Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Menangis 2


__ADS_3

Kirana mengetuk pintu kamar Kyra lalu membukannya meskipun tanpa persetujuan dari Kyra.


“Kak,” panggil Kinara.


Kyra menghapus air matanya yang tersisa lalu menoleh ke belakang. Dia hanya menoleh tanpa bertanya.


“Anterin Nara ke mini market depan yuk kak,” ajak Nara.


“Mau apa?” ucapnya malas.


“Mau cari cemilan, otaknya sudah buntu kalau belajar tanpa makan,” ujarnya.


“Nggak ah, nanti dimarahin mama lagi,” Kyra memutar tubunya lagi. Dia mengambil ponselnya dan segera rebahan di kasurnya.


“Kak, ayolah. Aku sudah bilang sama mama dan boleh kok. Mama yang nyuruh kakak yang nganterin,” bujuk Nara.


“Beneran, nanti nggak dimarahin kan. Kakak lagi capek dengar mama ngomel-ngolek,” kata Kyra.


“Nggak, beneran. Kalau sampai mama marah biar aku yang tangani," ujar Kinara sok berani.


“Ayo,” katanya sambil mengantongi ponselnya di saku seragamnya.


“Kakak nggak mau ganti baju.” Kinara menatap kakanya dari ujung kaki sampai ujung kepala.


“Nggak, cuma sebentarkan ke mini marketnya." Kyra malas mau ganti, dia mau sekalian mandi nanti terus tidur.


“Iya, tapi jangan menyesal ya kalau ada cogan tapi masih pakai seragam,” kata Kinara.


“Gue sudah punya cogan, nggak bakalan tertarik sama cogan lainnya,” kata Kyra sembari jalan lebih dulu.


Kyra dan Kinara pergi dengan menaiki sepeda karena jarak mini market dekat. Hanya di seberang perumahannya. Kyra mengayuh dengan sekuat tenaganya, Kinara ternyata sudah tak seringan dulu.


“Kamu berat banget sih Nara,” ujarnya dengan napas ngos-ngosan.


“Bukan gue yang berat, tapi kakak yang sudah tua,” ejeknya.


“Gue turunin juga lo di sini,” ancam Kyra.


“Dih, mau digantian nggak ini?” Kinara menawarkan diri untuk didepan.


“Nggak usah, sudah mau sampai juga.” katanya sambil menurunkan kedua kakinya.


“Oh, sudah sampai,” ucapnya sambil nyengir.


“Nara, jangan lari-lari. Tungguin kakak,” ucapnya ketika memparkirkan sepedannya.


“Hai,” kata Aiden yang sudah berdiri di belakang Kyra.


“Ai,” Kyra mengucek kedua matanya, benar atau tidak cowok yang di depannya itu adalah orang yang selalu membuatnya berbunga-bunga.


“Gue nggak salah lihat kan?” ucapnya. Baru saja mereka berdau video call dan Aiden ada di rumahnya. Tapi kenapa sekarang sudah ada di mini market dekat rumahnya.

__ADS_1


“Nggak, ini gue beneran. Bukan di mimpi lo,” katanya sambil tertawa. Kyra langsung terkekeh, dia malu di ungkit lagi pembahasan yang tadi.


“Kak, satu jam. Nara mau beli jajan dulu,” Kinara memberikan waktu sama Kyra dan Aiden.


“Ok, makasih ya. Jajan saja yang banyak biar Kak Ai bayarin,” seru Aiden.


“Siap,” jawabnya dengan senang hati. Ini menjadi kesempatan Kinara untuk memborong semua makanan yang di mau.


Aiden mengajak Kyra duduk di kursi yang di sediakan sama mini market. Mereka saling berpandangan dengan wajah sumringah.


“Lo suka banget ya sama baju seragam kita, sampai semalam ini masih belum ganti,” Aiden memperhatikan wajah Kyra yang tampak memerah, matanya juga masih merah dan bengkak.


Kyra hanya tertawa kecil, malu dia masih jelek bahkan dia belum mandi. Dan sangat menyesal kenapa dia tidak ganti baju, cuci muka kalau perlu mandi dulu sebelum ke mini market.


Aiden menarik tangan Kyra lalu menggenggamnya, dia menatap dengan tulus. Hati Kyra langsung tersentuh, air matanya yang sudah tumpah banyak kini mengalir lagi.


“Kenapa menangis?” Aiden berpindah kursi di samping Kyra. Dia memeluk Kyra yang semakin menangis sampai dadanya sesak.


“Ai, gue capek. Gue nggak tahan, nggak kuat lagi menjalani ini semua,” katanya terputus-putus.


“Hey, lo nggak boleh ngomong seperti itu. Ada gue, lo nggak percaya ya sama gue?” katanya sambil mengelus rambut Kyra.


“Tapi, gue sudah nggak kuat. Mama terus menekan gue, rasanya mau gila,” ucapnya.


“ Kan masih ada gue, lo bisa mencurahkan semua perasaan lo. Gue selalu siap menemani lo, dan memenuhi panggilan lo,” Aiden menarik Kyra dari pelukannya.


Aiden mengusap air mata yang menetes, lalu mendekapnya erat-erat. Kinara yang sejatinya amasih mengintip di pintu mini market langsung ikut menangis. Beban kakanya terlalu besar.


