Belenggu Benang Kusut

Belenggu Benang Kusut
Paranormal Online?


__ADS_3

"Papi ... Papi ... Bangun, Pi!" teriak Dara sambil mengetuk pintu kamar ayahnya.


Pagi telah datang untuk menyambut mentari yang bersinar. Namun, langit masih nampak redup karena kabut tebal masih menyelimuti. Seharusnya di waktu seperti ini, penghuni rumah megah baskoro masih terlelap dalam tidurnya. Namun, Dara sudah membuat kegaduhan dengan menggedor pintu kamar ayahnya.


"Ada apa, Dar? Ini masih terlalu pagi untuk mendengar teriakan kamu!" ujar om Rudi setelah membuka pintu kamarnya.


"Papi! Ini gawat!" Dara terlihat panik, "di rumah kita ada setannya, Pi!" ujar Dara.


Tanpa permisi, Dara menerobos masuk begitu saja ke dalam kamar ayahnya. Ia ingin memastikan jika aroma yang ia cium di kamar Anne tidak ada di kamar ayahnya. Apa yang dilakukan Dara saat ini berhasil membuat om Rudi menjadi heran.


"Dara! Apa yang kamu lakukan?" tanya Om Rudi ketika menyusul putrinya ke dalam walk in closet yang ada di kamarnya.


"Dara mau lihat parfum Papi!" ujar Dara seraya menatap deretan parfum yang ada di rak penyimpanan barang-barang ayahnya.


Om Rudi menyandarkan tubuh di bingkai pintu sambil bersedekap. Beliau membiarkan Dara memeriksa satu persatu botol parfum tersebut. Sikapnya tidak menampakkan kegugupan sama sekali, hingga Anne datang ke kamar tersebut.


"Meski kamu mengobrak-abrik rak itu, kamu tidak akan menemukannya, Dar! Karena Papi sudah mengamankan parfum yang kamu cari!" gumam om Rudi dalam hati.


Anne menatap om Rudi penuh arti, seakan ia bertanya, apa yang dicari Dara saat ini. Anne berdiri di samping om Rudi seraya mengalihkan pandangan ke arah Dara yang sedang sibuk dengan parfum-parfum ayahnya.


"Dar! Nyari apaan, sih?" akhirnya Anne mendekat ke tempat Dara berada.


"Ternyata parfum yang di kamarmu bukan punya Papi juga, An!" Dara mengalihkan pandangan ke samping.


"Hah!" Anne tertegun setelah mendengar ucapan Dara.


Dara menjadi salah tingkah tatkala sadar apa yang baru saja ia katakan. Ia mengusap tengkuknya untuk mengusir rasa tidak nyaman kepada Anne, sedangkan bibir itu mengembangkan senyum lebar hingga deretan gigi putih itu terlihat.


"Emmm ... maksud aku gini loh! Aku hanya ingin memastikan jika yang terjadi tadi malam di kamarmu itu nyata, An! Jadi bukan aroma parfum siapapun di rumah ini! Kamu jangan tersinggung ya!" Dara menepuk bahu Anne dengan diiringi senyum yang manis.

__ADS_1


Setelah mengucapkan hal itu, Dara segera mendekat ke tempat om Rudi berada. Ia benar-benar resah karena kejadian tadi malam yang dianggapnya mistis itu.


"Papi! Rumah kita ternyata angker loh, Pi!" ujar Dara.


"Apa sih, Dar! Gak ada apa-apa di rumah ini!" sergah om Rudi.


"Ada, Pi!" Dara masih ngotot dengan pendapatnya, "Kemarin di kamar Anne ada hantunya! Papi sih belom lihat sendiri, maka dari itu gak percaya sama Dara!" cerocos Dar tanpa jeda.


"Sudah! Ini masih terlalu pagi!" Om Rudi berdiri tegak di hadapan putrinya, "rumah kita tidak angker ataupun ada penampakan! Jadi, kamu tidak usah takut atau meresahkan hal itu!" tutur om Rudi seraya menatap lekat wajahsang putri.


Anne hanya bisa diam di tempatnya sambil menatap interaksi Dara dan om Rudi. Kali ini ia tidak mau ikut campur agar Dara tidak curiga, diam lebih baik daripada harus terkena masalah.


