Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Kesal 2


__ADS_3

"Boleh ikut duduk bareng?" tanya seorang lelaki dengan membawa nampan.


Kyra dan Dinda saling berpandangan, bingung mau jawab apa karena tidak pernah melihat dan kenal.


"Soalnya sudah penuh semua," ujarnya ketika tidak mendapatkan jawaban dari Kyra dan Dinda.


"Sorry, tempatnya sudah full. Mending lo cari tempat lain." Kata Ibob sembari menggeser tubuh cowok itu dan segera duduk.


"Penuh, tuh pojokan masih kosong kok." Tunjuk Luki.


"Gabung saja kalau mau, masih sisa kok kursinya." Aiden duduk berhadapan dengan Kyra.


"Tidak terima kasih," ujarnya. Dia bergegas pergi takut dengan Luki yang sejak tadi memandanginya dengan tatapan tajam.


"Kalian kenapa juga duduk di sini, kita kan juga belum mengizinkan," ujar Dinda.


Dinda memang tidak keberatan mereka gabung, namun karena Kyra sedang bete sama Aiden makanya dia menghargai perasaan Kyra, dan membantu agar tidak dekat-dekat dulu.


"Kenapa pada sewot sih, pms barengan ya?" tanya Luki.


"Gue pernah dengar sih, kalau semakin dekat pertemanan mereka maka dekat juga jadwal pmsnya," sahut Ibob.


"Lo dengar apa ikut nimbrung, tahu amat masalah perempuan," Aiden tertawa renyah yang di sambut sama yang lainnya.


"Benar, sampai dalam-dalamnya tahu. Jangan-jangan lo sebenarnya wanita?"


"Nggaklah, sembarangan," kilah Ibob.


Kyra masih fokus sama makan siangnya, dia hanya tersenyum sebenatar dengan lelucon yang di buat sama Aiden cs.


"Ai, kok makanan lo beda sama yang lo kasih sama gue tadi." Rafa menarik bekal makan milik Aiden.


"Ya emang beda," Aiden kembali menarik tempat bekalnya.


"Curang amat nenek, masa gue cuma di kasih nasi goreng. Lo pakai telur gulung, sayur mana pakai di bola-bola kayak anak tk pula," cerocos Rafa.


Dengan cepat Kyra mengangkat kepalanya, matanya berbinar melihat Aiden yang sedang memakan bekal yang di buatnya.


Rasa kesal di dadanya mulai pudar, ternyata dia salah sangka. Hanya tempatnya saja yang sama namun isinya berbeda.


"Senang kan lo sekarang," bisik Dinda. Kyra tersenyum, dia merasa bersalah telah ngambek nggak jelas sama Aiden.


"Bagi dong," Rafa mau mengambil telur gulungnya namun sama Aiden langsung di tepis tangannya.


"O, tidak bisa. Ini khusus buat gue." Aiden menggerak-gerakan jari telunjuknya.


"Pelit amat."


"Bodo."

__ADS_1


"Lagian lo juga celamitan, ini kan yang buat Kyra buat Ai mana dikasih lo," celetuk Ibob yang terdengar di telinga Kris.


Wajahnya langsung kecut, dia yang berusaha mengejar Kyra sejak dia masuk sekolah bisa-bisanya kalah saing dengan Aiden.


Kris pergi ke parkiran mencari motor Aiden namun dia tidak menemukan. Dia kemudian beralih ke mobil milik Dinda.


Dia ingat kalau tadi Kyra datang sama Kyra. Kemungkinan besar Kyra akan balik dengan Dinda lagi.


"Sorry Din, lo nggak berpihak sama gue sih jadi gue kempesin ban mobil lo." Kris tengak-tengok sekitar parkiran.


Kris menepuk tanganya untuk membersihkan debu yang menempel setelah mengempesi ban mobil Dinda.


Dengan ban yang kempes, maka Kyra tidak akan menolak dia antar pulang.


...ΩΩΩ...


"Makasih ya, makanannya enak banget," Aiden memuji Kyra.


"Sama-sama," jawabnya malu-malu.


"Mood cewek itu emang gila ya, awalnya ceria banget, mendadak nggak mood, uring-uringan. Setelah itu ceria lagi," Luki menggelengkan kepala.


