Belenggu Benang Kusut

Belenggu Benang Kusut
Parkir di luar!


__ADS_3

Mobil merah yang dikendarai Dara akhirnya masuk ke dalam basemen apartment ayahnya. Mereka berdua segera keluar dari mobil dan mengayun langkah menuju unit milik om Rudi.


"Juna udah sampai mana?" tanya Anne setelah masuk ke dalam lift.


"Aku kurang tau, An! Katanya setengah jam lagi sampai," jawab Dara dengan pandangan yang tak lepas dari layar ponselnya.


Kedua gadis itu akhirnya sampai di unit milik om Rudi. Segera keluar dan mengayun langkah masuk ke ruang tamu. Anne sendiri harus menunggu Juna datang sebelum pergi menemui bapak kunti di apartment baru.


"Kamu gak buru-buru kan, An?" tanya Dara.


"Sebenarnya sih iya, tapi gak papa deh, aku tunggu sampai Juna datang," ucap Anne setelah merebahkan diri di sofa yang ada di ruang tamu.


Detik demi detik terus berlalu begitu saja, pada akhirnya kedua gadis itu harus keluar lagi untuk menjemput Juna yang baru saja tiba di lobby apartment. Tidak lupa Anne membawa beberapa barangnya karena ia harus segera berangkat menuju tempat di mana bapak kunti sudah menunggunya.


"Dar, Jun, aku pergi dulu! Kalian gak usah macam-macam di dalam nanti!" pamit Anne sebelum keluar dari gedung raksasa itu.


Anne memutuskan naik taksi online yang sudah dipesankan oleh om Rudi. Setelah menunggu beberapa menit menunggu, akhirnya, taksi yang ditunggu Anne tiba di depan lobby tersebut.


"Mari jalan, pak!" ujar Anne setelah berada di dalam mobil.


***


Setelah membelah jalanan kota yang cukup padat, taksi yang ditumpangi Anne akhirnya sampai di tempat tujuan. Wanita berambut pendek itu segera keluar dari taksi sambil membawa beberapa barang yang ada di paperbag.


Pintu lift terbuka lebar, Anne masuk begitu saja ke dalam unit milik suaminya itu. Suasana di dalam sana, sunyi sepi seperti tidak berpenghuni. Setelah meletakkan paperbag berisi bahan-bahan makanan di dapur, Anne mengayun langkah menuju kamar, ia ingin mencari bapak kunti yang sejak kemarin ia rindukan itu.


"Kok gak ada orang!" gumam Anne setelah melihat kamar yang kosong itu.

__ADS_1


Niat hati ingin keluar dari kamar tersebut, Anne malah menemukan catatan kecil seperti memo tertempel di kaca almari. Ia segera meraih kertas tersebut dan membaca tulisan tangan om Rudi.


Om sudah mempersiapkan beberapa pakaian untukmu di dalam almari ini, semoga kamu suka. Om pergi main golf, tidak akan lama.


Senyum tipis mengembang dari bibir tipis Anne, ia segera membuka almari tersebut untuk melihat pakaian yang sudah disiapkan oleh om Rudi. Ternyata, isi almari itu penuh dengan dress mini dan beberapa pakaian sexy lainnya.


"Hmmm ... mau coba yang ini ah!" ujar Anne ketika meraih mini dress tanpa lengan dengan belahan dada yang rendah.


"Ya ampun! terbuka banget ini baju! Serasa jadi wanita penggoda!" gumam Anne setelah selesai mengganti pakaiannya. Ia berdiri di depan cermin untuk mengamati penampilannya saat ini.


Anne terkekeh melihat penampilannya saat ini. Setelah beberapa menit mengamati penampilannya di depan cermin, Anne segera keluar dari kamar tersebut. Ia harus masak sesuatu sebelum om Rudi pulang dari lapangan golf.


Satu persatu bahan makanan telah dikeluarkan dari paperbag tersebut. Anne berencana membuat spaghetti dan beberapa makanan lain. Selama Anne berkutat di dapur, ia ditemani alunan lagu yang terputar dari ponselnya.


