Belenggu Benang Kusut

Belenggu Benang Kusut
Dara shock!


__ADS_3

"Huh! Akhirnya sampai juga!" gerutu Dara setelah keluar dari taxy online yang ia pesan dari bandara.


Dara sampai di depan pintu gerbang rumah ayahnya tepat pukul dua dini hari. Ia kesulitan membawa buket bunga dan kado yang ada di dalam kantong besar berwarna putih itu. Dara pulang tanpa membawa koper karena ia pulang hanya untuk memberikan Anne surprise di saat hari ulang tahunnya.


Dara segera masuk setelah satpam yang berjaga membukakan pintu gerbang untuknya. Ia masuk ke dalam rumah setelah menunggu beberapa menit lamanya hingga bi Sari membukakan pintu tersebut.


"Maaf ya, Bi, sudah menganggu waktu istirahat Bibi," ucap Dara sebelum berlalu dari ruang tamu.


Dara sudah tidak sabar melihat ekspresi Anne saat melihat dirinya pulang tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Setelah menapaki satu persatu anak tangga, pada akhirnya ia sampai di depan kamar Anne. Segera ia membuka pintu tersebut tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Dara mengernyitkan keningnya ketika kamar tersebut tak berpenghuni. Ranjang berseprei hijau itu terlihat sangat rapi, tidak mungkin jika Anne berada di kamar mandi saat ini. Dara meletakkan buket bunga dan kado tersebut di atas ranjang dan Dara pun menghempaskan diri di sana.


"Anne kemana ya?" gumam Dara seraya menggerakkan bola matanya ke kiri dan ke kanan, mencoba menerka keberadaan sahabatnya itu.


"Apa mungkin dia party bersama teman kantor? Tapi Anne kan tidak suka party?" Sekali lagi Dara bergumam.


Rasa penasaran yang besar membuat Dara segera mengeluarkan ponsel dari tas ranselnya. Ia mencari kontak Anne dan seger menelponnya. Namun, nomor tersebut ternyata tidak aktif. Setelah menemukan ide cemerlang, Dara pun mencari kontak satpam yang sedang berjaga saat ini, untuk bertanya tentang keberadaan sahabatnya itu.


"Jadi sejak pulang dari kantor Anne tidak pergi kemana-mana lagi?" tanya Dara setelah panggilan terhubung dan pak satpam menjelaskan jika Anne tidak pergi kemana-mana.


Dara mengernyitkan keningnya, Ia segera keluar dari kamar itu dan mulai berpikir bagaimana caranya menemukan keberadaan Anne di rumah ini. Mata sayu karena kantuk itu menyusuri setiap benda yang ada di lantai dua. Senyum penuh kemenangan terbit begitu saja saat melihat benda yang mungkin bisa membantunya.

__ADS_1


"CCTV!" ujar Dara sebelum pergi menuju ruangan khusus monitoring CCTV yang ada di dekat ruang kerja ayahnya.


Dara duduk di kursi sebelum menyalakan televisi yang ada di atas meja. Ia meraih remote kontrol yang terletak di sisi televisi dan segera mencari menu untuk memutar rekaman malam ini. Dara fokus mencari rekaman yang ada di lantai dua.


"Oke, aku mau coba lihat saat jam makam malam dulu," gumam Dara dengan pandangan yang tak lepas dari layar televisi itu.


"Oh, setelah makan malam ... Anne masuk ruang kerja Papi," gumam Dara setelah melihat Anne masuk ke dalam ruang kerja ayahnya.


Cukup lama Dara menunggu rekaman Anne keluar dari ruangan tersebut hingga ia bosan karena Anne tak kunjung keluar dari sana. Pada akhirnya Dara mempercepat rekaman itu hingga sampai di waktu pukul sebelas malam. Dara membelalakkan mata saat melihat Anne tidak masuk ke kamarnya melainkan ke kamar ayahnya.


"Kenapa dia ke kamar Papi?" Dara bertanya-tanya pada dirinya sendiri, "Jangan negatif dulu! Mungkin dia mengambilkan Papi sesuatu di sana," gumam Dara.


