
“Ai, Ai!” panggil Erina dengan teriak-teriak.
“Ada apa?” tanya Aiden.
“Itu,” ucapnya sambil mengangkat satu tangannya. Napasnya yang ngos-ngosan membuat dirinya membuat susah berbicara.
“Sayang, tarik napas dulu lepaskan perlahan. Baru deh ngomong,” kata Rafa. Dia menyuruh pacarnya itu agar lebih rilexs baru bercerita.
“Lihat ini,” Erina menunjukkan video kepada Aiden. Ternyata video waktu di uks bersama Sila. Ada yang sengaja merekamnya dan menyebarkan ke seluruh sekolah. Dan pastinya video tersebut hanya diambil sedikit tidak sampai terakhir.
Aiden menyenderkan tubuhnya ke kursi, dia melipat kedua tangannya di dada. Wajahnya sama sekali tidak kaget ataupun sedih. Dia hanya memandang kursi milik Sila yang kosong.
“Ai, apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Rafa. Rafa tahu kalau video itu pasti salah.
“Sepertinya tadi Sila sengaja mengajak lo ke UKS hanya mau menjebak lo,” kata Ibob.
“Sialan itu cewek, gue hajar juga,” Luki langsung emosi, siapapun orang yang menyenggol Aiden pasti dia langsung emosi. Dia tidak pandang bulu, mau laki-laki perempuan. Bahkan anak jendral pun dia akan lawan kalau sampai ada yang menyentuh Aiden.
“Ai,” panggil Kyra dengan pelan.
“Lo perlu penjelasan?” ujar Kyra padahal dia belum menanyakan sesuatu.
“Tentu saja, kenapa ada video seperti itu,” cerocos Dinda yang berada di belakang Kyra.
“Ai, lo kenapa sih santai banget,” Erina bingung dengan Aiden yang tidak marah ataupun berusaha menjelakan kepadanya.
“Terus gue harus apa, gue nggak salah. Gue nggak melakukan apa-apa,” ujarnya dengan santai. Mendengar ucapan itu, emosi Luki menurun, Rafa dan Ibob kembali ke tempat duduk masing-masing.
Saat Aiden tidak bereaksi apa-apa, itu isyarat kepada teman-temannya agar tenang. Tidak ada hal serius yang terjadi padanya.
“Tapi Ai, ini menyebar ke seluruh sekolah. Takutnya menyebar sampai keluar.”
“Kalian tenang saja, nanti juga akan selesai sendiri,” ujarnya sembari menelungkapkan kepalanya di meja.
Erina, Kyra dan Dinda heran, Aiden benar-benar tidak mara atau melakukan klarifikasi atas video yang ada.
*****
Kyra ngajak ngobrol Rafa, dia sengaja hanya ingin ngobrol empat mata dengan Rafa sehingga tidak mengajak teman-temannya.
“Ada apa?” tanya Rafa saat sampai perpustakaan seperti yang diminta sama Kyra.
__ADS_1
“Fa, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Kyra.
Melihat video yang tersebar hatinya sangat sakit, pikirannya melayang ke mana-mana. Potongan video itu membuatnya membayangkan kalau Aiden bercumbu dengan Sila.
“Gue juga belum tahu pasti, Ai masih belum mau mengatakan,” ujarnya.
“Tapi kenapa dia santai menanggapinya?” ucapnya.
“Mungkin tidak terjadi apa-apa, makanya dia santai.”
“Kalau terjadi apa-apa bagaimana?” ujarnya dengan mata nanar.
Ngobrol dengan Rafa yang notabennya kakak sepupu Aiden dengan harapan mendapatkan informasi tentang video yang beredar. Namun semua pupus, Rafa pun tidak memiliki informasi apapun.
Aiden masih menutup rapat masalah yang sedang di hadapi, dia justru sedang menunggu panggilan dari Bu Ariyani.
“Itu tidak mungkin, Aiden bukan orang seperti yang lo pikirkan.”
