Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Saingan


__ADS_3

 Bel berbunyi nyaring tandanya pelajaran di mulai untuk anak-anak normalnya di sekolah. Namun bagi Aiden dan Luki itu tandanya dia akan tidur.


“Luk, pindah belakang sana lo,” pinta Aiden.


“Kenapa?”


“Ya kalau kita molor semua nanti ketahuan, Bob pindah ke depan,” suruh Aiden.


“Ok lah,” jawabnya sembari mengangkat tasnya.


“Kebiasaan deh kalian berdua, sudah mau molor saja,” Rafa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya.


Kyra mengernyitkan keningnya, melihat Aiden yang sudah menutup matanya, napasnya pun sudah teratur. Sangat nyenyak meskipun tidur dengan posisi duduk.


“Yakin itu saudara lo mau sekolah?” Kyra menggelengkan badannya.


“Kak --,” panggil Dinda namun di tahan sama Ibob.


“Biarkan saja, memang mereka berdua selalu seperti ini,” Ibob memberikan pengertian kepada Dinda dan Kyra.


“Ini kan sekolahan bukan rumah, kenapa malah tidur,” cerocos Kyra.


“Ya biarkan sajalah, toh nggak mempengaruhi hidup lo kan?” sahut Rafa dari belakang.


Kyra mengangkat tangan ketika Bu Intan memasuki kelas, Buk, dua anak baru itu malah tidur di kelas,” adu Kyra kepada Bu Intan.


Bu Intan berjalan mendekati Aiden dan Luki yang masih terlelap mesikipun sudah berusaha dibangunkan oleh Ibob dan Rafa.


“Aiden, Luki,” panggil Bu Intan.


“Iya Buk,” jawabnya setelah mereka berdua dibangunkan.


“Kalian berdua mau sekolah atau mau tidur?” tanya Bu Intan.


“Dua-duanya buk,” jawab Aiden tanpa beban.


“Baiklah, kalau kalian berdua bisa menjawab soal yang ibu berikan kalian bisa tidur setiap di kelas ibu,” tantang Bu Intan.


“Baik buk,” jawab mereka berdua enteng membuat teman-teman di kelasnya melongo.


“Tapi kalau kalian tidak mampu mengerjakan, harus tertib mengikuti pelajaran ibu.”


“Siap Buk,”


“Baiklah, kalian berdua maju, ibu akan memberikan soalnya. Ibu akan memberikan waktu kalian lima belas menit untuk menyelesaikan soalnya.”


Kyra tersenyum, dia yakin kalau kedua orang itu tidak akan mampu mengerjakan soal yang di berikan kepada Bu Intan.


“Sudah buk,” kata Aiden.

__ADS_1


Semua kaget, belum juga ada lima belas menit dia sudah menyelesaikan soalnya.


“Silahkan duduk.”


“Kak Ai memang hebat,” Dinda bangga.


“Itu tidak mungkin,” Kyra melongo melihat Aiden menjawab dengan benar.


“Kenapa tidak mungkin, Kak Ai kan memang genius. Lo punya saingan ini,” ujar Dinda yang membuat Kyra kesal.Aiden melirik kearah Kyra sengan senyuman mengejek, Ai dan Ibob tos.


Keresahan Kyra semakin menjadi saat Luki menyusul Aiden dengan jawaban yang benar juga. Dia sekarang memiliki saingan.


“Ok, Aiden, Luki kalian boleh tidur di jam pelajaran ibu. Tapi dengan syarat sebelum tidur kalian bisa menjawab soal yang ibu berikan,” tutur Bu Intan.


Kyra mengangkat tangannya, dia tidak setuju dengan ide dari Bu Intan.


“Ada apa lagi Kyra?” tanya Bu Intan.


“Ini nggak adail buk, mana bisa mereka tidur sedangkan kita belajar. Harusnya mereka berdua di suruh keluar saja,” saran Kyra.


“Lo kenapa sih nggak suka rese banget, lagian kalau lo mau tinggal bilang sama Bu Intan,” sahut Aiden.


