mengendus ke kiri dan ke kanan karena mencium kembali aroma parfum lain di kamar ini. Dara tahu, ini bukanlah parfum yang biasa dipakai oleh Anne.


"An, kamu mencium aroma parfum gak?" tanya Dara sambil mencari sumber aroma itu, Ia bahkan sampai mencium satu persatu bantal Anne.


Anne tertegun setelah mendengar hal itu. Sekali lagi, ia harus kikuk di hadapan Dara gara-gara aroma parfum om Rudi yang tertinggal di sana. Anne harus memutar otak agar bisa menemukan jawaban yang tepat.


"Kamu beli parfum baru?" tanya Dara lagi, putri semata wayang om Rudi itu heran ketika melihat Anne termenung di tempatnya, "Heh! Kenapa bengong?" Dara turun dari ranjang dan menghampiri Anne.


"Dar, perasaanku jadi gak enak nih!" ujar Anne setelah Dara berdiri di hadapannya, "tuh! Lihatlah, tanganku meremang 'kan!" Anne menunjukkan tangannya kepada Dara.


"Emang ada apa, sih? Ih! Bikin takut aja!" Dara mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.


"Tadi sebelum tidur, aku sempet mencium aroma wewangian di kamar ini, tapi aku biarkan aja! Eh, sekarang kok kamu yang mencium aroma itu!" ujar Anne hingga membuat Dara bergidik.


"Kamu jangan aneh-aneh ah!" Dara berpindah posisi di samping Anne, ia memeluk tangan Anne karena takut.


"Apa iya, di kamar ini ada penampakan seperti yang kita lihat di film tadi, Dar?" Anne semakin mendramatisir keadaan, agar Dara tidak curiga.


Dara semakin mengeratkan tangannya. Saat ini, di pikiran Dara hanya ada bayang-bayang setan menakutkan yang ada di dalam film horor. Sepertinya, misi Anne berhasil kali ini.


"Dar! itu apa, Dar!" Tiba-tiba saja Anne berteriak sambil menunjuk jendela kamarnya, "aku tadi lihat orang jalan di luar jendela!" ujar Anne dengan raut wajah ketakutan.


"Ayo, An! Ayo kita pergi dari kamar ini! Kita tidur di kamarku saja! Buruan, An!" Dara terus menarik lengan Anne karena ketakutan.


"Lari!!" teriak Anne setelah membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


Suara kedua gadis itu menggema di lantai dua. Drama dadakan yang dimainkan oleh Anne ternyata berhasil membuat Dara kembali ke kamarnya sendiri. Tentu saja, Anne pun harus mengikutinya agar drama ini tetap berjalan lancar.


"Huuuh ... huuuh!" Dara terengah-engah setelah sampai di kamarnya, ia menghempaskan diri di ranjang king size itu.


Begitu pun dengan Anne, istri om Rudi itu ikut terengah-engah karena mengikuti Dara berlari. Ada rasa bersalah dalam hatinya ketika melihat Dara benar-benar ketakutan. Anne merebahkan tubuh di samping Dara seraya meraih guling empuk milik putri sambungnya itu.


"Duh! Malam apa sih ini!" gerutu Dara setelah napasnya teratur.


"Eh, Dar! Apa kamu lupa jika hari ini kamis malam jumat?" tanya Anne tanpa mengalihkan pandangan ke samping.


"Astaga! Pantesan horor banget malam ini!" Sekali lagi Dara bergidik ngeri karena terbayang-bayang hantu lokal yang biasa ia lihat di film horor.


Dara menarik selimut tebal itu, ia merapatkan diri ke tempat Anne berada. Tanpa banyak bicara, ia segera menarik selimut itu hingga menutupi seluruh tubuhnya dan Anne. Mereka ngobrol dalam selimut tebal itu.


"Aku harus laporan ke Papi, An!" ujar Dara seraya mengeratkan tangannya di lengan Anne, "Biar Papi mendatangkan kyai, paranormal atau apalah itu yang bisa mengusir setan!" lanjut Dara hingga membuat Anne mengalihkan pandangan ke samping, agar Dara tidak tahu jika bibirnya mengulas senyum tipis.


...🌹Selamat Membaca 🌹...


...🌷🌷🌷🌷🌷...


Sambil nunggu karya ini update, kuy tengok karya othor yang udah tamat😎 Bisa baca maraton karena episode gak terlalu panjang🤭


1. Wheel of Love (Perjodohan-Tamat)


2. Puncak Cinta (Perjuangan mendapat restu-Tamat)


3. Jerat Cinta Jessica( pelakor-Tamat)


4. Surga Hitam (Semi Religi-Tamat)


5. Suamiku CEO Cilok (Komedi tapi gagal-Tamat)

__ADS_1



__ADS_2