Belenggu Benang Kusut

Belenggu Benang Kusut
Cerewet!


__ADS_3

Langit biru telah berubah menjadi gelap setelah sang mentari kembali ke peraduan. Gemerlap bintang mulai bermunculan di hamparan gelap tanpa sinar rembulan. Angin malam mulai datang untuk menyapa setiap insan yang berada di luar rumah.


"Pi, waktunya makan malam," ucap Anne setelah meletakkan ponselnya di atas nakas. Sejak sore sepasang suami istri itu menghabiskan waktu di kamar, tanpa melakukan kegiatan apapun.


"Sebentar, Papi mau membalas pesan dari teman Papi," ucap om Rudi tanpa menatap Anne, "Kamu duluan saja, setelah ini Papi menyusul," lanjut om Rudi.


Anne segera turun dari ranjang. Lantas, ia mengayun langkah keluar dari kamar. Derap langkahnya menggema di dalam rumah megah tersebut, apalagi saat menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai satu. Pada akhirnya, Anne sampai di ruang makan. Ia menyiapkan piring untuk sang suami.


"Waw, menu malam ini terlihat nikmat!" Om Rudi bergumam setelah sampai di ruang makan.


"Papi mau makan apa malam ini?" tanya Anne setelah om Rudi duduk di kursinya, "Papi gak boleh makan udang asam manis, nanti asam uratnya naik. Daging merah dan telur puyuh juga gak boleh, Pi, karena semua ini mengandung purin tinggi. Kalau telur puyuh mengandung kolesterol tinggi," cerocos Anne tanpa menata om Rudi.


Kalimat panjang yang diucapkan oleh Anne berhasil membuat selera makan om Rudi hilang. Pria matang itu hanya diam sambil menatap menu yang tersaji di sana. Wajahnya mendadak masam setelah mendengar peringatan dari Anne.


"Jadi, Papi mau makan yang mana ini?" tanya Anne seraya mengalihkan pandangan ke arah om Rudi.


"Kalau semua makanan yang tersaji di sini gak boleh Papi makan, lalu untuk apa kamu bertanya?" Om Rudi menopang rahangnya dengan tangan kanan sambil menatap sang istri.


Anne tertegun setelah mendengar jawaban om Rudi. Ia mengamati satu persatu menu yang tersaji di atas meja makan itu. Ia baru sadar jika baru saja melarang om Rudi makan semua itu.


"Oke, malam ini Papi mendapat dispensasi. Silahkan Papi mau makan menu yang mana! Akan tetapi setelah selesai makan langsung minum obat, ya!" ujar Anne seraya mengusap lengan om Rudi beberapa kali.


Jujur saja, om Rudi sebenarnya bahagia melihat Anne cerewet seperti ini. Beliau bisa merasakan ada rasa khawatir dan perhatian yang terselip di setiap kata yang terucap.


"Iya, iya, Bawel!" sarkas om Rudi.


"Ih, Papi!" Anne berdecak kesal setelah mendengar sarkasme sang suami.


Makan malam berlangsung dengan diiringi suara teriakan Anne. Wanita hamil itu tak henti bicara setelah melihat om Rudi begitu ceroboh dengan makanan malam ini. Kekhawatiran akan kesehatan sang suami terlalu berlebihan hingga membuatnya begitu cerewet malam ini.

__ADS_1


"Sayang, setelah ini keluar, yuk!" ajak om Rudi setelah menghabiskan makanan yang ada di piringnya.


"Memangnya mau kemana, Pi?" tanya Anne setelah mengunyah makanannya.


"Hari sabtu Papi harus menghadiri reuni teman-teman kampus. Kamu harus ikut!" ujar om Rudi.


"Sabtu lusa?" Anne meyakinkan om Rudi.


"Iya, lusa! Sabtu pagi." Om Rudi meraih pisang yang ada di meja makan.


Anne tidak langsung menanggapi ucapan sang suami. Ia berpikir terlebih dahulu sebelum menerima ajakan itu. Banyak hal yang Anne pikirkan sebelum memutuskan untuk mengikuti kegiatan membosankan yang berlangsung lama.


