
Hari demi hari terus berganti mengikuti putaran waktu yang tidak pernah berhenti. Tidak terasa kini kandungan Anne sudah memasuki minggu ke tiga belas. Kondisi fisiknya baik-baik saja. Bahkan, nafsu makannya semakin bertambah. Sungguh, keadaan ini sangat jauh berbeda dari kehamilan pertama. Beberapa waktu ini, Anne malas melakukan aktifitas apapun. Ia lebih suka berdiam diri di kamar sambil menonton film action Hollywood.
Sejak hamil anak kedua, Anne malas menyentuh alat make-up. Ia tidak lagi rajin mandi seperti sebelumnya. Bahkan, ke salon pun tidak pernah. Entahlah, ibu hamil satu ini mengalami fase apa, yang paling penting, om Rudi tidak pernah mempermasalahkan hal itu.
"Mas, aku nanti ke kantor, ya. Aku pengen makan siang di sana bareng sama Mas," ucap Anne saat membantu om Rudi merapikan dasinya.
"Boleh. Nanti jangan bawa mobil sendiri! Kamu harus diantar sopir," ucap om Rudi seraya mengamati wajah yang sedang fokus dengan dasinya, "kamu mau makan apa?" tanya om Rudi.
Anne menghentikan kegiatannya. Namun, tangannya tetap berada di dekat kerah kemeja om Rudi. Nampaknya, wanita cantik itu sedang memikirkan makanan yang menggugah seleranya, "Terserah Mas saja lah. Yang pasti bukan masakan orang rumah," jawab Anne setelah tidak menemukan ide.
"Oke, nanti Mas siapkan makanan kesukaanmu! Ingat! Jangan berangkat sendiri!" Sekali lagi om Rudi memberi peringatan kepada Anne.
Anne mengangguk pelan seraya mengembangkan senyum manisnya. Setelah selesai bersiap, mereka berdua segera turun ke lantai satu untuk sarapan. Anne melayani suaminya dengan baik, ia menyiapkan satu porsi sarapan untuk om Rudi. Tidak lupa Anne menyiapkan obat untuk suaminya itu.
"Obatnya wajib diminum!" ujar Anne seraya menatap om Rudi dengan sorot mata yang tajam.
"Iya, Sayang." Kedua sudut bibir om Rudi tertarik ke dalam setelah mendengar ucapan sang istri.
Beberapa hari yang lalu kadar asam urat om Rudi naik, hingga menyebabkan kakinya nyeri dan kesemutan. Kadar asam urat om Rudi naik setelah mengkonsumsi seafood saat menghadiri makan siang bersama koleganya.
"Mas, berangkat dulu. Jaga diri baik-baik." Om Rudi pamit setelah menyelesaikan sarapannya.
Anne mengantar keberangkatan om Rudi sampai di teras rumah. Tak lupa ia melambaikan tangan sebelum mobil hitam itu hilang dari pandangan. Anne bergegas masuk ke dalam rumah untuk melakukan kegiatan yang lain, Nonton film.
"Eh, lebih baik aku mandi aja kali, ya. Aku kan sejak kemarin belum mandi," gumam Anne saat menapaki anak tangga pertama.
__ADS_1
Anne melanjutkan langkahnya menuju lantai dua. Kali ini ia harus melawan rasa malas yang tertanam dalam diri. Tidak mungkin bukan jika ke kantor tanpa mandi? Tentu saja, Anne harus tampil sempurna jika datang ke kerajaan sang suami.
"Masa iya istri Owner perusahaan kucel begini," gumam Anne saat menatap penampilannya dari pantulan cermin meja rias.
Wanita berbadan dua itu bergidik ngeri melihat penampilannya akhir-akhir ini. Anne merasa jika harus pergi ke salon untuk merapikan rambut dan perawatan yang lain.
"Aku pakai baju yang mana, ya." Sekali lagi Anne bergumam setelah melihat almari yang berjajar rapi di walk in closet tersebut.
Anne menyiapkan pakaian terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar mandi. Ia menatap satu persatu pakaian yang berjajar rapi di dalam almari. Anne sampai bingung harus memakai pakaian yang mana. Pada akhirnya, ia memilih untuk memakai dress tanpa lengan yang terlihat elegan. Tak lupa ia memilih alas kaki di almari yang lain.
