Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Kedatangan Gilang -Raka II


__ADS_3

Gilang membawa Gita bergeser dari Fara dan juga yang lain. Gita sudah merasa mas-was dengan wajah Gilang yang dingin.


"Kamu kok kesini nggak bilang-bilang?" tanya Gita hati-hati.


"Kenapa? Kamu kaget ya aku datang kesini. Kalau aku bilang pasti aku nggak akan tahu kalau kamu ternyata dekat-dekat sama cowok lain." Gilang marah-marah.


"Cowok yang mana?" Gita bingung dengan tuduhan Gilang.


"Itu si Arakan, nggak usah pura-pura nggak tahu deh."


"Ya ampun sayang, Arkan kan sepupu aku sama halnya dengan Raka."


"Aku nggak peduli itu mau saudara kamu atau bukan. Yang penting kamu tidak boleh dekat-dekat sama dia." jelas Gilang.


"Kamu cemburu ya." Gita tersenyum lebar melihat Gilang yang cemburu ketika dia dekat sama Arkan.


"Nggak." jawabnya singkat dengan nada sedikit tinggi.


"Kalau nggak kenapa marah-marah."


"Ya karena aku nggak suka saja kamu ganjen-ganjen sama cowok lain." Gilang ngeles.


"Dia bukan cowok lain, dia sepupu Gita."


"Kamu bisa nggak kalau jangan belain dia terus, kesel tahu jadinya." Gilang ngomel, dia semakin dongkol dengan Gita.


Gita tersenyum, dia memberikan ciuman di bibir cepat lalu memeluk Gilang.


Dia kangen berat, beberapa hari tak bertemu, tak berkomunikasi sama sekali.


"Kenapa sih ngomel terus, nggak kangen apa sama aku." katanya sambil mempererat pelukannya.


Gilang langsung saja terdiam, tentu saja dia rindu berat. Dia selama ditinggal Gita tidak enak makan, tidur tidak nyenyak bahkan uring-uringan saja tiap hari.


...----------------...

__ADS_1


Gita tidak jadi pulang setelah kedatangan Gilang. Mereka memutuskan untuk menginap semalam lagi.


"Kalian mau datang kok nggak bilang-bilang." kata Wanda.


"Benar, kalau kalian ngomong kan tante bisa siapin makan." Kata mama Arkan.


"Nggak apa tante, emang kita juga nggak ada rencana kesini. Cuma kengen sama anak-anak langsung menyusul." jelas Raka.


"Benar, beberapa hari nggak ketemu saja sudah bikin kangen." tambah Gilang.


"Kangen anak apa kangen istri." goda Arkan.


"Tentu saja kangen anak istri, sama sekalian jadi satpam biar mata istri nggak kemana-mana." kata Gilang sambil melirik kearah Gita.


"Memangnya mau kemana." gumamnya lirih.


"Gita sepertinya juga kangen berat, dari kemarin pingin pulang. Eh, malah keduluan kamu." kata Mamanya Arkan.


"Kamu mau pulang?" tanya Gilang.


"Iya, hari ini Gita mau pulang duluan katanya udah kangen sama kamu." jawab Wanda.


"Besok kalau kamu nikah cari istri yang seperti Gita Ar, manis banget nggak bisa lama-lama jauh dari suami." kata mamanya Arkan.


"Kalau boleh meminta, Gita itu jangan lahir dari rahim tante Wanda. Biar Arkan bisa menikah dengan Gita." kata Arkan dengan pandangan fokus kearah Gita.


"Ngaco deh, orang yang lebih baik dari Gita banyak loh." Gita was-was karena Gilang langsung terlihat kesal.


"Tapi nggak ada yang segemes kamu."


"Kalau gue gemes nggak?" kata Fara, dia mulai memancing kemarahan Raka. Meskipun tujuannya dia ngomong seperti itu untuk mengalihkan pembicaraan Arkan karena Gita mulai tidak nyaman.


"Gemes juga, lo itu seru."


"Kalau dijadikan istri pasti seru juga kan."

__ADS_1


"Heh, suami lo disini masih saja godain cowok lain." Raka mendelik.


"Apaan sih orang cuma bercanda." kata Fara.


"Sudah-sudah, sekarang waktunya makan dulu. Nanti kalian sambung lagi ngobrolnya.


...----------------...


Selesai makan malam Gita menidurkan Aiden ke kamarnya, kemudian dia kembali turun untuk ngobrol-ngobrol sebelum kembali ke rumah.


"Git, bisa ngomong sebentar nggak?" tanya Arkan saat Gita menuruni tangga.


"Ada apa?"


"Nih." Arkan memberikan kotak berukuran sedang.


"Apa ini?" tanya Gita dengan wajah sumringah dapat kado dari Arkan.


"Buka aja." suruhnya.


Gilang yang melihat dari ruang tamu merandang, dia langsung beranjak nyamperin Gita dan Arkan.


"Ehmm.." Gilang berdehem.


"Eh, sayang lihat deh Arkan beri aku kado." Gita menunjukan kepada Gilang.


"Em. Makasih." katanya sambil merangkul Gita. Gilang seakan menunjukan kepada Arkan kalau Gita itu miliknya. "Kita kesana udah di tungguin." ujarnya sambil mengajak Gita berkumpul sama yang lain.


"Kalian menginap saja lagi besok, tungguin sampai ayah kalian datang." pinta mama Arkan.


"Iya, biar gue bisa main sama Aiden dan Rafa ssbelum berangkat lagi. Sepi tahu kalau kalian pulang." kata Arkan.


"Pinginya sih, cuma kerjaan kantor menumpuk." kata Gilang.


"Benar Ar, mereka terlalu lama maninggalkan kantor. kasian temannya." Raka mendukung Gilang.

__ADS_1


"Git, sepertinya mereka tidak memberikan celah untuk bergerak." bisik Fara.


"Iya, Kak Gilang sama Raka nerocos mulu."


__ADS_2