
Dua hari telah berlalu begitu saja. Kehangatan tak lagi dirasakan om Rudi karena Anne masih membeku seperti gunung es. Beberapa kali om Rudi mengajaknya bicara. Namun, pada akhirnya tetap gagal. Sudah dua malam om Rudi tidak merasakan betapa kenyalnya squizi milik sang istri seperti biasanya.
"Aku harus ngapain lagi ya? Apa sih maunya Anne itu! Marah gak jelas!" gerutu om Rudi setelah menutup laptopnya.
Om Rudi menghabiskan waktunya di ruang kerja karena tidak tahan dengan rasa dingin yang terpancar dari aura sang istri. Senyum tipis mengembang begitu saja dari kedua sudut bibir itu tatkala teringat suatu hal yang sudah beliau lakukan.
"Malam ini kamu tidak akan bisa menghindar lagi, Sayang!" gumam om Rudi dengan wajah yang menyeringai.
Tubuh molek sang istri tidak terlihat lagi selama dua malam ini karena tertutup rapat piyama lengan panjang. Suatu hal yang tidak disukai oleh pria matang itu karena melihat Anne seperti orang yang sakit. Memakai piyama lengkap dan selimut untuk menutupi tubuhnya di saat tidur.
Sementara itu, di dalam walk in closet ... Anne sedang berkacak pinggang di hadapan almarinya. Ia sedang mencari piyamanya akan tetapi semua koleksi miliknya tidak ada di sana.
"Perasaan tadi pagi masih ada loh!" gumam Anne seraya membuka pintu almari yang lain.
"ini kenapa baju tidurku jadi lingerie semua?" Anne mengernyitkan keningnya saat menemukan tumpukan lingerie di dalam almari itu.
"Pasti bapaknya Dara pelakunya!" gerutu Anne sambil mencengkram gagang almari.
Anne menaikkan satu sudut bibirnya setelah menemukan sebuah cara agar tidak memakai baju kurang bahan itu. Tidak akan ada kegiatan malam sebelum kata maaf terucap dari bibir suami secara langsung.
"Anda pikir saya tidak bisa mencari cara untuk menghindar! Jangan remehkan saya!" Anne tersenyum smirk kala menemukan setelan Jersey yang biasa dipakai saat joging. Celana panjang serta sweater panjang itu akhirnya melekat di tubuhnya.
Setelah selesai bersiap di walk in closet, Anne segera keluar dari ruangan tersebut. Ia mencari remote AC yang biasa tersimpan di dekat televisi. Setelah menemukan remote itu, Anne mengatur suhu yang paling dingin dan setelah itu ia menyembunyikan remote AC tersebut.
"Sampai lebaran kuda gak bakal Anda menemukan remote ini!" ujar Anne setelah memasukkan remote tersebut ke dalam sarung bantal yang biasa ia pakai.
Selimut tebal akhirnya menutupi tubuh Anne. Melindungi dari suhu dingin yang terasa di dalam kamar ini. Mungkin, inilah yang dinamakan perang dingin yang sesungguhnya.
__ADS_1
"Kenapa AC nya dingin sekali!" Om Rudi bergumam setelah masuk ke dalam kamar. Beliau melihat tubuh Anne tertutup selimut tebal itu.
Pikiran om Rudi mulai berkelana jauh, membayangkan tubuh molek yang terbalut lingerie sedang bersembunyi di balik selimut. Malam ini bisa dipastikan jika beliau akan mendapatkan kehangatan dari sang istri. Mungkin, mengajak sang istri terbang ke awang-awang akan menjadi solusi yang tepat untuk mencairkan kebekuan yang terasa.
"Apa-apan ini!" om Rudi terkejut setelah membuka selimut tebal itu.
Semua rencananya hancur begitu saja setelah melihat penampilan sang istri yang tertutup. Om Rudi berdecak kesal karena malam ini gagal mendapat kehangatan dari sang istri. Suhu dingin di dalam kamar semakin mengusik ketenangan pria matang itu. Bukannya segera tidur, om Rudi malah sibuk mencari remote AC.
"Di mana sih remotenya? Duh!" gerutu om Rudi saat membuka setiap laci yang ada di kamar.