“Tapi--,”
“Ky, gue bakalan kasih tahu nanti kalau gue sudah mendapatkan informasi valid dari Aiden. Gue nggak mau berspekulasi, dan gue percaya sama Aiden. Kalau lo memang sahabatnya pasti lo akan percaya sama dia,” ucap Rafa dan berlalu meninggalkan Kyra.
Kyra belum bisa setulus Rafa, Luki dan Ibob. Trauma setelah di sakiti Rendi membuatnya tidak bisa percaya lagi. Dia selingkuh dengan cewek lain di depan matanya. Dan sekarang dia melihat lagi hal yang serupa. Tidak ada konfirmasi dari Aiden membuatnya berpikir kalau dia tidak menepis isu itu yang memicu dirinya berpikir kalau itu kejadian sesungguhnya.
Dia mengentikan langkahnya saat berpapasan dengan Aiden bersama dengan keamanan sekolah. Kyra dan Aiden saling berpandangan sekilas, Aiden langsung membuang muka untuk memutus pandangannya.
“Ky,” panggil Dinda.
“Din, apa gue akan mengalami hal yang sama lagi. Gue baru saja bahagia kenapa harus seperti ini lagi?” ucap Kyra dengan berat. Tenggorokannya sakit.
Dia pikir kenapa semua yang ada padanya tidak ada yang berjalan dengan baik. Semua hanya menyakitkan, Aiden yang dipikirnya akan menjadi orang yang sangat dipercaya namun menghancurkan kepercayaannya.
“Lo jangan ngomong seperti itu, kita kan belum mengetahui yang sesungguhnya,” Dinda menarik Kyra ke dalam pelukannya.
“Kyra, sekarang lo tahu kan kenapa gue melarang lo dekat-dekat sama dia,” kata Kris yang tiba-tiba datang.
“Lo ngomong apa sih Kris,” kata Dinda tanpa menggunakan embel-embel kakak lagi. Dia kesal dan akan mulai memanggil dengan nama saja.
“Lo nggak usah menutupi keburukan teman lo yang miskin itu, sudah miski betingkah lagi,” maki Kris.
“Miskin?” Dinda menatap heran. Dia bingung siapa orang yang di katai miskin oleh Kris.
__ADS_1
“Iya, si miskin yang tidak tahu diri. Di sekolah bukannya belajar malah mesum,” ujarnya.
“Ai itu --,”
“Dinda.” Kyra mengelenglan kepalanya. Dia memotong perkataan Dinda.
“gue capek sama lo!”
Dia juga enggan lagi memanggil dengan sebutan kakak. Dia nggak layak di hormati, karena tidak bisa menghargai orang lain juga.
“Kyra, gue itu baik sama lo. Kenpa lo terus ketus sama gue!” Kris kehilangan kesabarannya. Dia menggenggam tangan Kyra kuat-kuat.
“Lepaskan gue!” teriak Kyra.
“Kris, lo jangan macam-macam,” Dinda membantu Kyra agar lepas dari genggaman tangan Kris.
“Lo nggak usah ikut campur!” Kris mendorong tubuh Dinda sampai dia terjatuh.
Luki yang melihat ada kekerasan langsung berlari.
"Jangan dorong-dorong sama perempuan, cupu banget sih lo!" Luki mendorong Kris.
Luki membantu Dinda bangun. "Lo nggak apa-apa?" tanya Luki.
Dinda mengangguk, "Tolong bantu Kyra."
"Heh, ketua osis frek! Lepasin Kyra," Kata Luki ketus.
"Atas dasar apa lo suruh -suruh gue!"
"Kyra itu sahabat gue."
"Tapi dia calon cewek gue, jadi lo nggak bisa seenaknya."
"Siapa yang mau jadi pacar lo." Kyra berontak.
"Dengar nggak lo punya telinga!" Luki menyeret tangan Kyra hingga dia berada di samping Luki dan Dinda.
"Kyra, mama lo itu suruh gue buat jagain lo dari orang - orang macam mereka!" Kris menunjuk-nunjuk Luki dan Dinda.
"Mending lo yang jauh-jauh dari gue," Kyra menarik tangan Luki dan Dinda meninghalkan Kris.
__ADS_1
"Dengar Kyra, lo akan bertekuk lutut nanti sama gue!"