"Pokoknya Dara mau, Papi mendatangkan kyai atau orang pintar buat ngusir setan-setan yang ada di sini, Pi!" ujar Dara dengan tegas.


Mendengar hal itu, justru Anne ingin tertawa lepas. Namun, ia harus menahan semua itu, "setannya ada di hadapanmu, Dar!" gumam Anne dalam hatinya.


"No! Papi tidak akan melakukan hal itu! Jangan konyol kamu, Dar!" kilah om Rudi.


Dara menghentak-hentakkan kaki di lantai karena keinginannya tidak dipenuhi oleh om Rudi. Padahal menurutnya kejadian tadi malam adalah darurat dan harus segera diselesaikan karena ia takut dengan hal-hal horor.


"Lebih baik kita kembali ke kamar, Dar!" Anne merengkuh pundak Dara.


"Dara kesel sama Papi!" ujar Dara sebelum berlalu dari hadapan ayahnya.


Dara mengayun langkah keluar dari kamar tersebut. Ia berjalan mengikuti langkah Anne menuju kamarnya sendiri. Pikirannya mulai berkelana jauh mencari solusi yang tepat untuk masalah yang terjadi.


"An, bagaimana kalau kita cari kyai sendiri," usul Dara setelah duduk di sofa panjang yang ada di dekat jendela.


"Nyari di mana, Dar? Kita gak punya kenalan ustad atau Kyai," kilah Anne setelah menghempaskan diri di sisi Dara.

__ADS_1


"Iya juga ya!" Dara menghembuskan napasnya yang berat.


Kedua gadis itu akhirnya terdiam dalam lamunan masing-masing. Entah apa yang sedang memenuhi pikiran mereka saat ini, yang pasti tidak ada pembicaraan apapun lagi.


"An, Aku ada ide!" ujar Dara setelah diam beberapa menit, "Bentar, aku ambil ponsel dulu!" Dara segera berdiri dan mengambil ponsel yang ada di atas nakas.


Anne mengernyitkan keningnya setelah Dara beranjak dari sisinya, ia penasaran apa kiranya yang akan dilakukan Dara setelah ini. Kedua manik hitam itu tak lepas dari Dara yang sedang asyik bermain ponsel di tepi ranjang.


"Yes! Dapat!" teriak Dara penuh kemenangan. Ia beranjak dari tempatnya saat ini dan berjalan ke tempat Anne berada.


"Dapat apa, sih?" Anne penasaran apa yang sudah didapatkan oleh putri sambungnya itu.


"Aku barusan buka internet buat nyari paranormal online yang bisa mengusir setan!" Dara tersenyum penuh arti, "aku sudah dapat kontaknya dan sudah aku chat. Mungkin, datang agak siangan," ucap Dara.


"Jenius bukan ideku?" Dara menaik turunkan alisnya. Ia sepertinya bangga dengan apa yang baru saja ia lakukan. "Papi tidak akan tahu jika ada paranormal datang ke rumah karena setelah ini papi ke kantor," sambung Dara dengan senyum penuh kemenangan.


Anne menepuk keningnya mendengar ucapan Dara. Bagaimana bisa ia menyebut hal itu sebagai ide jenius? Anne menggeleng pelan melihat tindakan konyol Dara.


Jujur saja, perasaan Anne semakin tidak karuan saat ini. Ia takut jika paranormal itu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Pikiran buruk tiba-tiba saja hadir di kepalanya. Anne hanya bisa menggeleng pelan karena hal itu.


"Dar, kamu yakin, paranormal online itu bisa mengusir hantu? Bukan penipuan 'kan?" Anne menatap Dara dengan lekat.


"Udahlah! Kita lihat saja nanti!" Dara menepuk bahu Anne dengan senyum yang manis.


Pada akhirnya, Anne hanya bisa mengikuti ide gila putri sambungnya itu. Ia harus mengikuti arus yang mengalir saat ini. Jika memang hari ini, semuanya terbongkar, maka hancur sudah hubungan baiknya dengan Dara.


"Ya Tuhan ... semoga paranormal online itu tidak membuat aku dalam masalah!" gumam Anne dalam hatinya.


...🌹Selamat Membaca 🌹...

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2