
"Bagaimana, Pi?" tanya Anne setelah selesai bersiap.
"Sangat cantik!" ucap om Rudi setelah mengamati penampilan sang istri dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Waktu telah membawa semua insan sampai di hari sabtu—hari yang dinanti sebagian besar orang untuk beristirahat dari aktifitas pekerjaan yang menguras tenaga. Hari ini adalah hari di mana om Rudi akan menghadiri undangan reuni dengan teman-temannya saat menempuh pendidikan sarjana.
Sejak pagi, Anne bersiap di walk in closet. Ia mempersiapkan segala keperluannya agar tampil sempurna di hadapan semua orang. Pagi ini ia memakai pakaian casual yang cocok dipakai untuk acara reuni. Pakaiannya senada dengan yang dipakai oleh om Rudi saat ini. Tidak ada dress sexy seperti keinginannya kala itu.
"Ayo berangkat!" ajak om Rudi setelah persiapan telah selesai.
Sepasang suami istri itu pada akhirnya berangkat menuju lokasi reuni. Om Rudi membawa mobilnya sendiri, tanpa seorang supir seperti biasanya. Mobil hitam itu membelah kepadatan lalu lintas Jakarta, hingga pada akhirnya sampai di lokasi reuni. Om Rudi membukakan pintu mobil untuk sang istri.
"Pi, saya nervous!" ucap Anne ketika om Rudi meraih tangannya untuk digenggam.
"Tetap percaya diri seperti biasanya! Kamu paling cantik di sini, okey!" Om Rudi memberikan semangat untuk sang istri.
Anne mengangguk pelan sebelum mengikuti langkah sang suami. Ia berjalan beriringan dengan om Rudi tanpa melepaskan genggaman tangannya. Senyum manis terus mengembang di bibir Anne hingga sampai di tempat reuni. Kedatangan mereka mendapat sambutan hangat dari panitia penyelenggara.
"Selamat datang, Bro!" ucap salah rekan om Rudi sambil menjabat tangan om Rudi.
"Terim kasih sudah mengundangku ke acara ini," ucap om Rudi dengan diiringi senyum tipis.
Anne pun ikut bersalaman dengan beberapa panitia yang ada di sana. Ia kembali menggenggam tangan om Rudi setelah selesai bersalaman. Wajah cantik itu terus mengembangkan senyum manis saat mendengarkan pembicaraan yang berlangsung di sana.
"Papi, saya kembali ke mobil sebentar, ponsel saya ketinggalan di mobil," ucap Anne setelah teringat jika ponselnya tergeletak di dashboard samping.
Om Rudi menyerahkan kunci mobil kepada Anne. Lantas beliau melanjutkan pembicaraan dengan beberapa orang yang ada di sana. Mereka masih bercengkrama untuk mengenang masa-masa indah di masa lalu, hingga Anne kembali ke tempat om Rudi berada.
"Ini putrimu, Rud?" tanya salah satu pria yang ada di sana.
__ADS_1
Anne hanya diam sambil menunggu jawaban sang suami. Ia tidak tahu apakah om Rudi akan mengakuinya sebagai anak atau sebagai istri, "awas saja kalau gak mau mengakui aku!" batin Anne seraya menatap om Rudi dari samping.
"Sembarangan! Ini istriku!" sergah om Rudi. Beliau tiba-tiba saja membelai rambut Anne dari belakang.
"Yang bener! Jangan-jangan kamu cuma ngaku-ngaku!" protes salah satu pria yang ada di sana, "Jaman sekarang banyak settingan loh!" Pria tersebut berkelakar dengan diiringi tawa renyah dari pria yang lain.
"Iya tuh! Kalau suami istri itu biasanya gaya bahasanya gak formal dan santai loh, Rud," timpal pria yang lain.
Om Rudi hanya tertawa mendengar candaan dari teman-temannya. Beliau tidak mau menanggapi kelakaran receh itu karena takut Anne akan tersinggung. Cukup lama om Rudi berdiri di sana sebelum memutuskan masuk ke dalam ruangan untuk bertemu dengan teman yang lain.
"Apa iya, aku terlihat kaku di mata orang lain? Masa mereka gak percaya kalau aku ini istrinya Papi gara-gara gaya bicaraku terkesan formal! Ini tidak boleh dibiarkan! Aku harus melakukan sesuatu jika nanti bertemu dengan teman Papi yang lain!"
