Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Rutinitas Gita


__ADS_3

Gita perlahan membuka matanya saat samar-samar mendengar Aiden menangis. Dia bangun lalu menggemdongnya.


"Cup..cup... Sayang." Gita menimang Aiden. Gita memberikan asi Aiden, namun dia menolaknya dan menangis.


"Sayang kamu mau apa?" Kata Gita. Dia terus menimang Aiden dan mengajaknya jalan-jalan diarea kamar.


Dia mencoba memberikan asi, setelah hampir setengah jam menangis akhirnya Aiden mau minum juga.


Gita perlahan duduk di sofa, tangannya terus menepuk Aiden agar tetap tertidur.


"Seperti ini rasanya punya bayi kecil, nggak bisa tidur nyenyak." ujarnya.


Baru saja Gita mau terlelap Aiden kembali menangis. Gita langsung membuka matanya lebar-lebar.


"Ada apa lagi sayang?" Gita mengusap wajah Aiden.


"Ngompol ya.." Kata Gita. Dia menaruh Aiden di keranjangnya lagi dan mempersiapkan baju ganti untuk Aiden.


Setelah selesai mengganti popok, Gita kembali menimang Aiden. Tak perlu lama Aiden pun akhirnya terlelap.


Gita melihat jam di dinding yang sudah menunjukan pukul setengah 3 pagi.


“Kenapa jam


segini lapar sih, kan sebentar lagi pagi.” Kata Gita sambil merebahkan tubuhnya


di sofa. Perutnya lapar namun matanya pun tak kuat untuk terjaga.


Alaram di


kamar Gita sudah berdering sangat keras, namun Gita masih saja lelap. Dia baru


saja tidur sehingga tidak medengar suara alarmnya.


Gilang


meregangkan kedua tangannya, dia langsung mematikan alarm. Gilang meraba


sebelahnya yang kosong dan dingin.


“Sayang..”


Panggilnya sambil bangun.


“Ya ampun


sayang, ngapain tidur di sofa sih.” Ujar Gilang ketika melihat istrinya tidur


di sofa tanpa bantal dan juga selimut.


Gilang mengangkat


Gita dan memindahkan ke tempat tidur, dia menoleh ke box Aiden.


“Semalam


kamu pasti begadang ya, kenapa sih kok nggak pernah bangunin aku.” Kata Gilang


sambil menyelimuti Gita. Gilang mengusap wajah Gita, kemudian dia mengecup


keningnya.


Gilang menyiapkan


segela perlengkapan kantornya sendiri, dia tidak tega membangunkan Gita.


“Sayang,


kamu udah bangun?” Gilang menggendong Aiden. Dia menimang sebentar lalu pergi


mandi.


Gilang turun


membawa tas dan juga menggendong Aiden, Bik Siti yang melihat kerepotan Gilang

__ADS_1


langsung nyamperin.


“Mas, sini


bibik gedongin Baby Ai.” Kata Bik Siti.


“Iya Bik,


makasih ya.” Kata Gilang saat Aiden sudah ada di tangan Bik Siti.


“Mbak Gita


kok belum kelihatan Mas? Biasanya udah sibuk ikut buatin sarapan buat Mas


Gilang.” Kata Bik Siti.


“Gita masih


tidur bik, dia pasti kecapean banget. Sepertinya dia begadang semalam jadi


nggak aku bangunin.” Jelas Gilang.


“Oalah,


kasian Mbak Gita. Kenapa nggak minta tolong bibik sih. Seharian kemarin kan


juga sudah repot jagain Aiden terus mikirin mbak Anita.” Kata Bik Siti.


“Yah


begitulah Gita bik, pasti dia tidak mau merepotkan orang lain. Dia aja nggak


bangunin aku apa lagi bibik. Kalau gitu nitip Aiden ya Bik,”


“Iya Mas.”


Gita


meregangkan kedua tangannya, dia menguap sebentar dan kembali memeluk bantal


“Eh.. jam


berapa ini?” Gita terbangun. Dia melihat ke ruangan kamarnya yang sudah sangat


terang.


“Wah


kesiangan ini pasti.” Dia beranjak dari kasurnya.  Dia buru-buru turun untuk menemani Gilang


sarapan.