“Atau ada yang mau mencoba mengerjakan soal agar kalian bisa tidur juga?” Bu Intan menawari yang lain.


Bu intan mengijinkan mereka berdua tidur pastinya tanpa alasan, Bu Intan bisa melihat kemampaun dari Aiden dan Luki.


“Tidak buk,” jawab mereka.


Kyra menoleh kearah Aiden, matanya menatap tajam sedangkan Aiden tersenyum mengejeknya. Aiden menjulurkan lidahnya lalu menaruh kepalanya di meja.


“Ngeselin banget,” Kyra marah.


“Ya udahlah nggak usah kesal seperti itu, ya kan diatas langit masih ada langit,” tutur Dinda.


“Maksud lo?”


“Maksud gue, lo juga harus terima kalau ada yang lebih pintar dari lo. Jadi lo jangan coba-coba menambah jam belajar lo,” Dinda mengingatkan Kyra.


Kyra yang sangat gila belajar kadang membuat Dinda kesal, jam main dengannya menjadi berkurang. Kalau ngobrol selalu bahasnya pelajaran dan juga osis. Dia juga tipikal yang tidak mau disaingi, dia hanya ingin menjadi yang nomor satu.


*****


Kyra menurukan kaca mobil milik Kris saat melihat empat orang yang cengengesan di halte. Dia tidak menyengka dua orang dari mereka menjadi ancaman terhadap peringkatnya.


“Ada apa Ky?” tanya Kris.


“Nggak kok Kak,” Kyra menaikkan kaca mobilnya lagi.


“Mereka anak baru yang satu kelas sama lo ya?”

__ADS_1


“Iya Kak,” jawabnya singkat.


Kyra sebenarnya malas diantar sama Kris, namun Kris terus memintanya sampai dia nggak enak hati.


“Apa mereka membuat masalah?”


“Em,”


“Mereka membaut masalah sama lo?” Kris mengulang pertanyaannya.


“Nggak kok.”


“Kalau sampai mereka membuat ulah, lo bilang saja sama gue. Biar gue atasi mereka,” ujar Kris yang ingin menjadi sosok pelindungnya Kyra.


“Ya Kak.”


“Gimana kalau kita pergi makan dulu sebelum pulang?” ajak Kris.


“Sorry Kak, tapi Ky ada les sebentar lagi. Sebenarnya mama sama papa Ky minta agar keluara dari osis.”


“Jangan dong, nanti nggak ada yang bisa gantiin lo,” ujar Kris.


Sebenarnya bukan tidak ada yang bisa menggantikan Kyra, melainkan dia tidak bisa sering-sering bertemu dengan Kyra. Dengan mereka tidak satu angkatan dan satu kelas membuatnya susah.


“Kyra tidak tahu sampai kapan bisa ikut osis, kalau orang tua gue bilang keluar ya gue harus keluar,” tegas Kyra.


“Kenapa memang?”


“Katanya mengganggu jam belajar gue.”


“Kalau begitu gue langsung saja anterin lo pulang.”


Kris tidak mau kalau sampai Kyra keluar osis dengan mengajaknya dia keluar sore ini. Dia akan mengajaknya nanti saat weekend agar tidak mengganggu belajarnya Kyra.


Kyra melambaikan tangan setelah dia keluar dari mobil, dia bergegas masuk ke rumah.


“Ky,” panggil mamanya.


“Ya Ma.”


“Dari mana kamu?” tanya mamanya dengan wajah marah.


“Dari sekolah Ma,” Kyra nyelonong menaiki tangga utuk pergi ke kamarnya.


“Kamu pacaran?” tanya mamanya.


“Nggak mau, kenapa sih setiap Kyra dianterin teman di bilang pacaran,” Kyra kesal dengan tuduhan-tuduhan yang di berikan oleh mamanya.


“Kyra, kamu kalau dikasih selalu saja ngelawan,” mamanya mengomel.

__ADS_1


Kyra tidak mempedulikan mamanya, ia langsung masuk kamar lalu menguncinya. Dia jadi tidak mood lagi mau les, Kyra memilih untuk merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah.


__ADS_2