
"Ada apa sayang?" Gilang mendekati Gita yang sedang melamun.
"Aku lagi mikirin Anita, kenapa ya kisah cintanya tuh rumit banget." Gita nama Arka di sebut-sebut. menghela napas kasar.
"Kamu itu ya, bisa nggak kalau jangan ikut campur urusan orang lain. Biarkan mereka berdua menyelesaikan masalahnya." Gilang tidak senang kalau Gita terlalu mencampuri masalah temannya.
" Ya nggak bisa dong, mereka kan sahabat aku. Em, sayang bagaimana kalau kita jodohkan Anita sama Arkan." kata Gita hati-hati.
Gilang langsung menatap Gita tajam, ia tak senang mendengar nama Arka disebut-sebut istrinya itu. GIta langsung tersenyum, menunjukan deretan gigi putihnya.
"Sepertinya kamu yang tidak mau lepas sama dia." Gilang beranjak ke kursi kerjanya lagi. moodnya langsung berubah jelek.
"Sayang, bukan maksud aku begitu. Ya siapa tahu kalau mereka berjodoh."
"Kamu bisa dekat-dekat dengan dia kan."
"Ah.. susah kalau orang sudah cemburu buta. Udah ah.. mau pulang mau ketemu sama Aiden." Gita mengambil tasnya. Ia memilih pulang daripada membujuk Gilang.
"Sayang..sayang..." Gilang berlari mengejar Gita.
"Sayang, kamu kok main pergi saja sih." Gilang menarik tangan Gita.
"Memangnya aku harus gimana?"
"Ya apa gitu?"
Cup.. Gita memberikan kecupan di pipi Gilang.
"Sayang, jangan ngambek-ngambek lagi ya. Aku tuh udah cinta mati banget sama kamu. Jadi jangan pernah berpikir aku mau ke lain hati lagi." kata Gita.
"Janji ya, nggak bakal kelain hati." Gilang mengangkat jari kelingkingnya.
"Janji." ujar Gita sambil tersenyum karna Gilang terlihat kekanak-kanakan, padahal biasanya sangat bijaksana.
"Udah pulang yuk." Gilang merangkul Gita.
Mereka keluar pintu kantor, langsung di suguhin pemandangan Vian sama Bella sedang berpelukan.
Gita manyun dia tidak suka sama Bella yang sudah menyia-nyiakan Vian. Pengorbanan yang besar yang Vian lakukan seperti tidak ada artinya. Dan sekarang saat dia mulai membuka hati untuk orang lain dia datang kembali.
"Dasar cewek nggak tahu diri." ketus Gita.
"Eh.. Kenapa kayak begitu nggak boleh tahu." Gilang menasehati Gita.
"Ya habisnya nggak menghargai banget, sekarang datang lagi merebut Vian dari Anita."
"Kan mereka nggak jadian."
"Tapi kan mereka sedang dekat, berarti kan menuju jadian. Ih... Kesel banget deh sama kamu." Gita jalan meninggalkan Gilang.
"Bisa ya gitu, ampun dah bini gue." Gilang menggeleng kepala sambil tertawa.
Vian langsung melepas pelukan Bella melihat Gita dan Gilang berjalan mendekat.
__ADS_1
"Lang.."
"Pak Gilang, Bu Gita."
"Bella, kapan pulang?" tanya Gilang basa-basi, sedangkan Gita menatap Vian dengan tajam. Seakan dia mau mencakar-cakar wajah Vian.
"Ini baru saja pulang terus kesini."
"Gatel." gumam Gita lirih namun terdengar oleh Gilang. Gilang langsung menyenggol lengan Gita.
"Bella apa kabar kamu? Gimana udah jadi menikah apa belum?" Tanya Gita yang membuat Gilang ketar-ketir, takut Gita kelewat batas karena tak suka dengan kedatangan Bella.
"Belum Buk, calon Bella terlalu toxic jadi Bella putusin tidak jadi menikah."
"Terus sekarang lo kesini, mau balik lagi sama Vian. Enak banget ya lo, udah ninggalin giliran disakitin mau balik lagi. Lo nggak tahu kan kalutnya Vian kemarin bagaimana." Cerocos Gita. Gilang langsung membungkam mulut Gita, sebelum semakin melebar kemana-mana dan menyinggung perasaan Bella.
"Vian, Bell.. Kalian lanjut aja. Kita pulang dulu ya." Gilang cepat-cepat membawa pergi Gita.
"Sayang, kamu kenapa bawa pergi aku. Aku belum puas tuh memaki Bella." Gita manyun.
"Sayang, nggak sepantasnya kamu seperti itu. Kamu bisa menyakiti hati orang lain."
"Biarin saja, kan memang seperti itu. Aku nggak teriama ya Vian di gituin."
"Kalau Viannya mau balik lagi gimana?"
"Berarti Vian bodoh, mau banget di manfaatin." Gita langsung masuk ke mobil.
...----------------...
Selesai bebersih, menidurkan Aiden Gita langsung naik ke kasur dan meraih ponselnya.
Gita
Far, coba tebak apa yang gue lihat tadi
Fara
Kudanil kayang?
Gita
Ayam sikap lili, yang bener aja lo
Fara
Wkwkwk
Gitu aja ngambek, apaan?
Gita
Tadi pas gue pulang, lihat Vian sama Bella pelukan
__ADS_1
Fara
Seriusan lo??
Gita
Iya, mana dengan nggak tahu dirinya mengatakan kalau mau balik lagi sama Vian.
Fara
Kesel banget gue sama Vian
Gita
Iya, mana gue belum puas lagi ngatain dia, udah di ajak pergi sama kak Gilang.
Fara
Gimana kalau kita samperin saja Bella, kita bilang kalau Vian itu udah ada yang punya
Gita
Tapi gue takut
Fara
Takut kenapa?
Gita
Kalau Vian nya beneran masih suka, nanti bisa marah dia. Di tambah lagi Kak Gilang pasti marah besar
Fara
Kita diam-diam saja
"Ehem.., masih lagi mau ngurusin hidup orang?" kata Gilang yang sejak tadi menyimak chat Gita dan Fara.
Gita langsung menaruh ponselnya di bawah bantal, ia langsung senyum-senyum.
"Awas ya kamu kalau macam-macam, kamu nanti aku kurung di rumah nggak boleh kemana-mana." ancam Gilang.
"Jahat banget sih, masa tega mah kurung cewek secantik ini." Gita mengedip-ngedipkan matanya.
"Udah nggak usah merayu, aku sungguh-sungguh ya." Gilang menarik selimut lalu tidur membelakangi Gita.
"Memang tidak setiakawan sekali, masa ia sahabatnya sedih tidak mau menolong." Gita ikut membalikan badan, membelakangi Gilang.
Gita
Gue nggak berani, Kak Gilang sudah tahu rencana kita
"Tidur, masih saja chat." ujar Gilang, Gita langsung menaruh ponselnya lalu menarik selimut sampai kepala.
__ADS_1