“Sayang..Sayang..” panggil Gita sambil berjalan menuruni tangga.


“Mbak Gita cari siapa?”  Tanya Bik Siti.


“Kak Gilang dimana bik?” tanya Gita sembari mencari Gilang.


“Ya di kantor lah mbak.”


“Udah berangkat? Yah terlambat deh,” Katanya sambil menarik kursi lalu mendudukinya.


“Bukan terlambat lagi mbak, udah ketinggalan jauh. Lihat tuh jam berapa?” Bik Siti menunjuk jam di dinding.


“Hah.. jam sebelas.”Gita membelalakan kedua matanya. Dia pikir masih pagi, ternyata sudah


siang bolong.


“Ih bibik kenapa nggak bangunin Gita sih.” Omel Gita.


“Kata Mas Gilang nggak boleh di bangunin, soalnya Mbak Gita butuh istirahat.” Jelas Bik


siti.  “Mending sekarang Mbka Gita mengisi tenaga dulu, sarapan menuju makan siang.” Bik Siti menyiapkan piring


buat Gita.

__ADS_1


“Makasih bik.” Katanya.


...----------------...


Gita menikmati sarapan menjelang makan siang itu, dia pikir-pikir ada untungnya juga dia tidak kerja saat ini. Tenaganya tidak kuat jika harus begadang dan paginya bekerja.


Ting! Pesan masuk di ponselnya.


...Anita...


...Dimana?...


...Gita...


...Rumah...


...Anita...


...Gue ke situ...


"Gita.." panggil Anita.


"Eh.. Buset dah, udah sampai aja lo. Gue pikir masih di rumah." kata Gita.


"Tadi gue wa udah ada di depan." Anita merenges.


"Gila lo, tinggal masuk aja pakai acara wa-wa segala. Ada apa nih?"


"Lo ada waktu nggak?"


"Gue selalu ada waktu buat lo, lagian kan gue ibu-ibu pengangguran. Lo mau gue temanin kemana?" tanya Gita.


"Ke pengadialan agama." kata Anita dengan wajah yang sedih. Gita mendekat lalu memeluk Anita erat.


Dia tahu pasti berat bagi Anita menjalani ini, datang ke pengadilan agama bukan dengan tujuan yang bahagia.


"Lo yang kuat ya."


"Tenang saja gue kuat, gue baik-baik saja."


"Ok, kalau begitu gue mandi dulu. Lo makan dulu, makan yang banyak biar punya tenaga." Gita mengambilkan nasi ke dalam piring di depan Anita.


"Git, lo gila kasih gue makan sebanyak ini."


"Udah buruan makan, niar kuat." kata Gita.


Hari ini Gita mau nganterin Anita dengan mengajak Aiden. Dia mau ajak Aiden jalan-jalan.


"Nit, gue ajak Baby Ai ya?" tanya Gita.


"Ok, ajak aja. Nanti biar gue yang gendong ya." Kata Anita.


"Oo siap. Bik aku mau pergi dulu ya." kata Gita.


"Baby Ai mau di ajak Mbak?" tanya Bik Siti.


"Iya Bik, sekalian mau ajak dia jalan-jalan. Biar lihat dunia luar." katanya sambil menggendong Aiden.


"Pergi berdua aja sama Mbak Anita?"


"Iya Bik, kok Bik siti kelihatan cemas begitu. Anita udah mahir loh bawa mobilnya." Kata Anita.


"Nggak sama Beni saja Mbak, nanti kalau Mas Gilang marah gimana?"


"Gita man sama Anita Bik, nggak sendiri. Nanti biar Gita telpon Kak Gilang. Udah ya Bik Gita sama Anita pamit dulu."


"Ya mbak hati-hati."


Anita heran dengan Bik Siti yang terlihat tidak yakin dengan dirinya.


"Git, memamgnya mengemudi gue meragukan ya?" tanya Anita sambil menghidupkan mobilnya.


"Nggak, jadi salama ini gue kalau pergi-pergi sama Beni. Katanya biar ada yang jagain, nah kalau gue nggak sama dia pastinya mikir kalau nggak ada yang jagain." jelas Gita.


"Ah... Lo kemana-mana bawa bodiguard selama ini ya." Anita ketawa.

__ADS_1


"Ya begitulah."


__ADS_2