"Sedang masak apa ini?" tiba-tiba saja suara om Rudi terdengar di dapur setelah beberapa puluh menit berlalu.


"Eh! eh! eh!" Anne menghampiri om Rudi, "setelah olahraga itu, minum air putih biasa! Jangan yang dingin begini, dong!" Anne merebut botol minuman dingin yang dikeluarkan om Rudi dari kulkas.


"Om itu udah berumur! Jangan sering-sering minum air dingin! Nanti reumatik, asam urat dan ecok, loh!" cerocos Anne seraya mengambilkan om Rudi segelas air putih dari dispenser.


Om Rudi hanya tersenyum mendengar hal itu, bahkan, pria berumur hampir setengah abad itu tidak marah meski disebut pria berumur. Beliau terlihat bahagia karena Anne mulai berani menunjukkan perhatian kepadanya. Pandangan mata itu tak lepas dari sosok yang masih berkutat di depan kompor itu.


"Masak apa sih? kok gak selesai-selesai!" tanya om Rudi setelah mendekap tubuh sang istri.


"Aduh! lebih baik Om duduk di meja makan saja lah! Jangan ganggu saya masak!" Anne berusaha melepaskan diri dari dekapan pria yang ada di belakang tubuhnya.


Bukannya pergi, om Rudi malah menghirup aroma tubuh sang istri. Tangannya mulai meraba paha mulus yang terekspos itu hingga membuat Anne bergidik karena merasakan geli.

__ADS_1


"Kenapa kamu terlihat begitu menggoda? Sengaja ya?" bisik om Rudi sebelum menggigit daun teling sang istri.


"Ih! Ngapain coba saya menggoda Om!" kilah Anne tanpa mengalihkan pandangan, ia fokus pada spaghetti yang sebentar lagi akan siap disajikan.


"Om! jangan nakal, ih!" Anne mulai resah saat tangan om Rudi semakin bergerak naik menuju squizi yang masih terbungkus kain berenda miliknya.


Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini Anne menikmati setiap sentuhan dari pria matang yang sedang menjelajah tubuhnya itu. Lenguhan manja lolos begitu saja kala om Rudi mulai menemukan ujung squizi imut miliknya untuk dimainkan.


"Om!" Anne menggeliatkan tubuh tatkala gerakan tangan om Rudi semakin menjadi. Tangan itu segera bergerak untuk mematikan kompor agar spaghetti itu tidak gosong karena kehabisan kuah.


Om Rudi semakin melancarkan aksinya, beliau menarik ke atas mini dress yang dipakai Anne saat ini, hingga tubuh mulus itu terpampang jelas di sana. Tanpa banyak bicara, om Rudi segera mengangkat tubuh sang istri ke atas meja marmer yang ada di dapur.


"Wow!" Anne tidak percaya jika pria yang dianggapnya tua itu masih kuat mengangkat beban berat tubuhnya.


"Om yakin kita melakukannya di sini?" tanya Anne di sela-sela lenguhannya karena merasakan permainan kecil dari suami itu.


"Why not?" Om Rudi menyeringai. Beliau kembali melancarkan aksinya setelah melepas segitiga berwarna putih di bagian bawah tubuh sang istri.


Permainan kembali berlanjut, Anne terpekik kala merasakan lidah sang suami bermain-main di taman sorga miliknya. Menikmati kacang almond yang basah karena minyak bumi yang meleleh dari sana. Anne bagai terbang ke awang-awang karena merasakan getaran di sekujur tubuhnya.


"Om, tamu bulanan saya baru pulang kemarin, Jangan melakukan itu dulu! Saya gak mau hamil!" protes Anne ketika melihat sang suami mulai melepas ikat pinggangnya.


Om Rudi tak menghiraukan protes dari Anne, beliau terus membuka celananya hingga muncullah pedang sakti yang bisa membuat Anne terkapar tak berdaya.


"Jangan khawatir! Nanti Om parkir di luar!" ujar om Rudi seraya bersiap melancarkan aksinya.


...🌹Selamat membaca🌹...

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2