Tidak ada perubahan apapun sampai menit demi menit berlalu. Dara mulai resah karena Anne tak kunjung keluar dari kamar ayahnya. Rekaman itu kembali dipercepat oleh Dara hingga sampai saat ayahnya keluar dari ruang kerja. Ia mengalihkan rekaman CCTV yang ada di lantai satu saat melihat ayahnya turun ke lantai satu.


"Ya Tuhan! Ada apa ini? Kenapa Anne berada di kamar Papi?" Irama jantung itu pun semakin berdetak tak karuan.


Dara memutuskan untuk melihat langsung ke kamar ayahnya. Ia berlalu dari ruangan tersebut dan mengayun langkah menuju kamar utama. Perasaan Dara semakin tak karuan setelah membuka pintu tersebut tanpa menimbulkan suara. Tangan yang ada di handle pintu itu bergetar tak karuan, padahal ia belum tahu bagaimana keadaan di dalam sana.


"Ya Tuhan! Kuatkan hamba!" batin Dara sebelum memutuskan masuk ke dalam kamar tersebut.


Kue ulang tahun di atas meja adalah yang pertama kali dilihat oleh Dara. Ia mulai tidak tenang dan takut untuk menatap ke arah ranjang. Dara mengendap-endap agar tidak menimbulkan suara apapun yang bisa membangunkan ayahnya.

__ADS_1


Tubuh itu seperti kehilangan tenaga saat melihat pemandangan yang ada di atas ranjang. Dara membekap mulutnya agar suaranya tidak terdengar di dalam kamar tersebut. Air mata itu mengalir deras tatkala melihat Anne tidur dalam dekapan hangat ayahnya. Mereka tidur dalam selimut yang sama layaknya seorang pasangan. Tatapan Dara beralih ke lantai, di mana banyak tissu bekas yang terbuang di sana. Ia pun menemukan atasan piyama ayahnya yang berserakan di lantai.


Dara tidak tahan lagi berada di dalam kamar utama itu. Ia segera keluar dari ruangan yang berhasil menyesakkan dadanya. Setelah keluar dari kamar tersebut, Dara menyandarkan tubuhnya di dinding yang ada di sebelah pintu kamar. Air mata seakan tidak akan pernah ada habisnya membayangkan hal-hal buruk yang terjadi.


"Ya Tuhan! Sejak kapan mereka seperti ini?" batin Dara sambil menarik rambutnya sendiri.


Perasaan gadis berambut coklat itu semakin tak karuan saat membayangkan perbuatan ayah dan sahabatnya itu. Dara bukan gadis yang bodoh, tentu ia tahu apa yang sudah diperbuat oleh kedua orang terdekatnya itu.


"Kurang ajar! Ternyata kamu berani menghianati kepercayaanku, An!" ujar Dara dengan sorot mata penuh amarah.


Setelah termenung di depan kamar ayahnya, Dara kembali menuju ruangan monitoring CCTV. Ia harus mengumpulkan bukti sebelum membongkar kebusukan sahabatnya di hari esok. Dalam ruangan itu, Dara mulai melihat setiap rekaman di saat dirinya tidak ada di rumah ini. Ia benar-benar tercengang saat melihat kemesraan Anne dan ayahnya yang terekam CCTV. Hal itupun membuat Dara semakin Geram dan ingin mengobrak-abrik kamar utama saat ini juga.


"Tidak! Aku tidak boleh buru-buru!" Dara menggelengkan kepalanya.


Dara memijat pangkal hidungnya saat merasakan pusing yang begitu hebat, karena ia belum istirahat sama sekali setelah menikmati perjalanan panjang dari Jepang ke Indonesia. Dara terus berpikir untuk menerka sejak kapan semua ini terjadi. Entah dari mana asalnya, tiba-tiba saja bayangan wajah mami Mona terlintas dalam ingatan. Dara mulai mencari rekaman beberapa bulan yang lalu saat dirinya mendatangkan paranormal online ke rumah ini.


"Astaga! Jadi sejak dulu, setiap malam Papi tidur di kamar Anne? Apa mungkin aroma parfum itu bukan aroma setan tetapi aroma parfum milik papi?" Dara benar-benar shock setelah menemukan rekaman beberapa bulan yang lalu.


...🌹Selamat membaca🌹...


...Kira-kira besok terjadi apa ya🤭?? ...

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2