
Hari ini acara donor darah yang diselenggarakan di sekolah, Kyra dan Kris yang pertama mendapatkan giliran.
“Ky, lo mau makan dulu nggak?” tanya Dinda.
“Nggak usah, gue sudah minum susu kok tadi,” Kyra menolak makan dulu. Dia ingin segera donor biar segera jauh-jauh dari Kris.
“Lo nggak takut kan Ky?” tanya Kris sok peduli.
“Nggak Kak,” jawabnya singkat.
“Kalau lo takut lo bisa pegangan tangan gue.’ Kris menyodorkan tangannya untuk pegangan Kyra.
“Modus,” desis Dinda.
“Terima kasih Kak, Kyra nggak takut,” ujarnya menolak dengan tegas.
Lima menit sudah berlalu, kini Kyra bertukar tempat dengan Kris yang melakukan donor. Tubuh Kyra mendadak lemas, tubuhnya mendoyong sampai menubruk Dinda.
“Kyra, lo kenapa?” Dinda menahan tubuh Kyra.
“Nggak tahu, tiba-tiba lemas,” katanya pelan.
“Kyra, lo nggak apa-apa?” Kris berusaha bangun namun di tahan sama petugas karena sedang proses donor.
“Biarkan yang lain yang membantu,” kata petugas.
Aiden yang baru saja datang langsung menggendong Kyra, Kris rasanya emosi karena tidak bisa membantu Kyra. Justru Aiden yang mendapatkan keuntungan itu.
“Buk, izin ke uks ya,” Aiden meminta Izin.
“Baik.”
Aiden membawa Kyra ke uks agar dia bisa istirahat untuk mmeulihkan tenaganya.
“Ini nggak akan lama kok, lo tiduran saja,” kata Aiden saat meletakkan Kyra di kasur.
“Kapan lo balik?” tanya Kyra dengan berbeda topik.
“Baru saja, kenapa lo kangen?” Kata Aiden sembari menyelimuti tubuh Kyra.
“T-tidak,” ucapnya gugup.
“Kangen juga boleh kok.” Aiden tersenyum, ia mengusap rambut Kyra pelan. Wajah Kyra berubah memerah, dia benar-benar di buat salting sama Aiden.
“Ky, lo baik-baik saja?” tanya Dinda diambang pintu dengan wajah cemas.
“Cuma lemas saja kok,” jawabnya pelan.
“Lo nggak usah cemas, dia baik-baik saja. Gue ambilin teh hangat dulu,” Aiden pergi ke kantin untuk membelikan teh hangat.
“Ky,” Dinda duduk di samping Kyra.
“Apa?”
__ADS_1
“Gimana rasanya di gendong orang ganteng?”
“Dinda, bisa nggak lo jangan bahas yang aneh-aneh, gue ini sedang lemas lo bisa-bisanya kepikiran hal macam itu.”
“Ya bisa lah, pasti hati lo cenat-cenut kayak lagunya smash kan, hanyo ngaku,” desak Dinda agar Kyra mengaku.
“Lo sudah nggak galau?” Kyra mengalihkan pembicaraa kepada Dinda. Dia tidak mau Dinda mengusik terus perasaanya takut keceplosan pas Aiden datang.
“Belum juga, tapi gue sebisa mungkin melupakan dia. Meskipun sulit setelah dua tahun menjalani hubungan ini,” wajah Dinda berubah suram.
Kyra menggigit bibir bawahnya, dia salah pertanyaan. Dia ingin mengalihkannya namun malah membuat sahabatnya itu sedih.
“Sorry, nggak bermaksud mengingatkan lo sama dia,” katanya sembari memgang tangan Dinda.
“Memangnya siapa yang membuat lo sedih?” tanya Aiden.
“Nggak kok, nggak ada.” Dinda mengibas-ngibaskan tangannya.
Aiden merasa ada yang disembunyikan dari Dinda, Aiden duduk di samping Kyra, lalu meminta Kyra duduk. Dia membantu Kyra minum.
“Yaelah, malah pada mesra-mersaan di sini,” ujar Dinda.
“Siapa yang mesra-mesraan,” Kyra ingin mengambil gelas dari tangan Aiden namun tidak boleh.
“Biar gue saja, tangan lo masih lemas,” ujar Aiden yang membuat Dinda nyengir.
“Kyra cuma lemas Kak, bukan lumpuh masih kuat kali kalau cuma bawa gelas,” desis Dinda.