Anne bergumam dalam hati saat berjalan menuju ruangan yang dipakai reuni. Ia tak melepaskan genggaman tangannya meski banyak pasang mata yang memandang ke arahnya.
"Itu ada teman satu kelas Papi di sana! Mari kita ke sana!" ajak om Rudi setelah melihat salah satu temannya melambaikan tangan.
"Ih! Papi mau menemui tante-tante lagi! Eh, iya ya, temennya Papi kan emang udah pada tuwir, ya," gumam Anne dalam hati seraya mengayun langkah ke arah yang dimaksud sang suami.
"Mas! Aku mau ambil minum dulu, ya! Mas mau juga?" tanya Anne setelah mengamati setiap wajah tante-tante yang ada di sana.
Om Rudi tertegun setelah mendengar pertanyaan yang lolos dari bibir sang istri, akan tetapi beliau kembali menguasai diri saat melihat bibir merah tersebut mengembangkan senyum, "boleh, Mas tunggu di sini," jawab om Rudi sebelum Anne berlalu dari sisinya.
Obrolan singkat di antara Anne dan om Rudi berhasil membuat tante-tante yang ada di sana semakin penasaran. Mereka ingin bertanya langsung kepada om Rudi, akan tetapi takut menyinggung perasaan pria matang yang masih terlihat tampan itu.
"Ini, Mas!" ucap Anne setelah kembali di sisi sang suami, ia menyerahkan segelas minuman yang baru saja diambil.
"Oh, ya! Perkenalkan ini istriku. Namanya Anne!" ujar om Rudi setelah meneguk minuman pemberian dari Anne.
Anne terus mengembangkan senyumnya ketika berkenalan dengan teman-teman om Rudi. Setidaknya ia tahu siapa nama tante-tante yang berdiri di hadapannya itu.
__ADS_1
"Wow! Aku tidak menyangka loh, Rud, kalau ini istrimu! Aku kira dia putrimu!" ucap salah satu wanita yang ada di sana.
"Wah, pantesan saja kamu awet muda, Rud! Ternyata kamu sukanya daun muda!" sahut wanita yang lain.
"Bagaimana gak awet muda coba! Setiap hari bertemu yang manis-manis tuh!" kelakar wanita yang lain.
Anne hanya tersenyum mendengar ucapan tante-tante tersebut. Ada kebanggaan tersendiri saat melihat respon para wanita yang ada di hadapannya itu, Anne tahu pasti mereka iri melihat posisinya saat ini. Semua yang ada di sana mengalihkan pandangan ke belakang saat salah satu wanita di sana menyebutkan nama seseorang, "Eh, Marlina sudah datang tuh!"
"Hallo semua," Sapa wanita bernama Marlina setelah bergabung dengan Anne dan lainnya.
"Hay, Rud! Apa kabar?" sapa wanita tersebut setelah berdiri di sisi om Rudi.
"Hay Lin," sapa om Rudi, "kabarku sangat baik, kamu datang seorang diri?" tanya om Rudi seraya menatap wanita blasteran itu.
"Tidak dong! Aku datang bersama seseorang! Dia masih di luar sebentar," jawab tante Marlina.
Tante Marlina menyapa semua yang ada di sana. Jujur saja, Anne minder dengan sosok yang ada di hadapannya saat ini. Tante Marlina terlihat awet muda dan cantik. Wajahnya tetap mulus tanpa banyak kerutan yang menghiasi. Apalagi, tubuhnya, masih terlihat kencang dan sexy walau berumur setengah abad.
"Ini siapa, Rud?" tanya tante Marlina setelah bercengkrama dengan semua orang yang ada di sana.
"Ini istriku, Lin! Perkenalkan namanya Anne," ucap om Rudi.
Tante Marlina tersenyum manis ke arah Anne saat bersalaman. Wanita matang itu terus menatap Anne seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati. Namun, tante Marlina masih bingung, apa yang mengganggu pikirannya.
"Sepertinya aku tidak asing dengan wajah istrimu, Rud!" gumam tante Marlina.
...🌹Selamat membaca 🌹...
...Hmmmm coba tebak, kira-kira apa yang ada dipikiran Tante Marlina??...
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷🌷 ...