"Makanya pinter-pinter jaga mood cewek, biar moodnya bagus terus," sahut Dinda.


"Mau jaga gimana, orang nggak tahu apa-apa tiba-tiba ngambek. Kita mana tahu maunya apa."


"Ya makanya yang peka, biar nggak ngambek."


"Ya harusnya nggak ngomong kalian tahu, masa hal sepele harus di omongin mulu."


Kyra, Aiden, Rafa dam Ibob bengong melihat Luki dan Dinda yang malah sibuk betdebat.


Mereka berdua terlalu asyik saling berargumen sampai tidak sadar menjadi tontonan keempat sahabatnya.


"Gimana kalau jadian ya, apa nggak perang setiap hari?" celetuk Ibob yang memyadarkan Luki dan Dinda.


"Siapa juga yang mau jadian sama cowok jutek nggak peka," ujar Dinda.


"Pede banget gue mau sama lo," jawab Luki dengan melipat tangannya didada.


"Ya kalau nggak mau kenapa kemarin tembak gue?" Dinda berkacak pinggang.


"Kemarin khilaf, dan syukur gue sudah sadar. Di bukakan matanya kalau lo itu ternyata cewek nyebelin."


Dinda tertawa mengejek. "Untung juga gue nggak terima. Cowok kaku, jelek, sukanya ngomel."


"Stop guys, jangan berantem lagi. Lihat bam mobil lo kempes, Din." Kyra menunjuk ban depan dan belakang kempes semua.


Mereka langsung mengarahkan pandangannya ke ban yang di tunjuk Kyra.

__ADS_1


"Loh, loh kok bisa. Tadi padahal nggak apa-apa," ujar Dinda.


"Terus gimana dong gue pulangnya," tambah Dinda.


"Ya udah dorong saja dulu sampai bengekel," kata Rafa.


"Siapa?"


"Ya lo lah, masa kita," sahut Luki.


"Gue cewek."


"Terus kenapa kalau cewek?"


"Sumpah ngeselin banget ya." Dinda mengakat tangannya siap memukul Luki namun di tahan sama Aiden.


"Luk, udah kenapa jangan gangguin Dinda mulu. Sekarang kalian masuk lagi biar kita yang bawa ke bengkel."


"Ya."


"Kyra, mending lo bareng sama gue saja yuk. Dari pada menunggu pasti lama," Kris datang-datang bak pahlawan mau mengantarkan Kyra.


"Nggak usah Kak, makasih. Gue bareng mereka saja," Kyra menolak dengan halus.


"Lo ada les kan, nanti bisa terlambat. Lo bisa dimarahin sama nyokap lo lagi."


"Lo pembantunya Kyra ya, sampai hapal banget sama jadwal Kyra," ujar Aiden.


"Jangan sembarangan lo ngomong, gue itu sangat peduli sama Kyra. Jadi tahu apa saja hal-hal positifnya."


"Din, naik gih. Kasihan kan kalau lo sendirin di sini," suruh Aiden.


"Kan ada gue," ucap Kyra pelan.


"Kan lo sudah di jemput sama sopir lo. Kasihan sudah berusaha," ucap Aiden yang membuat Kris kesal.


"Jaga omongan bisa-bisanya ngatain gue sopir. Nggak ngaca lo itu miskin!" Kris mendorong Aiden.


"Nggak udah dorong-dorong," Luki tidak terima melihat Aiden di dorong-dorong. Dia membalas mendorong Kris.


"Sudah Luk, jangan di tanggapin. Ini sekolah, nanti lo bisa kena skors lagi." Aiden menahan Luki.


"Benar Luk, mending kita pergi," Rafa setuju dengan Aiden.


"Ky, urus noh pangeran idaman emak lo. Jagain dia takutnya kalau emosi makan rumput."


"Ky, kita duluan ya," Dinda melambaikan tangan.


Kyra tidak bisa berkuti, sebenarnya dia mau menolak Kris namun dengan ucapan Aiden membuatnya tidak jadi menolak. Kalau saja Aiden mempertahankan dirinya agar pulang bersama pasti dengan senang hati akan menolaknya.

__ADS_1


"Ky, ayo. Keburu telat loh, nih mama lo sudah mengirim pesan kalau minta tolong buat anterin lo ke tempat les," cerocos Kris.


"Ya."


__ADS_2