"Oke, semuanya sudah siap. Tinggal berendam di kamar mandi untuk menghilangkan kuman yang menempel." Anne bergumam sambil berkacak pinggang. Ia segera masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat di bathup.
...♦️♦️♦️♦️...
Langit nampak cerah karena sang raja sinar menampakkan kekuasaannya. Tepat pukul sebelas siang, Anne sudah sampai di kantor. Ia keluar dari mobil yang berhenti di depan lobby kantor. Kedatangan Anne di sambut dengan sikap ramah petugas keamanan yang berjaga di dekat pintu masuk.
Anne mengangguk pelan dengan diiringi senyum yang manis. Ia berjalan memasuki lobby kantor yang terasa sepi, karena saat ini belum memasuki waktu istirahat bagi karyawan.
Setelah ngobrol sesaat bersama resepsionis yang bertugas, Anne melanjutkan langkah menuju ruang kerja om Rudi, segera ia masuk ke dalam lift khusus yang agar segera sampai di tempat tujuan.
"Hallo bu Risa," sapa Anne setelah sampai di tempat tujuan. Ia berpapasan dengan Risa yang sedang berjalan menuju ruangan direktur keuangan.
"Hay! apa kabar? Kita udah lama ya gak ketemu," tanya Risa setelah menjabat tangan Anne.
"Iya nih. Sesekali coba bu Risa dong yang main ke rumah sama ayang Pras," ucap Anne seraya menaikturunkan alisnya. Ia sengaja menggoda Risa dengan menyebut Pras dengan panggilan 'ayang'.
__ADS_1
"Apa sih!" Seperti biasa, rona merah akan muncul begitu saja di kedua pipi Risa, saat Anne menggodanya, "aku mau ke ruangan Direk keuangan dulu," pamit Risa tanpa mendengar jawaban dari istri bos nya itu.
Anne terkekeh setelah Risa berlalu begitu saja dari hadapannya. Ia melanjutkan kembali perjalanannya menuju ruangan utama gedung ini. Anne mengetuk pintu beberapa kali sebelum memasuki ruangan sang suami. Ia melihat di dalam ruangan ada Pras yang sedang berbicara dengan owner perusahaan ini.
"Saya pamit dulu, Pak," ucap Pras sebelum berlalu dari hadapan om Rudi.
"Loh kenapa buru-buru pergi? Silahkan lanjut saja bicaranya," ujar Anne karena tidak enak hati dengan kedua pria berbeda generasi itu.
"Saya sudah selesai, Nyonya," jawab Pras sebelum pergi.
"Aa aku tahu. Pasti pak Pras buru-buru keluar karena mau janjian ya sama bu Risa? Ee cie, cie ...." Anne sengaja menggoda Pras hingga asisten pribadi suaminya itu menjadi salah tingkah.
"Permisi." Sekali lagi Pras pamit sebelum keluar dari ruangan itu. Ia tidak mau menanggapi celotehan istri bosnya lebih lanjut, karena takut dengan pria matang yang sedang mengawasinya di kursi kebesarannya.
Setelah kepergian Pras dari ruangan tersebut. Anne memutuskan duduk di sofa. Ia memberikan kode agar om Rudi mengikutinya. Benar saja, tidak lama setelah itu, om Rudi akhirnya duduk bersanding dengan Anne di kursi panjang tersebut.
"Hmmm ... sepertinya ada yang berbeda nih?" Om Rudi memicingkan mata saat mengamati penampilan istrinya.
"Coba tebak, apa yang berbeda?" Anne mengembangkan senyumnya.
Om Rudi mengendus aroma tubuh sang istri beberapa kali. Beliau mengamati penampilan Anne dari ujung rambut sampai ujung kaki. Om Rudi tersenyum smirk ketika menyadari sesuatu yang berbeda dari istrinya.
"Kamu habis mandi, kan?" tebak om Rudi seraya menatap Anne penuh arti, "Tumben pakai mandi segala, pasti ada maunya kan?" Om Rudi mencoba menerka apa kiranya yang membuat sang istri mandi.
...🌷Selamat membaca🌷...
__ADS_1
...Ada gak sih yang malas mandi saat hamil?...
...🌹🌹🌹🌹🌹...