"Aku harus ikut! Kalau aku gak ikut, bagaimana nanti kalau ada tante-tante genit yang cari perhatian ke Papi! Ih gak banget!" Anne bergumam dalam hati seraya menatap om Rudi.


"Baiklah, Pi! Setelah ini kita ke butik, hari sabtu saya mau tampil cantik!" ujar Anne setelah menyelesaikan makan malamnya.


"Setelah ini kita berangkat!" ujar om Rudi.


...♦️♦️♦️♦️♦️...


Gemerlap lampu menghiasi jalanan kota. Suasana malam semakin terasa indah saat lalu lintas tidak sepadat biasanya. Mobil hitam yang dikendarai pak Botak melaju di jalanan beraspal itu dengan kecepatan sedang.


"Maaf, Pak, kita jadi kemana?" tanya pak Botak sambil menatap om Rudi lewat pantulan spion dalam.


"Butik D'mode," jawab om Rudi.


Malam ini om Rudi akan membawa Anne ke salah satu butik terkenal di Jakarta selatan. Butik tersebut memiliki banyak koleksi pakaian wanita dengan kualitas yang tidak bisa diragukan lagi.


"Papi yakin mau kesana? Saya belum pernah masuk D'mode," tanya Anne seraya menatap om Rudi sekilas, "Saya dan Dara biasanya pergi ke butik RdA, disana pun koleksinya bagus-bagus!" ucap Anne. Ia ragu untuk masuk butik D'mode karena tidak yakin kualitasnya akan sebagus RdA.

__ADS_1


"Kita lihat dulu, Sayang," jawab om Rudi seraya menatap Anne.


Setelah berada di jalan selama berpuluh-puluh menit, pada akhirnya, mobil tersebut berhenti di depan butik D'mode. Om Rudi segera turun bersama Anne. Keduanya masuk ke dalam butik dengan tangan yang saling menggenggam erat.


"Pilihlah dress yang kamu inginkan!" titah om Rudi setelah masuk ke dalam butik tersebut, "Papi tunggu di sana," ucap om Rudi seraya menunjuk sofa panjang yang ada di salah satu sudut butik.


"Gak boleh! Papi harus menemani saya memilih pakaian yang digunakan di hari sabtu!" Anne mencekal lengan om Rudi.


Terpaksa om Rudi mengikuti perintah sang istri. Beliau menemani Anne mengelilingi tempat tersebut untuk mencari pakaian yang cocok. Bahkan, pegawai butik itupun ikut memilihkan pakaian untuk Anne.


"Pakai ini saja, ya, Pi!" Anne menunjukkan salah satu dress sexy kepada om Rudi.


"Kamu suka?" tanya om Rudi dan Anne menjawab pertanyaan itu dengan anggukan, "Ambil! Tapi dipakai di rumah saja!" ujar om Rudi sambil mengamati mini dress yang di tangan Anne.


"Yah! Kok dipakai di rumah sih, Pi!" Anne protes setelah mendengar jawaban om Rudi, "cocok loh ini kalau dipakai reuni! Nanti temen Papi yang udah tante-tante pasti pada iri!" bisik Anne seraya menaik turunkan alisnya.


Om Rudi memicingkan mata setelah mendengar ucapan sang istri. Tentu beliau tidak setuju dengan ide konyol itu. Beliau tidak mau Anne tampil sexy saat menghadiri reuni tersebut, karena beliau tidak rela jika ada pria lain yang mengagumi sang istri.


"Gak boleh! Mulai sekarang kamu tidak boleh memakai pakaian sexy di depan umum!" ujar om Rudi tanpa melepaskan pandangan dari wajah sang istri.


Anne berdecak kesal mendengar hal itu. Rencana ingin terlihat sempurna sebagai istri sosok Rudianto Baskoro harus sirna. Mau tidak mau Anne harus mengikuti keinginan sang suami demi menjadi istri yang berbakti.


"Ya sudah, kalau begitu Papi aja yang milih! Saya nurut saja sesuai pilihan Papi!" ucap Anne dengan suara yang lirih.


...🌹Selamat mencoba 🌹...


...Othor lagi sibuk yeee😍mohon maap atas keterlambatan. Masih persiapan menyambut tahun baru islam❤️...


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


__ADS_2