Anne tersenyum tipis setelah mendengar om Rudi menggerutu. Dalam hati ia bersorak penuh kemenangan karena berhasil mengalahkan aki-aki kurang peka itu. Malam ini ia kembali tidur dengan tenang tanpa ada gangguan tangan jahil pemburu squizi di malam hari.
"Rasain tuh! Emang enak!" batin Anne sebelum mengubah posisinya menjadi miring. Pura-pura tidur telah berakhir untuk mengelabuhi sang suami.
...π π π π π ...
Ya, itulah yang dilakukan Anne sejak tadi pagi. Setelah sarapan ia mengurung diri di kamar sambil menikmati film korea di televisi canggih yang ada di kamar. Berbekal beberapa makanan ringan yang sudah disiapkan bi Sari, Anne menghabiskan beberapa judul film korea secara maraton.
Om Rudi resah melihat sikap sang istri. Beliau beberapa kali keluar masuk ke dalam kamar, mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan sang istri. Beliau menyerah dengan situasi ini, beliau mengaku kalah perang dingin dengan istri.
"Aku harus mencari cara untuk meluluhkan Anne!" batin om Rudi sebelum keluar dari kamar.
Pria matang bermata sipit itu mengayun langkah menuju balkon yang ada di lantai dua. Beliau mendaratkan tubuhnya di kursi yang ada di sana, tidak lupa beliau merogoh ponsel yang tersimpan di sakunya.
Kali ini, om Rudi bimbang. Haruskah beliau bertanya kepada Pras bagaimana cara meluluhkan wanita? mengingat Pras lebih muda dari beliau. Mungkin asistennya itu lebih paham dengan wanita jaman now.
"Tidak ... tidak!" Om Rudi menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Beliau gengsi jika masalah wanita saja harus Pras yang mengatasi. Om Rudi tidak mau harga dirinya harus runtuh di hadapan asistennya itu. Pada akhirnya pria matang itu memilih untuk membuka internet saja.
"Sial! Gara-gara istri merajuk, aku harus membaca artikel-artikel seperti ini!" Om Rudi berdecak kesal setelah membaca salah satu artikel yang membuat beliau merasa geli.
Beberapa puluh menit om Rudi membaca artikel di internet tentang wanita yang merajuk. Pada akhirnya beliau menemukan saran yang lebih masuk akal untuk dilakukan. Segera beliau mencari Pras untuk melakukan sesuatu hal.
"Saya tidak mau tahu bagaimana caranya! Yang pasti saya ingin menyewa restoran itu malam ini! Siapkan makan malam romantis di sana! Kamu paham 'kan maksud saya?" ucap om Rudi setelah panggilannya terhubung dengan Pras.
Setelah beberapa menit berbicara dengan Pras tentang rencana beliau malam ini, Om Rudi segera beranjak dari tempatnya. Mengayun langkah menuju kamar untuk menemui sang istri. Malam ini om Rudi harus berhasil membuat Anne luluh dan kembali bersikap hangat kepada beliau.
Kehadiran om Rudi di dalam kamar tak dihiraukan oleh Anne. Ia sibuk menatap wajah tampan Ji Chang Wook yang memenuhi layar televisi itu. Mulutnya tak henti mengunyah keripik kentang yang ada di dalam toples, hingga pada akhirnya Anne mengerucutkan bibirnya setelah om Rudi menjeda film tersebut.
"Apa sih!" Anne menatap om Rudi dengan tatapan mata tak suka.
Om Rudi bersedekap tanpa melepaskan pandangan dari wajah istrinya itu. Beliau sedang. menyiapkan kalimat yang tepat untuk mengajak istrinya pergi malam ini.
"Nanti malam Papi ada makan malam bersama kolega di salah satu Restoran! Papi mau, kamu menemani Papi! Tidak ada penolakan untuk malam ini!" ujar om Rudi dengan tegas, "jika kamu berani menolak, maka Papi akan mengajak wanita lain, Pras yang akan mencarikannya!" lanjut om Rudi hingga membuat Anne membelalakkan mata.
...π·Selamat membacaπ·...
...Wah, si Om cari perkara nihππππTi ati dipotong loh om!π...
βββββββ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβββββ
Ada lagi nih, rekomendasi karya untuk kalian baca di akhir pekan ini. Karya keren dari author Susanti 31 dengan judul Kembalinya Suamiku. Kuy buruan baca karya keren
__ADS_1
...π·π·π·π·...