“Udah ya, lo sekarang makan dulu. Gue sebelum ke sini tadi mampir beli makan buat lo.” Aiden membukakan box nasi ayam goreng.


Aiden mengambil nasi sedikit lalu ayam. “Aa,” Aiden menyapuapi Kyra.


“Aa, ayo buka mulut lo,” kata Aiden ketika Kyra masib belum mau membuka mulutnya.


“Malu ah,” katanya.


“Udah, buruan buka mulut lo. Atau perlu gue panggilkan badut biar menghibur lo dan mau makan?” kata Aiden.


“Apaan sih,” Kyra tertawa malu. Dia membuka mulutnya, dia menguyah pelan nasi yang sudah mendarat di mulutnya.


Kyra menatap Aiden dengan penuh haru, orang yang baru saja dikenalnya sudah mampu membuat damai hatinya.


“Makan yang banyak ya, biar nggak sakit. Semua tenaga yang lo dapatkan itu dari makan. Jadi jangan lupa makan,” Aiden terus menyuapi Kyra.


Kyra mengangguk. “Udah biar gue makan sendiri,” katanya. Dia malu seperti anak kecil saja harus disuapin makannya.


“Nggak apa-apa, sudah kepalang tanggung tangan gue kotor. Lo mau pakai saus sambal atau saus tomat?” Aiden mengangkat dua jenis saus.


“Saus sambal saja.”


Kinara lari keluar setelah selesai membali semua jajanan yang dia suka. Dia melongo saat kakak perempuannya itu disuapi Aiden.

__ADS_1


“Ternyata beneran sudah tua ya,” ujarnya dengan menatap aneh.


“Sembarangan.” Kyra memukul tangan adeknya.


“Tua bagaimana maksud kamu Nara?” tanya Aiden.


“Ya tadi saja kakak itu tidak kuat boncengin sepeda aku, ngos-ngosan sekarang sudah nggak mampu makan sendiri.” Kinara menggelengkan kepala, sedangkan Aiden tertawa kecil dengan tingkah calon adik iparnya jika direstui nanti.


“Awas kamu, nggak kakak boncengin tahu,” ancam Kyra. Kinara membuatnya semakin malu saja.


“Biarin, kan masih ada Kak Ai. Nara bisa dianterin,” Kinara menjulurkan lidahnya.


“Nara sini,” panggil Ai setelah mencuci tangannya dengan air mineral.


“Ada apa?” Kinara berdiri di tengah antara kakak perempuannya dan Aiden.


“Jagain Kak Kyra ya, jangan sampai nggak makan atau melakukan hal yang merugikan,” kata Aiden. Dia bisa mengawasi di sekolah ataupun luar. Namun dia tidak bisa mengawasi Kyra di dalam rumahnya.


“Kak Ai tenang saja, Nara pasti jagain Kak Kyra. Makasih ya sudah mau menjadi teman Kak Kyra selain Kak Dinda,” Kinara memeluk Aiden. Aiden pun membalas pelukannya.


Dia tahu kalau Kinara juga tertekan di rumahnya, namun dia lebih tangguh daripada Kyra. Dia mampu menyembunyikan semua hal yang dia alami dengan menutupinya pakai jajan, makan dan tertawa baren orang-orang yang membuatnya bahagia.


“Kalau begitu kakak pulang dulu ya,” Aiden mengusap kepala Kinara.


“Iya Kak, hati-hati. Jajannya makasih ya.” Kinara mengangkat dua kantong kresek full berisi jajan miliknya.


“Kalian hati-hati, Ky jangan lupa ya ganti baju sekalian mandi nanti panuan lagi lo,” goda Aiden.


“Ih, lo ya.”


Sepanjang perjalanan Kyra senyam-senyum. Bahagia banget bisa bertemu Aiden meskipun tidak lama dan hanya berada di mini market.


“Kakak harusnya berterima kasih sama aku,” ujarnya sembari menjilat aice cream rasa oreo.


“Kenapa?” Kyra fokus mengemudi sepedannya.


“Ya karena Nara, kakak ketemu sama kak Ai.”


Kyra menghentikan sepedanya. “Kenapa? Capek?” tanya Nara sambil turun dari sepeda.


“Lo bilang gue sama Ai bertemu gara-gara Nara?”


“Tentu saja, kakak pikir Kak Ai datang ke mini market dekat rumah kita dengan sendirinya. Memangnya jodoh semudah itu, ya kan harus diusahakan,” celotehnya.


“Jadi kamu yang sudah merencanakan ini?”


“Iya kakakku sayang, tadi Nara telepon Kak Ai dan katanya bisa ke sini. Ya sudah deh aku alasan sama mama mau beli jajan.”


“Ih, kamu kok nggak bilang sih mau ketemu,” Kyra sebal. Dia kemudian mencium tubuhnya yang sama sekali sudah tidak wangi.


“Kan badan gue bau, pasti Ai merasa nggak nyaman pas peluk gue,” Kyra kesal sama Kinara. Setidaknya tadi dia menyemprotkan parfum agar sedikit wangi.

__ADS_1


“Kan Nara sudah memperingatkan buat ganti baju, kakak malah nggak mau. Mana Kak Ai bilang suruh kakak mandi lagi. Ah pasti bau kecut,” Kata Kinara.


“Awas lo ya,” Kyra menyestandarkan sepedanya lalu berlari mengejar Nara.


__ADS_2