“Tuh kan, pilih kasih. Kak suka sama Kyra?” ceplos Dinda.
“Dinda!” ucapnya pelan namun penuh penekanan.
“Nggak, ini cuma rasa kemanusiaan saja,” kata Aiden.
Kyra kecewa mendengar perkataan Aiden, kenapa dia tidak bilang iya saja pasti dia akan senang.
“Nggak percaya gue,” Dinda memicingkan mata kearah Aiden.
“Nih minum lagi,” Aiden tidak mendengarkan ucapan Dinda.
“Gue bisa sendiri,” Kyra mengambil gelas dari tangan Aiden.
“Tuh kan, Kyra ngambek. Makanya kalau ngomong yang benar. Pakai acara kemanusiaan segala.”
“Siapa yang ngambek?” Kyra mendelik kearah Dinda.
“Kenapa ngambek, lo suka sama gue?” kata Aiden.
“Nggak, gue nggak suka sama lo. Dinda saja yang suka ngarang cerita.” Kyra meneguk teh yang masih banyak langsung habis.
“O, nggak suka ya,” kata Aiden yang mampu membuat Kyra bingung padahal Aiden mengatakan dengan nada biasa.
Kyra menatap Aiden yang sedang menaruh gelas yang baru saja diambil darinya. Kyra seperti merasa bersalah setelah mengatakan tidak suka. Padahal yang mulai itu Aiden dulu.
__ADS_1
“Din, jagain teman lo ya. Gue mau ketemu anak-anak dulu.” Aiden beranjak meninggalkan Dinda dan Kyra.
Kyra mendengus kesal. “Kok ada ya orang kayak dia.”
“Maksud lo?”
“Kan dia dulu yang bilang nggak suka, giliran gue bilang nggak suka dia jadi dingin,” keluhnya.
“Memangnya dingin?” Dinda menatap Kyra.
“Lo nggak bisa baca intonasi ya, jelas-jelas ucapannya datar tadi.”
“Nggak biasa saja kok, ih lo saja kali yang merasa,” ucap Dinda.
Kyra sekarang dibuat bingung sama Dinda, dia merasa ucapan Aiden sangat dingin, tapi kenapa Dinda mengatakan Aiden berucap seperti biasa.
“Masa iya gue salah dengar? Lo mempermainkan gue ya,” tuduh Kyra.
“Nggak ada, lo ketakutan sendiri kali jadi merasa bersalah saat ngomong kayak begitu,” ujar Dinda.
“Nggak.”
“Beneran, Kak Ai itu belum pernah pacaran loh,” bisik Dinda.
“Masa cowok kayak dia belum pernah punya pacar?” Kyra tidak percaya.
“Beneran, Kak Ai itu alergi kali sama cewek kayaknya. Kalau lo bisa mendatkan hatinya keren loh. Gimana?”
“Nggak ah, nggak minat,” ujarnya.
“Ya sudah, padahal tiket ke singapur masih berlaku loh,” Dinda memberikan iming-iming tiket ke Singapur.
Kyra mempertimbangkan tawaran dari Dinda, tapi menaklukan hati Aiden juga tidak semudah yang di bayangkan. Pasti akan lebih sulit dari pada mendapatkan hati Kris.
“Deal ini nggak mau?” tanya Dinda lagi setelah melhat wajah Kyra yang nampak bingung.
“Gue hitung sampai sepuluh, kalau lo masih saja diam berarti hangus.”
“Oke deh deal, gue setuju. Tapi ingat ya, lo jangan ingkar janji sama tiket ke singapurnya.”
“Ok, deal dulu dong,” Dinda mengulurkan tangannya yang langsung di sambut sama Kyra.
“Cuma satu bulan kan?”
“Gue kasih waktu sampai satu bulan lo bisa jadian sama Kak Ai, setelah itu mau putus atau lanjut lo bebas,” jawab Dinda.
“Ok, siapa takut,” jawab Kyra dengan lantang.
“Tapi Din, kalau Ai sudah punya pacar gue nggak mau lo melakukan ini,” ujar Kyra.
“Nggak ada, Kak Ai itu belum pernah pacaran sama sekali. Dia masih kaku sama cewek. Makanya lo buat dia romantis deh, biar nggak cuek sama cewek.”
“Gue bakalan berusaha menaklukan Ai, demi tiket liburan ke Singapur,” Ucap Kyra dengan penuh keyakinan. Dan tidak memikirkan efek dari apa yang akan dilakukannya.
__ADS_1